
“Kakak, kau baik-baik saja?” Tanya Megathrio mengenai keadaan dari kakak perempuannya tersebut.
“Jangan khawatir, aku baik-baik saja…” Jawab Astrapi sambil menganggukkan kepalanya, merespon pertanyaan dari adiknya tersebut.
“Megathirio, tolong tahan Aiver sementara, karena aku ingin memulihkan keadaan dari pria ini terlebih dahulu,” ucap Astrapi.
Perempuan itu kemudian melihat keadaan Joker yang sebelumnya sudah berusaha menolong perempuan itu dengan mengorbankan dirinya menerima serangan dari Aiver.
Tanpa pikir panjang, Astrapi pun langsung mengakses teknik sihir penyembuhannya untuk mencoba memulihkan keadaan dari Vampireman tersebut.
Sementara itu, Megathirio pun nampak senang serta legah melihat Zchaira sedang berada bersama Lucia di tempat itu.
Setelah merasa legah, Megathirio pun kini fokus terhadap Aiver yang berada di depannya, walaupun tahu kekuatannya masih berbeda jauh dengan pria yang berada di depannya, namun Megathirio tidak gentar, yang setidaknya dia akan mencoba untuk melawan Aiver untuk sementara, sembari Astrapi berhasil memulihkan keadaan dari Joker.
**
“Penetras sillabare…” Pada waktu bersamaan, Andras serta Shaevanjoe pun masuk ke dalam ruangan tersebut sambil menggunakan sihir penembus untuk melewati penghalang proyeksi yang diciptakan oleh Aiver.
“God aura… Superior punch…” Sementara untuk tiga Venerate bernama Erklis, Dimira serta Athira, seketika melancarkan serangan proyeksi energi emas milik mereka, yang langsung menghancurkan penghalang proyeksi yang diciptakan oleh Aiver di sekitar ruangan tersebut.
Mereka semua pun langsung menghampiri Megathirio untuk bersiap melawan Aiver yang masih mampu bertahan setelah sebelumnya sempat dikalahkan oleh Astrapi dan Joker.
**
“Kalian semua mau melawanku…” Ucap Aiver, nampak meremehkan para Regional Venerate yang berada di depannya, karena memiliki kekuatan yang jauh berbeda dengannya.
“Tentu saja…” Dengan percaya diri Megathirio pun langsung merespon ucapan Aiver.
Megathirio seketika mengibaskan pedang senjata suci miliknya hingga menciptakan sebuah duri-duri kristal di lantai, yang langsung menjalar ke sekitar Aiver, membuat pria itu sejenak menjadi terkejut.
“Pedang Aquamarine… Aku sempat melihat senjata suci ini dipakai oleh presiden penyihir… Ternyata dia memberikannya padamu yah…” Ucap Aiver, mengetahui pemilik sebelumnya dari pedang tersebut, yang tidak lain merupakan Hefaistos.
“Baiklah kalian semua… Majulah dan serang aku secara bersamaan.” Aiver kemudian langsung menantang enam Regional Venerate yang berada di depannya itu untuk menyerangnya bersamaan.
Tanpa pikir panjang, Andras beserta Shavanjoe pun langsung meningkatkan kekuatan, hingga senjata suci yang dipegang oleh mereka memancarkan pancaran proyeksi energi berwarna merah.
Tidak mau kalah, tiga Venerate bernama Erklis, Dimira serta Athira secara bersamaan mengeluarkan pancaran energi berwarna emas dari sarung tangan besi yang dikenakan oleh mereka. Proyeksi energi berwarna emas itu kemudian menyelimuti utbuh mereka hingga berbentuk layaknya sebuah zirah untuk sebuah pertahanan.
Secara bergantian, keenam Regional Venerate itu pun langsung meluncur ke arah Aiver dan berusaha menyerang pria itu.
Dengan sangat berusaha keras mereka semua melancarkan serangan ke arah Aiver, yang dengan mudah langsung dihindari serta ditepis oleh pria itu.
Aiver nampak meremehkan kemampuan mereka semua dengan tidak menggunakan proyeksi energi berwarna hitam yang biasa digunakannya untuk melancarkan serangan, karena percaya bahwa tanpa teknik tersebut dia pasti mampu mengalahkan keenam Regional Venerate itu secara bersamaan.
“Incantesimo segreto… Coup de explosion…” Aiver tiba-tiba memunculkan sebuah digram sihir tepat di depannya hingga menciptakan sebuah ledakan ke arah enam Regional Venerate.
“God aura… Deadly superior punch…” Dengan sigap, Erklis, Dimira serta Athira langsung melancarkan serangan proyeksi energi berwarna emas secara bersamaan hingga mampu menahan serangan ledakan dari Aiver hingga lenyap.
Aiver pun nampak sedikit terkejut melihat serangan tersebut mampu menangani serangan yang dilancarkan olehnya.
“Uakh…” Akibat hal tersebut, membuat Aiver pun seketika langsung terhempas.
Dengan sigap, Megathirio menancapkan pedang senjata suci miliknya ke lantai, hingga memunculkan duri-duri kristal, yang terus menjalar hingga ke arah Aiver.
“Akh…!” Aiver pun menjerit kesakitan ketika duri-duri kristal yang diciptakan oleh Megathirio menusuk beberapa bagian tubuhnya.
“Sial…” Pria itu seketika mengumpat dengan kesalnya, karena tidak menyangka bahwa kemampuan mereka mampu membuatnya tersudut seperti itu.
Tidak mau kalah, pria itu pun kembali berdiri dan akhirnya tidak mau menahan kekuatannya lagi. Aiver sontak memancarkan proyeksi energi berwarna hitam yang sebelumnya tidak dikeluarkannya karena menganggap remeh para Regional Venerate tersebut.
“Ayo… Sekarang coba serang aku…” Ucap Aiver menantang keenam Regional Venerate yang berada di depannya.
Melihat hal tersebut, para Regional Venerate, termasuk Megathirio pun langsung menjadi ragu untuk menyerang pria itu.
“Jika kalian tidak mau menyerangku, maka biar aku saja yang melakukannya…”
Tanpa pikir panjang, Aiver langsung melancarkan serangan proyeksi energi berwarna hitamnya ke arah Megathirio dan yang lain.
“Lumiere sillabare… Evil exterminator light…”
Ketika serangan energi hitam tersebut meluncur, tiba-tiba Rayvor datang menahannya menggunakan teknik elemen cahaya yang ditirunya dari para Venerate Pavonas.
Bersamaan dengan pemuda itu, Flogaz yang merupakan saudaranya juga melancarkan serangan proyeksi elemen api berwarna hitam.
Kedua serangan Rayvor beserta Flogaz seketika langsung melenyapkan serangan proyeksi energi hitam milik Aiver.
“Apa-apaan ini?” Ucap Aiver, tidak menyangka bahwa serangan tersebut bisa ditahan oleh dua pemuda itu.
Ketika Aiver merasa bingung dengan serangannya yang tidak mempan, tiba-tiba Astrapi yang telah berhasil memulihkan keadaan dari Joker seketika meluncur ke arah pria itu.
“Fulminazul sillabare… Consecutive blue lightning slash…” Dengan sigap, Astrapi langsung melancarkan serangan tebasan elemen petir secara beruntun pada pempimpin pasukan pemberontak itu.
“Uakh…!” Aiver menerima serangan tersebut, hingga membuatnya langsung terhempas.
“Akh…” Dalam waktu yang bersamaan, Joker muncul ketika Aiver sedang terhempas, dan langsung melancarkan pukulan kepalan yang dilapisi proyeksi elemen api biru dengan kuat, membuat pria itu terhempas ke arah yang lain.
Joker melakukan hal tersebut berulang-ulang kali, dengan terus-menerus menghilang dan kembali muncul di dekat Aiver sambil melancarkan serangan pukulan tersebut dengan kuat.
Aiver pun tidak bisa melakukan apa-apa selain terus-menerus menerima serangan beruntun dari Vampireman tersebut.
Pada akhirnya, Joker pun muncul di depan Aiver. Dalam sepersekian detik Vampireman itu memunculkan kembali pedang senjata sucinya, kemudian memproyeksikan pancaran elemen api biru berskala besar.
Joker mengibaskan pedang senjata sucinya, hingga langsung meluncurkan serangan tebasan proyeksi elemen api berwarna biru ke arah Aiver, hingga pria itu pun seketika terhempas menjebol langit-langit hingga keluar dari ruangan tempatnya berada.
Aiver terus meluncur hingga ke jarak yang jauh, sampai akhirnya jatuh diantara para Venerate pemberontak, para Venerate Pavonas, serta para Venerate daerah Xetas yang masih saling bertarung.
Akibat menerima serangan yang kuat dari Joker, Aiver seketika mengalami kekalahan dan langsung tak sadarkan diri.