
“Kalau begitu, saya pergi dulu tuan…” Ucap Kral kepada Achilles.
“Iya… Maaf sudah mengganggumu,” balas Achilles.
Akan tetapi, Achilles nampak masih curiga terhadap Kral yang dalam sebuah penyamaran menjadi pelayan kediaman tersebut. Pria Elfman itu seperti mengetahui serta pernah sekali bertemu dengan pria itu, namun entah kenapa dirinya tidak mengetahui kapan saat itu terjadi.
***
Kemudian di lorong luar ruangan tersebut, Kral nampak lega karena Elfman yang ditemuinya tersebut tidak mengetahui dirinya, akibat sebelumnya telah melakukan penyamaran baik dalam penampilan maupun kekuatan yang digunakannya.
Ketika Kral bersama dengan beberapa pelayan berjalan pada lorong tersebut, tiba-tiba pria itu sontak mengingat sesuatu yang membuat langsung terkejut.
*
“Tunggu dulu… Elfman itu bukankah ada di kota Hawkingson waktu itu…” Ucap Kral dalam hati, sambil terkejut dengan mata melotot.
Ternyata tanpa disadari oleh Kral bahwa sebenarnya, dan kemungkinan Achilles bisa mengenali Kral serta kedua saudaranya, Illios dan Astrapi karena pernah berkunjung ke acara penobatan Artemis sebagai wakil presiden penyihir pada tahun sebelumnya.
“Sial… Kenapa aku tidak menyadari hal itu…” Lanjut Kral berkata dalam hati, nampak merasa khawatir jika Achilles nantinya akan megetahui identitas pria itu yang sedang melakukan penyamaran.
***
Sementara itu, sesuai arahan dari pelayan yang sebelumnya, Illios kini bisa sampai ke sebuah ruangan yang dipebuhi oleh berbagai senjata-senjata maupun benda-benda yang menyimpan berbagai macam kekuatan di dalamnya.
Dengan mengakses kekuatan teknik sihir observasi miliknya, Illios mulai menelisir benda-benda yang berada di dalam ruangan tersebut, mencari sebuah benda yang dicari-cari oleh mereka.
**
Tak berapa lama setelah itu, Illios ternyata tidak mampu menemukan benda yang dicarinya tersebut di dalam ruangan itu.
“Benda itu tidak ada disini… Bahkan tidak ada benda yang menyerupai kristal layaknya batu itu,” gumam Illios, nampak sedikit kesal tidak bisa mendapatkan benda yang dicarinya, yang berbentuk seperti sebuah kristal, padahal sesuai informasi yang didapatkannya, para anggota clan Drown menyimpan benda-benda yang memiliki kekuatan di dalamnya.
***
Kemudian, di halaman kediaman clan Drown, tampak Rox bersama dengan para anggota tim Fuegonia akhirnya sampai ke tempat itu.
“Tuan Rox dan semuanya… Untung saja kalian datang tepat waktu… Makan malam sudah disiapkan,” ucap salah satu pelayan yang datang menghampiri Rox dan yang lain.
“Baiklah…” Respon Rox.
***
Kembali pada Illios yang masih berada di dalam ruangan tempat penyimpanan benda-benda berkekuatan magis. Tampak pria itu sedikit terkejut ketika merasakan aura keberadaan dari Rox yang telah sampai di kediaman tersebut.
*
“Illios… Ayo kita pergi dari tempat ini… Sepertinya ketua clan Drown sudah datang…” Disaat yang bersamaan, Kral berbicara dengan Illios melalui telepati, dan sontak memperingati saudaranya tersebut untuk segera meninggalkan kediaman tersebut.
**
Walaupun masih ingin mencari keberadaan dari benda yang dicari oleh mereka, namun Illios harus meninggalkan kediaman tersebut, karena kemungkinan keberadaan mereka akan diketahui oleh Rox, ditambah kini ada dua Venerate tingkat atas yang berada dipihak Fuegonia, termasuk Achilles sang Elfman, menambah resiko bagi mereka akan melawan jika ketahuan nantinya.
Karena sedikit merasa kesal tidak mendapatkan benda yang dicarinya, perhatian Illios lantas tertuju pada sepasang belati yang terpajang di dinding. Tanpa pikir panjang, pria itu langsung mengambil sepasang belati tersebut, lalu menyimpan senjata tersebut di dalam ruang spasial yang bisa diakses olehnya.
***
Setelah berjalan menyusuri lorong di dalam salah satu bangunan, Illios menemui Kral, dan bersama dengan saudaranya tersebut langsung bergegas untuk meninggalkan kediaman tersebut.
**
Sialnya, ketika memasuki sebuah ruangan utama yang cukup luas, mereka berdua berpapasan dengan Rox dan para anggota tim Fuegonia di tempat itu.
Karena para anggota tim Fuegonia pernah melihatnya sekali, Illios lantas memalingkan wajahnya ke arah lain agar tidak dapat dilihat mereka.
Ketika Kral dan Illios melewati mereka, tiba-tiba salah satu anggota tim Fuegonia yaitu Rourke menghentikan langkahnya ketika melihat Illios walau sedang memalingkan wajah ke arah lain.
Sambil merasa bingung, pemuda bernama Rourke itu lantas memperhatikan salah satu dari kedua pelayan tersebut, yang merupakan Illios, dimana dia nampak seperti mengenali pria itu.
Namun, Rourke tetap tidak bisa mengetahui siapa pelayan yang dilihatnya tersebut, sampai akhirnya Kral dan Illios keluar dari ruangan utama tersebut.
“Rourke, ayo… Ada apa?” Tanya Rox, melihat pemuda itu tiba-tiba menghentikan langkahnya, padahal mereka akan segera menuju ke ruangan makan.
“Tidak… Bukan apa-apa,” jawab Rourke, enggan memberitahukan kepada Rox, bahwa dia seperti mengenali salah satu pelayan yang barusan melewati mereka.
Karena tidak mau merasa bingung dengan hal tersebut, Rourke pun melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan makan bersama dengan Rox dan yang lain.
***
Beberapa saat kemudian, Kral dan Illios sampai di depan gedung penginapan mereka, dan sontak terkejut serta langsung menghentikan langkah mereka ketika melihat Artemis ibu mereka berada tepat di depan.
“Ibu…” Ucap Kral dengan ekspresi terkejut.
“Ada apa dengan putra-putra sulung ibu ini… Sebenarnya dari tadi kalian pergi kemana? Walau kalian sudah dewasa, tapi ibu tetap merasa khawatir jika tidak melihat kalian,” ucap Artemis.
“Kau tidak perlu khawatir ibu… Kami tidak pergi jauh-jauh,” balas Illios.
“Ibu tahu itu… Tapi, yang membuat ibu penasaran apa sebenarnya tujuan awal kalian datang ke tempat ini… Bukankah akan menjadi masalah jika Continent Venerate dari negeri lain datang kemari… Ibu yakin kalian kemari bukan untuk mengawal para peserta tim Lightio kan…” Ucap Artemis, mengetahui bahwa kedua putranya tersebut, serta Astrapi putrinya juga memiliki sebuah tujuan lain datang ke kota tersebut.
Mendengar hal tersebut Kral beserta Illios pun lantas lebih tekejut lagi, dan merasa bahwa mereka memang harus mengatakan yang sebenarnya kepada ibu mereka itu.
“Baiklah… Kami akan memberitahu apa sebenarnya tujuan kami datang kemari… Tapi, kita harus mencari tempat lain untuk membicarakannya,” ucap Kral.
Artemis pun setuju dan lantas mengikuti kedua putranya pergi ke tempat lain untuk mengetahui tujuan mereka datang ke kota Novacurve.
***
Tak lama kemudian, Kral, Illios, bersama dengan ibu mereka sampai di lantai atap gedung penginapan tersebut.
“Ibu… Apa kau tahu bahwa salah satu Venerate Fuegonia pernah memberitahukan baha ketua clan Drown memiliki sebuah batu kristal itu?” Tanya Kral.
“Jangan bilang kalian berdua… Bahkan Astrapi ingin mencari benda itu?” Tanya Artemis, lantas terkejut mendengar ucapan Kral.
“Benar… Kami ingin mencari benda itu, namun memiliki tujuan yang sama denganmu, yaitu untuk memberikannya ke negeri Machora Tira, agar para Venerate mereka tidak akan mengaincar Zchaira lagi,” jawab Kral.