The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 208 - Menarik kembali kata-kata yang sudah diucapkan



“Sepertinya kalian tidak memiliki kemampuan yang lebih untuk bertarung, sampai-sampai harus menonton pertarungan lain dengan santainya…” Ucap Narest.


“Majulah sekaligus… Aku yakin kalian akan mudah dikalahkan walaupun harus bekerja sama…” Narest yang nampak kesal sontak mengacungkan tongkatnya sambil menantang kedua ras keturunan campuran tersebut.


“Hahaha…” Dossur dan Horner sejenak saling menatap satu sama lain, kemudian langsung tertawa ketika mendengar pria Fuegonia ini menantang mereka secara bersamaan.


“Apa kau yakin? Bisa dibilang aku tidak memiliki kecepatan serta kelincahan seperti dirimu, tapi dengan kemampuan yang kumiliki ini, pergerakan serta teknik elemen api yang kau kuasai itu pasti bisa kutangani,” ucap Dossur, dengan percaya diri menjelaskan mengenai kemampuan yang dimiliki olehnya dengan sedikit meremehkan Narest yang sedang menantangnya.


Sementara Horner tampak diam tidak menanggapi tantangan yang diberikan oleh Narest, namun tetap menunjukkan ekspresi wajah layaknya meremehkan tantangan yang diberikan oleh salah satu anggota tim Fuegonia tersebut.


**


“Hei Dossur… Berhenti mengoceh, dan tunjukkan saja apa yang kau bisa!” Sontak salah rekan dari Dossur yang merupakan ras Giantman langsung meneriakinya untuk tidak perlu menjelaskan mengenai kemampuan dari Dwarfman tersebut kepada lawannya.


**


“Mengganggu saja kau…” Gumam Dossur, nampak risih mendengar teriakan dari rekannya tersebut.


Tanpa pikir panjang, Dwarfman tersebut lantas mengakses kekuatannya, membuat pasir yang berada disekitarnya seketika naik berkumpul, dan perlahan-lahan membentuk sesuatu dengan ukuran yang besar.


Tidak mau kalah, Horner pun mengakses kekuatannya juga, memproyeksikan energi yang dengan sekejap berubah menjadi bongkahan kristal, yang lama-kelamaan semakin membesar, tidak kalah dengan ukuran pasir yang dikumpulkan oleh Dossur.


**


Narest dengan siap menunggu sesuatu yang hendak dilakukan oleh kedua ras keturunan campuran tersebut sambil mengakses kekuatannya juga, memproyeksikan kobaran elemen api pada tongkat yang sementara digenggamnya.


**


“Dwarfman sand creation technique… Tentacled beast…”


“Krystalitation release… Giant serpent…”


Pasir yang berkumpul tepat di belakang Dossur seketika membentuk sebuah makhluk buas dengan memiliki memiliki tentakel-tentakel layaknya seekor gurita, dengan memiliki tinggi sekitar sepuluh meter, serta panjang tentakel-tenkakelnya yang berkirasan rata-rata sepanjang tujuh sampai sepuluh meter, sedangkan bongkahan kristal raksasa berbentuk layaknya sebuah telur yang berada di depan Horner, tiba-tiba menetas menjadi seekor ular raksasa kristal yang mampu bergerak secara dinamis, berbeda dengan karakter kristal yang memang bukan merupakan benda elastis, serta dengan memiliki panjang lebih dari dua puluh meter, dan seketika bergerak mengitari Horner sebagai penciptanya.


**


“Jadi kalian lebih memilih menggunakan kemampuan kalian untuk menciptakan sebuah makhluk aneh-aneh itu…” Narest pun tersenyum melihat teknik penciptaan yang dilakukan oleh Dossur maupun Horner sambil meremehkan bahwa kemampuan mereka nampak percuma dimatanya.


“Aku ingin melihat seberapa hebat kemampuan karya konyol itu untuk menangani pergerakanku dengan ukuran sebesar itu…”


Narest dengan kecepatan tinggi seketika meluncur ke depan, terlebih dahulu mengincar Dossur yang berada lebih dekat.


Namun tanpa disangka, makhluk pasir bertentakel dari Dossur dengan cepat mengibaskan salah satu tentakelnya, hingga membuat Narest terhempas, walau sempat menangkisnya.


“Flame martial… Dragon roar…” Narest yang terhempas dengan sigap mengontrol tubuhnya, kemudian melancarkan serangan proyeksi elemen api dalam skala yang besar ketika tentakel-tentakel dari makhluk pasir milik Dossur hendak menerjangnya.


“Uakh…!” Akan tetapi, serangan proyeksi elemen api dari Narest tidak mempan terhadap tentakel-tentakel tersebut, hingga membuat pria Fuegonia itu pun langsung dikibas secara beruntun dalam waktu singkat.


**


“Tuan Achilles, kurasa aku perlu bantuanmu…” Ucap Rox, meminta bantuan Achilles untuk menciptakan kembali penghalang, melihat Narest terhempas lebih tinggi dari dinding arena, dan hendak jatuh ke arah penonton yang berada di tribun.


**


“Ukh…” Narest pun menabrak penghalang proyeksi yang sekejap diciptakan oleh Achilles, sampai jatuh meluncur menghantam permukaan dengan keras.


“Kau terlalu meremehkan sesuatu yang belum kau ketahui… Sebaiknya kau tarik kata-katamu yang sebelumnya.” Horner yang berada dekat dengan pria Fuegonia tersebut lantas memperingati Narest untuk jangan meremehkan apa yang sebenarnya sedang dilawannya.


“Tidak akan sebelum kau juga memperlihatkan kemampuan dari bendamu itu…” Tidak mau menerima peringatan dari ras Gnomeman tersebut, Narest dengan sigap kembali berdiri lalu melancarkan serangan proyeksi elemen api yang dikibaskannya melalui tongkat yang digenggam olehnya.


Namun, dengan cepat ular kristal dari Horner langsung menghalangi serangan yang hendak menerjang Gnomeman tersebut.


“Baiklah… Gelombang kedua menjadi giliranku…” Ucap Horner, yang sontak mengarahkan ular kristal berukuran raksasa tersebut bergerak dalam kecepatan tinggi, yang langsung menyeruduk Narest hingga kembali terhempas.


Masih belum puas, ular kristal yang dikendalikan oleh Gnomeman tersebut berulang kali menyeruduk Narest dengan tubuhnya yang sangat keras tersebut, hingga pria Fuegonia terpental ke arah berbeda-beda.


“Argh…!” Ketika Narest terhempas kea rah atas, dengan lincah ular kristal tersebut melompat kemudian mengibaskan ekornya yang secara bersamaan langsung menindih tubuh Narest ke permukaan.


**


Sebagian penonton pun lantas merasa syok melihat perbuatan dari ular kristal milik Horner sampai membuat mereka menutup mata karena tidak kuat melihat hal tersebut.


Narest pun terkapar dalam keadaan lemah tak bisa menggerakkan tubuhnya di tengah arena setelah mendapatkan serangan besar.


**


“Hei…” Tiba-tiba Horner terkejut ketika hampir saja dikibas oleh tentakel dari makhluk pasir milik Dossur, namun untung saja serangan tersebut dengan sigap langsung ditepis oleh ular kristal miliknya.


“Apa-apaan kau?” Tanya Horner dengan ekspresi terkejut, tidak menyangka bahwa Dossur akan menyerangnya, padahal dikiranya Dwarfman sedang bekerja sama dengannya.


**


“Apa kau tidak lihat bahwa yang tersisa hanyalah tinggal kita berdua saja?” Balas Dossur, lantas menyuruh Gnomeman itu untuk sadar bahwa sekarang waktunya untuk mereka menentukan siapa yang akan menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut.


**


“Aku lupa saking senangnya menyiksa pria dari Fuegonia itu…” Ucap Horner, lantas mengerti dan langsung mengendalikan ular kristalnya untuk bersiap dengan serangan yang hendak dilancarkan oleh makhluk bertentakel dari Dossur.


**


“Kurasa harapan kia sekarang tinggal padamu Rourke…” Ucap Neyndra, nampak sedikit kecewa melihat kekalahan dari Narest, dan sontak menaruh harapan kepada adiknya Rourke yang akan menjadi peserta terakhir mewakili tim Fuegonia dalam ronde pertama.


Rourke sontak memasang ekspresi senyuman tipis, namun bukan karena merespon ucapan dari Neyndra, melainkan tiba-tiba melihat bahwa rekan tim yang mereka kira sudah mengalami kekalahan tiba-tiba bisa kembali berdiri lagi.


**


Dossur dan Horner pun sontak terkejut melihat Narest yang sebelumnya tidak bisa lagi bertarung tiba-tiba mampu kembali berdiri.


“Baiklah, aku tarik ucapanku sebelumnya… Ternyata benda konyol yang kalian ciptakan itu nampak tidak bisa diremehkan…”


“Kalau begitu, aku juga harus serius untuk melawan mereka…”