
“Feuerzauber…”
Disaat yang bersamaan, Achilles langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api ke arah Kral, namun langsung ditepis oleh Kral, kemudian langsung membalasnya dengan melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar.
Saat serangan proyeksi energi tersebut menerjang Achilles, dalam sekejap pria Elfman itu hancur berkeping-keping menjadi bongkahan-bongkahan es.
Mengetahui bahwa Achilles menggunakan tubuh pengganti, Kral dengan sigap memperhatikan ke sekitaran sambil meningkatkan fokusnya terhadap untuk mencari tahu keberadaan dari pria Elfman itu.
**
Tiba-tiba Achilles muncul jauh dari jangkauan Kral, sambil memunculkan sebuah tombak yang merupakan senjata suci miliknya.
Achilles mengambil ancang-ancang dengan mengangkat tombaknya, kemudian langsung melemparkannya dengan kuat hingga memancarkan proyeksi energi yang cukup besar, sampai tombak tersebut meluncur dengan kecepatan tinggi.
**
Menyadari sebuah serangan dari arah belakang, Kral pun langsung berbalik sambil meluncurkan serangan proyeksi energi, namun serangan dari pria itu sontak lenyap ketika diterjang oleh luncuran tombak tersebut.
Dengan refleks, Kral pun langsung menangkis tombak tersebut dengan menggunakan pedang senjata sucinya, namun saking besarnya tekanan kekuatan dari luncuran tombak tersebut, membuat Kral dibawa terhempas sampai ke jarak yang cukup jauh oleh tombak tersebut.
Setelah terkapar, dengan cepat pria itu berdiri, kemudian mengakses kekuatan dari pedangnya hingga langsung membuatnya meluncur dengan kecepatan tinggi, pergi dari tempat itu meninggalkan Achilles dan para Venerate Elfman yang lain.
Tak lama kemudian, Achilles pun sampai ke tempat itu, dan mendapati bahwa Kral yang belum bisa diketahuinya karena sedang melakukan penyamaran, telah kabur dengan meninggalkan tombak pria Elfman itu yang telah tertancap di tanah.
“Sial…” Umpat Achilles, tidak sempat menangkap penyusup yang merupakan Venerate tingkat atas tersebut.
Karena sulit mengetahui asal Venerate tersebut akibat hanya menggunakan kekuatan dari senjata suci, Achilles pun tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa Venerate misterius itu merupakan Venerate Lightio, walaupun tempat persembunyiannya berada di wilayah negeri itu sendiri.
“Pangeran… Kami berhasil menemukan Drakon di dalam bangunan tua itu.” Disaat yang bersamaan, salah satu Elfman datang menghampiri Achilles kemudian melaporkan bahwa mereka telah berhasil menemukan Drakon.
Mendengar informasi tersebut, Achilles sontak langsung terbang untuk pergi menuju ke bangunan tua itu.
***
Setelah sampai di tempat itu, Achilles kemudian datang menghampiri Drakon yang tidak sadarkan diri. Dengan sigap, pria Elfman itu langsung mengakses kekuatannya, membuat Drakon pun langsung sadarkan diri.
“Drakon… Bagaimana keadaanmu?” Tanya Achilles.
“Eh… Tuan Achilles… Bagaimana aku bisa berada di tempat ini?” Tanya balik Drakon, tiba-tiba kebingungan dirinya berada di tempat itu, padahal yang sebelumnya pria itu sudah mengetahui bahwa dia telah mengetahui bahwa Astrapi yang mengalahkannya, dan membawanya ke tempat tersebut, sembari selanjutnya dijaga oleh Kral.
“Kau tidak mengetahui apa yang terjadi padamu?”
“Kupikir aku berada di dalam kediaman clan Drown,” ucap Drakon.
“Tidak apa-apa… Yang pasti kau sudah ditemukan dan masih baik-baik saja,” respon Achilles.
***
Berpindah pada Kral, yang tiba-tiba muncul dengan menggunakan teknik sihir ruang tepat di lantai atap tempat penginapan para murid-murid akademi sihir.
Setelah berada di tempat itu, pria itu pun langsung memasuki penginapan tersebut untuk menemui yang lain.
**
Ketika berada di dalam penginapan tersebut, Kral sontak bertemu dengan Aphrodia, namun perempuan itu tiba-tiba memasang ekspresi kesal.
“Aphrodia, ada apa?” Tanya Kral, nampak bingung melihat Aphrodia menunjukan ekspresi kesal.
“Maaf… Sebenarnya aku memiliki sebuah urusan penting sebelumnya, jadi aku terpaksa pergi sebelum kalian sampai kemari,” jawab Kral.
“Apakah mengenai penyelinapan kalian di dalam kediaman clan Drown?”
“Iya... Aku sebelumnya sedang menyelinap menjadi pelayan disana, namun masih belum menemukan tempat dimana disimpannya benda yang kami cari,” jawab Kral mencari alasan lain, karena tidak mau menceritakan mengenai hal yang sebenarnya terjadi padanya barusan.
“Aku tidak bisa melarangmu pergi… Tapi setidaknya aku hanya ingin selalu mengatakan hati-hati kepadamu.” Mendengar penjelasan tersebut, Aphrodia pun langsung mengerti karena untuk mencari benda tersebut adalah kewajiba pria itu serta kedua saudaranya datang ke kota Novacurve.
“Ngomong-ngomong Illios dan Astrapi ada dimana?” Tanya Kral kepada Aphrodia mengenai dua saudaranya.
“Mereka ada dibawah…” Jawab Aphrodia.
Kral pun lantas pergi meninggalkan Aphrodia untuk menemui Illios dan Astrapi untuk memberitahu hal yang barusan terjadi kepadanya.
***
Setelah berada dibawah, Kral pun bertemu dengan Zchaira dan lain, yang sedang bersama.
“Kakak… Kau sudah kembali… Padahal sebelumnya kakak Aphrodia mengkhawatirkanmu,” ucap Illios.
“Tenang saja, aku baru saja bertemu dengan Aphrodia di atas,” balas Kral.
“Lagipula, ada yang ingin kubicarakan dengan kalian berdua.”
Mendengar hal tersebut, Illios serta Astrapi langsung pergi mengikuti Kral keluar dari penginapan mereka.
Disamping Kral, Illios serta Astrapi pergi, nampak Zchaira dan murid-murid lainnya merasa curiga karena walaupun mereka sudah mengetahui maksud dan tujuan para murid kelas Continent Venerate datang ke kota Novacurve, namun ketiga murid itu tetap harus sembunyi-sembunyi untuk saling menginfokan sesuatu.
***
Berpindah pada Kral serta Illios dan Astrapi yang kini berada di suatu tempat, di luar penginapan.
“Barusan saja para Venerate Fuegonia ras Elfman datang menyerangku…”
Mendengar hal tersebut, Illios dan Astrapi pun lantas terkejut karena tidak menyangka bahwa para Venerate Fuegonia itu bisa menemukan tempat persembunyian mereka, sekaligus tempat mereka menawan Drakon.
“Bagaimana dengan pria itu? Jika dia berhasil diselamatkan, maka kita akan ketahuan, terlebihnya aku yang sudah diketahuinya merupakan Venerate tingkat atas,” ucap Astrapi, merasa khawatir dengan hal tersebut.
“Tenang saja… Sebelum mereka datang, aku sudah mengantisipasi dengan membuat pria itu lupa apa yang tejadi kepadanya… Kurasa dia hanya bisa mengatahui hal yang terjadi sebelum kau mengalahkannya,” ucap Kral, menjelaskan kepada Astrapi serta Illios bahwa pria itu telah lebih dulu menghapus ingatan Drakon agar tidak bisa mengenali mereka lagi yang telah menangkapnya.
“Kupikir kau paling bodoh diantara kami berlima… Ternyata kau hebat juga dalam mengambil sebuah tindakan,” respon Astrapi, sedikit memuji kakaknya karena mendengar penjelasan tersebut.
***
Berpindah pada kediaman clan Drown, dimana Achilles serta para Elfman berhasil membawa kembali Drakon.
Ketika Neyndra sedang lewat, perempuan itu lantas merasa senang melihat kembali Drakon, tanpa pikir panjang, dia langsung berlari, kemudian memeluk pria itu, yang membuat Achilles dan para Elfman pun langsung terkejut.
“Eh…” Begitu juga dengan Drakon sendiri, yang tidak menyangka bahwa perempuan itu akan langsung memeluknya ketika kembali melihatnya.
“Nona Neyndra… Maaf, tapi apa kau bisa melepaskan pelukanmu,” ucap Drakon nampak canggung ketika perempuan itu memeluknya.
“Kau tidak tahu bagaimana aku sangat mengkhawatirkanmu ketika kau menghilang,” ucap Neyndra.