
Beberapa saat kemudian, terlihat Aphrodia melewati jembatan penghubung antara bangunan murid kelas Land Venerate bersama dengan bangunan murid kelas Regional Venerate.
Sambil berjalan di sebuah lorong bangunan tersebut, Aphrodia sejenak berhenti melihat ke setiap ruangan untuk mencari empat murid Regional Venerate yang sebelumnya dikatakan oleh Megathirio.
Setelah melihat-lihat ke setiap ruangan yang berada di dalam lorong bangunan tersebut, Aphrodia tidak menemui satupun murid Regional Venerate yang dia cari.
Ketika dirinya berpapasan dengan beberapa murid Regional Venerate, mereka pun nampak penasaran melihat perempuan tersebut yang diketahui merupakan salah satu murid kelas Land Venerate.
“Dia kan Aphrodia…” Ucap salah satu murid Regional Venerate, langsung mengenali Aphrodia.
“Iya… Ada apa dia ada disini?” Sambung murid yang lain, juga berpendapat yang sama.
Saat mendengar perbincangan murid-murid tersebut, Aphrodia pun menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke arah mereka.
“Permisi… Apakah kalian melihat Rayvor dan Flogaz?” Ucap Aphrodia, bertanya kepada murid-murid yang membicarakan tentangnya.
“Rayvor dan Flogaz… Kurasa mereka sedang melakukan latihan di lantai atap,” jawab salah satu murid tersebut.
“Di lantai atap… Kalau begitu, terima kasih atas informasinya.” Aphrodia pun berterima kasih karena telah memberitahukan dimana Rayvor serta Flogaz yang dicarinya, perempuan tersebut kemudian langsung bergegas menuju ke tempat yang dikatakan oleh salah satu murid itu.
***
Berpindah pada Rayvor dan Flogaz yang berada di lantai atap, tampak kedua murid bersaudara itu sedang berlatih menguasai kemampuan yang pernah diperlihatkan oleh mereka saat melawan para Venerate pemberontak di daerah Xetas sebelumnya.
Flogaz menggunakan tombak senjata suci miliknya, yang mampu mengeluarkan sebuah serangan proyeksi elemen api berwarna hitam.
“Lumiere sillabare… Evil exterminator light…” Sedangkan Rayvor mengakses sebuah teknik serangan elemen cahaya, yang sebelumnya sempat ditirunya saat melihat teknik serangan dari para Venerate negeri Pavonas.
Mereka berdua saling mengadu kedua serangan elemen api hitam serta serangan elemen cahaya tersebut, namun tak berapa lama kedua serangan itu saling bertabrakan, serangan proyeksi elemen api hitam dari senjata suci milik Flogaz nampak lebih unggul.
Saat meliihat serangan proyeksi yang dilancarkan oleh Flogaz meluncur ke arahnya, Rayvor dengan sigap memunculkan tombak senjata suci yang tersimpan di dalam sebuah ruang spasial melalui gelang yang di kenakan olehnya.
Dengan cepat, Rayvor mengakses kekuatan dari tombak yang dipegangnya hingga memancarkan proyeksi elemen petir, yang membuat kecepatannya meningkat hingga mampu menghindari serangan proyeksi yang dilancarkan oleh Flogaz dengan tepat waktu.
“Ternyata seranganku masih kurang unggul dari serangan milikmu,” ucap Rayvor.
“Tentu saja kakak… Karena bagaimanapun juga aku memakai kekuatan dari senjata suci, namun setidaknya aku cukup terkesima melihat kau bisa meniru teknik dari Venerate negeri lain,” respon Flogaz.
**
Disamping Rayvor dan Flogaz sedang berbincang, terlihat bahwa Aphrodia ternyata sudah berada di dekat tempat latihan mereka berdua. Aphrodia nampak paham setelah melihat teknik serangan dari kedua murid Regional Venerate itu yang sebelumnya sempat dijelaskan oleh Megathirio.
Ketika Aphrodia berjalan mendekat ke arah Rayvor dan Flogaz, dua murid tersebut lantas menoleh karena merasakan kedatangan seseorang.
Sejenak mereka pun nampak kebingungan melihat perempuan tersebut asing bagi mereka, namun tak berapa lama kemudian Rayvor serta Flogaz pun terkejut karena mengingat bahwa perempuan yang mendekat ke arah mereka tersebut merupakan salah satu murid kelas Land Venerate.
“Apakah kau Aphrodia dari kelas Land Venerate?” Tanya Rayvor.
“Benar sekali… Jadi, apakah kalian adalah Rayvor dan Flogaz dari clan Silkbar daerah Workyen?” Jawab Aphrodia, kemudian bertanya kepada dua murid Regional Venerate tersebut.
“Bagus sekali… Ada yang ingn aku bicarakan dengan kalian,” ucap Aphrodia sambil memasang ekspresi tersenyum.
*
“Apa yang ingin dibicarakan oleh kakak cantik ini? Tapi, dia ingin berbicara dengan kakak Rayvor juga…” Dalam benak, Flogaz nampak bertanya-tanya tentang tujuan dari perempuan itu ingin berbicara dengan dirinya serta Rayvor.
**
“Apa yang ingin kau bicarakan dengan kami?” Tanya Rayvor, penasaran dengan hal tersebut.
“Pertama-tama aku ingin memuji mengenai teknik serangan yang kau gunakan Rayvor… Aku jarang melihat para Venerate negeri Lightio menggunakan teknik sihir penyerangan dengan memanfaatkan elemen cahaya,” ucap Aphrodia pada Rayvor.
“Dan untuk Flogaz… Aku rasa kemampuan dari senjata suci yang kau kuasai itu juga hebat…” lanjut Aphrodia, berbicara kepada Flogaz.
“Salah seorang murid mengatakan bahwa kalian sebelumnya cukup berjasa dalam melawan para Venerate pemberontak yang sebelumnya melakukan pergerakan di daerah Xetas…”
“Kalau begitu, aku ingin mengatakan apa yang ingin kubicarakan dengan kalian… Bergabung ke dalam timku untuk mengikuti sebuah turnamen Venerate yang akan dilaksanakan di negeri Fuegonia dua hari ke depan…”
“Turnamen Venerate…” Ucap Rayvor, nampak kebingungan dengan hal tersebut karena belum pernah didengar olehnya.
“Iya… Turnamen itu merupakan kompetisi tahunan yang sering diadakan di kota Novacurve, negeri Fuegonia, dimana para peserta yang ikut serta di dalamnya merupakan para Venerate perwakilan dari sembilan negeri yang berada di benua Aizolica ini,” ucap Aphrodia, menjelaskannya kepada Rayvor serta Flogaz.
“Turnamen Venerate… Apakah sebagian besar dari para pesertanya adalah para ras keturunan campuran?” Tanya Flogaz.
“Benar… Karena sebagian besar negeri di benua ini didominasi oleh para ras keturunan campuran, maka peserta yang ikut di dalam turnamen tersebut kemungkinan besar adalah mereka,” jawab Aphrodia.
“Tapi kakak, kenapa kau ingin merekrut kami ke dalam timmu, padahal kau bisa mengajak para murid Land Venerate lain yang lebih kuat dibandingkan dengan kami?” Tanya Rayvor.
“Karena semua murid Land Venerate selain aku sedang mengikuti misi yang lain…”
“Bagaimana dengan kakak Megathirio? Walaupun dia baru masuk ke kelas Land Venerate, tapi jelas lebih kuat dibandingkan dengan kami,” lanjut Rayvor.
“Soal itu… Sebelumnya aku sempat ingin merekrutnya, namun dia menolak karena memiliki sebuah janji… Dia bahkan langsung mengusulkanku merekrut kalian berdua…”
“Apakah kalian bersedia? Maaf jika ini terburu-buru, tapi sampai saat ini, belum ada satupun anggota yang bisa kurekrut…” Tanya Aphrodia sambil bermohon kepada dua pemuda tersebut untuk masuk ke dalam timnya.
“Baiklah… Aku akan bergabung ke dalam timmu untuk mengikuti turnamen tersebut.” Flogaz pun langsung menerima tawaran dari Aphrodia karena merasa tidak tega dengan perempuan tersebut.
“Benarkah kau mau bergabung…”
“Tentu saja… Jangan khawatir, kakakku juga akan bergabung dengan kami,” ucap Flogaz.
“Eh… Kenapa seperti itu? Aku bel…”
“Dengan ini anggota tim kita sudah berjumlah tiga orang… Berapa lagi yang harus diperlukan?” Ketika Rayvor hendak mengomentari ucapan dari Flogaz, adiknya tersebut sontak langsung memotongnya, dan menyatakan bahwa mereka berdua kini sudah masuk ke dalam tim bersama dengan Aphrodia.