The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 86 - Masalah yang cukup rumit



“Apa kau yang melakukan ini kepada saudaraku?” Tanya Zchaira dengan ekspresi serius.


“Aku terpaksa melakukannya karena saudaramu itu berusaha untuk melawan,” jawab Toner.


“Apa kau bilang?” Zchaira pun berdiri dan perlahan-lahan mendekati Toner dengan ekspresi wajah yang kesal setelah mendengarkan ucapan pemuda itu.


“Hei nona, apa kau yakin ingin menggantikan saudaramu melawanku… Bahkan dia saja yang adalah Regional Venerate bisa kukalahkan dengan mudah.”


Mendengar ucapan dari Toner, Zchaira pun tiba-tiba berhenti, gadis itu sadar diri bahwa dirinya yang sekarang memang tidak bisa melawan pemuda yang berada di depannya karena perbedaan tingkatan kekuatan yang jauh diantara mereka.


Memikirkan keras tentang hal tersebut, Zchaira tiba-tiba merasa pusing dan sejenak merasakan bahwa tubuhnya tiba-tiba merasa panas.


*


“Apakah ini kekuatan dari naga Shydhie?” Zchaira tiba-tiba menyadari bahwa kekuatan makhkuk suci yang berada pada dirinya mulai kembali aktif.


“Kalau begitu… Tolong pinjamkan aku kekuatanmu lagi Shydhie,” gumam Zchaira dalam hati.


**


Seketika Zchaira memancarkan proyeksi energi berwarna biru yang membuat Toner, serta semua orang yang melihat gadis itu sontak terkejut.


Dalam sekejap Zchaira, yang masih berada sedikit jauh dari Toner tiba-tiba kini telah tepat di hadapannya.


*


“Cepat sekali…” Dalam sepersekian detik, Toner pun gumam dalam hati, merasa terkejut bahwa gadis itu dengan cepat telah berada tepat di depannya.


**


“Ukh…” Dalam sekejap Zchaira melancarkan sebuah tendangan yang kuat, hingga Toner yang tidak dapat menghindarinya seketika terhempas menjebol dingding ruangan tempat berada sampai ruangan yang berada di sebelahnya.


Semua orang yang melihat serangan dari Zchaira sontak terkejut hingga tidak bisa berkata apa-apa. Mereka tidak menyangka bahwa Toner yang merupakan murid tingkatan Land Venerate mampu dibuat terhempas oleh Zchaira yang bahkan masih berada dalam tingkatan Divison Venerate, tiga tingkatan dibawah Land Venerate itu sendiri.


*


“Ini mirip seperti yang sebelumnya… Bukan hanya Land Venerate, bahkan Continent Venerate bisa dikalahkan oleh Zchaira waktu itu,” ucap Rayvor dalam hati, merasa terkejut serta kembali mengingat bagaimana Zchaira sebelumnya pernah mengalahkan Vampireman bernama Joker yang merupakan saudara dari Lucia.


**


Zchaira dengan cepat meluncur mendekati Toner sambil hendak melancarkan sebuah pukulan yang dilapisi oleh pancaran energi berwarna biru yang berasal darinya.


“Difesa sillbare…” Dengan sigap, Toner pun langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi dari kekuatan sihirnya.


Akan tetapi, karena saking kuatnya tekanan kekuatan yang dilancarkan oleh Zchaira membuat perisai proyeksi milik Toner pun seketika hancur.


“Uakh!” Toner pun menerima serangan pukulan Zchaira hingga membuatnya terdorong menghantam permukaan dengan kerasnya.


Masih belum puas, Zchaira seketika melompat ke atas sambil melancarkan serangan pukulan ke arah pemuda itu kembali.


Namun, dengan cepat Toner memutar badannya dan kembali berdiri untuk menghindari serangan dari Zchaira.


“Fiamma sillabare…”


“Ukh…” Toner dengan cepat melancarkan serangan proyeksi elemen api ke arah Zchaira, namun hal tersebut hanya membuat gadis itu tersentak ke belakang, tidak mendapatkan efek yang lebih besar daripada itu.


“Apa?” Hal tersebut lantas membuat pemuda itu pun terkejut, saking kuatnya pertanahan gadis itu, yang telah dilapisi oleh sebuah pancaran proyeksi energi berwarna biru.


“Akh…” Zchaira dengan cepat kembali melancarkan serangan hingga Toner pun seketika terhempas menjebol dinding ruangan tersebut sampai keluar dari bangunan para murid Regional Venerate.


Setelah terhempas dan keluar dari bangunan tersebut pemuda itu pun hanya bisa terkapar dengan keadaan yang mulai melemah akibat menerima serangan yang nampak berdampak besar bagi fisiknya.


Disaat Toner tidak bisa berbuat apa-apa, Zchaira kembali meluncur dan dalam sekejap melancarkan serangan proyeksi energi berwarna biru ke arah pemuda itu.


“Sial…” Toner pun hanya bisa mengumpat, hanya bisa melihat serangan yang dilancarkan Zchaira menuju ke arahnya.


“Difesa sillabare… Holy eldritch shield…” Disaat yang tepat, seorang tetua wanita akademi sihir tiba-tiba muncul di depan Toner dan langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi yang lebih kuat dibandingkan perisa proyeksi yang diciptakan oleh Toner sebelumnya, hingga serangan yang dilancarkan oleh Zchaira bisa ditahan oleh perisai proyeksi tersebut.


Zchaira meluncur ke arah tetua wanita, serta Toner yang berada di depannya, dan masih bersikeras melanjutkan pertarungannya dengan pemuda itu.


“Ekh…” Akan tetapi, Zchaira tiba-tiba jatuh tersungkur sembari sedang meluncur ke depan.


“Kurasa waktuku sudah habis…” Zchaira pun mengetahui bahwa kekuatan makhluk suci yang berada pada dirinya kembali tidak aktif.


Akibat hal tersebut gadis itu pun merasa energinya telah terkuras habis serta sulit untuk menggerakan tubuhnya.


Toner pun mersa legah bahwa gadis itu tiba-tiba kehilangan kekuatan dan tidak bisa lagi menyerangnya, walaupun masih terkejut melihat Zchaira dengan mudah melancarkan serangan ke arahnya dan membuatnya beberapa kali terhempas.


“Kurasa kalian harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi disini,” ucap tetua wanita itu.


***


Beberapa saat kemudian di sebuah ruangan yang cukup luas terlihat tetua wanita itu sedang berdiri bersama dengan Raumian dan Brynzel. Di depan mereka mereka tampak Toner, Zchaira yang telah kembali pulih, Megathrio yang sudah kembali tersadar, serta murid-murid yang melihat permasalahan tersebut, yang tidak lain adalah Andras, Shaevanjoe, Lucia, Rayvor, Flogaz, serta Wenra dan Dorolia, yang sebelumnya sedang bersama dengan Zchaira.


“Baiklah aku ingin satu orang untuk menjelaskan awal permasalahan ini terjadi,” ucap tetua wanita itu.


“Nyonya Anelsa, biar aku saja yang menjelaskan, karena aku sudah ada sejak awal permasalahan ini terjadi.” Rayvor pun lantas mengangkat tangannya untuk bersedia menjelaskan apa yang terjadi pada awalnya hingga masalah tersebut terjadi.


Rayvor kemudian menjelaskan pada tetua bernama Anelsa itu serta kepada Raummian dan Brynzel, dimulai dari Lucia berlatih yang tiba-tiba diganggu oleh Megathirio. Mereka berdua lalu bertarung, namun Megathirio melakukan serangan yang kasar membuat Rayvor dan Flogaz memisahkan mereka.


Megathirio terus bersikeras dan tiba-tiba menyerang Lucia, disaat yang bersamaan Andras datang menolong Lucia dan kemudian bertarung dengan Megathirio. Selanjutnya, tiba-tiba Toner pun datang dan melawan serta mengalahkan Megathirio.


Akan tetapi, masalah tersebut terus berlanjut ketika Zchaira melihat Megathirio dikalahkan oleh Toner. Tanpa mengetahui alasannya, Zchaira pun langsung menyerang Toner, hingga hampir mengalahkannya dan saat itu juga Anelsa datang menghadang Zchaira.


“Jadi maksudmu, Lucia menyerang Megathirio… Mereka bertarung… Megathirio kemudian bertarung dengan Andras dan dilanutkan oleh Toner… Toner mengalahkannya, dan Zchaira tiba-tiba datang dan bertarung dengan Toner… Apakah simpelnya seperti itu?” Tanya Anelsa.


“Iya nyonya Anelsa?” Jawab Rayvor.


“Eh, baik… Aku tidak menyangka bahwa masalah ini cukup rumit,” ucap Anelsa, sedikit terkejut karena masalah yang sebelumnya terjadi jauh dari ekspetasinya.