
“Sepertinya tekanan kekuatan ini memang hanya bisa dirasakan olehku saja…” Ucap Zchaira, mengetahui bahwa pancaran tekanan kekuatan tersebut merupakan naga merak bernama Shydhie yang dikatakan oleh Kral sebelumnya tinggal di pegunungan daerah Camburstile tersebut.
“Aku merasakan sumber tekanan kekuatan itu berada di pegunungan bernama Galbrid yang berada disana,” lanjut gadis itu berkata.
Kebingungan Aphrodia pun lantas terjawab karena mendengar pernyataan dari Zchaira, dimana sebelumnya dia juga sempat mengetahui bahwa gadis tersebut merupakan pemegang kekuatan dari makhluk suci yang tinggal di atas pegunungan tersebut. Aphrodia pun paham bahwa hanya Zchaira yang mampu merasakan tekanan kekuatan tersebut, walaupun gadis itu sebenarnya hanya mampu merasakan tekanan kekuatan dalam radius beberapa kilometer saja.
***
Kemudian di sisi lain, berpindah ke sebuah pelabuhan yang berada di kota Novacurve, dimana terlihat dua kapal yang merupakan kapal yang berasal dari negeri Machora Tira, serta kapal yang berasal dari negeri Mormist secara bersamaan berlabuh di pelabuhan tersebut.
**
“Negeri ras campuran, Machora Tira dan Mormist telah datang…” Ucap salah satu warga yang berada di sekitar pelabuhan itu, langsung mengetahui bahwa kedua kapal berasal dari dua negeri ras campuran yang terletak di wilayah tenga, serta wilayah kepulauan benua Aizolica, dengan melihat dua bendera yang berkibar di masing-masing tiang kapal-kapal tersebut, walaupun dalam pencahayaan yang kurang.
Bendera dari negeri Machora Tira, tampak memiliki lima jalur mendatar dengan warna merah, biru, putih, biru dan merah. Pada jalur putih sendiri yang berada di tengah memiliki ukuran dua kali lebih besar dari jalur lainnya, serta terlihat memiliki tujuh bintang merah, dimana salah satu bintang yang berada diantara enam bintang lainnya, memiliki ukuran yang lebih besar.
Sedangkan untuk bendera dari negeri Mormist, tampak memiliki pola silang berwarna putih, yang dimana memiliki warna biru muda pada bagian atas dan bawah, serta warna merah di bagian kiri dan kanan dari pola tersebut. tidak lup terdapat juga garis tepi berwarna biru tua dengan memiliki masing-masing lima bintang berwarna putih pada bagian atas serta bawah dari garis tepi itu.
**
“Akhirnya kita sampai juga,” ucap salah satu Venerate Machora Tira yang merupakan Vampireman, nampak legah ketika bersama dengan kelima rekannya turun dari atas kapal mereka.
Saat mereka telah berada dibawah, kelima Venerate yang merupakan peserta turnamen Venerate itu lantas menoleh ke arah kapal mereka, melihat seseorang yang masih berada di atas kapal.
“Kalau begitu, kami pergi dulu nyonya Lethis…” Ucap Vampireman dari kelima Venerate tersebut, berpamitan kepada atasannya yang berada di atas kapal dengan Lethis, ternyata merupakan ibu dari Artemis, yang masih memiliki penampilan layaknya wanita berumur tiga puluh tahunan, walau kini telah berusia sekitar tujuh puluh tahun.
Ternyata selain para murid-murid akademi sihir, yang merupakan peserta turnamen Venerate, para Venerate Machora Tira itu juga datang membawa Venerate tingkat atas mereka secara diam-diam untuk sebuah tujuan yang masih belum diketahui.
**
“Halo para ras keturunan campuran…” Ketika hendak beranjak dari pelabuhan tersebut, para Venerate dari negeri Mormist juga turun dari kapal mereka, dan salah satu diantara Venerate tersebut lantas menyapa para anggota tim negeri Machora Tira dengan sebutan yang sebenarnya memiliki status yang sama dengan mereka.
“Heh, dasar bodoh… Setidaknya pikirkan terlebih dahulu ucapanmu jika ingin mengatakan itu kepada kami, karena juga adalah para ras campuran,” balas salah satu Vampireman dari salah satu anggota tim Machora Tira.
Setelah saling berinteraksi, tim negeri Machora Tira serta tim negeri Mormist itu beranjak dari pelabuhan tersebut dengan mengambil arah yang berbeda.
**
“Apa mungkin ini saatnya kita menjalankan misi kita ibu?” Tanya Vampireman tersebut, memanggil Lethis dengan sebutan ibu.
“Kurasa belum hari ini… Ibu ingin memperhatikan terlebih dahulu keadaan di kota ini,” ucap Lethis sambil pergi meninggalkan Vampireman itu masuk ke dalam kapal.
“Haah… Padahal kita sudah datang secara diam-diam kemari…” Gumam Vampireman itu, nampak sedikit kesal karena wanita yang disebutnya sebagai ibu itu masih tidak mau menjalankan misi mereka di kota tersebut.
Entah bagaimana Lethis yang merupakan ras manusia murni bisa dipanggil oleh Vampireman itu dengan sebutan ibu, entah apakah hubungan mereka memanglah merupakan ibu dan anak atau bukan.
–4 Januari 3025–
Malam tersebut akhirnya berlalu, pada keesokan harinya, tampak Zchaira dan keempat murid akademi sihir yang tergabung dalam tim perwakilan negeri Lightio akhirnya menuju ke arena pertandingan untuk bersiap mengikuti pembukaan dari turnamen Venerate.
Sementara Zchaira dan murid-murid akademi sihir berada di dalam sebuah ruangan untuk menunggu mulainya turnamen tersebut, di sisi lain tampak para penonton yang didominasi oleh penduduk kota Novacurve telah memenuhi area tribun di sekitaran arena tersebut, dimana diantara mereka terlihat Illios serta Astrapi yang tidak mau melewatkan tim Lightio beraksi dalam turnamen yang akan segera dimulai tersebut.
***
Sementara itu, Kral yang tidak terlihat bersama dengan kedua saudaranya, tampak sedang berada di sebuah bangunan tua yang berada di wilayah negeri Lightio, sedang tengah menjaga Drakon yang menjadi tawanan mereka, akibat tertangkap oleh Astrapi kemarin malam.
Kral perlahan datang mendekat ke arah Drakon yang terkurung di dalam sebuah penghalang proyeksi sambil membawa makanan dan minuman. Tiba-tiba uluran kedua tangan Kral yang memegang makan dan minuman bisa menembus penghalang proyeksi tersebut, yang lantas membuat Drakon sejenak terkejut.
“Ayo makanlah…” Ucap Kral, menyuruh pria yang menjadi tawanannya untuk segera memakan makanan yang diberikan olehnya.
“Apa sebenarnya tujuan kalian masuk ke kediaman itu?” Tanya Drakon dengan ekspresi wajah serius.
“Jika kau masih belum tahu apa tujuan kami, maka lebih baik seperti itu saja…” Namun, Kral enggan untuk menjawab pertanyaan dari Drakon, karena merasa tidak mau membocorkan tujuannya bersama dengan Illios serta Astrapi, walaupun pria itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
“Cepatlah makan makanan itu… Kami tidak akan menyakitimu… Setidaknya kau harus tetap berada disini sampai tujuan kami selesai…” ucap Kral, kembali menyuruh Drakon untuk memakan makanan yang diberikannya.
“Tenang saja… Aku tidak memberikan racun pada makanan itu,” lanjut Kral berkata.
Walaupun sedikit ragu dengan pernyataan dari Kral, namun Drakon tidak bisa menahan gengsinya, dan lantas langsung menyantap makanan yang diberikan oleh pria Lighito itu.
***
Kembali ke arena pertarungan, dimana pada sebuah ruangan tunggu para anggota tim negeri Fuegonia, nampak Neyndra terlihat memasang ekspresi cemas karena mengetahui bahwa Drakon menghilang entah kemana sedari malam.