The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 178 - Ras Beastman Centaurus



Mendengar tantangan dari Beastman itu, peserta Machora Tira bernama Merour tersebut sontak meluncur mendekatinya.


Ketika Beastman bernama Margo itu mengayunkan tombaknya, Merour dengan sigap melompat ke atas menghindarinya.


“Ukh…” Seketika Merour meniupkan sesuatu dari dalam mulutnya, hingga menciptakan sebuah hempasan yang kuat, membuat Margo pun sontak terhentak ke tanah dengan kerasnya.


Walaupun sempat kebingungan dengan serangan tiba-tiha dari ras Bansheeman tersebut, namun Margo tetap tidak mau kebingungan memikirkan hal tersebut lebih lama lagi, dia pun dengan cepat kembali berdiri, kemudian mengibaskan tombaknya, melancarkan serangan proyeksi energi berwarna merah ke arah Merour.


Akan tetapi, Bansheeman itu kemudian kembali melancarkan serangan hempasan angin dari dalam mulutnya, membuat serangan proyeksi dari Margo pun seketika lenyap.


Merour sekali lagi melancarkan serangan hempasan angin dari dalam mulutnya, membuat Margo yang masih belum siap, seketika menerima serangannya sampai membuat Beastman itu pun terhempas, dan menabrak dinding arena dengan kerasnya.


Setelah menabrak dinding arena tersebut, Margo tampak terlihat masih baik-baik saja karena memiliki kekuatan fisik sebagai salah satu ras Beastman yang jauh lebih kuat dari ras manusia murni, serta para ras keturunan campuran lain.


Akan tetapi, Margo nampak terkejut dengan kemampuan dari pria yang berada di depannya tersebut, yang masih belum dimengertinya, apakah hal tersebut akan bisa menyudutkannya atau tidak.


Karena tidak mau menyimpan kekuatannya lagi, Margo pun berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya, hingga seketika mengubah ke mode Beastman miliknya, yang berwujud manusia setengah kuda.


**


“Wujud macam apa itu?” Tanya Zchaira, nampak penasaran melihat perubahan wujud Margo yang tubuh bagian bawahnya berubah menjadi layaknya tubuh seekor kuda.


“Mereka disebut sebagai Beastman Centaurus…” Jawab Aphrodia.


“Ras Beastman yang bisa mengubah wujud mereka menjadi manusia berwujud setengah kuda pada bagian tubuh bawah mereka…”


“Selain kuat dan tidak kalah cepat dengan ras Beastman Hedgehog yang kemarin hari berhadapan denganmu, ras manusia setengah kuda itu juga memiliki sebuah serangan yang sangat mematikan…” Lanjut Aphrodia berkata, menjelaskannya kepada Zchaira, serta para anggota tim Lightio.


**


Kembali pada Margo, dimana Beastman itu seketika bergerak dengan kecepatan tinggi, hingga membuat Merour pun sulit untuk melihatnya.


Dalam sepersekian detik, Margo tiba-tiba muncul di hadapan Merour sambil mengayunkan tombak senjata suci miliknya.


Karena tidak akan sempat melancarkan serangan yang sama seperti sebelumnya, Merour pun dengan sigap langsung melompat ke atas, menghindarinya serangan dari Beastman tersebut.


Akan tetapi, saat Merour mendarat kembali ke permukaan, Margo pun kembali bergerak dengan kecepatan tinggi, membuatnya sulit untuk melihat pergerakan dari Beastman itu lagi.


Saat berkonsentrasi, Merour pun mulai dapat melihat pergerakan Beastman tersebut, dan perlahan-lahan memperkirakan titik agar dia bisa melancarkan sebuah serangan.


Dalam sekejap, Margo pun kembali muncul di hadapan Merour, namun ras Bansheeman itu dengan sigap telah memperkirakan hal tersebut, dan cepat cepat melancarkan serangan hempasan angin yang kuat.


“Uakh…” Akan tetapi, serangan tersebut tidak berpengaruh ketika Margo sontak melakukan pergerakan menyeruduk, hingga menghantam tubuh Merour, dan menghempaskannya ke dinding arena.


“Sialan…” Umpat Merour dengan kesal, tidak dapat memperkirakan bahwa serangan serudukan dari Beastman itu bisa mengatasi serangan hempasan angin miliknya.


Ketika Margo bergerak dengan kecepatan tinggi sekali lagi, dan seketika muncul dihadapan Merour sambil melakukan gaya menyerduk, Basheeman itu dengan sigap langsung melancarkan serangan hempasan elemen angin kembali dari dalam mulutnya.


Namun, dalam sepersekian detik, serangan hempasan anginnya tidak bisa menghempaskan Margo akibat momentum serangan dari Beastman tersebut sangatlah besar.


Tidak mau menerima serangan dari Beastman itu, Merour dengan refleks melompat ke atas, membuat Margo pun dalam sekejap langsung menghantam dinding arena dengan keras.


Saat Bansheeman itu mendarat ke permukaan, dia lantas terkejut karena melihat Margo yang menabrak dinding arena masih dalam keadaan baik-baik saja.


*


Hal tersebut lantas membuat Merour berpikir bahwa kekuatan fisik dari Beastman itu tidak bisa dikalahkan dengan serangannya yang sama seperti sebelumnya.


Sembari memperhatikan Margo yang masih berdiam diri, Merour pun melihat pertarungan dari dua peserta lain yang nampak sengit.


Disaat itu, Merour pun berpikir bahwa kedua peserta tersebut kemungkinan bisa mengalahkan Beastman yang dilawan olehnya, dibandingkan dirinya harus mengeluarkan kemampuannya yang sebenarnya.


**


Ketika Margo bergerak dengan kecepatan tinggi, Merour pun seketika meluncur ke arah Ailene dan Lontra yang sedang saling melancarkan serangan proyeksi satu sama lain.


Melihat hal tersebut, Margo pun langsung mengikuti pergerakan dari Merour menuju ke arah Ailene dan Lontra.


Ketika pertarungan mereka terganggu akibat Merour dan Margo beberapa kali melewati mereka, peserta tim Cielas yang bernama Lontra pun sontak menjadi kesal. Disamping melawan Ailene yang terus melancarkan serangan elemen api kepadanya, Lontra tampak memperhatikan pergerakan dari Merour serta Margo.


Ketika Merour lewat dihadapannya, dan tak lama kemudian Margo pun menyusul, Lontra dengan sigap menarik energi yang berada di alam dalam jumlah yang besar, dan seketika melepaskan sebuah serangan proyeksi energi berskala besar, tepat langsung mengenai Margo yang berada di depannya.


“Uakh…!” Serangan tersebut lantas menghempaskan Margo hingga menabrak dinding arena dengan kerasnya.


Akibat hal tersebut, Margo pun terkapar tak sadarkan diri, dan lantas menjadi peserta yang pertama kali tumbang dalam pertandingan tersebut.


**


Disaat yang bersamaan, peserta dari tim Fuegonia yang bernama Ailene dengan cepat meluncur mendekati Lontra.


“Flame martial… Flame cyclone punch…”


“Ukh…” Ailene seketika melancarkan sebuah pukulan pada Lontra, yang seketika menciptakan sebuah pancaran pusaran elemen api, membuat peserta dari tim Cielas itu pun langsung terhempas karena tidak mengiranya.


“Flame projection… Flame ball…”


“Uakh…!” Ketika Lontra menabrak dinding arena dengan keras, Ailene dengan sigap melepaskan serangan bola api, hingga langsung diterima oleh pria tersebut.


Hal itu sontak membuat Lontra pun kemudian terkapar tak berdaya, dan menjadi peserta kedua yang tumbang setelah Margo.


**


“Setidaknya perhatikan dulu bahwa kau masih bertarung denganku,” ucap Ailene.


Setelah mengalahkan Lontra, pandangan Ailene kemudian tertuju pada Merour yang berada tidak jauh dihadapannya.


Mengetahui bahwa sebelumnya Bansheeman itu sempat kewalahan melawan Margo, Ailene pun mengambil kesimpulan bahwa kemungkinan besar kemampuan yang dimiliki oleh ras Bansheeman tidak seberapa dibandingkan dengannya.


“Baiklah tuan… Lebih baik kita akhiri saja pertarungan ini…” Ucap Ailene, sambil berkonsentrasi meningkatkan kekuatanya, sampai membuatnya memancarkan proyeksi elemen api.


Dalam sekejap Ailene bergerak dengan kecepatan tinggi mendekati Merour. Walaupun pergerakan dari perempuan itu masih bisa dilihat dengan baik oleh Merour, namun terlihat Bansheeman tersebut tidak mau mencoba untuk menghindari serangan yang hendak dilancarkan oleh Ailene.


“Flame projection… Majesty flame wolf…”