
“Venerate itu mau mengincarku…” Ucap Zchaira dengan ekspresi terkejut.
“Iya… Sebelumnya Venerate tingkat atas Machora Tira itu datang untuk mengincar kekuatan dari sang naga merak… Namun, saat mereka mengetahui bahwa kau berada di tempat ini, maka mereka langsung mengubah tujuan mereka…”
“Walaupun mereka mengetahui sendiri bahwa presiden penyihir sebelumnya sudah membuat perjanjian tidak mengincarmu dengan beraliansi dengan mereka,” ucap Artemis, menjelaskan hal tersebut kepada Zchaira.
*
“Akhirnya aku mengerti bahwa selama ini Zchaira memang benar memiliki kekuatan dari makhluk suci…” Ucap Flogaz dalam hati, setelah mendengar penjelasan dari Artemis.
Flogaz kemudian menatap Rayvor yang masih tidak sadarkan diri. Pemuda itu berpikir bahwa dia juga pasti tidak akan bisa melindungi Zchaira dengan melihat keadaan dari saudaranya yang tidak berdaya setelah menerima teknik dari Venerate yang mengincar Zchaira.
**
“Kurasa kalian semua harus kembali ke akademi sihir tanpa harus melanjutkan turnamen ini lagi… Aku akan menjelaskannya pada tetua yang memberikan misi kepada kalian nanti,” ucap Artemis, menyuruh semua murid akademi untuk kembali ke negeri Lightio bukan hanya mengkhawatirkan putrinya Zchaira, namun sang wakil presiden penyihir Lightio itu juga mengkhawatirkan keempat murid lainnya karena secara tidak langsung juga mereka pasti akan mendapatkan imbas seperti yang terjadi kepada Rayvor.
Mendengar hal tersebut, Zchaira, Aphrodia, Flogaz serta Haniwa pun lantas terkejut, tidak menyangka bahwa akan berkata seperti itu.
“Tapi ibu… Sangat disayangkan jika kita harus keluar dalam turnamen ini, padahal tim Lightio sekarang sudah memimpin dalam perolehan poin,” ucap Zchaira, menjelaskan kepada Artemis, yang sebenarnya bertujuan untuk menolak perintah dari ibunya sebagai pemimpin negeri Lightio.
“Aku tahu Zchaira… Tapi bukan hanya kau, rekan-rekanmu juga pasti akan megalami hal yang buruk seperti Rayvor jika kalian tetap berada disini,” balas Artemis.
Zchaira pun lantas terdiam mendengar penjelasan dari Artemis, gadis itu tidak bisa menyangga hal tersebut karena merasa khawatir ketiga rekannya akan mendapatkan hal yang sama seperti Rayvor.
“Nyonya Artemis sebenarnya aku juga tidak setuju jika harus keluar di turnamen seperti ini… Jika kemungkinan hal tersebut akan berdampak kepadaku juga, kurasa kau harus percaya bahwa aku setidaknya adalah Venerate yang setara dengan pemimpin clan, serta murid akademi yang masuk sepuluh sampai dua puluh murid terkuat dalam akademi sihir Lightio dari ribuan murid yang ada… Percayalah aku bisa menjaga diriku sendiri, bahkan Zchaira dan para anggota lainnya…”
Tiba-tiba Aphrodia berbicara, melamparkan argument bahwa dia menolak bahwa dirinya harus keluar ditengah turnamen, serta menjelaskan beberapa fakta mengenai dirinya kepada Artemis dengan percaya diri.
“Aphrodia… Kau juga…” Ucap Artemis, tidak menyangka bahwa perempuan itu ingin melanjutkan turnamen tersebut sama seperti Zchaira.
“Bibi Artemis… Aku juga memikirkan hal yang sama seperti kakak Aphrodia, ingin agar tim Lightio tidak keluar ditengah-tengah turnamen masih berlangsung... Aku pasti akan menjaga diriku sendiri, bahkan aku yakin kalau kakak Rayvor juga memikirkan hal yang sama seperti kami,” ucap Rayvor, menyambung ucapan Aphrodia yang tidak mau mereka berhenti mengikuti turnamen di kota tersebut.
“Hei bocah, kau juga… Katakan sesuatu yang meyakinkan…” Lanjut Flogaz, memberi kode kepada Haniwa, agar mereka alasan mereka dapat disetujui oleh Artemis.
“Eh… Eh…” Haniwa lantas kebingungan harus mengatakan apa, disamping dirinya yang tidak mengerti dengan keadaan dari Zchaira sedang diincar, anak laki-laki itu juga nampak tidak percaya diri untuk mengatakan bahwa dia mampu melindungi dirinya seperti yang dikatakan oleh Aphrodia serta Flogaz.
“Kenapa kau diam… Ayolah, cepat katakan…” Ucap Flogaz sekali lagi, menyuruh Haniwa untuk meyakinkan Artemis agar tidak menyuruh mereka untuk berhenti mengikuti turnamen.
“Bibi… Aku ingin jujur bahwa aku menyukai kakak Zchaira…”
Artemis bahkan semua orang yang mendengarnya sontak kebingungan serta terkejut dengan pernyataan dari anak laki-laki itu yang tidak sesuai dengan keadaan yang ada.
“Ekh… Bocah… Apa yang kau katakan?” Ucap Zchaira, terkejut mendengar pernyataan dari Haniwa, tepat di depan ibunya serta orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
“Aku setidaknya serius… Karena itu aku juga mendukung kakak Zchaira… Aku juga percaya bahwa aku bisa menjada diriku sendiri…” Ucap Haniwa dengan ekspresi wajah serius.
Melihat hal tersebut, Kral dengan sigap langsung menghalangi keempat murid akademi karena merasakan sesuatu yang buruk.
“Ibu… Kumohon jangan ditempat ini… Kita sekarang berada di lantai paling atas… Jika kau melakukannya, kurasa gedung ini dengan sekejap akan roboh…” Kral yang sering bersikap tenang, tiba-tiba langsung merasa khawatir karena merasa bahwa Artemis yang sedang merasa emosi tersebut akan mengeluarkan tekanan kekuatannya, yang akan membuat merobohkan gedung penginapan tempat mereka berada.
Artemis sejenak terdiam, memikirkan pilihan yang tepat untuk pernyataan dari para murid akademi. Setelah berhasil memutuskan pilihannya, wanita itu lantas mengangkat kembali wajahnya.
“Haah… Kurasa kita harus menjadi pengawal mereka selama di berada di kota ini…”
“Kral apakah kau siap?” Ucap Artemis, sambil bertanya tentang kesiapan dari anak pertamanya tersebut.
“Kupikir kau akan mengeluarkan tekanan kekuatan…” Gumam Kral, sedikit merasa lega ternyata Artemis mau menyetujui pernyataan dari para murid akademi sihir.
“Tentu saja aku siap…” Kral pun langsung menjawab pertanyaan dari ibunya bahwa dirinya siap untuk menjaga para anggota tim Lightio dari ancaman para Venerate Machora Tira.
“Baiklah… Kalian bisa terus mengikuti turnamen ini…”
Mendengar hal tersebut, Zchaira, Aphrodia, Flogaz serta Hania pun lantas tersenyum, merasa senang Artemis membatalkan perintahnya memulangkan mereka semua.
“Terima kasih ibu…”
“Ekh…” Saking senangnya, Zchaira pun langsung melompat ke arah Artemis kemudian memeluk ibunya tersebut, dan tanpa sengaja Artemis pun kehilangan keseimbangan, jatuh ke lantai bersama dengan gadis itu.
“Maafkan aku ibu…” Ucap Zchaira sambil membantu ibunya berdiri kembali.
“Jangan khawatir… Ibu hanya mengira kau akan melompat seperti itu saking senangnya…”
“Kral… Sekarang hubungi Illios dan Astrapi agar mereka bisa kembali.” Artemis kemudian menyuruh Kral untuk menghubungi Illios dan Astrapi yang ditinggalkan mereka di dalam kediaman clan Drown.
Mendengar hal tersebut, Kral pun langsung mengakses kekuatan sihir persepsi miliknya untuk melakukan komunikasi melalui telepati pada Illios dan Astrapi.
*
“Illios… Astrapi… Apa kau bisa mendengarkanku?”
“Iya kakak… Ada apa?” Tanya Illios melalui kemampuan telepati.
“Ada masalah apa sayang? Maksudku kakak…” Sambung Astrapi sambil sedikit menggoda saudaranya Kral melalui komunikasi kemampuan telepati mereka.
“Sepertinya kalian harus kembali karena aku dan ibu sudah berada di penginapan sekarang,” ucap Kral.
Illios dan Astrapi lantas mengerti dengan perintah dari Kral, tanpa harus bertanya mengenai sesuatu yang terjadi.