
Beberapa saat kemudian, kelima murid akademi sihir bersama dengan tiga murid Continent Venerate pun satu per satu masuk ke dalam pesawat.
Di dalam, Kral, Illios, dan Astrapi langsung pergi ke ruang kontrol pesawat tersebut, kemudian ke kursi mereka masing-masing untuk mulai menyalahkan mesin pesawat itu.
Perlahan-lahan, pesawat itu mulai naik ke atas, hingga pada saat mencapai ketinggian yang tepat, pesawat tersebut kemudian meluncur dengan kecepatan penuh menuju ke negeri Fuegonia.
***
Berpindah ke kota Novacurve, sebuah kota dimana akan dilaksanakannya turnamen Venerate yang akan diikuti oleh Zchaira para murid akademi sihir lain. Di sebuah kediaman yang berada di ujung bagian selatan kota tersebut, terlihat seorang pria menemui salah satu ras Elfman bersama dengan beberapa Venerate yang dibawah olehnya di sebuah ruangan.
“Salam tuan Rox…” Sapa Elfman tersebut, ketika melihat pria tersebut memasuki ruangan tersebut.
“Salam tuan Achilles, dan semuanya…” Balas pria bernama Rox tersebut, menyapa pria Elfman dan para Venerate yang dibawanya.
“Apakah kalian baru saja dari daerah Barat Laut?” Tanya pria bernama Rox.
“Benar sekali tuan Rox… Karena akhir-akhir ini di daerah itu sering terjadi pergerakan dari perampok gunung…” Jawab pria Elfman bernama Achilles tersebut.
“Anehnya tempat persembunyian mereka sulit ditemukan olehku, yang bahkan adalah seorang Continent Venerate,” lanjut pria Elfman itu berkata.
“Hmph… Walaupun para perampok gunung itu merupakan para Venerate, tapi tempat persembunyian mereka tetap tidak akan sulit ditemukan oleh Venerate tingkat atas…”
“Kemungkinan kau tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka karena daerah itu, bahkan sampai ke daerah Akalsa itu memiliki sebuah tekanan kekuatan yang mampu membuat kemampuan observasi dari para Venerate menjadi terganggu,” respon pria bernama Rox, menjelaskan mengenai alasan mengapa Elfman tersebut sulit untuk mendeteksi keberadaan dari para perampok gunung yang diceritakannya.
Pria bernama Rox yang datang menemui Elfman itu di dalam ruangan tersebut, merupakan salah satu Continent Venerate Fuegonia yang beberapa tahun lalu pernah membantu pasukan Lightio melawan pasukan ras keturunan campuran negeri Machota Tira di kota Xemico, dimana saat pasukan Machora Tira telah berhasil dikalahkan dan dipukul mundur, peria tersebut yang terlihat memungut sebuah benda puing-puing bangunan kota Xemico yang berserakan.
Pria bernama Rox itu sendiri juga merupakan salah satu Venerate yang menjabat sebagai ketua clan besar Fuegonia, serta pemimpin dari daerah Camburstile yang sering disebut sebagai premier.
Sementara itu, pria Elfman bernama Achilles tersebut, merupakan salah satu Venerate Fuegonia yang sebelumnya datang menghadiri acara penobatan Artemis sebelumnya.
“Jadi, tuan Rox… Mengenai turnamen Venerate yang akan dilaksanakan pada besok hari, apakah mungkin kita bisa membentuk tim negeri Fuegonia yang kedua?” Tanya Achilles.
“Kurasa itu bisa-bisa saja… Tapi, yang aku ragu, mereka tidak akan menerimanya jika kau menyertakan para Elfman di dalam tim itu,” jawab Rox.
“Ternyata benar… Aku sebenarnya sudah memperkirakan hal itu…” Respon Achilles.
“Ngomong-ngomong, apakah tim Fuegonia masih kekurangan anggota?”
“Untung kau bertanya mengenai hal itu… Aku mendengar bahwa tim Fuegonia masih kekurangan satu anggota lagi,” ucap Rox.
“Benarkah… Kalau begitu, Narest… Apa kau bersedia ikut serta menjadi salah satu anggota tim Fuegonia?” Tanya Achilles kepada salah satu Venerate yang datang bersamanya.
“Tentu saja tuan Achilles,” jawab Venerate bernama Narest, setuju untuk bergabung bersama dengan tim Fuegonia yang akan mengikuti turnamen Venerate.
“Kau berasal dari clan Bluntill kan,” ucap Ros sedikit terkejut melihat pria yang ditunjuk oleh Achilles untuk menjadi anggota terakhir dalam tim Fuegonia.
“Bagus sekali… Kurasa dengan bergabungnya kau, itu akan membuat tim Fuegonia menjadi lebih kuat lagi untuk melawan tim negeri Cielas yang beberapa tahun akhir ini sering memenangkan turnamen Venerate,” ucap Rox, nampak merasa senang ketika pria bernama Nasrest itu bergabung ke dalam tim Fuegonia, karena mengetahui bahwa clan dari pria tersebut terkenal merupakan clan api terkuat diantara semua clan yang berada di negeri Fuegonia.
“Sebenarnya jika Narest menolak aku ingin mengusulkan satu Venerate baru kami yang berasal dari negeri Geracie,” ucap Achilles.
“Venerate dari negeri Geracie… Darimana kalian bisa merekrutnya?” Mendengar hal tersebut membuat Rox pun menjadi penasaran, hingga langsung bertanya bagaimana Venerate tersebut bisa bergabung ke negeri Fuegonia.
“Secara tidak sengaja…”
Rox pun nampak kebingungan mendengar hal yang diucapkan oleh Achilles, yang tidak bisa dipahami olehnya.
“Maksud ketika tuan Barbiond dalam perjalanan kembali menuju ke Fuegonia, tiba-tiba melihat seseorang mengambang di tengah lautan… Ketika merasakan tekanan kekuatan dari orang tersebut, dia langsung menolongnya, dan membawanya ke Fuegonia,” ucap Achilles, menjelaskannya kepada Rox.
“Ternyata seperti itu… Mungkin pada turnamen Venerate yang berikut, dia harus mengikutinya, karena sekarang dengan adanya Narest, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat tim Fuegonia lebih kuat lagi,” respon Rox sambil memuji Venerate bernama Narest.
“Ngomong-ngomong… Dimana Venerate dari negeri Geracie itu?” Lanjut Rox, bertanya sambil mencari keberadaan Venerate yang berasal dari negeri Geracie tersebut.
***
Berpindah di luar bangunan tempat Rox dan Elfman bernama Achilles berada, dimana terlihat seorang pria, yang tidak lain merupakan Venerate yang dibahas oleh Achilles dan Rox sebelumnya.
Ketika sedang berdiri di depan sebuah taman, pria yang berasal dari negeri Geracie itu tampak sedang diperhatikan oleh seorang perempuan dengan menunjukkan ekspresi bingung karena merasa asing tidak pernah melihat pria itu sebelumnya.
Perlahan-lahan perempuan itu mendekati pria tersebut sambil tetap mempertahankan ekspresi kebingungannya.
“Ada apa nona? Ada yang bisa aku bantu?” Tanya pria itu, nampak merasa heran melihat perempuan itu menatapnya dengan ekspresi kebingungan.
“Siapa kau? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya…” Tanya balik perempuan itu.
“Aku… Mohon maaf jika kau merasa asing melihatku… Aku sebenarnya adalah Venerate dari kota Wattao yang barusan saja menjalankan sebuah misi di daerah utara,” jawab pria tersebut.
“Jadi kau Venerate dari kota Wattao… Pantas saja aku tidak pernah melihatmu sebelumnya,” respon perempuan tersebut.
Ketika mereka saling bertatapan, perempuan itu tiba-tiba tersenyum karena dirinya seperti merasa jatuh hati pada pandangan pertama kepada pria tersebut.
“Nona…” Melihat perempuan itu tersenyum, pra itu lantas kembali merasa heran.
“Apakah kau bisa membantuku sedikit?” Tanya perempuan itu.
“Katakan saja apa yang bisa kubantu?” Jawab pria tersebut, menyetujui untuk membantu perempuan itu.
“Benarkah… Kalau begitu ayo temani aku jalan-jalan ke kota Novacurve sekarang,” ucap perempuan itu sambil langsung menarik pria itu beranjak dari tempat tersebut.