The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 15 - Saudara Zchaira selain Megathirio



“Hei gadis Vampire, percuma saja kau melakukannya. Bahkan Vampireman lain, yang memiliki tingkatan lebih kuat darimu telah pasrah karena tidak bisa keluar dari penghalang itu,” ucap salah satu warga.


Selain para warga, terlihat juga Megathirio sedang berada di tempat itu. Sambil duduk dengan santai, pemuda itu terus menatap Lucia yang sedang ditertawakan oleh para warga.


“Megathirio, hati-hati terus-terusan menatapnya… Dengan hanya melihatmu saja, mereka bahkan bisa menghempaskanmu,” ucap salah satu warga memperingati Megathirio.


“Apa? Aku belum pernah apa mungkin juga mendengar bahwa mereka bisa melakukan hal seperti itu… Tapi, apa mungkin memang seperti itu?” Megathirio pun menjadi setengah percaya setelah mendengar pernyataan dari warga tersebut.


Walaupun mengetahui hal-hal mengenai beberapa ras campuran, tetapi pemuda itu hanya mendapakan sebuah informasi dengan membaca buku-buku milik ibunya. Dia tidak mengetahui dengan pasti kemampuan tersembunyi ras campuran seperti yang dikatakan karena pemuda itu belum pernah bertemu ataupun berhadapan langsung dengan mereka.


“Lihat, dia percaya begitu saja… Hahaha…!”


Ternyata hal yang disampaikan oleh salah satu warga sebelumnya hanyalah sebuah omong kosong. Dia berbohong kepada Megathirio hanya untuk melihat ekspresi kebingungan pemuda itu.


“Hahaha…!” Sontak para warga pun menertawakan pemuda itu karena telah percaya oleh bualan salah satu warga tersebut.


***


Siang pun akhhirnya kembali berganti malam. Di pinggiran sebuah danau, terlihat Zchaira sedang duduk sambil menatap langit malam.


Gadis itu tampak diam memikirkan kebenaran tentangnya yang dikatakan oleh Rayvor sebelumnya.


“Haah…” Semakin gadis itu memikirkan hal tersebut lebih jauh, semakin dia menjadi lebih muak mengetahui kebenaran yang tidak diketahuinya selama enam belas tahun terakhir.


“Zchaira… Ibu mencarimu dari tadi.” Saat itu juga ibunya, Artemis datang ke tempat itu menghampirinya.


“Apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya Artemis.


“Aku kemari sebenarnya untuk menyendiri…”


“Ibu, aku sudah mengetahui kebenarannya. Hal yang kau rahasiakan padaku selama ini, serta alasan wilayah ini terisolasi.”


Mendengar pernyataan anaknya tersebut, Artemis tampak tidak terlalu terkejut. Dia sudah menduga bahwa hari dimana gadis mengetahui rahasianya sendiri tetap akan terbongkar.


“Ibu, apa kekuatan yang kumiliki sering diperebutkan oleh orang-orang? Apa kekuatan ini merupakan kekuatan yang besar? Jelaskan padaku kenapa harus aku yang mendapatkannya?” Ucap Zchaira melontarkan beberapa pertanyaan, menyuruh Artemis untuk menjelaskan hal tersebut.


“Baiklah, karena kau sudah mengetahuinya, aku akan menceritakannya dari awal…”


“Sebagai seorang Venerate, walaupun dalam tingkatan paling rendah sekalipun, kita tetap bisa menyerap energi dari alam dengan sendirinya…”


“Tapi kau berbeda, sejak kecil kau sudah menderita sebuah penyakit, dimana semakin umurmu bertambah penyakit tersebut akan semakin lebih parah.”


Penyakit yang dibahas oleh Artemis adalah sebuah kelainan dari seseorang sejak mereka lahir, dimana memiliki keadaan organ tubuh yang lemah.


Jika orang tersebut terlahir sebagai Venerate, maka dia tidak akan hidup lebih lama. Dengan organ tubuh yang lemah tersebut akan membuat tubuhnya tidak bisa menahan energi alam yang masuk secara terus-menerus.


“Aku hanya ingin kau hidup dengan normal, maka satu-satunya pilihan adalah memberikanmu kekuatan tersebut.”


Kekuatan yang diberikan oleh sang naga merak, yang pernah ditemui oleh Zchaira pada alam bawa sadarnya akan memanipulasi kondisi fisik dari gadis tersebut sehingga dia bisa hidup secara normal.


Dengan memiliki kekuatan tersebut, Zchaira memiliki sebuah keuntungan lainnya, yaitu dapat dengan mudah menembus ke tingkatan Venerate dengan mudah karena kekuatan tersebut mampu membuatnya menyerap energi yang lebih banyak dari Venerate lain.


Akan tetapi, jika Zchaira telah mencapai ke tingkatan atas Venerate, dan melepaskan kekuatan tersebut, maka penyakit dari gadis itu akan menjadi sangat parah hingga dapat merenggut nyawahnya akibat tingkatan energi yang besar di dalam tubuhnya.


“Zchaira, jangan katakan itu. Kekuatan yang kau miliki sangat menguntungkan bagimu. Kau bisa hidup lebih lama berkat kekuatan yang kau miliki.” Namun Artemis meyakinkan Zchaira agar bisa menerima kekuatannya tersebut.


“Heh, tapi aku malah menjadi alasan wilayah ini menjadi terisolasi karena orang-orang jahat mengicar kekuatanku… Aku merasa bersalah membuat mereka tidak bisa hidup dengan normal, tidak bisa mengetahui bagaimana keadaan dunia luar, dan harus selalu mendapatkan peringatan bahwa bangsa lain berbahaya bagi kita…” ucap Zchaira dengan nada suara agak tinggi, mengeluhkan hal tersebut kepada ibunya.


Artemis pun menjadi terdiam karena merasa bersalah atas apa yang dia rahasiakan selama ini karena tidak memiliki pilihan lain untuk melindungi putrinya.


“Aku ingin mengetahui satu kebenaran lagi. Siapa ayahku?” Tanya Zchaira.


“Pertanyaan yang bagus nak.” Baru saja gadis bertanya kepada ibunya, tiba-tiba Hefaistos datang menghampiri mereka.


“Kau…” Ucap Zchaira melihat pria itu.


“Kau ingin tahu siapa ayahmu kan?”


“Hefaistos…” Artemis seketika menghentikan pria itu yang ingin mengungkapkan suatu kebenaran.


“Cukup, dia perlu mengetahui bahwa sebenanrnya dia memiliki seorang ayah dan masih hidup…”


“Zchaira, ayahmu adalah pemimpin negeri ini, namanya adalah Hefaistos Silkbar, dan orang itu ada didepanmu sekarang…”


Zchaira sejenak merasa bingung dengan penjelasan Hefaistos.


“Apa…?!” Tetapi, saat gadis itu mulai mengerti dengan penjelasan tersebut, dia sontak terkejut mengetahui bahwa pria yang berada di depannya itu adalah ayahnya.


***


Beberapa saat yang lalu, di wilayah barat negeri Lightio, Giantman bernama Vertorn serta perempuan bernama Leagerenza sedang berada di ruangan.


Sontak seorang pria berambut hitam masuk ke ruangan tersebut menemui mereka berdua.


“Salam…” Ucap pria itu, memberi salam kepada Vertorn dan Leagerenza.


“Oh, kau sudah kembali rupanya,” ucap Leagerenza.


“Aku dengar bahwa para Vampireman datang ke wilayah utara, dan Hefaistos Silkbar pergi mengalahkan mereka?” Tanya pria itu.


“Yah, kau benar. Maaf karena tidak memiliki pilihan lain selain membiarkan mereka masuk ke Lightio dan pergi ke wilayah utara,” ucap Vertorn.


“Tidak perlu meminta maaf tuan Vertorn, aku mengerti bahwa kau memang tidak punya pilihan lain. Lagipula para ras campuran itu juga berhasil dihentikan,” balas pria itu.


“Aku hampir lupa melaporkan bahwa batu kristal yang kita cari selama ini disembunyikan oleh clan Drown dari negeri Fuegonia,” lanjut pria itu berkata.


Vertorn seketika tersenyum mendengar informasi yang diberikan oleh pria itu, dimana batu kristal yang dibahas oleh pria tersebut merupakan benda sama yang dibahas oleh Hefaistos dan yang lain.


“Tuan muda, bagus sekali… Setelah kita mendapatkannya maka itu akan menjadi suatu alasan agar Machora Tira membantu kita melawan presiden penyihir Lightio,” ucap perempuan bernama Leagerenza memuji pria tersebut.


“Nyonya Leagerenza, tidak perlu memanggilku dengan sebutan tuan muda. Aku bahkan bukan seorang anak raja sama sepertimu,” ucap pria itu


“Memang kau bukanlah seorang anak raja, tapi kau sekarang adalah anak sulung dari Hefaistos Silkbar, pemimpin negeri ini, tidak salah jika memanggilmu tuan muda.”


Perempuan bernama Leagerenza mengatakan bahwa pria yang datang tersebut merupakan anak dari Hefaistos, dimana ternyata saudara yang dimiliki oleh Zchaira bukan hanya Megathirio saja.