The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 121 - Kerjasama Joker dan Astrapi



“Apa-apaan ini? Pahal tadi aku sempat menjadi tegang... Kupikir sebelumnya kau akan melancarkan serangan ke arahku? Ternyata seranganmu gagal yah...” Ucap Aiver sambil perlahan berjalan mendekati Zchaira yang tersungkur tidak bisa menggerakan tubuhnya.


Aiver mengangkat salah satu tangannya, mengeluarkan sebuah pancaran proyeksi energi berwarna hitam untuk mencoba menyerang gadis yang sedang tersungkur tersebut.


Disaat yang bersamaan Astrapi dan Joker datang bersamaan menghadang Aiver yang ingin menyerang Zchaira.


“Lucia, tolong bawa dia menjauh dari tempat ini,” ucap Joker, menyuruh saudaranya untuk membawa Zchaira sedikit menjauh dari tempat tersebut.


Setelah mendengarkan ucapan Joker, Lucia pun langsung mengangkat Zchaira untuk menjauh dari jangkauan mereka, walaupun masih berada di dalam ruangan tersebut.


**


“Apa kalian yakin bisa mengalahkanku? Akan kujelaskan, jika kalian menerima serangan yang kulancarkan ini, maka secara bersamaan juga Mana yang berada di dalam tubuh kalian akan terserap dalam jumlah yang banyak,” ucap Aiver, menjelaskan mengenai efek dari serangan proyeksi energi hitam miliknya.


Namun, walaupun telah mendengar penjelasan yang dikatakan oleh Aiver, Astrapi maupun Joker tetap tidak mau beranjak dari tempat mereka berdiri, serta tidak akan merasa ragu untuk melawan pria itu.


Melihat kepercayaan diri mereka, Aiver pun langsung melancarkan serangan proyeksi energi hitamnya ke arah Astrapi dan Joker yang berada di depannya.


“Difesa sillabare... Holy eldritch shield...” Dengan sigap, Astrapi langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menahan serangan proyeksi energi hitam dari Aiver, walaupun tetap saja perlahan-lahan serangan tersebut tetap dapat menyerap perisai proyeksi yang diciptakan oleh Astrapi.


Perempuan itu pun melompat ke belakang, mencoba menghindari luncuran serangan tersebut. Dengan cepat Astrapi pun langsung melompat ke samping dikarenakan proyeksi energi berwarna hitam tersebut masih terus berlangsung dan hampir saja mengenainya.


Disaat yang bersamaan, Joker yang juga menghindari serangan proyeksi energi hitam tersebut, seketika menggunakan teknik perpindahan ruang miliknya, dan dalam sekejap muncul di atas Aiver.


Dengan refleks, walaupun sempat terkejut dengan kemunculan Joker, Aiver pun dengam cepat langsung melancarkan serangan proyeksi energi hitamnya ke arah Vampireman yang berada di atasnya.


Joker pun langsung menghindar karena sudah mengetahui jika dirinya menerima kembali serangan tersebut, maka energi di dalam tubuhnya akan terserap, bahkan kemungkinan sampai terkuras habis oleh proyeksi energi tersebut.


“Fulminazul sillabare… Consecutive blue lightning slash…”


“Akh…” Ketika fokus terhdap Joker, Astrapi seketika melancarkan serangan proyeksi tebasan elemen petir berwarna biru, hingga langsung diterima oleh Aiver.


Hal tersebut langsung membuat Aiver pun terhempas hingga seketika tersungkur di lantai. Dengan cepat Astrapi maju mendekati pria itu dan langsung melancarkan serangan tebasan elemen api biru.


“Ekh…” Dengan refleks, Aiver pun langsung menghindarinya, lalu dengan cepat mencekik leher Astrapi.


Ketika kini fokus untuk mencoba menyerang Astrapi, sontak Joker pun langsung melancarkan sebuah pukulan kepalan tangan yang dilapisi oleh kobaran api biru.


“Uakh…!” Karena tidak mengira serangan dari Vampireman tersebut, Joker pun seketika menerimanya, hingga langsung membuatnya terhempas dan kembali tersungkur di lantai.


Ternyata saat Zchaira mencoba melawan Aiver sebelumnya, Joker pun langsung menyusun rencana untuk melawan pria tersebut, dimana Vampireman itu megatakan bahwa mereka harus berusaha menyerang Aiver secara bergantian, sama seperti yang dilakukan oleh Astrapi dan Illios ketika sebelumnya juga berhadapan dengannya.


Dan setelah Astrapi menyetujui rencana tersebut, ternyata bisa mampu membuat fokus Aiver menjadi terpecah, dan langsung membuat pria itu menjadi tersudut.


***


“Hei, dimana Zchaira? Bukankah dia sebelum bersama dengan kalian…” Tanya Megathirio, karena sebelumnya sempat melihat Zchaira pergi bersama dengan dua anak perempuan itu masuk ke dalam kota itu sebelumnya.


“Dia pergi bersama dengan kakak perempuan, murid Continent Venerate itu…” Jawab Wenra.


“Tapi jangan khawatir, karena sepertinya kakak Zchaira sekarang telah menjadi lebih kuat, karena dia sebelumnya mampu melawan seorang Continent Venerate,” lanjut Wenra berkata.


*


“Dia bisa melawan Continent Venerate… Apa mungkin kekuatan makhluk sucinya telah aktif kembali?” Ucap Megathirio dalam hati, nampak bertanya-tanya bahwa Zchaira telah mengaktifkan kekuatan makhluk suci yang ada di dalam diri adiknya tersebut.


“Ini bahaya… Jika terlalu banyak menggunakan kekuatan itu, maka dia pasti tidak akan bisa bergerak.” Walaupun belum pernah sempat melihat hal tersebut terjadi kepada Zchaira, namun Megathirio tampak mengetahui efek samping dari pengaktifan kekuatan makhluk suci dari Zchaira, adiknya tersebut.


Pemuda itu pun nampak khawatir jika hal tersebut terjadi saat melawan musuh, maka Zchaira akan dalam berada dalam bahaya, walau sudah mengetahui bahwa adiknya tersebut pergi bersama dengan kakak perempuannya.


**


“Ayo… Kurasa kita harus mencari mereka dulu… Kalian berdua tetap disini, atau berusaha cari tempat perlindungan, karena aku juga tidak yakin jika semua Venerate pemberontak telah berada di depan kota,” ucap Megathirio, mengajak Andras, Shaevanjoe, serta tiga rekan dari Zeidonas untuk pergi, serta menyuruh Wenra dan Dorolia untuk tetap berhati-hati.


Setelah mengatakan hal tersebut, Megathirio bersama pada keempat Venerate tersebut kemudian pergi meninggalkan Wenra dan Dorolia.


***


Sementara itu, tampak pertarungan antara Illiios melawan Anmaguel masih terus berlangsung, dimana mereka berdua masih dengan sengit saling bergantian melancarkan serangan proyeksi mereka masing-masing.


Illios bahkan tetua akademi sihir itu pun nampak mulai kewalahan karena sedari tadi melancarkan serangan yang percuma, karena dapat dihindari serta ditepis oleh mereka satu sama lain.


“Hei bocah… Lebih baik kita akhiri saja pertarungan ini,” ucap Anmguel.


“Kalau begitu, cepatlah menyerahlah sekarang pak tua… Karena aku tidak mau berhenti sampai bisa mengalahkanmu,” balas Illios, dengan terang-terangan mengatakan bahwa dirinya tidak mau berhenti melawan tetua akademi sihir itu sampai bisa mengalahkannya atau mendengar pernyataan menyerah darinya.


“Kalau begitu, menarik ucapanku…” Respon Anmaguel, menolak hal yang diucapkan oleh Illios.


Mereka berdua pun kembali melancarkan serangan proyeksi mereka secara bersamaan satu sama lain.


Ketika serangan proyeksi dari kedua orang itu saling bertabrakan, seketika tercipta sebuah ledakan, serta hempasan angin yang cukup kuat, hingga membuat mereka berdua pun seketika terhentak ke belakang dalam waktu yang bersamaan.


Akan tetapi, Anmaguel dengan sigap meluncur untuk mengambil kesempatan itu. Tetua akademi sihir itu pun langsung meningkatkan kekuatannya, hingga tombak yang dipegang olehnya langsung memancarkan pancaran proyeksi elemen petir bertegangan tinggi.


“Incantesimo segreto… Coup de lancier poignard…” Anmaguel pun langsung mengacungkan tombaknya yang memancarkan proyeksi elemen petir ke depan untuk berusaha menyerang Illios.


Illios yang dalam keadaan tidak memungkinkan untuk menghindar, seketika hanya bisa pasrah melihat Anmaguel meluncur ke arahnya.