The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 162 - Kemampuan observasi yang tinggi



“Uakh…!” Dalam sekejap gumpalan air tersebut memecah menjadi banyak bagian, meluncur menghantam tubuh Giantman bernama Essal tersebut, hingga membuatnya terhempas menabrak dinding arena dengan kerasnya.


Akibat hal tersebut, Giantman itu pun terkapar tak berdaya, tak sadarkan diri, dan akhirnya dinyatakan telah mengalami kekalahan.


**


Kini yang tersisa di tengah arena tinggal Mermaidman perempuan bernama Sereia serta Trollman bernama Sligo.


“Ayo maju kemari Trollman,” ucap Sereia, menantang Trollman yang berada di depannya.


Namun, Trollman bernama Sligo itu hanya menunjukan ekspresi tersenyum, tanpa membalas ucapan dari Sereia yang serius menantangnya.


“Baiklah… Jika kau tidak maju menyerangku, maka biar akulah yang menyerangmu saja…”


Merasa risih melihat Trollman tersebut tersenyum kepadanya, Sereia dalam sekejap langsung melancarkan serangan proyeksi elemen air, yang seketika meluncur dengan kecepatan tinggi.


Akan tetapi, dengan santainya Trollman tersebut mampu menghindari serangan proyeksi dari Sereia, yang bahkan para penonton tidak mampu untuk melihat pergerakan dari luncuran serangan tersebut.


Tidak terhentak dengan hal tersebut, Sereia seketika meluncur ke arah Sligo sambil melancarkan serangan tebasan proyeksi elemen air, namun hal tersebut dengan mudahnya tetap bisa dihindari oleh Trollman tersebut.


“Akh…” Disaat yang bersamaan, Sligo mengibaskan tombaknya, dan dengan sengaja hanya menghantamkan bagian tumpul dari tombaknya tersebut, hingga membuat Sereia yang melewatinya sontak terhempas, dan terkapar di tanah.


Tidak mau membuang waktu, Sereia kembali berdiri kemudian langsung berkonsentrasi menciptakan sebuah gumpalan air yang sama seperti sebelumnya.


“Mermaid water technique... High pressure shots…” Gumpalan air tersebut kembali memecah menjadi banyak bagian, kemudian meluncur dengan kecepatan yang tinggi ke arah Trollman tersebut.


Namun, satu pun luncuran serangan proyeksi elemen air tersebut tidak bisa mengenai Sligo yang nampak bergerak dengan santai untuk menghindarinya.


“Apa?” Ucap Sereia terkejut melihat hal tersebut.


“Ada apa Mermaid? Kenapa kau terlihat begitu terkejut?” Tanya Sligo sambil meluncur mendekati Sereia.


Dengan cepat Sligo mengayunkan tombaknya ke arah Sereia, hingga membuat Mermaid perempuan itu langsung menghindarinya, namun dengan sigap Sligo menendang kaki Sereia, membuatnya langsung jatuh tersungkur ke tanah.


Sligo dengan santai mengacungkan tombaknya ke arah Sereia yang masih terkapar di tanah, tetapi tombaknya tersebut hanya tercantap di tanah karena Sereia dengan cepat langsung memutar badannya untuk menghindar.


Mermaidman perempuan itu kembali berdiri kemudian melancarkan serangan proyeksi elemen air bertekanan tinggi, namun dengan cepat langsung ditepis oleh Sligo menggunakan tombaknya.


“Akh…” Trollman itu dengan sigap mengacungkan tombaknya ke depan, hingga melancarkan serangan proyeksi energi, yang membuat Sereia langsung terhempas menerimanya.


Melihat kesempatan yang ada, Sligo meluncur dengan cepat ke arah Sereia sambil melempar tombaknya ke arah atas.


“Ukh…” Sligo mencengkram kepala Sereia kemudian menghantamkannya dengan keras ke dinding arena.


Ketika Mermaidman perempuan itu jatuh terkapar di tanah, Trollman tersebut melompat ke atas, dan langsung menangkap tombaknya, yang sebelumnya dilemparkan olehnya.


“Akh!” Sligo kembali mengacungkan tombaknya ke arah Sereia, melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang cukup besar, hingga langsung diterima oleh Sereia.


Akibat hal tersebut, Sereia pun langsung tak sadarkan diri, ketika Trollman tersebut kembali mendapat ke permukaan.


Setelah tertinggal Trollman tersebut yang masih berdiri di tengah arena, tak berapa lama kemudian wasit pun datang menghampirinya.


“Pemenang pada pertandingan ini adalah Sligo Ekonji dari tim Vielass…” Ucap sang wasit mengumumkan kemenangan dari Trollman itu.


**


Disaat yang bersamaan, layar yang berada di arena turnamen tersebut langsung menampilkan perolehan poin dari seluruh tim yang ada, yang dimana untuk saat ini, tim Vielass-lah yang menjadi pemimpin diantara semua tim.


***


“Padahal lawannya adalah District Venerate yang sama dengannya, tapi sepertinya dia dengan mudah mengalahkan Mermaidman itu, layaknya berada pada tingkatan yang lebih tinggi,” ucap Illios, nampak kebingungan melihat cara bertarung dari Trollman bernama Sligo tersebut, yang bisa dengan santainya berhadapan dengan lawannya, layaknya dia mampu mengetahui serta membaca serangan dan pergerakan dari lawannya tersebut.


“Itu karena mereka memiliki kemampuan observasi yang tinggi, bahkan para Trollman yang berada pada tingkatan Venerate lebih tinggi sebenarnya mampu melihat masa depan,” ucap Astrapi, menjawab kebingungan Illios dengan menjelaskan mengenai kemampuan yang dimiliki oleh para ras Trollman.


“Kemampuan yang cukup merepotkan juga… Kira-kira apa kelemahan mereka agar tidak mampu membaca pergerakan atau melihat masa depan sekalipun?” Respon Illios sambil bertanya mengenai kelemahan dari kemampuan ras Trollman.


“Bagi kita para Venerate penyihir, teknik sihir persepsilah yang mampu menangani kemampuan dari ras tersebut, karena dengan teknik itu kita akan bisa mampu mengganggu fokus dari mereka,” jawab Astrapi.


***


Setelah pertarungan pertama berakhir, beberapa saat kemudian, sang pembawa acara kembali memasuki tengah arena untuk mengumumkan pertandingan kedua di hari tersebut.


“Baiklah… Waktunya kita melanjutkan pertandingan yang kedua… Bagi nama para peserta terterah di layar, dimohon untuk bersiap dan menuju ke tengah arena,” ucap sang pembawa acara.


Tak lama setelah itu, layar yang berada di arena turnamen tersebut langsung mengacak semua nama para peserta yang ada, hingga kemudian menampilkan keempat peserta yang akan saling berhadapan.


Lightio, Zchaira Hairowl, 17 tahun, 170 cm, Human, District Venerate.


Machora Tira, Maeve Wilmond, 22 tahun, 170 cm, Vampireman, District Venerate.


Neodela, Keyrate Binplehook, 20 tahun, 185 cm, Beastman, District Venerate.


Vielass, Zengu Ekonji, 22 tahun, 176 cm, Trollman, District Venerate.


**


“Zchaira… Ternyata sekarang adalah giliranmu,” ucap Rayvor.


“Benar ini giliranku…” Respon Zchaira.


“Baiklah… Bersemangatlah… Jangan pentingkan Haniwa yang sebelumnya dikalahkan dalam pertarungan,” lanjut Rayvor berkata, menyemangati gadis itu.


“Benar… Setidaknya kau harus tunjukan yang terbaik…” Sambung Aphrodia, menyemati gadis itu.


“Zchaira… Aku percaya bahwa kau yang akan memenangkan pertandingan kali ini.” Begitu juga dengan Flogaz, tidak lupa untuk menyemangati gadis, yang sebenarnya disukai olehnya.


Mendengar semangat dari ketiga rekan timnya, Zchaira pun menjadi bersemangat, dan langsung meresponnya dengan memperlihatkan ekspresi senyuman.


“Iya… Setidaknya aku dapat hal yang kusukai ketika memberinya semangat,” gumam Flogaz, nampak senang melihat ekspresi senyum dari Zchaira.


“Flogaz, apa yang kau katakan barusan?” Tanya Rayvor, penasaran karena tidak terlalu mendengar ucapan dari Flogaz.


“Bukan apa-apa kakak, lupakan saja…” Jawab Flogaz, tidak mau mengatakan apa yang dia gumamkan sebelumnya.


***


Beberapa saat kemudian, keempat peserta, termasuk Zchaira pun telah berkumpul di tengah arena bersama dengan sang wasit yang akan memulai pertandingan tersebut.


**


“Zchaira akan melawan ras Trollman… Baru saja mengatakan mengenai kemampuan yang merepotkan dari ras campuran tersebut, kini malah adik kita yang harus melawan salah satu dari mereka,” ucap Illios.