
Berassor pun perlahan mengarahkan rambut yang menutupi dahinya ke belakang, hingga tak disangka sebuah mata berwarna merah yang berada tepat di tengah dahinya terbuka cukup lebar menatap Iezig yang berada di depan.
“Baguslah... Waktunya kau memperlihatkan ciri khasmu,” ucap Iezig, memasang ekspresi senyuman menyeringai, dan seketika mengangkat kedua belatinya sambil mengakses kekuatannya, hingga pancaran elemen petir berwarna merah memancar dari kedua senjata yang digenggamnya.
**
“Mata ketiga...” Ucap Rourke, sedikit terkejut melihat ciri khas dari ras Tricloman ternyata merupakan mata ketiga yang berada di dahinya.
“Aku pernah mendengar cerita sejarah dari ras Tricloman, dimana mereka merupakan keturunan manusia dan sebuah yang hanya memiliki satu mata bernama ras Cyclops...” Ucap Neyndra, menjelaskan mengenai sejarah awal terbentuknya ras Tricloman.
“Jadi manusia yang memiliki sepasang mata memiliki keturunan dengan ras satu mata, tercipta ras keturunan campuran memiliki tiga mata...” Ucap Rourke, sedikit terkejut dengan fakta yang diberikan oleh saudaranya tersebut.
“Bukan hanya itu saja... Bahkan sebagian besar kemampuan dari ras Tricloman berada pada mata ketiga mereka,” sambung Narest, menjelaskan lebih rinci mengenai ras tiga tersebut.
**
Kembali pada pertarungan ditengah arena, dimana Iezig yang telah bersiap seketika meluncur dalam kecepatan tinggi hendak menyerang Berassor.
Tiba-tiba saja sebuah serangan tembakan proyeksi energi meluncur dari mata ketiga Berassor dalam kecepatan tinggi. Dalam sepersekian detik, Iezig yang tengah terkejut, tidak menyangka bahwa Tricloman tersebut akan melancarkan serangan kejut.
Dengan refleks, Iezig pun bergerak ke samping menghindari serangan tersebut, hingga membuat jatuh terkapar, dan sampai terguling-guling ke tanah.
Iezig dengan cepat kembali berdiri, meningkatkan kekuatannya, hingga pancaran proyeksi dari kedua belatinya, menjalar sampai ke tubuhnya.
Akibat hal itu, Iezig pun meluncur dalam kecepatan tinggi, mendekati Berassor, sembari Tricloman itu dalam sekejap mata melancarkan kembali serangan tembakan proyeksi energi ke arah Iezig yang tengah mendekat.
Akan tetapi, karena telah meningkat kekuatannya menggunakan senjata suci yang digenggam, Iezig pun mampu dengan mudah menghindari serangan dari Berassor, berpindah ke sisi lain, tepat di belakang Tricloman tersebut sambil mengayunkan dua belatinya yang memancarkan proyeksi elemen petir merah.
Saat serangan dari Iezig hampir mengenai Berassor, dengan refleks Tricloman itu berbalik, kemudian melancarkan serangan tembakan proyeksi energi, hingga bertabrakan dengan serangan elemen petir merah yang dilancarkan oleh Iezig.
Alhasil, serangan tembakan proyeksi energi dari Berassor memecah menjadi beberapa bagian ketika bertabrakan dengan serangan elemen petir dari Iezig.
**
“Akh...” Tanpa diduga salah satu serangan yang memecah meluncur ke sisi penghalang proyeksi, kemudian memantul ke arah lain, dan seketika diterima oleh Fegant yang sedang berusaha kembali berdiri.
**
Sementara pecahan serangan tembakan proyeksi dari Berassor yang lain memantul saat bertabrakan dengan penghalang proyeksi, meluncur ke arah Aphrodia, namun dengan sigap langsung dihindari oleh perempuan itu.
Melihat Fegant terkapar akibat menerima pecahan serangan dari Berassor, dengan cepat Aphrodia berlari ke arah Giantman tersebut untuk melakukan sebuah serangan.
“Akh...” Tiba-tiba Fegant yang masih berusaha kembali berdiri, mengibaskan gadanya, yang dengan refleks langsung ditahan oleh Aphrodia menggunakan perisai proyeksi energi sihirnya, namun dikarenakan tekanan kekuatan yang besar tidak bisa ditahan oleh perempuan itu, Aphrodia seketika terhempas hingga membuatnya langsung terkapar.
Dalam keadaan Aphrodia yang sedang terkapar, Fegant pun balik memanfaatkan kesempatan tersebut, dengan cepat berlari mendekati Aphrodia sambil mengayunkan gadanya yang berukuran besar.
**
**
Begitu juga dengan para Venerate tingkat atas Lightio yang sedang berada di tribun penonton, langsung memasang ekspresi wajah khawatir melihat keadaan Aphrodia yang sudah berada di ujung maut jika saja perempuan tidak melakukan sesuatu.
Dalam sepersekian detik, Kral sontak mengangkat salah satu tangannya, hendak melakukan sebuah teknik untuk berusaha menyelamatkan Aphrodia.
**
Untungnya Aphrodia dengan refleks memutar tubuhnya, menghindari ayunan gada milik Fegant. Dengan sigap Aphrodia secara spontan melancarkan serangan proyeksi energi sihirnya, membuat Fegant terhentak ke belakang karena sempat menahannya dengan menggunakan gadanya.
“Lumayan juga kelincahanmu gadis cantik... Akan sangat disayangkan jika tubuh seksimu harus remuk dengan gada milikku...” Ucap Fegant sambil memasang ekspresi senyuman menyeringai.
Fegant kemudian meluncur ke depan sambil mengayunkan gadanya, membuat Aphrodia pun dengan sigap langsung menghindar. Akan tetapi, dengan cepat Fegant kembali mengayunkan gadanya sekali lagi, dalam jeda waktu yang sangat cepat, membuat Aphrodia dengan refleks harus kembali bergerak secara tiba-tiba untuk berusaha menghindari serangan dari Giantman tersebut.
Beberapa kali Fegant dengan kecepatan tinggi, mengayunkan secara terus-menerus gada yang digenggamnya, hingga Aphrodia harus melakukan pergerakan ekstra untuk menghindari serangan beruntun dari Giantman tersebut.
Aphrodia mulai kewalahan terus menghindari serangan Fegant yang tidak memiliki jeda waktu, dimana dirinya sendiri juga sangat sulit untuk melancarkan serangan balasan.
Disaat Aphrodia terus melompat ke arah belakang, tiba-tiba saja Fegant mengakses kekuatannya, membuat sebuah bongkahan tanah berbentuk sebuah dinding pembatas seketika naik ke permukaan, menghalangi Aphrodia yang hendak menghindari serangan ayunan gada dari Giantman itu.
“Akh...” Ketika ayunan gada tersebut hampir diterima oleh Aphrodia, dalam sekejap sebuah serangan tembakan proyeksi energi dari Berassor, memantul ke penghalang proyeksi hingga meluncur dan langsung diterima oleh Fegant sampai terhempas.
Aphrodia pun lantas merasa lega ketika disaat genting, serangan dari Berassor mampu menyelamatkannya yang hampir saja dikibas oleh ayunan gada Fegant.
**
Masih bisa bertahan, Fegant kembali berdiri kemudian meluncur ke arah Aphrodia lagi untuk melancarkan sebuah serangan.
Namun, hal tersebut lantas dihalangi oleh serangan tembakan proyeksi energi dari Berassor yang memantul dan hampir saja mengenainya.
“Sialan...” Merasa kesal dengan arah serangan yang tak tentu dari Berassor, Fegant pun lantas merasa hingga secara diam-diam meluncur ke arah Berassor dan Iezig yang tengah bertarung.
Fegant dalam sekejap mengakses kekuatan elemen tanah miliknya, membuat beberapa bongkahan tanah, muncul dari permukaan dan langsung menempel pada ujung gadanya.
“Uakh...!” Masih belum puas dengan gadanya yang kini telah terbungkus oleh bongkahan tanah padat, Giantman itu kemudian melapisinya menggunakan proyeksi, dan tanpa pikir panjang langsung mengibaskannya ke arah Berassor yang tengah fokus berhadapan dengan Iezig, hingga terhempas dan seketika langsung tidak sadarkan diri.
Iezig yang terkejut dengan serangan secara tiba-tiba dari Fegant kepada musuhnya, lantas hanya terdiam sambil memasang ekspresi wajah kebingungan.
Hal itu pun langsung dimanfaatkan oleh Fegant dengan kuat mengayunkan gadanya yang masih dilapisi oleh bongkahan-bongkahan tanah padat serta proyeksi energi ke arah Iezig.
“Incantesimo segreto... Coup de pousser...”
Akan tetapi, disaat gada milik Fegant hampir saja mengenai Iezig, dalam sekejap Aphrodia muncul dan langsung melancarkan serangan proyeksi energi berskala besar pada Giantman tersebut.