
Zchaira pun tersenyum karena mengetahui bahwa kekuatan makhluk suci yang berada di dalam dirinya telah kembali aktif. Karena ini baru pertama kalinya gadis itu melawan ras Trollman yang memiliki kemampuan membaca pergerakan musuh dengan sempurna, maka dengan kekuatan menyembuhan, dari kekuatan makhluk suci miliknya pun Zchaira ingin mencari tahu tentang kelemahan yang dimiliki oleh Trollman tersebut.
“Fulmine sillabare…” Dengan cepat Zchaira berlari mendekati Trollman tersebut, kemudian melancarkan kembali serangan proyeksi elemen petir, namun langsung dihindari oleh Trollman tersebut dengan melompat ke bagian atas gadis tersebut.
“Fiamma sillabare…” Zchaira kemudian langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api ketika Zengu berada di atasnya.
Walaupun dalam keadaan sulit untuk menghindar, namun Zengu tetap masih dengan mudah dapat menghindarinya.
“Akh…” Dengan sigap, Trollman itu memutar tubuhnya kemudian melancarkan tendangan tepat ke wajah Zchaira sampai membuat gadis itu langsung tersungkur ke tanah.
“Maaf… Aku terpaksa harus menendang wajah cantikmu karena untuk mengansipasi serangan yang akan kau lancarkan…” Ucap Zengu sambil mendarat dengan mulus ke permukaan.
Ketika jatuh tersungkur, Gadis itu tiba-tiba menyentuh tanah sambil mengakses kekuatan sihirnya.
“Glacies sillabare…” Seketika permukaan di sekitar Zengu pun membeku sampai berefek pada kedua kakinya.
Zengu pun sedikit terkejut menyadari bahwa kedua kakinya tiba-tiba tidak bisa digerakan akibat telah membeku.
Ketika Zchaira kembali berdiri, Trollman itu nampak sedikit heran melihat pipi gadis itu yang memar akibat ditendang olehnya seketika langsung sembuh dengan sendirinya.
“Ternyata kau memiliki kemampuan menyembuhkan diri milikmu bisa dilakukan tanpa harus berkonsentrasi terlebih dahulu rupanya… Kau sudah sama seperti kami para ras keturunan campuran,” ucap Zengu.
“Tapi lebih baik…” Balas Zchaira sambil memunculkan pasak-pasak es yang melayang disekitarny, kemudian langsung meluncurkannya ke arah Zengu.
Melihat serangan luncuran pasak-pasak es tersebut, Trollman itu memanfaatkan kekuatan fisik, hingga seketika terbebas dari jeratan es yang membekukan kakinya. Dengan sigap, Zengu pun langsung melompat ke atas menghindari serangan pasak-pasak es yang diluncurkan oleh Zchaira.
Sambil berada di udara, Trollman itu mengangkat tangannya ke arah tombaknya yang sebelumnya dilemparkannya ke arah Zchaira. Dengan cepat tombak tersebut meluncur kembali tangan Trollman tersebut.
“Akh…” Dengan kuat Zengu kemudian meluncurkan tombaknya hingga dalam kecepatan penuh langsung menepis bahu kiri Zchaira.
Hal tersebut lantas membuat pundak gadis itu pun terluka, dan membuatnya jatuh berlutut akibat merasa kesakitan.
Akan tetapi, hal tersebut tidak berlangsung lama, karena seketika kekuatan makhluk suci di dalam diri Zchaira langsung menyembuhkan luka tebasan dari luncuran tombak milik Zengu.
**
“Zchaira memiliki kemampuan menyembuhkan diri seperti itu,” ucap Flogaz, nampak sedikit terkejut melihat pundak Zchaira yang sebelumnya terluka, tiba-tiba bisa sembuh dengan total.
Begitu juga dengan Aphrodia serta Haniwa, yang sedikit terkejut melihat kemampuan dari gadis tersebut.
“Itu pasti karena kekuatan yang dimiliki olehnya,” ucap Rayvor sambil kembali mengingat ketika Zchaira menerima serangan fatal dari Joker sebelumnya.
**
“Apakah mungkin itu adalah kemampuan dari kekuatan makhluk suci di dalam diri Zchaira?” Tanya Illios, merasa pensaran melihat hal tersebut.
“Jadi maksudmu Zchaira tidak akan bisa mati?” Tanya Illios lagi, nampak lebih penasaran serta terkejut mendengar pernyataan dari Astrapi.
“Benar kakak… Setahuku walaupun menerima luka yang sangat serius hingga membuatnya berada di ujung kematian, kekuatan yang berada di dalam dirinya akan dalam sekejap menyembuhkan luka tersebut… Kekuatan makhluk suci di dalam diri Zchaira sebenarnya bisa melakukan hal lain juga selain menyembuhkan diri… Jika Zchaira menjadi Venerate tingkat atas, pasti dia akan menjadi Venerate yang tak terkalahkan,” jawab Astrapi, menjelaskan secara panjang lebar kepada Illios.
Illios pun lantas menggelengkan kepalanya, tidak percaya bahwa potensi dari kekuatan yang dimiliki oleh adik bungsunya itu ternyata memang sangat besar.
**
Kembali pada pertarungan Zchaira melawan Zengu, dimana gadis itu kembali meluncur kemudian melancarkan serangan proyeksi elemen alam, namun dengan mudah langsung dihindari oleh Trollman tersebut.
Beberapa kali Zchaira mencoba menyerang Zengu dengan memproyeksikan berbagai macam elemen alam, tetapi hal tersebut tetaplah sulit untuk mengenai Trollman yang mampu membaca pergerakannya tersebut.
Tidak menyerah, Zchaira tetap melancarkan serangan-serangannya bagaimanapun keadaanya. Disamping terus melancarkan serangan proyeksi dalam berbagai macam elemen alam, Zengu serta para penonton pun sontak mulai terkejut karena energi dari gadis tersebut, nampak tidak habis-habisnya.
“Apa-apaan ini? Kenapa kau terus melakukan serangan yang percuma seperti ini?” Ucap Zengu, nampak terkejut melihat Zchaira terus melancarkan serangan, yang padahal jika melakukan hal tersebut energinya pasti telah terkuras habis.
Zengu pun lebih terkejut ketika dirinya mulai kewalahan, Zchaira yang sedari tadi melancarkan serangan proyeksi kepadanya, masih bekum terlihat kewalahan, layaknya ketika masih berada pada awal pertarungan.
“Akh…” Karena sudah mulai kewalahan, kemampuan membaca pergerakan dari Trollman tersebut tiba-tiba mulai pudar, hingga membuatnya menerima serangan dari Zchaira.
Ketika akan kembali berdiri, Zchaira tiba-tiba mengakses kemampuan teknik sihir persepsi miliknya, membuat pandangan Trollman itu tiba-tiba menjadi berhalusinasi.
Ketika Zengu yang berada di bawah pengaruh sihir persepsi milik Zchaira, gadis itu pun perlahan-lahan mendekati Trollman tersebut.
“Sial… Seharusnya aku sudah mengetahui bahwa kelemahanmu hanyalah seperti ini…” Ucap Zchaira dengan menunjukan ekspresi wajah yang kesal setelah mengetahui hal tersebut.
“Iya… Bagaimanapun ini adalah hal yang setimpal ketika mengetahui bahwa ternyata kelemahanmu seperti ini… Jadi untuk selanjutnya hati-hatilah kalian para Trollman jika ingin berhadapan denganku,” lanjut Zchaira berkata, memperingati Zengu berserta Trollman yang lain, yang berada di dalam tim negeri Vielass.
**
“Sial… Jika seperti ini, gadis itu adalah musuh terberat yang harus kulawan nanti saat babak kedua,” ucap Trollman bernama Sligo, melihat saudaranya Zengu nampak tidak bisa berbuat apa-apa lagi ketika berada dalam pengaruh sihir persepsi yang mampu mengganggu konsentrasi serta visualisasi dari para Trollman.
**
“Baiklah… Waktunya untuk aku mengalahkanmu dan keluar sebagai pemenang,” ucap Zchaira.
“Incantesimo segreto… Coup de amoreux…” Tanpa pikir panjang, Zchaira pun langsung melancarkan serangan teknik sihir rahasia, yang membuat Zengu seketika terhempas menabrak dinding arena, kemudian langsung mengalami kekalahan.
Disaat yang bersamaan, para penonton yang berada di dalam arena itu pun langsung bersorak ketika melihat gadis itulah yang menjadi peserta terakhir yang masih tetap berdiri untuk pertandingan tersebut.
Setelah Zchaira berhasil mengalahkan Zengu, tak berapa lama kemudian sang wasit kembali memasuki tengah arena.
“Pemenang pada pertandingan kali ini adalah Zchaira Hairowl dari tim Lightio,” ucap sang wasit, mengumumkan bahwa Zchaira kini telah menjadi pemenang untuk pertandingan kali ini.