
“Jadi seperti itu... Kupikir kau menghubungiku dengan sengaja, karena ingin mendengar suaraku atau apapun itu,” respon Aphrodia.
“Bisa dibilang seperti itu... Memangnya tidak boleh?” Ucap Kral.
“Itu... Lupakan saja... Lebih baik katakan kemana kita pergi menemui kalian?” Aphrodia pun merasa tersipu malu ketika mendengar ucapan dau Kral, dan lantas bertanya mengenai tempat dimana para murid-murid akademi sihir akan tinggal selama mereka mengikuti turnamen Venerate.
***
Setelah selesai berbicara dengan Kral, Aphrodia kemudian mengajak para murid akademi sihir untuk menuju ke tempat yang dikatakan oleh Kral.
Beberapa saat kemudian, Zchaira dan yang lain sampai di depan salah satu bangunan pencakar langit yang berbeda di kota Novacurve tersebut.
“Apa ini tempatnya?” Tanya Rayvor sambil menatap bangunan yang tinggi itu.
“Ini tidak terlihat seperti sebuah penginapan biasa...” Sambung Flogaz.
“Ini sudah benar tempatnya... Kral yang mengatakan padaku sebelumnya,” ucap Aphrodia, merasa yakin bahwa lokasi dari tempat yang dikatakan oleh Kral memang sudah benar.
“Akhirnya kalian sudah sampai...” Tak berapa lama, tampak Illios keluar dari dalam gedung tersebut, menghampiri Zchaira dan yang lain.
“Apa ini memang tempatnya?” Tanya Aphrodia pada Illios, karena ingin bahwa tempat tersebut sudah benar, walau melihat dengan sendiri pria itu barusan keluar dari bangunan tersebut.
“Tentu saja kakak... Ayo, lebih kita semua masuk ke dalam, karena kakak Kral sudah menunggu kalian dari tadi,” jawab Illios sambil mengajak mereka masuk ke dalam bangunan itu.
***
Para murid-murid akademi sihir kemudian memasuki bangunan tersebut, di dalam mereka kemudian dituntun oleh Illios masuk ke dalam sebuah lift. Iliios lalu menekan salah satu tombol, dimana lift itu akan membawa mereka ke lantai kedua paling atas dari bangunan tersebut.
“Kenapa kita akan pergi sampai setinggi itu? Apa mungkin tempat sudah penuh?” Tanya Aphrodia, penasaran.
“Tidak juga... Sebenarnya aku dan kakak Kral dengan sengaja menyewa dua lantai teratas dari penginapan ini...”
“Apa? Kalian menyewa dua lantai sekaligus...” Mendengar pernyataan dari Illios, lantas membuat Aphrodia pun terkejut.
Disamping itu, para murid-murid akademi sihir, selain Astrapi bereaksi yang sama seperti Aphrodia, karena tidak menyangka bahwa Illios serta Kral akan menyewa dua lantai di dalam penginapan yang bahkan terdapat banyak kamar di setiap lantainya.
“Apa itu tidak berlebihan?” Tanya Aphrodia.
“Jangan khawatir kakak... Bahkan sebenarnya kami bisa semua lantai di dalam gedung ini,” jawab Illios.
“Tidak-tidak... Kurasa dua lantai sudah cukup.” Aphrodia pun lantas langsung menyetujui bahwa dengan menyewa dua lantai saja sudah cukup bagi mereka.
Setelah perbincangan mereka selesai, lift yang membawa mereka ke lantai atas pun sampai. Ketika pintu lift itu terbuka, para murid akademi sihir langsung terkejut karena lantai kedua teratas di penginapan tersebut ternyata tidak seperti penginapan pada umumnya, yang dimana terlihat seperti sebuah rumah mewah.
“Hanya untuk beberapa hari saja, kita bahkan harus tinggal di tempat yang begitu mewah seperti ini...” Gumam Aphrodia, tidak percaya bahwa tempat tersebut diluar dari ekspektasinya.
“Baiklah semuanya... Silahkan pilih kamar kalian masing-masing, baik itu di lantai atau di lantai atas... Jangan takut tidak kebagian tempat, karena kamar yang berada di dua lantai ini berjumlah tujuh tiga kali lipat dari jumlah kita semua,” ucap Illios, menyuruh para murid akademi sihir untuk memilih langsung kamar mereka.
“Illios... Dimana Kral? Kenapa dia tidak terlihat?” Tanya Aphrodia, sambil menengok ke setiap sudut ruangan utama di lantai tersebut.
“Kurasa dia di lantai atas kakak,” jawab Iliios, menerka-nerka bahwa Kral berada di lantai atas, karena tidak tahu pasti keberadaan dari pria itu.
**
“Kakak... Sepertinya kakak Aphrodia dan kakak Kral sudah kembali akrab seperti dulu,” ucap Astrapi.
“Iya... Aku juga bisa melihatnya, mungkin saja itu karena kemarin hari mereka,” respon Illios.
**
Kembali pada Aphrodia yang kini sedang berada di lantai atas. Ketika perempuan itu sampai, dan berada di ruangan utama lantai tersebut, dia tetap juga tidak melihat keberadaan dari Kral.
“Kral... Apa kau ada disini?” Karena tidak melihat Kral, Aphrodia pun langsung memanggil pria itu.
Akan tetapi, walau sudah memanggil, tidak ada jawaban terdengar dari Kral, layaknya pria itu tidak berada di lantai tersebut.
Aphrodia pun langsung mengambil alat komunikasinya, kemudian menghubungi Kral yang tidak diketahuinya berada dimana.
Tak berapa lama, tiba-tiba terdengar suara dari alat komunikasi di dalam ruangan tersebut. Saat Aphrodia menoleh, ternyata alat komunikasi yang dipegang oleh Kral tergeletak di atas sebuah, dan perempuan itu tidak melihat Kral berada di dekat situ.
“Kemana dia pergi?” Gumam Aphrodia.
Tiba-tiba di dalam benak Aphrodia terbesit bahwa kemungkinan pria yang dicarinya tersebut berada di lantai lebih atas, yang tidak lain merupakan lantai atap dari bangunan tersebut.
Tanpa pikir panjang, Aphrodia pun langsung menuju ke sebuah tangga untuk pergi menuju ke lantai atap bangunan tersebut.
**
Ketika sampai di atas, Aphrodia berjalan menuju sebuah pintu, kemudian membukanya, dan langsung melihat Kral sedang berdiri sendirian di luar menatap ke arah depan.
Perlahan-lahan Aphrodia berjalan menghampiri Kral, hingga tiba-tiba langsung mengagetkan pria itu, karena tidak mengira bahwa perempuan tersebut akan datang menemuinya.
“Aphrodia…” Ucap Kral, terkejut melihat perempuan itu.
“Kenapa Kau sendirian berada di tempat ini?” Tanya Aphrodia.
Melihat arah berdiri Kral yang beberapa kilometer di depannya merupakan sebuah kediaman dari clan terbesar di daerah tersebut, membuat Aphrodia pun langsung mengetahui bahwa Kral sepertinya sedang memikirkan cara untuk menyelinap ke tempat tersebut.
“Apa kau memikirkan cara masuk ke tempat itu secara diam-diam?” Lanjut Aphrodia bertanya.
“Bagaimana kau tahu itu?” Tanya balik Kral, karena tidak menyangka bahwa perempuan tersebut sudah mengetahui tentang rencananya, serta Illios dan Astrapi datang ke kota itu.
“Sebelumnya aku sudah curiga karena kalian ikut bersama kami datang ke kota ini… Dan barusan saja, ada Venerate Fuegonia yang langsung mengetahui Astrapi sebagai Continent Venerate saat kami sedang berjalan-jalan di kota…”
“Astrapi kemudian menceritakan kepada kami semua apa yang sebenarnya tujuannya, serta kau dan Illios datang kemari,” jawab Aphrodia, menjelaskan mengapa dia sudah mengetahui rencana dari para murid kelas Continent Venerate tersebut.
“Apa ini perintah dari para tetua akademi atau ada pihak lain lagi?” Tanya Aphrodia.
“Tidak… Ini bukan perintah dari para tetua akademi… Ini adalah perintah langsung dari kota Angeloses… Sebenarnya wilayah barat juga ingin mendapatkan batu kristal yang kemungkinan diambil oleh ketua clan terbesar daerah ini,” jawab Kral.