
Beberapa saat kemudian, ketiga peserta masih terus melanjutkan pertarungan mereka hingga perlahan-lahan mulai kewalahan satu sama lain akibat banyaknya energi terkuras yang digunakan oleh mereka untuk melakukan pergerakan dalam kecepatan tinggi.
Ketiga peserta itu pun seketika berhenti sejenak untuk memulihkan keadaan mereka, serta mengumpulkan sedikit energi agar mampu melanjutkan pertarungan yang panjang tersebut.
Disaat mereka melakukan hal tersebut, tiba-tiba Flogaz yang tersandar pada salah satu sisi dinding arena kembali berdiri, membuat semua penonton serta para peserta yang sedang memperhatikan pertandingan tersebut sontak langsung terkejut.
“Kau…” Ucap Elford, terkejut, tidak menyangka bahwa pemuda itu ternyata masih belum mengalami kekalahan.
Elford juga sempat merasa curiga dengan serangan yang dilancarkan sebelumnya, dimana dirinya sebenarnya masih belum yakin bahwa serangan tersebut yang pada dasarnya merupakan serangan tingkat rendah mampu mengalahkan pemuda itu.
**
Melihat Flogaz ternyata masih sanggup kembali berdiri, para murid akademi sihir pun seketika memasang ekspresi tersenyum.
“Aku rasa ini adalah rencana paling hebat diantara semua petarung yang mengikuti turnamen ini…” Ucap Aphrodia.
**
“Bagaimana mungkin?” Tanya anggota tim Cielas bernama Zuora, tidak menyangka bahwa Flogaz masih sadarkan diri, padahal setahunya pemuda tersebut sudah dikalahkan oleh peserta dari tim Fuegonia.
Mereka bertiga lantas menjadi ragu untuk menyerang pemuda tersebut karena kemungkinan masih berada dalam kondisi prima setelah berpura-pura tidak sadarkan diri.
“Aku sebenarnya tidak mau mengatakan ini, namun sepertinya kita harus berkerja sama untuk mengalahkan pria itu,” ucap Elford, menyarankan kepada dua peserta lain untuk menggabungkan kekuatan dikarenakan mereka bertiga tidak akan mungkin bisa mengalahkan Flogaz dengan keadaan mereka yang sudah kelelahan.
“Baiklah… Setidaknya kita hanya perlu mengalahkan dia bersama-sama, dan setelah itu melanjutkan kembali pertarungan kita,” ucap anggota tim Mormist bernama Darulm, lantas menyetujui saran kerja sama dari Elford.
Begitu juga dengan Zuora, dimana perempuan dari tim Cielas tersebut langsung mengangkat pedangnya, kemudian mengakses kekuatan dari senjata suci tersebut hingga memancarkan proyeksi energi berwarna biru.
Mereka bertiga kemudian langsung meluncur ke arah Flogaz untuk menyerang pemuda itu secara bersama-sama.
**
“Baiklah… Waktunya menggunakan kekuatan penuhku sekarang…” Melihat ketiga peserta itu meluncur mendekatinya, Flogaz dengan sigap langsung mengangkat tombak senjata sucinya, kemudian menyerap energi yang berada di alam dalam jumlah yang besar.
Sambil melakukan hal tersebut, pemuda itu juga mengakses kekuatan dari senjata suci yang diacungkannya ke atas hingga sejenak memancarkan proyeksi elemen api hitam, meluncur dengan cepat ke atas.
**
“Sepertinya Elford tidak akan bisa memenangkan pertandingan ini…” Ucap Rox melihat Flogaz hendak melancarkan sebuah serangan yang besar, hingga membuatnya berpendapat bahwa salah satu perwakilan dari negeri Fuegonia dalam pertandingan tersebut akan mengalami kekalahan.
“Tuan Achilles… Apa aku bisa meminta tolong untuk membendung serangan yang akan dilancarkan oleh pria dari negeri Lightio itu?”
Rox kemudian meminta tolong kepada Achilles untuk melakukan sesuatu, yang sontak membuat pria Elfman itu langsung berdiri dari tempat duduknya.
**
Ketika energi yang diserapnya telah cukup untuk melancarkan sebuah serangan, Flogaz seketika langsung melempar tombak senjata sucinya ke arah tiga petarung yang mendekatinya.
Sontak sebuah kobaran api hitam yang sangat besar keluar dari luncuran tombak milik pemuda itu, hingga seketika memenuhi area tengah arena, serta membuat Flogaz pun langsung mengakses kekuatan sihirnya, menciptakan sepasang sayap proyeksi, kemudian terbang meluncur ke atas.
Kobaran api hitam yang sangat besar tersebut kemudian menerjang ketiga peserta yang berada di tengah arena.
**
**
“Penetrans sillabare…” Sementara Flogaz yang sedang meluncur ke atas kembali mengakses kekuatan sihirnya, untuk menembus sisi atas penghalang proyeksi yang diciptakan oleh Achilles.
**
Kobaran api hitam tersebut kemudian meluas memenuhi setiap sisi di dalam penghalang proyeksi dari Achilles, membuat semua penonton serta para peserta yang berada di tribun sontak terkejut dengan teknik milik pemuda tersebut.
Mereka semua tidak menyangka bahwa seorang Regional Venerate mampu menggunakan teknik yang besar hingga harus dibendung agar tidak meluas ke tempat yang berada disekitarnya.
**
“Aku tidak menyangka bahwa kekuatan dari tombak Espardo yang dibuat oleh paman Hefaistos bisa memiliki kekuatan sebesar ini,” ucap Rayvor, melihat kobaran api hitam tersebut yang masih berlangsung memenuhi sisi di dalam penghalang proyeksi.
“Tombak yang digunakan oleh Flogaz berasal dari tuan Hefaistos?” Tanya Zchaira, sedikit terkejut mendengar pernyataan dari Rayvor.
“Kau mungkin tidak tahu bahwa ayahmu adalah seorang penyihir serta pandai besi yang mampu membuat sebuah senjata dengan kekuatan yang besar,” jawab Rayvor.
**
“Api hitam itu tidak berhenti keluar…”
Melihat hal tersebut, Achilles yang berada di dalam ruangan khusus sontak meluncur keluar, kemudian secara spontan mampu menembus penghalang proyeksi penghalang yang diciptakannya.
Di dalam kobaran api hitam tersebut, Achilles kemudian mengambil tombak milik Flogaz yang menancap di tanah, kemudian menghentikan pancaran kobaran api hitam tersebut hingga lenyap.
Tampak ketiga peserta yang menerima serangan kobaran api hitam itu telah terkapar tak sadarkan diri. Disaat bersamaan Achilles pun menonaktifkan penghalang proyeksi miliknya.
Dengan kebingungan Achilles melihat bahwa ketiga peserta masih dalam keadaan tanpa mengalami luka bakar, padahal sebelumnya mereka mendapatkan terjangan kobaran api yang dapat dirasakan sendiri oleh pria Elfman itu begitu panasnya.
Perlahan-lahan Flogaz turun mendarat ke tengah arena, yang membuat Achilles pun langsung melemparkan tombak pemuda itu padanya.
“Tenang saja tuan… Kobaran api hitam itu hanya menyerap energi Mana mereka hingga tak sadarkan diri… Aku sangat mengetahuinya karena pernah melakukan teknik ini sebelumnya,” ucap Flogaz, menjelaskan kepada Achilles.
“Kau pernah melakukan hal ini sebelumnya…” Mendengar hal tersebut Achilles pun lantas terkejut.
“Iya… Sebelumnya aku secara tidak sengaja melakukan teknik ini, dan membuat tiga Venerate tingkat atas kesusahan untuk menanganinya…”
Achilles sontak kembali terkejut mendengar penjelasan dari pemuda itu, walaupun merasa bahwa sebelumnya memasuki kobaran api hitam itu dirinya bahwa energi Mana miliknya memang terkuras, namun Achilles tidak menyangka bahwa sebelumnya tiga Venerate tingkat atas kesusahan mengalami hal tersebut.
Pria Elfman itu lantas bertanya-tanya dalam benaknya mengenai bagaimana keadaan dari pemuda itu ketika dirinya menggunakan teknik tersebut.
**
“Melihat hal ini aku sempat mengingat kejadian masa lalu ketika tiga Venerate yaitu ayahku, kakek Kenrow bersama dengan paman Hefaistos harus menangani Flogaz yang tiba-tiba bisa mengakses kekuatan pelepasan kedua saat berada dalam tingkatan District Venerate…”
Mendengar hal tersebut, keempat peserta tim Lightio lantas terkejut, karena hal tersebut sebenarnya mustahil bagi seseorang yang berada dibawah tingkatan Land Venerate.