
“Hei, ayo kita berangkat…” Ucap Hefaistos pada Artemis, melihatnya tampak bingung sambil memperhatikan keadaan sekitar.
“Kemana yang lain?” Artemis heran karena selain empat orang yang sebelumnya, tidak ada prajurit yang berkumpul bersama dengan mereka.
“Apa orang-orang yang berada di kapal tidak ikut bersama kita?” Tanya Artemis.
“Haha… Mereka tidak akan pergi… Tugas mereka hanya mengantar kita kemari…” Hefaistos sontak menarik Artemis menuju ke pesawat tempur yang akan dinaiki oleh mereka.
“Eh, tapi apa tidak terlalu berbahaya hanya kita berenam saja?”
“Jangan khawatir... Para prajurit yang lain sudah berada disana.”
“Jadi begitu yah…” Walaupun sedikit ragu karena berangkat ke medan hanya berenam saja, Artemis tetap mengikuti perkataan Hefaistos dan kemudian masuk dalam pesawat.
**
Di dalam ruang kontrol pesawat, mereka lalu duduk dikursi mereka masing-masing, dimana Lucierence serta Venerate bernama yang Gahaelix bertugas sebagai pilot dan kopilot untuk mengemudikan pesawat tersebut.
“Baiklah, waktunya berangkat…”
Setelah melihat semua kru pesawat tersebut telah mengenakan sabuk pengaman mereka, Lucierence pun lalu menjalankan pesawatnya.
Pesawat itu perlahan-lahan naik ke udara dan dengan kecepatan tinggi meluncur mengarah ke wilayah selatan negeri Lightio.
***
Berpindah ke wilayah selatan Lightio, tepatnya di sebuah kota bernama Xemico yang menjadi salah satu kota pusat dari negeri tersebut.
Sesuai dari informasi yang diberikan oleh Lucierence sebelumnya bahwa kota tersebut kini telah dikuasai oleh pasukan dari negeri Machora Tira.
Terlihat para prajurit berkulit pucat yang menjadi salah satu ras keturunan campuran Machora Tira, yaitu ras Vampireman berjaga di hampir setiap sudut kota tersebut.
Di beberapa titik kota tersebut juga terlihat ras keturunan campuran lainnya yang disebut sebagai Orcman dengan memiliki ciri-ciri berpostur tubuh tinggi sekitar dua meter, berkulit abu-abu cerah dan memiliki sepasang tating yang panjang.
***
“Hmph… Apa tidak lebih baik kita terus maju sampai mencapai ibukota Lightio saja?” Tanya salah satu Vampireman yang tidak lain merupakan Silvan Blowner kepada ras Orcman yang sedang bersamanya.
“Jangan bodoh anak muda… Kau pikir karena telah mendapatkan kepercayaan dari tuan Hanzfilge untuk memimpin pasukan kita, kau bisa seenaknya melakukan aksi percuma itu…” Orcman itu sontak memarahi Silvan untuk jangan bertindak sembrono terlebih dahulu.
“Kita harus menunggu setidaknya salah satu World Venerate kita datang terlebih dahulu sebelum bergerak lebih maju lagi…” Lanjut Orcman tersebut berkata.
Silvan pun hanya bisa terdiam dan menerima saran dari Orcman tersebut karena masih ragu dengan perkataannya.
“Eh… Sepertinya ada serangan.”
Tak lama kemudian, Silvan serta Orcman itu melihat sebuah pesawat tempur yang datang mengarah ke kota tersebut.
**
“Baiklah, bersiaplah… Musuh-musuh yang berada di bawah sudah tidak sabar menunggu kita tampil,” ucap Hefaistos memerintahkan para anggotanya untuk mempersiapkan apa yang perlukan untuk bertarung dengan para pasukan ras campuran yang berada di bawah mereka.
Lucierence dan Gahaelix terlebih dahulu mengaktifkan sistem pilot otomatis pada pesawat mereka sebelum berdiri dari kursi kemudi mereka.
Semua dengan cekatan mempersiapkan sebuah alat komunikasi yang digantung pada telinga mereka, serta mengambil senjata suci untuk para Land Venerate yang ada.
Setelah siap, keenam Venerate itu berkumpul di depan pintu belakang pesawat tempur untuk segera meluncur ke bawah.
Lucierence melompat lebih dulu kemudian diikuti oleh tiga Venerate lainnya setelah mereka mengaktifkan kekuatan sihir mereka untuk menciptakan sebuah sayap proyeksi.
“Artemis, terus berhati-hatilah… Ini adalah peperangan pertamamu,” ucap Hefaistos.
Pemuda itu memunculkan palu bergagang panjangnya lalu meluncur dengan kecepatan tinggi menuju ke bawah.
Kini di dalam pesawat tersebut hanya tersisa Artemis. perempuan tersebut memunculkan busur panah ayahnya dan mengikuti yang lain meluncur kebawah.
***
Dengan sekejap, para prajurit Vampireman yang memiliki kemampuan teleportasi muncul dan menyerang Hefaistos dan yang lain saat masih berada di udara.
Disaat salah satu anggota mereka Flophia sedang lengah, Vampireman yang sedang berhadapan dengannya langsung menganyunkan sebuah pedang untuk menyerangnya.
“Akh…!”
Artemis dengan kesigapannya meluncurkan sebuah panah dari proyeksi energi sihirnya membuat Vampireman yang akan menyerang Flophia langsung terhempas.
Tidak sampai disitu, Artemis kembali beraksi dengan meluncurkan beberapa serangannya lagi melumpuhkan para Vampireman yang sedang berhadapan dengan anggota timnya.
Mereka pun sedikit terkesima melihat kemampuan Artemis meluncurkan serangan dari busur panahnya walau dalam keadaan yang sulit untuk membidik atau untuk bergerak sekalipun.
Saat semua Vampireman yang menyerang mereka telah dilumpuhkan, keenam Venerate Lightio itu pun mendarat dengan ke permukaan.
***
“Aku duluan…” Silvan yang melihat mereka kini telah mendarat dengan sekejap menghilang meninggalkan Orcman yang sedang bersamanya.
***
Silvan tiba-tiba muncul di depan Gahaelix, membuat pemuda itu dengan refleks menganyunkan pedangnya.
Akan tetapi, kecepatan berteleportasi Silvan tampak lebih cepat dari pergerakan Gahaelix. Silvan seketika muncul di atas pemuda itu sambil hendak melancarkan serangan elemen api berwrna birunya.
“Ukh…”
Dengan sigap Lucierence bergerak menendang Vampireman itu hingga terhempas ke jarak yang cukup jauh.
“Vampireman itu sepertinya adalah Continent Venerate… Kalian urus yang lain… biar aku yang menghadapainya,” ucap Lucierence.
“Fiamma sillabare…” Lucierence dengan cepat bergerak mendekati Silvan dan kemudian melancarkan serangan elemen api pada Vampireman itu.
Silvan pun dengan kemampuan teleportasinya kembali menghilang untuk menghindar dari serangan Lucierence.
Vampireman itu kembali muncul sambil membalas serangan Lucierence dengan meluncurkan serangan elemen api birunya.
“Aqua sillabare…” Lucierence dengan cepat memunculkan elemen air menangkis serangan elemen api Silvan.
Dalam sekejap tabrakan dua elemen itu membuat air yang dilncarkan oleh Lucierence menguap hingga menutupi penglihatan disekitarnya.
Merasa berbahaya terus berdiam di tempatnya, Lucierence langsung bergerak keluar dari kepungan uap air tersebut.
“Mati kau…!” Teriak Silvan, tiba-tiba muncul di depan pemuda itu sambil melayangkan serangan tinju apinya.
“Difesa sillabare…” Dengan refleks Lucierence memunculkan sebuah penghalang di depannya menahan serangan dari Silvan.
Vampireman itu meninju penghalang tersebut hingga membuat tekanan kekuatannya terpantul.
Seketika hempasan angin yang kuat muncul menghempaskan berbagai hal yang berada disekitarnya.
Setelah hal tersebut, Lucierence maupun Silvan melancarkan serangan fisik mereka satu sama lain, hingga pertarungan antar kedua Venerate itu pun menjadi setarah.
***
Di sisi lain, setelah ditinggal Lucierence yang sedang bertarung dengan Silvan, kelima Venerate lain melanjutkan serangan mereka dengan melawan beberapa prajurit Vampireman.
Pertarungan tersebut didominasi oleh Artemis yang mampu membuat kemampuan berteleportasi Vampireman menjadi tidak berguna karena dapat dengan mudah menyerang mereka mengandalkan refleksnya.
Satu per satu para Vampireman dilumpuhkan oleh Artemis hingga jumlah mereka berkurang dengan cepat.
Disaat itu juga, pasukan Machora Tira yang lain, yaitu para Orcman maju menyerang mereka dengan meluncurkan sebuah pasak-pasak es.
Selain Artemis yang dengan gesit menghindari semua luncuran pasak-pasak es tersebut, Hefaistos serta tiga Venerate lainnya melakukan hal yang berbeda dengan menangkis semua yang datang kepada mereka.
“Artemis, pasukan yang melancarkan serangan ini adalah ras Orcman… Kemampuan utama mereka adalah elemen es. Jadi, jangan sekali-kali mencoba menyerang mereka dengan elemen api…” Ucap Hefaistos, memperingati Artemis akan kemampuan dari para ras Orcman tersebut.
“Apa maksudmu? Lawan alami elemen es kan adalah elemen api…” Ucap Artemis, tampak kebingungan dengan penjelasan Hefaistos.