
“Busur Fylasis… Bagaimana senjata ini bisa dipegang olehmu?” Tanya perempuan dari Machora Tira itu.
Artemis tidak menjawab pertanyaan dari perempuan itu, dia hanya bisa diam terpaku ketika melihat wajah dari perempuan Machora Tira tersebut.
Setelah sedikit lama perempuan itu bertatapan dengan Artemis, dia menyadari bahwa mereka berdua memiliki wajah yang sangat mirip. Perempuan itu pun terkejut ketika merasakan bahwa orang yang berada di hapadannya tersebut seperti dikenalnya.
“Siapa kau?” Tanya perempuan itu.
**
Tak jauh dari situ, Vampireman yang datang menyerang tampak sedang berhadapan dengan Hefaistos.
“Lethis, apa yang kau lakukan? Musuhmu berada dihadapanmu… Kenapa kau tidak menyerangnya? Apakah kau tidak tega menyerang kaum sebangsamu?” Dia kebingungan ketika melihat perempuan bernama Lethis itu hanya terdiam menatap Artemis begitu lama.
Ternyata perempuan tersebut merupakan Venerate yang berasal negeri Lightio, yang entah kenapa memihak pada negeri Machora Tira.
**
“Apa kau ibu?” Ucap Artemis tiba-tiba meneteskan air matanya.
“Aku adalah Artemis…”
Artemis seketika memeluk perempuan yang disebutnya sebagai ibu itu. Dia tidak percaya bahwa orang yang telah dikiranya selama ini telah mati bertahun-tahun yang lalu kini bisa berdiri tepat dihadapannya.
“Aku sangat meindukanmu selama ini…” Ucap Artemis, tidak bisa membendung rasa rindunya.
“Artemis… Ternyata kau selama ini telah bertumbuh menjadi gadis yang cantik… Ibu sangat merindukanmu,” Ucap perempuan yang merupakan ibu dari Artemis, juga merasakan hal yang sama.
**
“Apa-apaan mereka itu?” Vampireman yang sedang dilawan oleh Hefaistos pun menjadi lebih bingung lagi melihat dua orang itu berpelukan.
“Tunggu dulu… Apa mungkin?” Namun, si Vampireman langsung menduga sesuatu yang diketahuinya.
“Hei nak, apa kau tahu gadis itu berasal dari clan penyihir mana?” Lantas si Vampireman pun bertanya kepada Hefaistos.
“Apa pentingnya itu bagimu?” Hefaistos tidak menanggapi pertanyaan dari Vampireman itu, dan langsung melanjutkan serangannya pada ras campuran itu.
Penasaran tidak mendapatkan jawaban, si Vampireman pun menggunakan teknik teleportasinya, menghilang dan muncul kembali dengan berulang kali sampai membuat Hefaistos kebingungan.
“Jawab saja pertanyaanku… Lagipula itu tidak akan merugikanmu.” Vampireman itu muncul tepat di belakang Hefaistos dan langsung menahan pergerakan pemuda itu.
“Urgh… Baiklah… Gadis itu dari clan Hairowl dari wilayah utara, apa kau puas?” Tidak memiliki pilihan Hefaistos sontak menjawab pertanyaan dari si Vampireman.
“Sudah kuduga…” Jawaban tersebut langsung membuat Vampireman itu terkejut.
“Hei nak, hentikan seranganmu itu… Aku tidak akan menyerang lagi…” Vampireman itu melepaskan Hefaistos, kemudian mengangkat kedua tangannya layaknya ingin menyerah.
Hefaistos pun kebingungan dengan tingkah ras campuran itu. Dia seperti merasa bahwa si Vampireman akan berusaha untuk menipunya.
“Kau lihat itu… Asal kau tahu, mereka sebenarnya adalah ibu dan anak,” ucap si Vampireman menunjuk Artemis dan perempuan bernama Lethis, yang sedang berpelukan tidak jauh dari tempat mereka bertarung.
“Apakah itu benar?” Hefaistos seketika terkejut melihat mereka berpelukan, entah bagaimana bisa ibu Artemis bisa memihak Machora Tira, namun hal tersebut membuatnya tidak lagi akan menyerang Vampireman yang berada di hadapannya tersebut.
Mereka pun kemudian datang menghampiri Artemis dan perempuan bernama Lethis itu.
Ketika melihat Vampireman tersebut, Artemis seketika melepaskan pelukannya pada ibunya, dan kemudian bersiaga sambil mengarahkan busur panah pada si Vampireman.
“Woah… Tenang dulu nak, aku tidak menyerang kalian… Anggap saja bahwa aku sudah dikalahkan oleh kalian,” ucap si Vampireman sambil mengangkat kedua tangannya di hadapan Artemis.
“Aku tidak mengerti, dia adalah ibumu… Bagaimana anda bisa memihak Machora Tira?” Tanya Hefaistos.
“Aku juga tidak paham… Sepuluh tahun yang lalu ayahku kembali dari peperangan dengan membawa nformasi bahwa ibu telah meninggal,” sambung Artemis.
“Sepuluh tahun yang lalu aku masih bisa hidup setelah kejadian itu…”
Dalam peperangan tersebut, pasukan Lightio yang memasuki wilayah Machora Tira dijebak oleh pasukan musuh.
Agar mencegah semua prajurit Lightio yang ada mati, Lethis pun terpaksa harus mengorbankan dirinya sendiri.
Ketika dia tersadar dirinya telah dibawah serta ditawan di negeri Machora Tira. Berhari-hari hidupnya menjadi sengsara sebagai tawanan di negeri ras campuran tersebut, hingga pada akhirnya Vampireman yang datang bersamanya itu pun menemuinya, dan melepaskannya.
“Aku pun perlahan-lahan mulai diakui karena memiliki kekuatan sihirnya, dan akhirnya menjadi salah satu Venerate dari negeri Machora Tira,” ucap Lethis.
Artemis pun menjadi sedih mendengar cerita dari ibunya. Dia tidak menyangka selama ini ibunya harus berjuang hidup di negeri ras campuran itu, dan jauh dari keluarganya.
“Kalau begitu, bagaimana dengan keadaan ayahmu, apa dia baik-baik saja?” Tanya Lethis.
Artemis pun enggan menjawab pertanyaan tersebut karena tidak mendengar fakta tetang ayahnya tersebut.
“Artemis, ada apa? Bagaimana keadaan Apollion, apa dia penyakitnya semakin parah?” Tanya kembali Lethis sambil memegang kedua pundak Artemis.
“Dia… Sudah tiada…” Jawab Artemis.
“Apa?” Lethis pun terkejut mendengar hal tersebut.
Seketika perempuan itu jatuh bertulut tidak bisa menahan kesedihannya, serta tak percaya bahwa orang dicintainya tersebut, yang sudah lama tidak dilihatnya telah tiada.
***
Disamping Lethis yang sedang bersedih, jauh dari luar kota tersebut tampak dua Venerate sedang melayang dengan tekanan kekuatan yang mencekam datang mendekat.
Mereka adalah seorang pria Orcman dan seorang perempuan dengan wajah layaknya masih berusia sekitar dua puluh tahunan.
“Sepertinya tidak ada World Venerate disana,” ucap si Orcman, nampak bosan ketika tidak merasakan tekanan kekuatan yang mirip dengannya, ataupun perempuan yang bersamanya.
***
Para Venerate Lightio maupun Machora Tira yang sedang bertarung tiba-tiba berhenti setelah merasakan tekanan kekuatan mereka.
Begitu juga dengan Lethis yang sedang bersedih tiba-tiba terkejut meresakan hawa kedatangan mereka.
“Sial, itu tuan Hanzfilge dan nyonya Aelacia…” Ucap si Vampireman yang sedang bersama Artemis dan yang lain.
***
Dalam sekejap Orcman yang bernama Hanzfilge, serta seorang perempuan yang bernama Aelacia tersebut mempercepat pergerakan mereka hingga di depan para Venerate Lightio dan Machora Tira.
Orcman tersebut mendarat tepat di depan Artemis dan yang lain dengan tatapan tajam serta aura yang mencekam.
“Tuan Hanzfilge…” Ucap si Vampireman.
“Hei, ada apa ini? Kenapa kalian tidak menyerang mereka?” Tanya Orcman bernama Hanzfilge itu.
“Begini… Salah satu dari mereka adalah keluarga Lethis… Kami hanya sedang berusaha berunding,” ucap si Vampireman, menjelaskannya pada Orcman tersebut.
“Berunding yah… Ngomong-ngomong siapa keluargamu Lethis? Apa gadis ini?”
“Kalau begitu, bagaimana dengan pemuda ini? Dia kan bukan siapa-siapa?”
“Eh, dia hanya rekan gadis ini saja kemungkinan…”
“Uakh…!”
Baru saja si Vampireman memberikan penjelasan, tiba-tiba Orcman itu langsung menyerang Hefaistos hingga membuat pemuda itu terhempas.
“Akh…!”
Orcman tersebut dengan cepat bergerak menghampiri Hefaistos dan melancarkan beberapa serangan fisik yang cukup kuat pada pemuda itu.