The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 199 - Bertindak bodoh



“Ekh…”


Pancaran aura berwarna merah tersebut diterima oleh Artemis, hingga membuat wanita itu sedikit terhentak ke belakang.


“Ukh…”


Disaat yang bersamaan, Artemis merasakan rasa sakit pada dadanya, layaknya jantung seperti sedang ditekan oleh sesuatu.


Merasa sulit untuk menahan hal tersebut, Artemis pun duduk sambil menaruh busur panahnya ke samping, kemudian berkonsentrasi mengakses kekuatan sihir penyembuhan untuk mencoba menetralisir rasa sakit tersebut.


Perlahan tapi pasti rasa sakit yang dirasakannya mulai menghilang. Ketika rasa sakit itu telah sepenuhnya hilang, wanita itu nampak terkejut serta berpikir apa yang sebenarnya dilakukan oleh Lamiaman perempuan itu, disaat Artemis sedang memperhatikannya berada di tengah kota Novacurve, yang dalam kurang dari sekitar dua puluh kilometer tersebut.


Artemis juga merasa penasaran bagaimana Aelacia dapat mengetahui, bahkan sampai menatap dirinya yang sedang menggunakan kekuatan penglihatan jarak jauh dari senjata suci miliknya.


***


Berpindah pada Aelacia dan dua ras campuran yang masih berada diantara kerumunan warga kota Novacurve.


“Alexei… Lovarge… Ayo kita pergi dari sini… Ada penyihir yang sedang memperhatikan kita dari kejauhan…” Ucap Aelacia, memberitahukan mengenai Artemis yang sedang memperhatikan pergerakan mereka di tengah kota tersebut.


Mendengar hal tersebut, kedua ras campuran itu lantas mengikuti perintah dari atasan mereka untuk pergi dari tempat tersebut.


***


Kembali pada Artemis, setelah rasa sakit pada dadanya telah menghilang, wanita itu pun kembali mengambil busur panahnya kemudian mencoba membidik ke titik dimana dirinya melihat Aelacia sebelumnya.


“Sial…” Sayangnya, karena Aelacia dan dua Continent Venerate Machora Tira telah beranjak dari tempat sebelumnya, Artemis bisa lagi menemukan mereka.


Artemis kemudian mencoba mengakses kekuatannya untuk menghubungi seseorang melalui kemampuan telepati.


*


“Astrapi… Apa kau bisa mendengar ibu?” Tanya Artemis melalui kemampuan telepati.


“Tentu saja ibu… Bagaimana keadaan disana? Apakah ada sesuatu yang terjadi?” Jawab Astrapi, bisa mendengar suara dari ibunya, kemudian bertanya.


“Disini baik-baik saja… Namun, ibu tadi sempat melihat posisi Aelacia beserta dua Continent Venerate Machora Tira lainnya di kota tengah yang sedang ramai…”


“Akan tetapi, mereka berhasil lolos…”


**


Mendengar informasi tersebut, Astrapi lantas menengok ke sekitaran, dimana dirinya juga sedang berada dekat tempat yang sedang dibicarakan oleh Artemis.


“Tenang saja ibu, aku sekarang memang sedang berada di pusat kota… Dan bahkan kondisi disini sangat ramai seperti yang dikatakan olehmu…”


“Aku yang akan mencari mereka diantara keramaian ini…” Ucap Astrapi.


*


“Astrapi, kau harus berhati-hati… Selain Aelacia, perempuan itu sedang bersama dengan dua Continent Venerate,” ucap Artemis, mengkhawatirkan putrinya yang ingin pergi mencari para Venerate tingkat atas Machora Tira.


**


“Jangan khawatir ibu… Aku hanya akan memata-matai mereka saja,” balas Astrapi, meyakinkan kepada ibunya bahwa dia tidak akan apa-apa.


*


“Baiklah… Tapi, kau tetap harus berhati-hati.”


**


Setelah mendapatkan respon mengenai persetujuan dari Artemis, perempuan itu kemudian beranjak dari tempatnya berada yang sementara duduk di depan sebuah kedai kecil.


“Apa-apaan perempuan cantik itu?”


***


Berpindah ke tempat lain, dimana Aelacia bersama dengan dua Continent Venerate Machora Tira berada diantara kerumunan para warga kota Novacurve.


Aelacia tiba-tiba menghentikan langkahnya, yang sontak membuat Alexei serta Lovarge menjadi kebingungan.


“Ada apa nyonya Aelacia?” Tanya Alexei, penasaran melihat Aelacia sedikit terkejut ketika melihat sesuatu yang berada di depannya.


“Bersikaplah tenang, seolah-olah kalian tidak mengetahui mereka,” jawab Aelacia sambil menunjuk ke arah depan, dimana perempuan itu menunjukkan kepada kedua Continent Venerate tersebut bahwa Rox bersama dengan keluarganya mendekat ke arah mereka.


**


Dari sudut pandang berbeda, tampak Rox, pemimpin clan Drown sedang berjalan bersama dengan istrinya serta keenam anak-anaknya, yang diantaranya merupakan tiga dari lima anggota tim Fuegonia, yaitu Neyndra, Ailene dan Rourke, serta tiga anaknya yang lebih muda merupakan tiga anak yang kemarin malam bertemu dengan Astrapi di dalam ruangan penyimpanan.


“Ayah… Ayo kesana…” Ucap anak perempuan, yang sebelumnya pernah menuduh Astrapi mencuri, mengajak Rox ayahnya pergi ke tempat yang ditunjuk olehnya.


Rox pun lantas mengiyakan permintaan dari putri termudanya tersebut, sambil keluarganya yang lain mengikuti mereka dari belakang.


Tanpa disadari oleh Rox, pria tersebut berjalan melewati tiga Venerate tingkat atas Machora Tira tanpa bisa mengetahui bahwa siapa sebenarnya mereka.


“Eh…” Akan tetapi, salah satu anak Rox, yang merupakan laki-laki yang sempat memperingati Astrapi kemarin hari, nampak merasakan sebuah tekanan kekuatan ketika melewati tiga Venerate tersebut.


Hal itu lantas membuat anak laki-laki itu pun menoleh ke arah Aelacia dan yang lain, hingga membuatnya sangat yakin bahwa mereka merupakan para Venerate.


Tanpa diketahui oleh Rox dan yang lain, anak laki-laki itu berjalan ke arah yang berbeda, mengkuti tiga Continent Venerate tingkat atas tersebut.


***


Beberapa saat kemudian, Aelacia bersama dengan dua Continent Venerate Machora Tira berjalan melewati kerumunan para warga seketika merasakan bahwa mereka sedang diikuti oleh seseorang.


“Nyonya Aelacia… Sepertinya ada seorang anak muda yang mencurigai kita,” ucap Alexei dengan suara berbisik.


Mendengar hal tersebut Aelacia pun memasang ekspresi senyuman tipis, nampak memiliki sebuah rencana untuk anak laki-laki yang sedang mengikuti mereka.


Dengan secara natural, Aelacia, Alexei dan Lovarge terus berjalan layaknya tidak mengetahui bahwa anak laki-laki yang berasal dari clan Drown itu mengikuti mereka.


**


Tak berapa lama, ketiga Venerate itu masuk ke dalam lorong perkotaan yang sunyi, berbeda dengan keadaan sebelumnya. Mereka lalu berhenti dan menoleh ke arah anak laki-laki yang mengikuti mereka sejak dari tadi.


Anak laki-laki tersebut lantas menghentikan langkahnya sambil memasang ekspresi wajah serius, mengetahui bahwa mereka kemungkinan merupakan musuh yang memang bukan berasal dari negeri Fuegonia.


“Siapa kalian?” Tanya anak laki-laki itu.


“Siapa kami? Kupikir Rox Drown yang akan mencurigai kami,” ucap Aelacia.


“Aku tahu pasti kalian bermaksud tidak baik datang ke kota ini,” balas anak laki-laki itu.


“Kalau memang iya kenapa? Memangnya apa yang bisa kau lakukan anak muda?” Tanya Aelacia, meremehkan anak laki-laki yang berada di depannya tersebut.


“Tentu saja aku harus menghentikan kalian…”


Tanpa mengetahui bahwa Venerate tersebut memiliki kemampuan yang jauh berbeda dengannya, anak laki-laki itu lantas meluncur sambil mengakses kekuatannya, melancarkan serangan proyeksi elemen api.


Dengan mudah Aelacia langsung menghindari, kemudian dengan sigap mencengkram tangan anak laki-laki itu, lalu dengan kuat melemparnya hingga tersungkur.


**


“Apa yang sedang dilakukannya?”


Sementara itu, tampak Astrapi sedang berada di salah satu gedung, memperhatikan anak laki-laki yang sedang bertindak bodoh itu.