
“Aku tebak, pasti mereka meremehkan kita berdua karena adalah perempuan,” ucap salah satu perempuan diantara tim Land Venerate akademi sihir Lightio.
“Tak usah pedulikan itu… Mereka hanya terlalu meremehkan kita karena sering dianggap sebagai ras campuran terkuat,” sambung perempuan yang satunya.
**
“Difesa sillabare…” Sang tetua kepala kemudian menciptakan sebuah penghalang disekitar tempat tersebut agar pertarungan para Land Venerate itu nantinya tidak akan berdampak pada murid-murid yang sedang mengamati di sekitar mereka.
***
“Aku tidak sabar ingin melihat kemampuan para penyihir Lightio,” ucap Aguirre, tampak antusias.
“Apa yang tujuannya datang kemari Hefaistos?” Tanya Artemis dengan berbisik pada Hefaistos, agar pria Elfman tersebut tidak bisa mendengarkan perbincangan mereka.
“Entahlah… Aku juga terkejut Elfman itu berada disini,” ucap Hefaistos.
“Tenang saja, tuan Hefaistos… Nyonya Artemis. Setelah acara penerimaan murid baru akademi ini selesai, aku akan mengatakan tujuanku datang kemari.” Namun, walaupun berada di tempat yang agak jauh dari Hefaistos maupun Artemis, pria Elfman itu ternyata bisa mendengar pembicaraan mereka dikarenakan indera pendengaran Elfman sangatlah tajam, hingga dalam jarak seperti itu mereka masih dapat mendengarnya dengan jelas.
Hefaistos dan Atemis pun sedikit terkejut, karena lupa bahwa hal tersebut merupakan salah satu kemampuan yang terkenal dari ras Elfman.
***
“Baiklah, kita mulai pertarungannya,” ucap si tetua kepala, memulai pertarungan antara lima Land Venerate Lightio melawan lima Land Venerate Fuegonia, yang beranggotakan para ras Elfman.
**
Para ras Elfman dalam sekejap membentuk persenjataan mereka dengan menggunakan kekuatan elemen es mereka.
Secara bersamaan ras campuran tersebut meluncur ke arah lima Land Venerate Lightio untuk melancarkan serangan.
“Difesa sillabare…” Salah satu Venerate Lightio dengan cepat menciptakan sebuah perisai proyeksi, membendung semua serangan yang dilancarkan oleh para Elfman.
“Ventus sillabare…”
“Fiamma sillabare…”
Saat Venerate Lightio itu menonaktifkan kembali perisai proyeksinya, kedua rekan dari timnya langsung melancarkan serangan elemen angin dan elemen api secara bersamaan, yang membuat tiga dari Elfman tersebut langsung terhempas.
Akan tetapi, dua diantara para Elfman itu masih dapat menghindari serangan tersebut, dua Elfman itu dengan sigap bergerak dan langsung menganyunkan senjata mereka ke arah para Venerate Lightio.
“Incantesimo segreto… Coup de sabrer…”
“Incantesimo segreto… Coup de roulant…”
Dua perempuan dalam tim Lightio itu pun langsung serangan proyeksi tebasan serta serangan proyeksi secara beruntun.
Salah satu dari dari Elfman tersebut sontak terhempas menerima sebuah serangan tebasan, namun Elfman yang satunya dengan sigap menangkis serangan proyeksi beruntun, walaupun senjata yang terbentuk dari elemen esnya seketika hancur.
“Fulmine sillabare…”
“Blitzzauber…”
Perempuan itu sontak melancar serangan elemen petir, namun dalam sekejap Elfman itu langsung membalasnya dengan melancarkan serangan elemen petir pula.
Tabrakan dua serangan elemen petir tersebut seketika menciptakan sebuah ledakan yang cukup kuat, hingga efek tekanan kekuatannya membuat para petarung dari kedua belah pihak sedikit terhempas.
“Kurasa waktunya untuk memperlihatkan kemampuan kita yang sebenarnya,” ucap salah satu Elfman.
Elfman tersebut kemudian memunculkan pasak-pasak dalam jumlah yang banyak berada di sekitarnya.
Dalam sekejap pasak-pasak es tersebut meluncur ke arah para Venerate Lightio, yang membuat mereka dengan sigap bergerak untuk menghindarinya.
“Blitzzauber… Lightning surface…” Salah Elfman tiba-tiba menghentakan salah satu kakinya, menciptakan sebuah pancaran elemen petir dari permukaan tanah, yang dengan cepat meluncur pada para anggota tim Lightio.
Melihat hal tersebut dengan refleks, semua anggota Venerate Lightio langsung memunculkan sayap dari proyeksi energi sihir mereka untuk terbang ke udara.
“Winzauber… Rolling pushing…”
Serangan dari pihak Venerate Fuegonia pun dengan cepat kembali dilancarkan. Kini salah satu Elfman yang lain melancarkan serangan hempasan elemen angin yang cukup kuat membuat kelima Venerate Lightio itu langsung terhempas hingga menabrak penghalang yang berada di sekitar tempat pertarungan mereka.
Ketika para Venerate Lightio itu baru menyadarinya, kelima Elfman yang dihadapi oleh mereka tiba-tiba sudah berada di atas udara, melayang menggunakan sayap proyeksi energi mereka serta telah membuat sebuah formasi.
**
“Hei, aku tidak pernah mengijinkan kalian melakukan teknik itu,” ucap Aguirre, terkejut melihat kelima Venerate ras Elfman itu membentuk sebuah formasi yang seperti diketahui olehnya.
**
“Geheimer blitzzauberspruch… Vinter lynregn…”
Para Elfman dalam sekejap membentuk sebuah diagram sihir yang besar. Dari diagram sihir tersebut tiba-tiba pancaran elemen petir beruntun meluncur ke arah para Venerate Lightio yang berada di bawah.
**
“Lieferung zauberspruch…” Melihat hal tersebut, Aguirre dengan cepat menggunakan sebuah teknik yang masih belum diketahui tujuannya.
**
Pancaran petir tersebut seketika menyambar lima Venerate Lightio yang berada dibawah hingga menciptakan efek cahay yang sangat menyilaukan.
Para murid baru yang sedang memperhatikan hal tersebut sontak terkesima, namun disaat bersamaan khawatir dengan keadaan dari lima Venerate Lightio yang menerima serangan tersebut.
Ketika serangan elemen petir itu berhenti, semua orang yang berada di tempat itu, termasuk para Elfman seketika terkejut melihat lima Venerate Lightio sudah tidak berada di tempat itu lagi.
“Kemana mereka pergi?” Ucap salah satu Elfman, bertanya-tanya para Venerate Lightio sudah tidak berada di tempat itu lagi.
***
“Hampir saja…”
Ternyata kelima Venerate itu kini telah berada di ruangan, dimana Hefaistos, Artemis serta Aguirre berada.
Teknik yang sebelumnya digunakan oleh Elfman bernama Aguirre itu sebenarnya untuk memindahkan para Venerate ke tempat yang lebih aman agar mereka tidak menerima serangan elemen petir yang berpotensi bisa melayangkan nyawa mereka.
Kelima Venerate itu pun terkejut tiba-tiba berada di dalam ruangan tersebut, namun disaat bersamaan mereka juga mengetahui bahwa salah satu World Venerate yang berada disitu, telah menyelamatkan mereka.
“Walaupun kalian sempat tersudut tadi, tapi aku yakin bahwa kalian sebenarnya bisa mengalahkan mereka…” ucap Aguirre.
“Tapi, selain itu… Apa kalian mau bergabung dengan Fuegonia?” Lanjut Aguirre berbicara, memberikan sebuah tawaran untuk bergabung ke Fuegonia.
Mendengar pernyataan dari Aguirre itu, Hefaistos sontak paham tujuan asli mengapa pria Elfman itu datang ke akademi sihir tersebut.
“Tuan Elfman, jadi ini tujuanmu yang sebenarnya… Jadi Fuegonia masih mengingat syarat yang pernah aku tolak dulu,” ucap Hefaistos sambil berdiri dari tempat duduknya.
“Tawaran yang pernah ditolak? Apa mungkin untuk mengirim beberapa Venerate Lightio ke Fuegonia?”
Mendengar ucapan dari Hefaistos, Artemis juga teringat tentang syarat negeri Fuegonia membantu Lightio pada perang melawan Machora Tira pada dua puluh lima tahun yang lalu, dimana saat itu Vertorn Nomos meminta bantuan Fuegonia, yang membuat aliansi Lightio itu meminta para Venerate Lightio untuk dikirim kepada mereka.
Akan tetapi, persyaratan itu masih belum dipebuhi setelah Hefaistos menjadi pemimpin negeri Lightio.
Disaat Hefaistos menjadi presiden penyihir Lightio, pria itu pun menolak persyaratan tersebut karena menganggap bahwa Vertorn Nomos tidak memiliki wewenang untuk menyetujui hal tersebut.