
“Dia menghilang…” Ucap Artemis, nampak menyesal karena kesempatan untuk menemui ibunya telah lenyap.
“Apa benar itu adalah ibumu?” Tanya Astrapi, penasaran walaupun sudah mengetahui fakta tersebut dari Kral sebelumnya.
“Iya… Dia adalah Lethis Hairowl, nenek kalian, yang selama tidak pernah diceritakan oleh ibu maupun ayah kalian…” Jawab Artemis.
“Kalau begitu, ayo kita kembali saja… Mungkin lain kali ibu bisa bertemu dengannya,” lanjut Artemis, mengajak Astrapi untuk kembali lagi ke tempat mereka menunggu Zchaira yang sementara berlatih dengan sang naga merak.
***
Di sisi lain, Lethis muncul bersama dengan Zenef, sang Vampireman yang sebelumnya membantu wanita itu untuk kabur dari kejaran Artemis serta Astrapi.
Tampak Lethis hanya terdiam ketika sebelumnya melihat dengan jelas putri satu-satunya yang sudah lama tidak pernah dilihat olehnya sejak pergi meninggalkannya sekitar dua puluh lima tahun yang lalu.
“Dia Artemis kan ibu?” Tanya Zenef.
“Iya… Walaupun kalian berbeda ayah, namun wanita itu adalah saudaramu Zenef…” Jawab Lethis, menyatakan bahwa Artemis merupakan saudara dari Vampireman tersebut, dimana karena Zenef merupakan anak dari Lethis, yang merupakan ras manusia murni, membuatnya menjadi salah satu dari ras keturunan campuran generasi kedua yang disebut sebagai Hampireman.
“Kemungkinan, anak-anaknya sudah mengetahui bahwa kau adalah nenek mereka, karena itu mereka memberitahukan bahwa kau berada di negeri ini, dan hal itu membuat Artemis pun datang kemari untuk melihatmu…” Ucap Zenef.
“Namun, wanita itu berani sekali datang kemari… Apa dia tidak tahu masalah yang akan terjadi jika World Venerate dari negeri lain secara diam-diam datang ke negeri ini?” Lanjut sang ras Hampireman itu berkata, tidak habis pikir dengan kedatangan Artemis yang merupakan salah satu World Venerate negeri Lightio.
“Sepertinya akan ada sebuah masalah besar jika kita juga kemari bersama dengan World Venerate kita,” balas Lethis.
***
Berpindah pada Zchaira yang masih berusaha berkonsentrasi mengaktifkan kekuatan makhluk suci miliknya. Berbeda saat mendapatkan arahan dari Shydhie, gadis tersebut nampak masih kesulitan untuk bisa mengaktifkan kekuatan kesuburan abadi yang berada di dalam dirinya.
Entah apakah Zchaira akan berhasil menguasai mode kekuatan kesuburan abadi yang dikatakan oleh Shydhie sebelum ronde kedua turnamen Venerate dimulai, dimana gadis tersebut nantinya akan secara terang-terangan berhadapan dengan Venerate yang memiliki tingkatan lebih tinggi dibandingkan dengannya.
“Kurasa latihan hari ini cukup sampai disini…” Ucap Shydhie.
“Eh, Kenapa? Aku masih belum mengaktifkan mode kekuatan itu… Setidaknya biarkan aku mengaktifkannya terlebih dahulu sebelum kita mengakhirinya.” Zchaira pun terkejut mendengar ucapan Shydhie, dimana gadis tersebut sebenarnya masih belum puas dengan hasil tersebut, namun telah disuruh untuk berhenti.
“Kau masih bisa melakukannya esok hari… Jangan paksakan dirimu, jika kekuatan kesuburan abadi secara sembarangan diaktifkan, maka kau akan kehabisan Mana milikmu dengan cepat,” ucap Shydhie, memperingati Zchaira agar jangan terlalu memaksakan diri karena akan berdampak bagi dirinya sendiri.
Zchaira pun tidak memiliki pilihan lain, sontak mengikuti apa yang dikatakan oleh sang naga merak tersebut.
“Kalau begitu, aku akan kembali besok hari, apa kau akan tetap berada di tempat ini?” Tanya gadis itu.
“Tentu saja, aku akan tetap berada di tempat ini… Setidaknya aku penasaran ingin melihat kau menguasai mode kekuatan itu,” jawab sang naga merak.
“Baiklah… Aku pergi dulu Shydhie…” Zchaira kemudian berpamitan kepada Shydhie, dan menuju ke tempat Artemis dan Astrapi.
***
“Ibu… Kakak…” Tak berapa lama, Zchaira datang menghampiri Artemis dan Astrapi.
“Iya… Naga merak itu mengatakan bahwa lebih baik aku melanjutkannya esok hari, dan jangan terlalu memaksakannya,” jawab Zchaira.
“Kalau begitu, bagaimana dengan hasil latihanmu?” Tanya saudara gadis itu lagi.
“Soal itu… Aku masih belum berhasil, aku bahkan belum bisa mengaktifkan kekuatan makhluk suci milikku,” jawab Zchaira, nampak sedikit kecewa karena masih belum bisa memperlihatkan hasil yang memuaskan dalam latihannya.
Mendengar hal tersebut, Artemis datang mendekati Zchaira kemudian memegang pundak putrinya tersebut sambil memperlihatkan ekspresi tersenyum.
“Jangan khawatir, kau pasti bisa melakukannya nantinya… Untuk sekarang kau fokus dulu pada turnamen Venerate,” ucap Artemis, memberi semangat pada putri termudanya itu.
Zchaira pun lantas tersenyum mendengar ucapan Artemis. Gadis itu tiba-tiba merangkul tangan Artemis serta Astrapi, yang sontak membuat mereka terkejut serta merasa sedikit heran.
“Ayo kita pergi sekarang…” Gadis itu pun langsung menarik ibu serta kakaknya tersebut, beranjak dari pegunungan itu kembali ke kota Novacurve.
***
Beberapa saat kemudian di penginapan para murid akademi sihir, tampak Kral beserta Illios sedang bersama untuk merencanakan kembali mengenai penyusupan mereka ke dalam kediaman dari clan Drown pada malam hari untuk menemukan sebuah benda yang kemungkinan disembunyikan oleh ketua dari clan tersebut.
Disaat sedang menyusun rencana kembali menyamar menjadi para pelayan di dalam kediaman tersebut, Kral pun mengusulkan bahwa rencana penyelinapan tersebut hanya akan dijalankan oleh mereka berdua saja karena mengingat Astrapi harus mengawasi ibu mereka Artemis agar tidak curiga dengan rencana mereka yang sebenarnya datang ke kota Novacurve tersebut.
“Oh, kakak... Kau disini?”
“Kalau begitu, aku pergi dulu…”
Ketika selesai berdiskusi, tiba-tiba Aphrodia datang menemui mereka. Illios yang merasa peka, lantas pergi meninggalkan Kral dan Aphrodia bersama di tempat tersebut.
“Apa kalian akan kembali menyusup di tempat itu?” Tanya Aphrodia.
“Iya… Karena pada hari pertama kami semua masih gagal mendapatkan tempat disembunyikannya benda tersebut,” jawab Kral.
Aphrodia sebenarnya merasa khawatir jika kemungkinan mereka akan diketahui oleh para Venerate Fuegonia, serta mendapatkan sebuah masalah, namun perempuan itu juga mengerti bahwa Kral serta kedua adiknya melakukan hal tersebut adalah untuk Zchaira.
“Kral… Kau harus tetap berhati-hati…” Aphrodia pun hanya bisa memberikan nasehat kepada pria tersebut untuk tetap berhati-hati.
Mendengar ucapan tersebut, Kral pun meresponnya dengan menunjukan ekspresi tersenyum, merasa senang bahwa perempuan yang disukainya, mengkhawatirkan dirinya.
“Tentu saja… Aku pasti akan selalu berhati-hati,” respon Kral, tetap mempertahankan ekspresi senyumnya sambil menatap wajah Aphrodia.
***
Waktu pun berlalu, pada malam harinya di arena pertandingan, akhirnya turnamen Venerate hari yang kedua akan segera dimulai, dimana para penonton telah memenuhi arena tersebut, serta para peserta yang berpartisipasi telah bersiap untuk menunggu giliran mereka bertarung pada malam tersebut.
Diantara para penonton yang berada di tribun, terlihat Astrapi bersama dengan ibunya Artemis berada, dimana tanpa disadari oleh para penonton yang berada di sekitar bahwa kedua wanita yang sedang duduk tersebut merupakan Venerate tingkat atas.
Disaat sedang menunggu mulainya turnamen tersebut, Astrapi sontak terkejut karena dapat dengan jelas melihat bahwa di dalam tribun khusus tampak ketua clan Drown, yang tidak lain merupakan Rox.