
“Tujuan kami datang kemari…”
“Tentu saja kau pasti sudah mengetahui tujuan kami dengan berada di tempat ini,” ucap Zenef.
“Apa mungkin naga merak yang tinggal di pegunungan ini?” Tanya Illios.
“Benar sekali… Kami datang kemari karena megetahui bahwa naga tersebut tinggal di tempat ini,” jawab Lethis.
Mendengar hal tersebut Illios serta Astrapi sontak terkejut karena tanpa tidak disengaja mereka berdua telah membawa Zchaira ke dalam sebuah bahaya, karena mereka mengetahui bahwa gadis itu memang selalu dicari oleh para Venerate Machora Tira untuk mengincar kekuatan miliknya.
“Percuma saja… Kalian tidak akan bisa mendapatkan kekuatan itu, karena sang naga merak sudah pernah memberikan kekuatannya pada seseorang,” ucap Illios.
“Tentu saja kami juga tahu hal itu… Kami datang kemari karena mengetahui bahwa kami bisa merebut paksa kekuatan dari sang naga merak tersebut,” balas Zenef.
“Ngomong-ngomong… Dibanding mengatakan mengenai tujuan kami, aku seperti merasakan kehadiran naga merak itu.”
Saat mendengar ucapan dari Vampireman bernama Zenef tersebut, Illios dan Astrapi sontak langsung memperhatikan ke sekitar.
Tiba-tiba Vampireman itu mengakses kemampuan perpindahan ruang, dengan menghilang kemudian dalam sekejap muncul tepat di depan Zchaira.
“Bisa kutebak… Pasti gadis cantik ini kan merupakan pemegang kekuatan kesuburan abadi, maka dari itu sedari tadi aku berpikir bahwa naga merak tersebut berada disini,” ucap Vampireman sambil memperlihatkan senyuman menyeringai di wajahnya.
*
“Gadis itu pemegang kekuatan kesuburan abadi…” Ucap Lethis dalam hati, terkejut mengetahui hal tersebut dari Vampireman bernama Zenef.
**
Ketika Zchaira hendak menyerang, dengan sigap Vampireman itu langsung menendang kaki Zchaira hingga gadis itu pun jatuh tersungkur ke tanah.
“Akh…” Dengan kuat Vampireman itu langsung menginjak Zchaira, hingga merasa kesakitan.
**
“Sial…” Melihat hal tersebut, Illios dengan sigap meluncur untuk menolong bersama dengan Astrapi, namun pergerakan mereka sontak terhenti ketika melihat Vampireman itu hendak melancarkan serangan proyeksi elemen api merah yang memancar dari salah satu tangannya.
“Tunggu… Jangan sakiti dia, aku mohon padamu,” ucap Illios, memohon kepada Vampireman itu agar tidak menyakiti Zchaira.
Namun, Vampireman itu hanya merespon permohonan Illios dengan menunjukan ekspresi menyeringai sambil tetap memancarkan proyeksi elemen api merah dari salah satu tangannya untuk bersiap menyerang Zchaira.
**
Sementara itu, Lethis pun merasa kebingungan harus melakukan apa. Disamping dirinya mengetahui bahwa ketiga Venerate Lightio itu sebenarnya merupakan keluarganya, dia juga memiliki kewajiban sebagai Venerate Machora Tira untuk mengincar kekuatan makhluk suci yang berada di dalam diri Zchaira.
***
Berpindah pada Achilles dan para Venerate ras Elfman yang sedang berjalan menuju ke suatu tempat.
“Eh…” Tiba-tiba pria Elfman itu menghentikan langkahnya ketika merasakan sebuah tekanan kekuatan besar, yang nampak jauh lebih kuat dibandingkan dengan dirinya.
“Aku merasakan tekanan kekuatan dari Venerate yang lebih kuat dibandingkan dengan Continent Venerate dari arah pegunungan itu,” jawab Achilles sambil menunjuk ke pegunungan yang berada dekat dari kota itu.
“Tekanan kekuatan di pegunungan itu…” Respon Elfman tersebut.
“Pangeran kurasa itu adalah makhluk suci yang memang tinggal disana… Lebih baik kau abaikan saja karena mungkin premier Rox sudah terbiasa merasakan kehadiran makhluk suci itu,” lanjut Elfman itu berkata.
“Kurasa kau benar…” Mendengar hal tersebut Achilles pun tidak lagi menghiraukannya, dan lebih memilih untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke suatu tempat bersama para Elfman.
***
Kembali pada Zchaira yang masih tidak bisa berbuat apa-apa karena sedang berada dalam ancaman Vampireman yang hendak menyerangnya.
Tiba-tiba naga merak yang dicari-cari oleh mereka semua datang ke pegunungan itu menghampiri Zchaira dan yang lain.
Illios, Astrapi, bahkan Lethis dan Vempireman bernama Zenef itu pun lantas terkejut melihat kedatangan naga merak tersebut yang tidak disangka-sangka oleh mereka, hingga membuat tubuh mereka pun bergetar walaupun merupakan Venerate tingkat atas.
“Hei bocah… Sepertinya aku mengenal gadis yang kau injak itu…” Ucap sang naga merak bernama Shydie itu dengan suara yang menggema disertai dengan tekanan kekuatan, yang membuat Vampireman bernama Zenef itu pun langsung menjadi tegang.
“Lebih baik kau segera menyingkirkan kaki kotormu itu dari dia, karena walaupun aku memiliki tubuh yang besar, aku mampu melancarkan sebuah serangan besar walau hal tersebut hanya berefek kepadamu saja,” lanjut sang naga merak berbicara, memperingati Vampireman itu.
Perlahan-lahan Zenef pun langsung mengangkat kakinya yang tengah menginjak tubuh Zchaira, karena merasa takut dengan peringatan dari naga merak tersebut.
Tanpa pikir panjang, Vampireman itu langsung mennggunakan teknik perpindahan ruangnya, dengan terlebih dahulu menghilang dan muncul di depan Lethis, dia kemudian kembali menghilang bersama dengan Lethis meninggalkan tempat itu.
Setelah kedua Venerate Machora tira tu pergi meninggalkan tempat tersebut, perhatian Shydhie kemudian tertuju pada Illios dan Astrapi karena merasa bahwa kehadiran mereka di tempat itu tidak disenangi olehnya.
“Kalian juga lebih baik cepatlah pergi dari tempat ini, dan tinggalkan gadis itu… Atau jika kalian menolak maka aku tidak akan segan-segan untuk menyerang kalian,” ucap naga merak itu, memperingati Illios dan Astrapi sambil mengacungkan salah satu tangannya yang berukuran besar, serta memancarkan proyeksi energi berwarna biru.
“Tunggu… Jangan sakiti mereka Shydhie, mereka sebenarnya adalah dua saudaraku.” Disaat itulah Zchaira pun langsung menjelaskan kepada naga merak tersebut sambil menghadang tangan raksasa mahluk suci itu.
“Saudaramu…?” Tanya Shydhie, nampak penasaran.
“Iya… Karena aku ingin bertemu denganmu secara langsung, maka mereka berdua mengantarku kemari, walaupun mereka berdua sempat merasa ragu untuk datang kemari…”
“Kami sudah berada di tempat ini cukup lama sampai dua Venerate yang sebelumnya datang, dan salah satu dari mereka menyerang kami…” Ucap Zchaira, menjelaskannya kepada naga merak itu.
“Baiklah nak… Aku paham, jadi kalian adalah saudaranya yah…” Ucap Shydhie sambil menatap Illios dan Astrapi, yang membuat kedua orang itu lantas merasa sangat tegang.
Illios dan Astrapi langsung menganggukan kepala mereka secara bersamaan dengan ekspresi tegang, merespon ucapan naga tersebut.
“Anak-anak muda, apa seperti ini respon kalian… Setidaknya perkenalkan nama kalian atau apapun yang lain,” ucap Shydie kembali dengan suara yang menggema.
“Baik… Namaku adalah Illios dari clan Silkbar daerah Workyen… Aku adalah kakak kedua dari Zchaira… Sungguh sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda tuan Shydhie…” Illios pun langsung memperkenalkan dirinya sambil menunduk di depan naga merak tersebut.
“Namaku adalah Astrapi dari clan Silkbar daerah Workyen… Aku adalah kakak ketiga Zchaia… Sungguh sebuah kehormatan juga bisa bertemu dengan anda tuan Shydhie… Kumohon anda bisa membimbing Zchaira menjadi Venerate yang kuat.” Begitu juga dengan Astrapi yang langsung memperkenalkan namanya.