The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 32 - Tamu yang tak terduga



“Eh, sebenarnya ada beberapa orang yang datang kemari karena mengetahui kakak bersama anak-anak akan kembali,” ucap Flophia.


“Siapa mereka Flophia?” Tanya Artemis.


“Itu mereka…” Flophia lalu menunjuk tiga orang yang datang menghampiri tempat itu, yang ternyata adalah Kral, Illios serta Astrapi, anak-anak dari Artemis.


Ternyata tamu-tamu yang menemui Flophia sebelumnya merupakan tiga orang itu. Mereka datang ke daerah Workyen lebih awal untuk menyambut kedatangan dari Artemis dan dua saudara mereka.


Melihat tiga anaknya tersebut, Artemis sontak berlari dan langsung memeluk mereka sekaligus.


“Ibu sangat merindukan kalian… Maaf karena sudah meninggalkan kalian begitu lama… Ibu terpaksa melakukannya,” Ucap Artemis, sangat merindukan ketiga anaknya tersebut serta meminta maaf karena telah meninggalkan mereka dulu.


“Aku paham ibu… Aku mengerti mengapa kau harus harus menetap di wilayah utara demi melindungi adik kita,” balas Kral, anak tertua Artemis.


Semua yang mengetahui kebenaran dari ketiga orang itu, termasuk Hefaistos, Lucierence dan Rayvor tampak terkejut melihat mereka berada di tempat itu.


“Ayo berkenalan dengan adik-adik kalian…” Artemis kemudian menuntun ketiga anaknya datang menghampiri Megathirio dan Zchaira.


“Megathirio, Zchaira… Perkenalkan saudara-saudara kalian… Dia adalah Kral, kakak tertua kalian… Pemuda dengan warna rambut yang mirip dengan Megathirio ini adalah Illios, kakak kedua kalian… Dan gadis cantik ini adalah Astrapi, kakak ketiga kalian,” ucap Artemis, menunjuk satu per satu saudara Megathirio dan Zchaira.


Kral, Illios serta Astrapi lalu mendekati Megathirio dan Zchaira sambil tersenyum, merasa bahagia bertemu dengan dua saudara mereka itu.


“Megathirio… Aku tahu kau sebenarnya sudah mengenal kami…” Ucap Kral.


“Aku sangat penasaran mengapa hanya kita berdua yang tidak mewarisi warna dari kedua orangtua kita… Apa mungkin hanya kita berdua saja yang spesial?” Ucap Illios, membahas tentang persamaan fisik mereka.


“Adik, kau tumbuh jadi pemuda yang tampan… Tinggimu bahkan sudah melebihiku,” ucap Astrapi, memuji Megathirio.


Akan tetapi, walaupun mendengar ucapan-ucapan itu, Megathirio hanya diam, tidak memberikan respon yang berart bagi mereka.


Mereka bertiga tidak mempermasalahkan hal tersebut karena menganggap Megathirio masih canggung setelah enam belas tahun lamanya tidak melihat mereka.


Ketiga orang itu lalu berpindah kepada Zchaira untuk menyapa gadis itu juga.


“Hai Zchaira… Aku tahu ini baru perkenalkan kita… Tapi untuk kedepannya, jangan sungkan-sungkan jika kau ingin meminta saran kepadaku, karena aku adalah saudaramu juga,” ucap Kral.


“Jangan meminta saran kepada orang bersifat dingin ini… Dengan melihat raut wajahnya saja kau mungkin akan ketakutan… Kau bisa meminta saja kepadaku, aku aku bukan orang bersifat dingin seperti dia,” sambung Illios, meminta Zchaira untuk menanyakan saran padanya kapan-kapan.


“Kakak-kakak, apa kalian berdua ini bodoh? Tentu saja jika Zchaira ingin meminta saran, dia harusnya bertanya padaku sebagai sesame saudara perempuan,” sambung Astrapi juga, meminta Zchaira lebih baik menanyakan saran kepadanya, karena mereka berdualah sesame anak perempuan di dalam keluarga.


Zchaira pun menjadi bingung melihat ketiga saudaranya itu tampak seperti memperebutkannya, namun gadis itu tetap menghargainya dengan tersenyum mereka.


“Terima kasih untuk perhatian kalian… Aku sangat menghargai itu,” ucap Zchaira dengan kata yang sopan kepada tiga saudaranya itu.


“Oke, perkenalannya sampai disini dulu… Kita lebih baik masuk,” Flophia kemudian mengajak Artemis dan yang lain untuk masuk kedalam.


***


Kembali di kota yang berada di pinggiran sungai sebelumnya, dimana para Vampireman yang menjadi tawanan telah ditinggalkan oleh Hefaistos dan yang lain di dalam dek kapal.


Mereka tidak bisa kemana-mana karena sebuah lingkaran sihir yang terus aktif dan menghalangi mereka untuk pergi dari tempat tersebut.


Para Vampireman pun menjadi putus asa akan takdir mereka, entah apa yang akan terjadi kepada mereka kedepannya.


“Salam para Vampireman… Perkenalkan namaku adalah Gahaelix Dirkcourt… Mulai hari ini aku yang akan menjadi penanggung jawab kalian,” ucap pria itu, memperkenalkan identitasnya.


“Apa maksudmu dengan penanggung jawab, sialan?” Salah satu Vampireman tidak mengerti dengan ucapan pria itu, dan malah mengumpatinya.


“Aku akan menilai kalian semua apakah pantas menjadi prajurit Lightio… Sesuai informasi yang kudengar kalian adalah clan yang terbuang dari negeri kalian sendiri. Apakah aku salah?” Lanjut Gehaelix berkata.


Para Vampireman pun menjadi terdiam setelah mendengar penjelasan dari Venerate Lightio itu. Mereka merasa bahwa hal tersebut adalah kesempatan yang bagus bagi mereka untuk bisa mendapatkan pengakuan serta tempat tinggal setelah misi mereka gagal dan tidak diperkenankan untuk kembali ke negeri Machora Tira.


“Kalau begitu, waktunya untuk bebas…”


“Sillabare dimisit…” Gahaelix memakai kekuatan sihirnya untuk menghilangkan lingkaran sihir yang mengurung para Vampireman.


Akan tetapi, setelah para Vampireman pun kini terbebas dari lingkaran sihir tersebut, Joker yang merasa memiliki kesempatan tampak sedikit bergerak mencoba untuk menyerang pria Lightio itu.


“Joker hentikan…” Hal tersebut sontak langsung dihentikan oleh Silvan, ayah dari pria Vampireman tersebut.


Dengan ekspresi yang serius, Silvan sebagai pemimpin dari mereka berdiri dan mendekati Gahaelix.


“Apakah benar kami akan diakui oleh kalian semua?” Tanya Silvan.


“Tentu saja kalian bisa diakui, asalkan kalian tidak berbuat macam-macam… Aku mendapatkan perintah langsung dari presiden penyihir untuk mengawasi kalian semua,” jawab Gahaelix.


“Aku paham tuan… Aku juga ingin mengucapkan rasa terima kasihku kepada tuan presiden penyihir… Tenang saja, mulai hari ini kami akan selalu loyal kepada negeri Lightio. Aku menjamin bahwa kami tidak akan mengecewakanmu dan para Venerate Lightio lainnya,” ucap Silvan.


Gahaelix pun tersenyum mendengar pernyataan dari Vampireman tersebut, dan mulai mempercayai mereka.


“Kalau begitu, mari kita berangkat ke daerah New Sylievania, tempat tinggal baru kalian semua.”


***


Malam harinya, kembali ke kota Workyen dimana Artemis, Megathirio serta Zchaira kini berada di ruangan makan bersama dengan Lucierence, Flophia, Rayvor, Illios dan Astrapi, namun yang terlihat berada di ruangan tersebut adalah Hefaistos dan Kral.


Semua nampak bahagia menikmati makan malam mereka sambil bercanda satu sama lain.


Tampak Zchaira duduk disamping Astrapi saudara perempuannya dan ibunya Artemis, sedangkan Megathirio tampak duduk disamping Illios dan Rayvor.


***


Berpindah ke sebuah balkon, tampak Kral sedang sendiri menatap langit malam yang dipenuhi oleh benda-benda langit.


“Kral…” Tak berapa lama, pria itu dihampiri oleh ayahnya, Hefaistos.


“Ada apa kau menemuiku?” Tanya Kral.


“Terima kasih karena kau dan kedua adikmu datang kemari…”


“Ayah, kau tidak usah berpikir bahwa aku kemari untuk membuat ibu agar tidak curiga kalau kami sudah tidak lagi tinggal di Hawkingson.” Belum sempat selesai, putra pemimpin negeri Lightio itu langsung memotong ucapannya.


“Iya… Ayah juga mengerti itu… Tapi, apa kalian juga akan pergi ke Hawkingson?” Tanya Hefaistos.


“Tentu saja… Aku tidak mau melewatkan penobatan kembali wakil presiden penyihir Lightio… Akan tetapi, setelah itu kau harus bersiap bahwa ibu akan mengetahui kebenaran kami bukan lagi bagian dari wilayah timur,” ucap Kral dengan ekspresi serius.