
“Tapi, bisakah kau berdiri sekarang Charlett?” Ucap Astrapi, menyuruh perempuan tersebut untuk berdiri, karena Astrapi mulai kesakitan ditindih olehnya.
“Auphia, tolong bantu aku… Berat badan perempuan ini sepertinya telah bertambah sejak terakhir kali bertemu.” Astrapi pun lantas meminta bantuan kepada perempuan yang satunya agar menyingkirkan perempuan bernama Charlett tersebut dari atasnya.
“Apa kau bilang? Kau kejam sekali Astrapi…” Perempuan bernama Charlett itu pun sontak merasa tersinggung mendengar ucapan dari Astrapi.
“Akh… Tolong aku… Walaupun aku seorang Continent Venerate, tapi aku tetap masih manusia biasa,” ucap Astrapi, tidak kuat lagi menahan ketika Charlett lebih kuat menindihnya.
Akan tetapi, perempuan yang bernama Auphia tersebut kesulitan mengangkat temannya itu karena terus bersikeras tidak mau menyingkir dari atas Astrapi.
“Maaf nona… Tapi jika kau terus menindihnya seperti itu, si cantik ini akan segera remuk.” Lantas Megathirio pun langsung bertindak memindahkan perempuan bernama Charlett tersebut hanya dengan menggunakan salah satu tangannya.
“Kau tidak apa-apa cantik?” Sambil membantu Astrapi berdiri, Megathirio pun kembali mengambil kesempatan untuk menggoda kakak perempuannya tersebut, membuat Astrapi merasa canggung lagi.
“Waah… Siapa si tampan ini Astrapi? Dia romantis sekali… Apa mungkin dia adalah pacarmu?” Tanya Charlett.
“Bisa dibilang hubungan kami memang seperti itu…”
“Tentu saja tidak… Dia adalah adikku,” ucap Astrapi, memotong ucapan Megathirio yang mau membohongi Charlett.
“Dia adalah adikmu yah… Pantas saja terlihat mirip dengan kakak Illios,” ucap Charlett sambil memperhatikan wajah Megathirio, membuat pemuda itu sedikit canggung hingga harus berpaling ke arah lain.
“Ngomong-ngomong Astrapi, selain dua pemuda ini adalah saudara sepupumu, ternyata kau juga memiliki saudara kembar.” Selanjutnya perempuan bernama Auphia lantas bertanya ketika melihat wajah Zchaira yang mirip dengan Astrapi.
“Siapa namamu?” Tanya Auphia pada Zchaira.
“Aku Zchaira dari clan Hairowl daerah Wiaminnota,” jawab Zchaira.
“Kalau begitu salam kenal… Aku Auphia dari clan Casdarago wilayah Paolis,” balas Auphia, memperkenalkan namanya juga.
“Kalau aku Charlett dari clan Sladorsey wilayah New Xemico… Salam kenal Zchaira,” sambung Auphia, tidak mau kalah untuk memperkenalkan namanya.
Zchaira pun tersenyum merespon perkenalan nama dari kedua murid Land Venerate tersebut.
“Ngomong-ngomong kalian sedang apa disini?” Tanya Charlett.
“Aku sedang mengajak adik-adikku berkeliling karena mereka merupakan murid baru di akademi ini,” jawab Astrapi.
“Oh begitu yah… Aku mengerti kenapa kalian baru saja masuk ke dalam akademi ini… Kami sebenarnya tahu bahwa Astrapi memiliki dua orang saudara yang selama ini tinggal di wilayah utara…”
“Aku senang akhirnya kalian bisa kembali bersama-sama lagi,” ucap Charlett.
Akan tetapi, Ekspresi Astrapi nampak sedikit sedih mendengar Charlett, karena hal tersebut tidak seperti keadaan yang dikatakan oleh perempuan itu akibat Astrapi, Illios dan Kral harus berada di pihak para Venerate wilayah barat.
“Baiklah… Waktunya kita pergi ke tempat lain,” ucap Astrapi mendorong adik-adiknya meninggalkan kedua teman Land Venerate-nya tersebut.
“Charlett, Auphia… Kalian jangan kemana-mana dulu… Setelah aku selesai mengajak adik-adikku berkeliling aku akan segera menemui kalian lagi… Setidaknya kita jalan-jalan terlebih dahulu ke kota Xemico.” Astrapi pun berpesan sebelum pergi meninggalkan kedua temannya itu.
“Baik… Akan kutunggu…” Respon Charlett.
***
“Kakak, apa kita harus datang kemari?” Tanya Rayvor.
“Tentu saja… Setidaknya ini bangunan terakhir yang harus kita masuki,” jawab Astrapi.
“Ayo masuk…” Tanpa pikir panjang, perempuan itu lantas berjalan lebih dulu memasuki pintu utama yang berada di depan bangunan tersebut.
“Akh…” Megathirio dan Zchaira secara bersamaan tiba-tiba tersangkut di depan pintu masuk tersebut karena terhalang oleh sebuah penghalang tak kasat mata.
“Sebenarnya aku mengetahui bahwa tempat tidak bisa dimasuki oleh sembaranga murid… Mungkin murid yang berada di tingkatan Land Venerate ke atas saja yang bisa memasuki tempat ini,” ucap Rayvor.
“Jadi begitu yah… Lagipula apa ini adalah tempat murid Continent Venerate?” Tanya Megathirio.
“Tidak, ini adalah tempat para tetua serta guru-guru d akademi ini berada.”
“Kalau begitu dimana tempat khusus para murid Continent Venerate?”
“Tidak ada tempat khusus bagi para Continent Venerate, karena jika mereka telah mencapai tingkatan tersebut mereka akan dibebaskan memilih tetap berada di akademi ini atau pergi ke tempat lain, walaupun tetap dianggap murid akademi ini sampai berusia dua puluh empat tahun,” ucap Astrapi, menjelaskan kepada Megathirio dan Zchaira.
“Kakak, mendengar hal itu aku jadi penasaran apakah ada murid akademi ini yang mencapai tingkatan World Venerate?” Tanya Zchaira, penasaran.
“World Venerate… Untuk sekarang belum ada murid akademi yang berada di tingkatan tersebut… Tapi, dulu terdapat dua murid yang berada di tingkatan itu,” jawab Astrapi.
“Kalau begitu siapa mereka?” Hal tersebut lantas membuat Zchaira menjadi lebih penasaran.
“Tentu saja itu adalah dua orangtua kita… Si Hefaistos itu menjadi World Venerate ketika berusia dua puluh tiga tahun. Sedangkan si Artemis itu menjadi World Venerate pada usia kedua puluh dua tahun.”
“Pantas saja mereka kini menjadi pemimpin negeri Lightio,” respon Zchaira.
“Tapi, ada juga murid yang menjadi World Venerate jauh lebih muda dari kedua orang itu…” ucap Astrapi, membuat Megathirio dan Zchaira, dan bahkan Rayvor serta Flogaz pun merasa penasaran karena belum pernah mendengar hal tersebut.
“Namun, murid itu berasal dari akademi sihir negeri Blueland… Saat itu saja semua Venerate di benua Aizolica sempat gempar mendengar informasi bahwa salah satu Venerate muda Blueland yang masih berusia lima belas tahun telah mencapai tingkatan tertinggi itu… Hal itu langsung membuatnya mendapatkan julukan sebagai World Venerate termuda yang pernah ada,” ucap Astrapi, menjelaskan kepada mereka semua tentang murid tersebut yang ternyata berasal dari negeri para ras Elfman.
“World Venerate di usia lima belas tahun… Aku bahkan tidak bisa memperkirakan sekuat apa dia saat ini,” respon Megathirio.
“Eh, kalian ada disini?” Tak berapa lama, tiba-tiba Illios keluar dari dalam bangunan tersebut dan sontak sedikit terkejut melihat mereka semua berada di depan pintu masuk.
“Apakah kalian sudah selesai berkeliling?” Tanya Illios.
“Sebenarnya kami ingin masuk ke dalam tempat ini, namun ada penghalang yang membuat mereka tidak bisa masuk,” jawab Astrapi.
“Tentu saja tempat ini tidak bisa sembarangan dimasuki oleh para murid akademi,” ucap Illios.
“Kalau begitu, kalian mungkin bisa kembali ke asrama kalian masing-masing… Karena aku mau bertemu dengan teman-temanku yang sebelumnya…” Ucap Astrapi.
“Atau mungkin kalian mau ikut keluar bersamaku ke kota Xemico?” Tanya Astrapi.
Tanpa pikir panjang, semuanya pun langsung menganggukan kepala mereka, setuju dengan tawaran dari Astrapi