
“Akh…” Zchaira menerima uluran tangan dari Haniwa ternyata hanya ingin kembali berdiri dan kemudian menendang kaki anak laki-laki itu hingga dia pun jatuh tersungkur serta merasa kesakitan.
“Setidaknya itu sepandan…” Ucap Zchaira, lalu pergi meninggalkan anak laki-laki itu.
–3 Agustus 3024–
Keesokan harinya berganti, dimana pertarungan adu kekutan fisik antara dua orang murid, diantara para murid-murid baru pun masih tetap berlangsung.
Hanya saja, mereka kembali mengacak para murid-murid baru yang akan berpasangan untuk saling mengadu kekuatan fisik mereka satu sama lain.
Zchaira kini berhadapan dengan seorang anak perempuan, dimana gadis itu bertekad akan memenangkan pertarungan kali ini. Sementara Megathirio kini berhadapan dengan seorang anak laki-laki yang memiliki tingkatan Division Venerate, hal tersebut dikarenakan tidak ada lagi murid baru lainnya yang memiliki tingkatan di atas Division Venerate selain Lucia, lawan yang berhadapan dengan Megathirio kemarin hari.
Begitu juga dengan Lucia, kini berhadapan dengan seorang anak laki-laki yang memiliki tingkatan Division Venerate lainnya karena tidak ada lagi murid baru yang memiliki tingkatan setarah dengan Vampireman perempuan itu.
***
“Akh…” Karena hanya melawan seorang anak kecil yang memiliki ukuran fisik lebih kecil dibandingkan dengannya, Megathirio pun mampu memenangkan pertarungan tersebut dengan hanya melancarkan beberapa pukulan saja hingga anak laki-laki itu pun terkapar tak berdaya.
“Akh…” Begitu juga dengan Lucia, yang dengan mudah langsung memenangkan pertarungan melawan seorang anak laki-laki lain hanya dengan melancarkan sebuah tamparan hingga anak laki-laki itu pun langsung terkapar tak berdaya.
“Mattson... Keluar…”
“Henriel... Keluar…”
Raumian pun datang menghampiri tempat bertarung mereka masing-masing lalu mengumumkan kekalahan kedua anak laki-laki itu dari Megathirio maupun Lucia.
***
“Urgh…” Sementara itu pada pertarungan Zchaira dan seorang anak perempuan, terlihat cara bertarung dari kedua murid baru tersebut hanya saling mejambakan rambut mereka satu sam lain.
Diantara kedua murid baru tersebut tidak ada yang ingin menyerah. Mereka terus menjambak rambut satu sama lain tanpa berhenti sampai Raumian pun datang ke tempat pertarungan mereka.
“Zchaira dan Mecelyn… Keluar…” Tidak punya pilihan karena menggunakan cara bertarung seperti itu, sang guru bernama Raumian tersebut lantas menyatakan keduanya sama-sama mengalami kekalahan.
“Apa?” Zchaira pun terkejut mendengar pernyataan dari Raumian.
“Tuan bagaimana mungkin? Aku bahkan masih kuat melawannya…” Ucap Zchaira, mengomentari pernyataan dari Raumian karena dirinya masih bisa bertarung melawan anak perempuan itu.
“Aku juga masih kuat melawannya,” sambung anak perempuan bernama Mercelyn, yang juga tidak menerima pernyataan dari guru tersebut.
“Memangnya sampai kapan kalian akan saling menjabak rambut jika diantara dari kalian masih belum menyerah juga… Apa mungkin harus menunggu sampai kalian berdua menjadi botak?” Ucap Raumian dengan nada suara tinggi kemudian langsung meninggalkan dua murid perempuan itu.
Zchaira beserta anak perempuan bernama Mercelyn itu pun hanya bisa pasrah menerima kekalahan seri mereka tanpa bisa berkomentar lagi.
–4 sampai 22 Agustus 3024–
Selama pelajaran adu kekuatan fisik tersebut murid yang memiliki poin tetinggi adalah Lucia, dimana tidak ada satupun kekalahan yang dialami oleh Vampireman perempuan itu karena hanya dengan melancarkan satu serangan fisik saja perempuan tersebut mampu mengalahkan lawannya.
Sementara posisi kedua dengan poin terbanyak ditempati oleh Megathirio. Pemuda itu juga selalu menang behadapan dengan lawan-lawannya kecuali pada pertarungann pertama ketika melawan Lucia, yang membuat poinnya jatuh hingga tiidak bisa mengungguli poin dari Lucia.
Sedangkan untuk Zchaira, dimana gadis itu menjadi salah satu murid yang mendapatkan poin terendah karena selalu saja mengalami kekalahan saat berhadapan dengan murid yang menjadi lawannya. Berbeda pada saat pelajaran pertama, dimana gadis itu mendapatkan poin tertinggi, mengungguli poin-poin dari semua murid baru karena selalu berada di posisi pertama ketika sampai di depan akademi sihir.
***
Di hari selanjutnya, para murid baru mendapatkan pelajaran ketiga mereka, dimana semua murid baru harus kembali berlari, tetapi jalur yang mereka dapatkan hanya mengitari akademi sihir yang berada di luar jembatan-jembatan penghubung.
Para murid baru dengan semangat walaupun merasa bosan disaat yang bersamaan karena masih belum mendapatkan pelajaran untuk bisa mengasah kekuatan sihir mereka.
Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat Zchaira, Megathirio bahkan Lucia menjadi patah semangat. Mereka tampak berlomba menjadi murid yang berada di posisi paling depan, namun khusus untuk pelajaran ketiga itu para murid baru yang seperti melakukan pelatihan fisik mereka saja tanpa harus mendapatkan sebuah poin.
***
Pada salah satu bangunan yang berada di dalam akademi sihir, terlhat Rayvor berserta adiknya Flogaz sedang memperhatikan para murid baru berlari, khususnya Zchaira, Megathirio dan Lucia.
“Haah… Untuk apa mereka melakukan hal itu,” ucap Flogaz.
“Jangan seperti itu… Kita kan dulu juga melewati pelajaran ini… Bahkan kau yang selalu mendapatkan poin terendah,” balas Rayvor.
“Diam kau…” Respon Flogaz, merasa malu karena mengingat kembali saat pertama kali masuk ke akademi sihir itu.
“Sedang apa kalian disini?” Disaat Rayvor dan Flogaz sedang berbincang, tiba-tiba dua orang murid datang menghampiri mereka.
“Andras… Shaevanjoe…” Ucap Rayvor, memanggil nama dua murid tersebut.
Andras berserta Shaevanjoe, merupakan dua murid bersaudara yang kini berada di kelas Regional Venerate sama seperti Rayvor dan adiknya. Kedua murid tersebut merupakan murid yang berasal dari clan Raynote daerah New Xemico, dimana merupakan salah satu clan besar yang berada di wilayah barat.
Sebenarnya hubungan antara kedua murid itu dengan Rayvor dan Flogaz tidak begitu akrab karena saat pertemuan pertama mereka, kedua pasang saudara itu sempat bersitegang karena satu sama lain mengetahui berasal dari dua clan yang saling bertentangan.
Namun, karena sudah sedikit lama serta berada di kelas yang sama, hubungan antara Rayvor dan Flogaz dengan Andras dan Shaevanjoe menjadi lebih baik dibanding saat pertama kali.
“Kami hanya sedang memperhatikan murid baru saja,” jawab Rayvor.
Andras dan Shaevanjoe kemudian berjalan dekat lalu memperhatikan para murid-murid baru yang sedang berlari. Perhatian dari mereka seketika langsung tertuju kepada dua murid perempuan yang berada di posisi paling depan, dimana merupakan Zchaira dan Lucia.
Dalam benak Andras, pemuda itu tampak terkesima melihat kecantikan dari Lucia yang sebenarnya merupakan ras Vampireman itu. Sedangkan untuk Shaevanjoe, dimana pemuda yang satu itu tampak terkesima pada perempuan yang satunya, yang tidak lain merupakan Zchaira.
“Gadis dengan rambut hitam panjang diurai itu kenapa terlihat sangat cantik sekali?” Ucap Shaevanjoe secara terang-terangan kepada mereka semua sambil menunjuk Zchaira.
“Gadis itu… Kurasa kau benar. Namanya adalah Zchaira dari clan Hairowl daerah Wiaminnota,” ucap Rayvor memberitahu identitas Zchaira.