The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 132 - Megathirio mencapai tingkatan Land Venerate



“Baiklah, waktunya untuk para murid-murid kelas Regional Venerate menentukan tingkatan kekuatan mereka kali ini… Bagi nama kalian dipanggil, dimohon untuk segera maju mendekati lingkaran sihir yang berada di tengah,” ucap Arlias.


Ketika nama mereka dipanggil, satu per satu murid kelas Regional menuju ke tengah aula dan berdiri tepat dibawah diagram sihir berwarna putih kemudian mulai mengaktifkan tekanan kekuatan mereka masing-masing.


Dari semua murid-murid kelas Regional Venerate yang berjumlah tiga puluh lima murid, tidak ada satupun dari mereka, termasuk Rayvor, Flogaz, Lucia, Andras serta Shaevanjoe yang berhasil naik ke tingkatan Land Venerate, atau tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi.


***


“Megathirio dari clan Hairowl daerah Winaminnota…” Setelah semua murid Regional dipanggil, kini giliran Megathirio yang menjadi murid ketiga puluh enam dalam kelas tersebut yang akan menentukan tingkatan kekuatannya.


Megathirio dengan tenang berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan menuju ke tengah aula.


Setelah sampai di tengah, dan berdiri tepat di atas diagram sihir berwarna putih, pemuda itu langsung mengaktifkan tekanan kekuatannya, yang langsung membuat warna pada diagram sihir tersebut berubah-ubah. Dimulai dari warna ungu yang pertama, kemudian dengan cepat kembali berubah menjadi warna biru, kemudian warna biru muda, dan bertahan ke warna hijau, yang merupakan warna dari tingkatan Regional Venerate.


Belum puas dengan hal tersebut, Megathirio kembali berkonsentrasi sembari sang tetua kepala masih belum menentukan tingkatan kekuatannya.


Tak berapa lama, diagram sihir yang berwarna hijau tersebut, seketika berubah menjadi warna kuning, yang menandai bahwa tekanan kekuatannya tersebut telah setarah dengan Venerate tingkat Land Venerate.


“Megathirio Hairowl… Land Venerate…” Karena warna kuning yang ditunjukkan oleh diagram sihir tersebut tetap bertahan dalam waktu yang lebih lama, Arlias pun langsung mengumumkan tingkatan kekuatan dari pemuda itu.


Melihat warna yang ditunjukkan oleh diagram sihir tersebut, serta mendengar pernyataan dari Arlias, membuat semua murid-murid akademi sihir pun bertepuk tangan karena pemuda tersebut merupakan satu-satunya murid Regional Venerate yang berhasil naik ke tingkatan Land Venerate.


Megathirio pun berhenti megaktifkan tekanan kekuatannya, dan kemudian kembali ke tempat para murid Regional Venerate dengan tenang.


“Wah, kakak… Selamat karena telah berhasil naik ke tingkatan Land Venerate…” Ucap Rayvor, memberikan selamat kepada Megathirio.


“Selamat juga kakak, walau sebenarnya aku sedikit iri dengan hal itu,” sambung Flogaz, yang juga memberikan selamat kepada pemuda itu.


“Sama-sama… Kalian juga tetap harus bersemangat…” Respon Megathirio.


Pemuda itu kemudian menatap Lucia, yang langsung membuat Vampireman perempuan itu kebingungan karena tiba-tiba menatapnya.


“Ada apa?” Tanya Lucia.


“Kau tidak mau memberiku selamat…” Jawab Megathirio.


“Kenapa juga aku harus memberimu selamat?” Lucia pun menolak memberikan selamat kepada Megathirio dan langsung menoleh ke arah lain.


Walaupun diperlakukan seperti itu, namun Megathirio tetap menunjukkan ekspresi tersenyum, merasa senang bisa berbicara dengan perempuan itu.


***


“Wah… Anak itu perlahan-lahan mulai mengejar kita,” ucap Astrapi, mendengar pernyataan dari Arlias yang menyatakan bahwa Megathirio kini telah berada di tingkatan Land Venerate.


“Aku bisa bertaruh, jika Megathirio sejak usia dua belas tahun sudah masuk ke akademi ini, pasti dia sudah setarah dengan kita bertiga,” sambung Illios.


“Walaupun begitu, tanpa masuk ke akademi ini sebelumnya, dia sudah bisa mencapai tingkatan Regional Venerate berkat bimbingan dari ibu,” sambung Kral juga.


***


“Kakak, aku tidak menyangka bahwa kakak Megathirio bisa menjadi satu-satunya murid Regional Venerate yang naik tingkatan ke Land Venerate,” ucap Wenra.


***


“Baiklah… Waktunya bagi para murid-murid kelas Land Venerate untuk menentukan tingkatan kekuatan mereka masing-masing…” Beberapa saat kemudian, Arlias pun mengumumkan bahwa penentuan tingkatan kekuatan dari para murid Land Venerate akan segera dimulai.


“Toner dari clan Syndiotactic daerah Xetas…” Arlias pun langsung memanggil Toner sebagai murid pertama yang akan menentukan tekanan kekuatan miliknya kini.


**


Toner pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke tengah aula, serta dengan percaya diri bahwa kali ini dirinya akan mencapai tingkatan Continent Venerate.


Setelah sampai di tengah aula, pemuda itu pun langsung mengaktifkan tekanan kekuatannya yang nampak lebih besar dibandingkan dengan para murid-murid Regional Venerate sebelumnya.


Dimulai dari warna ungu, diagram sihir tersebut terus berubah-ubah warna hingga akhirnya bertahan di warna kuning.


Karena masih belum puas, pemuda itu berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya hingga lebih memancarkan tekanan kekuatan yang lebih besar.


Akan tetapi, walau sudah melakukan hal tersebut, diagram sihir yang merespon tekanan kekuatannya tetap tidak mengalami sebuah perubahan warna lagi.


Karena sudah mencapai batasnya, Toner pun langsung menghentikan memancarkan tekanan kekuatannya, dan lebih memilih bahwa dirinya kini masih tetap berada di kelas Land Venerate.


“Toner Syndiotactic… Land Venerate…” Bersamaan dengan hal itu, Arlias pun langsung mengumumkan tingkatan kekuatan dari Toner yang masih sama seperti sebelumnya.


Walaupun sedikit kecewa, namun Toner tetap merasa puas dengan hal tersebut. Dia pun kembali berjalan menuju tempat para murid-murid kelas Land Venerate.


“Selamat… Karena berhasil menetap di kelas Land Venerate,” ucap Elidryn ketika Toner datang menghampiri para murid Land Venerate.


“Diam kau…”


***


Beberapa saat kemudian, sembilan murid Land Venerate kemudian satu per satu menuju ke tengah aula kemudian mulai mengaktifkan tekanan kekuatan mereka masing-masing.


Kesembilan murid Land Venerate tersebut tetap mengalami hal yang sama, satu pun dari mereka tidak ada yang bisa naik ke tingkatan yang lebih tinggi.


Walaupun merasa sedikit kecewa seperti Toner, tetapi para murid Land Venerate tersebut paham bahwa untuk mencapai tingkatan Venerate atas memang bukan sesuatu yang mudah untuk bisa dilakukan.


***


“Walaupun kalian semua gagal naik ke tingkatan yang lebih tinggi, namun aku berharap bahwa kalian jangan terlalu kecewa dengan hal tersebut, dan tetaplah berusaha lebih keras lagi…” Ucap Arlias, memberikan semangat, khususnya kepada para murid-murid kelas Land Venerate.


“Kurasa penentuan tingkatan kekuatan dari para murid-murid akademi sihir ini telah selesai… Aku mengucapkan terima kasih kepada kalian semua yang sudah berkumpul di tempat ini,” lanjut sang tetua kepala itu berkata, tiba-tiba hendak mengakhiri penentuan kekuatan dari para murid-murid akademi sihir, tanpa menunggu giliran dari para murid-murid kelas Continent Venerate.


**


“Hei… Hei… Pak tua… Apa maksudnya ini? Apa mungkin kau ini sudah pikun, atau sebenarnya mau mencari masalah dengan kami?” Mendengar hal tersebut, Illios pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan mengomentari Arlias dengan suara yang menggema.


**


“Mohon maaf, sepertinya aku lupa bahwa masih ada tiga murid yang belum mendapatkan giliran menentukan tekanan kekuatan mereka,” ucap Arlias.