
“Maaf nona, akan kujelaskan kenapa kami datang ke kota ini dengan Venerate tingkat atas kami.” Tiba-tiba Zchaira berbicara kepada Neyndra dengan maksud ingin menjelaskan tentang kebingungan dari perempuan tersebut.
Zchaira kemudian menjelaskan bahwa sebelumnya mereka berlima, Aphrodia, Rayvor, Flogaz, Haniwa, dan bahkan gadis itu yang ditunjuk untuk mengikuti turnamen Venerate sempat merasa ragu untuk pergi ke negeri Fuegonia, dimana karena para Venerate berasal dari seluruh negeri benua Aizolica akan berkumpul di kota itu, karena negeri Lightio juga memang secara jelas bermusuhan dengan negeri-negeri para ras keturunan campuran yang mendominasi benua Aizolica.
Ditambah lagi bahwa kini negeri Fuegonia dan Lightio sempat bersitegang akibat permasalahan pengusiran salah satu pemimpin negeri Fuegonia yang sebelumnya dusir oleh presiden penyihir Lightio, maka dari itu mereka terpaksa harus datang bersama dengan Venerate tingkat atas Lightio untuk setidaknya mengantisipasi sebuah penyerangan yang masih belum diketahui hendak terjadi ataupun tidak.
“Baiklah… Aku bisa paham dengan penjelasanmu itu nona…” Ucap Neyndra, mengerti dengan penjelasan yang diucapkan oleh Zchaira.
“Tapi, aku tetap akan menghafal wajahmu nona Venerate tingkat atas, karena mustahil ataupun tidak, aku tetap merasa kau akan menyamar sebagai Venerate lebih rendah untuk mengikuti turnamen besok hari,” lanjut Neyndra, memperingati Astrapi.
“Tentu saja tidak nona… Aku datang kemari hanya untuk menjadi pendukung dari rekan-rekanku yang akan mengikuti turnamen Venerate pada besok hari,” balas Astrapi, menjelaskan tujuannya kepada Neyndra.
“Baiklah kalau begitu, maaf sudah menggangu kalian… Setidaknya bersenang-senanglah dulu di kota ini sebelum kalian mengikuti turnamen,” respon Neyndra.
“Ayo Drakon… Kita pergi…” Neyndra kemudian merangkul Drakon, lalu pergi dari tempat itu meninggalkan para murid-murid akademi sihir.
Astrapi pun akhirnya bisa merasa legah setelah perempuan itu setidaknya tidak lagi akan mencurigainya yang datang ke kota tersebut sebagai Venerate tingkat atas.
“Zchaira, bagaimana kau bisa terpikirkan alasan seperti itu?” Tanya Astrapi, nampak terkejut ketika adiknya itu menyelamatkan dengan menjelaskan alasan secara rinci kepada perempuan Fuegonia sebelumnya.
“Setidaknya selama ini aku tahu jika negeri Lighito memang tidak bersahabat dengan negeri-negeri dari para ras keturunan campuran itu kan…”
“Aku juga tahu bahwa saat penerimaan murid-murid baru akademi sihir pada tahun sebelumnya pernah dihadiri oleh para ras Elfman yang merupakan Venerate negeri ini… Aku sebelumnya mendengar bahwa saat itu presiden penyihir mengusir para Venerate Fuegonia, dan karena itulah yang membuat Negeri Fuegonia dan negeri Lightio bersitegang…”
“Karena hal itu yang terpikirkan olehku, maka aku terpaksa mengatakannya saja…” Ucap Zchaira, menjelaskan dengan panjang lebar kepada para murid akademi.
Astrapi dan semua murid akademi sihir, nampak terkejut mengetahui bahwa Zchaira ternyata mengetahui hal tersebut, dan bisa terpikirkan disaat-saat seperti sebelumnya.
“Disamping itu, ada yang ingin kubicarakan denganmu kakak…” Ucap Zchaira kepada Astrapi.
“Apa itu?” Mendengar hal tersebut, Astrapi pun lantas bertanya.
“Ikut aku semuanya…” Zchaira pun langsung menarik Astrapi kakaknya sambil menyuruh murid-murid lain mengikutinya pergi dari tempat itu untuk berbicara mengenai sesuatu.
**
Tak berapa lama, Zchaira dan yang lain kemudian sampai di sebuah lorong diantara gedung pencakar langit kota Novacurve, yang terlihat cukup sunyi.
“Sebenarnya apa yang ingin kau bocarakan Zchaira?” Tanya Astrapi sekali lagi, karena merasa penasaran dengan adiknya tersebut.
“Kakak, aku sedari awal memang sudah peasaran jika kau dan kakak Kral serta kakak Illios datang bersama kami bukan untuk menjadi pengawal atau apapun itu kan…” Ucap Zchaira.
“Benar Astrapi, sebenarnya apa tujuan kau serta Kral dan Illios datang ke kota ini?” Sambung Aphrodia, yang juga memang curiga dengan Astrapi, serta kedua kakak dari perempuan tersebut.
“Eh… Sebenarnya…”
*
**
“Baiklah… Akan aku ceritakan apa sebenarnya tujuan kami ikut bersama kalian ke kota ini.” Astrapi pun tidak bisa berbuat apa-apa ketika melihat semua murid akademi nampak penasaran sambil menatapnya dengan ekspresi serius.
“Tujuan kami sebenarnya datang kemari adalah untuk mencari sebuah benda yang merupakan milik negeri Lightio, yang pernah dicuri oleh salah satu Venerate Fuegonia,” ucap Astrapi menceritakan tujuan dia sebenarnya, serta Kal dan Illios datang ke kota tersebut.
“Salah satu Venerate Fuegonia… Apa mungkin dia ada di kota Novacurve ini?” Tanya Aphrodia, penasaran.
“Orang yang mengambil benda milik negeri Lightio itu bahkan adalah premier serta ketua clan terbesar di daerah ini, dia bernama Rox Drown,” jawab Astrapi.
“Rox Drown yah…” Respon Aphrodia, karena juga nampak mengetahui tentang Venerate tersebut.
“Aku mohon, kalian fokus saja pada turnamen kalian… Aku, Kral dan Illios harus setidaknya menemukan tempat dimana orang itu menyembunyikan benda tersebut,” ucap Astrapi sambil memohon pada kelima murid akademi sihir tersebut.
Mendengar hal tersebut, Zchaira dan murid-murid akademi yang lain pun hanya bisa setuju serta membiarkan para murid kelas Continent Venerate itu melakukan tujuan mereka datang ke kota tersebut.
“Tapi Astrapi, kalian harus tetap berhati-hati untuk mencari benda itu, terutama kau yang sudah diketahui oleh dua Venerate Fuegonia sebelumnya, bahwa kau adalah Venerate tingkat atas,” ucap Aphrodia, sedikit memperingati Astrapi mengenai misi yang akan dilakukan oleh perempuan itu beserta kedua kakaknya.
“Baik kakak… Tenang saja, aku pasti tidak akan diketahui oleh Venerate Fuegonia lagi,” respon Astrapi.
Setelah merespon hal tersebut, tiba-tiba alat komunikasi milik Aphrodia berbunyi. Ketika melihatnya Aphrodia pun terkejut bahwa yang menghubunginya adalah Kral.
“Kakak, kenapa kau tidak mengangkatnya?” Tanya Astrapi, nampak bingung melihat Aphrodia terdiam ketika alat komunikasinya berbunyi.
Karena mendengar Astrapi bertanya seperti itu, dengan terpaksa Aphrodia pun langsung megangkat sambungan komunikasi tersebut, walaupun agak canggung harus berbicara dengan Kral di depan para murid-murid akademi yang lain.
“Iya Kral… Ada apa?” Tanya Aphrodia.
“Aphrodia… Kami sudah menemukan tempat untuk kalian tinggal dalam beberapa hari ke depan… Kurasa kalian harus segera kemari untuk melihatnya,” jawab Kral menyuruh mereka semua untuk datang ke tempat penginapan yang sudah dicari olehnya dan Illios.
Disamping itu, Aphrodia pun perlahan mundur menjauhi para murid akademi, kemudian berbalik ke belakang.
“Kral, kenapa kau tidak menghubungi Astrapi saja…” Ucap Aphrodia dengan suara berbisik, agar ucapannya tersebut tidak didengar oleh yang lain.
***
“Ekh… Memangnya kenapa?” Dari sudut pandang Kral, tampak pria itu merasa bingung mendengar hal yang dikatakan oleh Aphrodia.
“Aku menghubingimu karena Astrapi memang tidak memegang alat komunikasi sejak kita berangkat dari akademi sihir… Karena aku tahu bahwa kau memegang alat komunikasi, maka aku yang menghubingimu,” ucap Kral.