
–2 sampai 11 Oktober 3024–
Pada hari yang kedua puluh satu sampai hari yang ketiga puluh, para murid-murid baru akhirnya masuk dalam pelatihan teknik sihir ketiga yang tidak lain merupakan sihir ruang.
Untuk pelatihan dalam teknik sihir tersebut para murid-murid akan berusaha untuk berpindah dari satu tempat ke sebuah tempat yang telah ditentukan.
Satu per satu para murid-murid baru bergantian mengakses kekuatan sihir mereka sambil membayangkan tempat yang akan mereka tuju, yang telah ditentukan sebelum mereka memulai percobaan tersebut.
Setelah berhasil mengakses teknik perpindahan diri mereka sendiri ke tempat yang berbeda, para murid-murid juga ditantang untuk mengakses kemampuan mereka kepada orang lain serta kepada benda.
Hingga pada hari yang terakhir, para murid-murid berhasil menguasai teknik perpindahan tempat atau yang disebut sebagai teknik teleportasi. Kecepatan rata-rata perpindahan titik para murid-murid berkisar antara satu detik sampai tiga detik, namun diantara mereka terdapat tiga murid yang memiliki kecepatan perpindahan titik lokasi yang jauh lebih cepat diantara semua murid yang ada. Pada posisi kedua serta ketiga diduduki oleh Megathirio dan Zchaira, dimana kedua bersaudara tersebut mampu memindahkan diri mereka sendiri, orang lain dan bahkan sebuah benda dalam waktu yang berkisar antara tiga ratus sampai dengan empat ratus milidetik.
Untuk murid yang menempati posisi pertama, tidak lain merupakan Lucia, dimana Vampireman perempuan itu mampu memindahkan dirinya sendiri, orang lain, bahkan sebuah benda dalam waktu dalam waktu tercepat yaitu tujuh mikrodetik, lima ratus kali lebih cepat dibandingkan waktu tercepat yang bisa dilakukan oleh Megathirio dan Zchaira, serta lima ratus ribu kali lebih cepat dibandingkan murid-murid yang lain.
Hal itu dikarenakan, Lucia yang sebagai ras Vampireman telah lama bisa menguasai teknik tersebut, yang bahkan pada umumnya merupakan teknik yang dikuasai oleh ras keturunan campuran tersebut.
–12 sampai 21 Oktober 3024–
Pada hari ke tiga puluh satu setelah hari pertama melakukan pelatihan kekuatan sihir mereka, para murid-murid baru kini masuk ke dalam pelatihan teknik sihir keempat, dimana mereka semua akan berusaha untuk menguasai teknik sihir observasi.
Seperti yang dijelaskan oleh Brynzel bahwa yang sebenarnya teknik sihir tersebut merupakan teknik umum yang biasa digunakan oleh tipe Venerate selain para penyihir. Akan tetapi, untuk para penyihir sendiri mampu memanipulasikan Mana mereka agar dapat bereaksi ketika bersingungan dengan sebuah tekanan kekuatan yang kecil sekalipun.
Para murid-murid baru dalam pelatihan kali ini hanya berusaha untuk berkonsentrasi sambil membayangkan keadaan disekitar mereka, dimana hal tersebut mampu membuat energi alam atau Mana yang berada di dalam tubuh mereka bereaksi hingga membuat tubuh mereka sedikit bergetar ketika merasakan tekanan kekuatan yang kecil.
Untuk para murid dalam kelas Tribe Venerate sendiri mampu merasakan tekanan kekuatan hanya dalam jarak tiga ribu meter persegi saja, sedangkan untuk para murid Division Venerate mampu merasakan tekanan kekuatan dalam jarak maksimal tiga puluh kilometer persegi, tiga puluh kali lebih luas dibandingkan murid-murid pada kelas Tribe Venerate.
Untuk para murid di dalam Regional Venerate, yang terdiri dari Megathirio dan Lucia mampu untuk merasakan tekanan kekuatan dalam jarak tiga ribu kilometer, seratus kali lebih luas dari murid Regional Venerate, serta seribu kali lebih luas dibandingkan dengan murid-murid Tribe Venerate.
–22 sampai 31 Oktober 3024–
Selanjutnya, pada hari yang keempat puluh satu, para murid-murid baru menerima pelatihan kelima mereka, dimana kini mereka akan berlatih menguasai sihir pembentukan mereka masing-masing.
Untuk yang pertama, para murid-murid baru ditantang membentuk sebuah sayap proyeksi mereka agar mampu untuk terbang ke udara yang setidaknya sama seperti para Venerate tingkatan atas yang memiliki kemampuan untuk melayang tanpa bantuan apapun.
Para murid-murid diwajibkan untuk memfokuskan Mana ke bagian belakang punggung mereka sambil membayangkan di dalam pikiran bahwa mereka memiliki sayap.
Setelah melakukan hal tersebut, para murid-murid baru langsung dapat menguasai teknik tersebut. Sebagian besar diantara mereka memiliki sayap yang mereka bentuk dari energi sihir dengan memiliki variasi bentuk, ukuran serta warna yang berbeda-beda, sesuai dengan apa yang mereka bayangkan.
Akan tetapi, sebagian kecil sepasang sayap proyeksi dari sebagian kecil murid-murid yang lain tampak menciptakan sayap mereka di bagian tubuh yang lain, dimana beberapa diantara memiliki sepasang sayap pada kedua lengan mereka, serta beberapa yang lain, termasuk Zchaira menciptakan sepasang sayap di kedua kaki mereka, walaupun sebelumnya telah memfokuskan energi sihir ke bagian belakang punggung mereka.
***
Di hari yang selanjutnya, para murid-murid baru melatih teknik sihir mereka dalam membentuk energi sihir mereka menjadi sebuah benda padat yang dipikirkan serta dibayangkan oleh mereka masing-masing.
Setelah menciptakan sebuah benda dari energi sihir mereka, para murid-murid kemudian ditantang untuk mengubah struktur benda yang diciptakan oleh mereka sendiri sesuai dengan bayangan serta imajinasi dari mereka masing-masing.
Pada pelatihan teknik sihir pembentukan tersebut, para murid-murid dengan mudah dapat menguasainya, walaupun sebagian kecil diantara mereka harus menyempurnakan hal tersebut lebih lanjut lagi.
–1 sampai 10 November 3024–
Setelah berhari-hari melakukan pelatihan teknik-teknik sihir, akhirnya para murid-murid baru sampai pada pelatihan teknik terakhir, dimana mereka akan mempelajari serta melatih kemampuan dari teknik sihir keenam, yaitu sihir persepsi pada hari kelima puluh satu tersebut.
Selama sepuluh hari lamanya berlatih menguasai teknik sihir tersebut, dimana para murid-murid berusaha memanipulasikan energi sihir mereka ke udara untuk menciptakan sebuah efek visual yang dapat menipu mata dari orang-orang yang melihat teknik tersebut layaknya sebuah hal yang nyata.
Baru dalam pelatihan sihir persepsi tersebut, dimana sebagian besar, bahkan hampir semua murid-murid tidak dapat menguasai teknik tersebut dikarenakan merupakan sebuah teknik sihir tingkat tinggi yang harus memerlukan tingkat imajinasi yang tinggi serta penggunaan energi sihir yang besar.
Akan tetapi, walaupun hampir semua murid-murid gagal menguasai hal tersebut, namun beberapa diantara meraka mampu melakukan teknik tersebut. Mereka tidak lain merupakan Megathirio, Lucia dan yang paling menguasai teknik tersebut adalah Zchaira, yang dapat membuat beberapa murid seketika tertidur, serta mampu menciptakan sebuah efek visualisasi yang dapat menipu mata para murid-murid yang melihatnya.
Walau masih banyak teknik sihir yang lain serta tingkat lanjutan dari enam macam sihir tersebut, namun untuk selanjutnya para murid-murid baru harus berlatih serta mengembangkan teknik-teknik sihir tersebut sendiri tanpa pengawasan dari guru, dan mulai akan bergabung sesuai dengan kelas tingkatan Venerate mereka masing-masing bersama dengan murid-murid lama, yang terlebih dahulu masuk ke dalam akademi tersebut.