
Setelah wasit mengumumkan kemenangan Zchaira, layar yang berada di arena turnamen tersebut kemudian langsung menampilkan perolehan poin dari semua tim yang ada.
Vielass (5), Lightio (4), Mormist (1), Neodela (1), Asimir (1), Fuegonia (0), Machora Tira (0), Cielas (0).
**
“Walaupun Zchaira berhasil mendapatkan empat poin, namun karena Trollman yang sebelumnya dikalahkan olehnya berhak mendapatkan satu poin, maka tim Vielas-lah masih memimpin untuk saat ini,” ucap Aphrodia melihat perolehan poin dari semua tim, dimana tim Vielass masih paling unggul untuk saat ini.
***
Setelah Zchaira yang yang menjadi pemenang kembali ke tribun, tak berapa lama kemudian, pembawa acara turnamen kemudian masuk ke tengah arena.
“Mohon maaf para hadirin sekalian, karena pertandingan yang sebelumnya merupakan pertandingan yang terakhir pada malam ini… Kita akan melanjutkan pertandingan turnamen ini, pada besok hari…”
“Dimohon untuk tim yang masih belum mendapatkan poin serta tim yang belum mendapatkan giliran agar besok bisa melakukan hal yang terbaik…”
“Kalau begitu, aku Tomair mohon pamit… Kita bertemu kembali pada esok malam,” ucap sang pembawa acara, kemudian kembali meninggalkan tengah arena.
***
Setelah pertandingan pada malam tersebut usai, satu per satu para penonton serta peserta turnamen mulai meninggalkan arena tersebut.
Terlihat para anggota tim Fuegonia tampak berpapasan dengan para murid akademi sihir ketika hendak meninggalkan arena turnamen tersebut.
“Wuhu…” Tiba-tiba Illios datang bersama Astrapi sambil berseru.
“Zchaira… Kau hebar sekali tadi. Aku bahkan terkejut kau bisa melancarkan serangan proyeksi layaknya berada pada tingkatan Venerate yang lebih tinggi,” ucap Illios, memuji adiknya tersebut.
“Terima kasih kakak…” Balas Zchaira, berterima kasih kepada kakaknya yang telah memujinya.
*
“Jadi mereka datang kemari bukan hanya dengan perempuan itu…” Ucap Neyndra dalam hati, melihat Astrapi datang bersama dengan Illios, yang langsung diketahuinya merupakan seorang Venerate.
**
“Tuan Narest… Rourke… Apa kalian bisa merasakan tekanan kekuatan dari pria itu?” Tanya Neyndra kepada Narest serta adiknya Rourke.
“Dia… Aku bisa merasakan tekanan kekuatannya, tidak lebih kuat dibandingkan dengan Land Venerate,” ucap Narest.
“Bahkan aku merasakan tekanan kekuatannya hanya setarah District Venerate,” sambung Rourke.
“Memangnya ada apa kakak?” Lanjut pemuda bernama Rourker tersebut, bertanya kepada kakaknya karena merasa penasaran.
“Tidak… Hanya saja, perempuan yang datang bersamanya itu sebenarnya adalah Venerate tingkat atas,” jawab Neyndra.
Ketika mendengar hal tersebut, Narest serta Rourke pun langsung menyadari bahwa ucapan dari Neyndra memanglah benar, dan seketika langsung membuat mereka berdua pun terkejut.
Tanpa pikir panjang, Rourke serta Narest pun langsung datang menghampiri para murid akademi sihir.
“Apakah kalian bisa menjelaskan mengapa kalian datang kemari bersama dengan Continent Venerate?” Tanya Narest dengan ekspresi wajah serius sambil menunjuk Astrapi yang pria itu maksud, karena merasa bahwa kedatangan Venerate tingkat atas dari negeri lain merupakan hal yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Para murid akademi sihir sontak terkejut mendengar hal tersebut. satu per satu dari mereka pun langsung berpikir keras untuk menjelaskan hal tersebut kepada para anggota tim Fuegonia.
“Maaf tuan-tuan, hal itu sebenarnya sudah kami jelaskan kepada salah satu anggota tim kalian saat dia bersama dengan rekannya menghampiri kami sebelumnya.” Zchaira pun langsung menjelaskan kepda kedua anggota tim Fuegonia itu bahwa penjelasan tersebut sudah diketahui oleh Neyndra ketika sebelumnya perempun itu bersama dengan Venerate Fuegonia bernama Drakon datang menghampiri mereka.
“Itu benar, tuan Narest… Rourke… Aku bersama dengan Drakon pernah menemui mereka, karena sebelumnya Drakon sempat mengetahui kalau perempuan itu merupakan Venerate tingkat atas…”
Neyndra kemudian menjelaskan kepada dua anggota timnya mengenai alasan yang dikatakan oleh Zchaira mengapa para anggota tim Lightio datang bersama dengan Venerate tingkat atas ke kota Novacurve. Setelah mendengar alasan tersebut, Narest dan Rourke pun menjadi paham, walaupun mereka juga masing-masing menyimpan kecurigaan, dan tidak terlalu menerima semua mengenai alasan tersebut.
“Maaf karena sudah sedikit bersalah sangka kepada kalian semua… Aku hanya mengkhawatirkan jika Venerate tingkat atas dari negeri lain datang ke kota ini tanpa sepengetahuan kami, itu layaknya menjadi sebuah ancaman terhadap kami, tapi jika alasan kalian seperti itu maka aku bisa sedikit memakluminya, walaupun hal ini harus diinformasikan kepada premier kami,” ucap Narest, menjelaskannya kepada para murid-murid akademi sihir.
“Tidak masalah tuan… Benar sekali, sebenarnya sejak awal kami harus menginformasikannya kepada kalian, mengenai kedatanganku sebagai Continent Venerate Lightio,” respon Astrapi.
“Baiklah… Kalau begitu, kami pamit dulu… Dan untuk kalian para anggota tim Lightio, tetaplah bersemangat menjalani turnamen ini,” ucap Narest, kemudian pergi beranjak bersama dengan para anggota tim Fuegonia meninggalkan para murid-murid akademi sihir.
“Haah… Untungnya kita bisa terselamatkan karena sebelumnya Zchaira sempat menjelaskan hal tersebut kepada perempuan itu.” Astrapi pun lantas merasa legah ketika para anggota tim Fuegonia meninggalkan mereka dengan merasa bahwa mereka tidak mencurigai sesuatu mengenai kedatangannya ke kota tersebut.
“Ngomong-ngomong, Kral ada dimana? Kenapa aku tidak melihat kalian datang bersamanya?” Tanya Aphrodia, merasa bingung tidak melihat Kral.
“Kakak Kral sekarang ada di penginapan… Dia sebelumnya mengatakan kepada kami berdua bahwa dirinya tidak enak badan, jadi dia memutuskan untuk tinggal,” jawab Astrapi, mencari alasan, yang padahal Kral saat ini sedang menjaga tawanan mereka di wilayah pedalaman utara Lightio.
**
Sementara itu, para anggota tim Fuegonia saat sedang berjalan menuju ke kediaman clan Drown, nampak tetap mencurigai mengenai kedatangan Astrapi ke kota tersebut.
“Aku memang curiga jika penyusup yang berada di kediaman kalian sebelumnya adalah perempuan itu… Sepertinya memang benar bahwa merekalah yang menangkap Drakon, karena kemungkinan dia sempat mengenali perempuan tersebut…” Ucap Narest.
“Nona Neyndra… Sebelumnya kalian berdua yang datang menghampiri mereka kan?” Lanjut pria itu, bertanya kepada Neyndra.
“Benar… Bahkan yag mengetahui bahwa perempuan itu adalah Venerate tingkat atas adalah Drakon,” jawab Neyndra.
“Kurasa kita harus memanggilnya datang ke kediaman clan Drown untuk menemui tuan Rox serta tuan Achilles,” ucap Narest.
***
Kembali kepada Zchaira dan para murid akademi sihir, yang sedang berjalan menuju ke penginapan mereka.
“Kakak… Tolong antar aku pergi menemui naga Shydie di pegunungan itu,” ucap Zchaira sambil menunjuk pegunungan tempat berdiamnya makhluk suci yang memberikan kekuatan kepada gadis tersebut.
“Apa?” Mendengar hal tersebut Illios pun seketika langsung terkejut.
“Kau ingin bertemu dengan naga itu sekarang?” Lanjut Illios, bertanya kepada Zchaira.
Zchaira pun langsung menganggukkan kepalanya, merespon bahwa hal tersebut memang benar.
Melihat respon Zchaira, Illios serta Astrapi lantas menjadi ragu karena permintaan dari adik mereka nampak terlalu ekstrim untuk dilakukan.