
“Soal kekuatan itu yah... Aku juga memikirkan hal yang sama...” Ucap Aphrodia.
“Terima kasih sudah memperingatiku mengenai kekuatan itu...” Lanjut perempuan itu berkata sambil tersenyum.
Wajah Kral tiba-tiba memerah ketika mendengar ucapan terima kasih serta senyuman dari Aphrodia, membuatnya sedikit tersipu malu, dan langsung memalingkan wajahnya ke samping.
“Tidak apa-apa... Aku mengatakan hal itu karena mengetahui sesuatu tentangmu,” ucap Kral.
“Kapten tim, kurasa waktu kasmarannya sudah cukup karena kau harus segera berangkat sekarang.”
Tiba-tiba Illios mengganggu waktu kebersamaan Kral serta Aphrodia dengan mengatakan bahwa mereka harus bergegas pergi ke arena turnamen, khususnya untuk Aphrodia yang menjadi salah satu anggota dalam turnamen tersebut.
Kral dan Aphrodia pun sontak terkejut dan bergerak mengikuti Illios yang memperingati, pergi meninggalkan tempat penginapan mereka tersebut.
***
Beberapa saat kemudian, tampak arena turnamen telah kembali dipenuhi oleh para penonton yang tidak sabar untuk melihat turnamen hari keenam, dimana untuk hari tersebut merupakan hari terakhir turnamen babak pertama berlangsung.
Tampak juga semua anggota-anggota tim dari perwakilan delapan negeri sudah berada di tribun khusus mereka, termasuk lima anggota tim dari tim negeri Lightio.
Tak berapa lama juga, sang pembawa acara masuk ke tengah arena untuk segera memulaikan turnamen hari keenam, pada hari terakhir babak pertama tersebut.
“Salam para hadirin sekalian, hari ini merupakan hari terakhir babak pertama dalam turnamen ini, dan sebentar lagi kita akan melihat pemenang dalam turnamen babak pertama...”
“Apakah diantara tiga tim dengan poin tertinggi, Fuegonia, Lightio, atau Machora Tira? Ataukah tim yang lain?”
“Daripada menduga-duga, waktunya kita melihat siapa yang akan menjadi pemenangnya... Waktunya kita mulai pada pertandingan pertama pada hari ini, bagi nama-nama dari para anggota yang tertera di layar, dimohon untuk segera bersiap dan berkumpul di tengah arena ini...”
Setelah pembawa acara mengumumkan hal tersebut, layar yang berada di dalam arena turnamen langsung mengacak nama-nama dari sepuluh peserta yang tersisa, dan tak berapa lama kemudian nama-nama dari lima peserta yang akan saling berhadapan pun tertera pada layar.
Fuegonia, Rourke Drown, 17 tahun, 187 cm, Human, Land Venerate.
Machora Tira, Zurbag Yarbil, 36 tahun, 203 cm, Orcman, Land Venerate.
Neodela, Vegrunn Zornan, 32 tahun, 185 cm, Beastman, Land Venerate.
Cielas, Phoruta Vister, 27 tahun, 175 cm, Human, Land Venerate.
**
“Waktunya giliranku... Semuanya doakan agar aku bisa menang,” ucap Rourke, kemudian langsung menuju ke tengah arena dengan membawa sebuah senjata khusus, tiga tongkat dengan panjang sekitar setengah meter dengan rantai yang saling menghubungkan antara ketiga tongkat-tongkat tersebut.
**
Keempat peserta yang akan saling berhadapan berkumpul ke tengah arena, dam tak berapa lama kemudian sang wasit yang akan memulai pertandingan tersebut datang memasuki tengah arena.
“Baiklah... Bersiap... Mulai...”
Ketika wasit memulai pertandingan tersebut, anggota tim Machora Tira bernama Zurbag yang merupakan ras Ogreman langsung mengakses kekuatan elemen es miliknya, membentuk sebuah pedang es kemudian menyerang Rourke.
Sementara anggota tim Neodela bernama Vegrunn, juga mengakses kekuatannya berubah ke bentuk Beastman yang berwujud seekor beruang dengan tinggi hampir mencapai dua setengah meter.
Karena dua peserta telah saling berhadapan satu sama lain, Vegrunn yang berada dalam wujud seekor beruang seketika meluncur menyerang Phoruta, anggota tim dari negeri Cielas.
Dengan sigap Phoruta menghindar ayunan cakar yang tajam dari Vergrunn, kemudian langsung melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala yang besar. Proyeksi energi yang dilancarkan oleh Phoruta diterima oleh Vegrunn, terus berlangsung sampai menghempaskannya menuju ke arah tribun penonton.
**
Achilles yang melihat serangan dari Phoruta yang secara bersamaan menghampaskan Vegrunn ke arah tribun penonton dengan sigap mengakses kekuatannya, menciptakan sebuah penghalang proyeksi di sekitar tengah arena tersebut.
**
Vegrunn yang terhempas seketika menabrak penghalang proyeksi yang diciptakan oleh Achilles, dan secara bersamaan serangan proyeksi energi yang dilancarkan oleh Phoruta menciptakan efek ledakan yang besar.
Efek ledakan tersebut menciptakan juga sebuah hempasan angin yang kuat, hingga Rourke dan Zurbag yang tengah bertarung langsung terhempas menabrak sisi lain penghalang proyeksi.
**
“Sialan... Padahal baru saja pertandingan ini dimulai,” umpat salah satu anggota tim Neodela bernama Brock melihat serangan yang mengenai rekannya secara langsung, dan lantas menganggap bahwa rekannya tersebut telah mengalami kekalahan.
“Tenang saja...” Balas Fairyman perempuan bernama Eldriata dengan ekspresi wajah santai.
**
Saat efek ledakan yang besar tersebut lenyap, tanpa diduga Vergrunn masih bisa bertahan tanpa mendapatkan luka sedikitpun. Hal itu lantas membuat Phoruta pun terkejut melihat serangan besar yang dilancarkannya ternyata tidak berefek sama sekali pada Beastman berwujud beruang itu.
**
“Apa kalian lupa bahwa Beastman Bugbear memiliki pertahanan kedua tertinggi dibandingkan para Beastman lainnya?” Lanjut Eldriata berkata, menjawab mengapa dirinya nampak santai melihat Vegrunn menerima serangan sebelumnya.
**
“Ukh...”
Dalam sekejap, Vegrunn pun meluncur menghantam Phoruta hingga terhentak ke tanah dengan kerasnya. Belum puas, Beastman tersebut mengangkat Phoruta, melancarkan sebuah serangan kepalan tangan dari seekor beruang, hingga pria Cielas itu pun terhempas menabrak penghalang proyeksi.
Serangan selanjutnya dilancarkan oleh Beastman berwujud beruang tersebut dengan beberapa kali mengayunkan cakar-cakar tangan di kedua tangannya.
“Uakh...!” Vegrunn melancarkan serangan terakhir dengan membanting Phoruta dengan kuatnya ke tanah hingga terkapar.
Akibat serangan beruntun yang dilancarkan oleh Beastman tersebut, Phoruta pun seketika tak sadarkan diri, dan menjadi peserta pertama yang mengalami kekalahan.
**
“Apa ini serius? Phoruta dikalahkan hanya dengan serangan fisik saja...” Ucap salah satu anggota tim Cielas bernama Zuora, tidak percaya bahwa rekannya tersebut dikalahkan hanya dengan mengandalkan sebuah serangan fisik.
Namun, hal tersebut benar adanya dengan dibuktikannha bahwa Phoruta kini sudah tidak bisa lagi berdiri akibat kehilangan kesadarannya.
**
Pertandingan tetap berlanjut, dimana Rourke serta Zurbag yang hanya memperhatikan Vegrunn mengalahkan Phoruta, nampak berantisipasi ketika Beastman tersebut menatap ke arah mereka.
Tanpa pikir panjang, Vegrunn yang melihat dua peserta tersisa dengan sigap meluncur ke arah Zurbag serta Rourke.
Rourke dengan sigap menanti Beastman tersebut dengan memutar-mutar senjatanya, menciptakan sebuah kobaran api kemudian langsung dilancarkannya.
“Ukh...” Namun, Vegrunn dengan mudah mampu menangani serangan elemen api tersebut dengan hanya mengibaskan salah satu tangannya... kemudian mengibas Rourke hingga terhempas.
Zurbag meluncur ke arah Vegrunn kemudian saling beradu kekuatan fisik satu sama lain. Perlahan-lahan Zurbag yang mampu mengimbangi kekuatan Vegrunn dengan fisiknya sebagai ras Orcman, tiba-tiba dibuat kelelahan ketika merasakan peningkatan kekuatan dari Beastman tersebut.
Ketika Zurbag hendak menciptakan sebuah senjata dari kekuatan elemen es miliknya, dalam sekejap Vegrunn pun melancarkan sebuah pukulan yang kuat, hingga Orcman itu terhentak ke tanah.