The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 137 - Turnamen Venerate



“Misi yang akan kau jalani adalah ikut serta dalam sebuah turnamen Venerate yang akan dilaksanakan di negeri Fuegonia,” jawab Anelsa.


“Maksudmu turnamen yang sering diikuti oleh semua negeri yang berada di benua ini?” Tanya Aphrodia.


“Benar sekali… Dalam misi kali ini kau akan bertemu dengan berbagai macam ras keturunan campuran yang akan menjadi peserta mewakili negeri mereka masing-masing,” jawab Anelsa.


“Lalu bagaimana dengan anggota timku? Bukankah untuk mengikuti turnamen itu memerlukan tim anggota…”


“Untuk keempat anggota yang lain, kau harus mencarinya terlebih dahulu… Tapi, tim yang harus kau rekrut harus para murid-murid akademi sihir dan bukan yang lain… Selain itu, jika adalah murid akademi yang ingin kau rekrut, namun dia malah menolaknya, maka kau tidak berhak untuk memaksanya.”


*


“Padahal jika para murid Land Venerate ada di tempat ini, pasti aku akan merekrut setidaknya empat dari mereka,” ucap Aphrodia dalam hati.


Mendengar hal tersebut, Aphrodia pun sejenak berpikir bahwa hal tersebut apakah harus ditolaknya atau tidak, karena mengetahui dengan pasti bahwa kemungkinan besar peserta-peserta dari negeri lain akan menurunkan Land Venerate mereka lebih banyak, sementara murid Land Venerate yang kini berada di akademi sihir hanya dirinya sendiri.


**


“Apa aku tidak bisa mengajak para murid kelas Contient Venerate, nyonya Anelsa?”


“Sayang sekali, walaupun aku menginginkan hal itu, namun peraturan dari turnamen tersebut tidak memperbolehkan mengikutsertakan para Venerate tingkat atas, karena pertarungan mereka tidak bisa dibendung di dalam arena pertarungan.”


“Baiklah nyonya Anelsa… Aku akan segera merekrut keempat anggota yang lain… Kalau begitu, turnamen itu akan dilaksanakan kapan?” Tanya Aphrodia.


“Tiga hari lagi…” Jawab Anelsa.


“Apa? Secepat itu…” Respon Aphrodia, tidak menyangka bahwa turnamen tersebut ternyata akan dilaksanakan lebih cepat dari waktu perkiraannya.


“Semoga kau bisa merekrut empat anggota yang lain, sebelum hari pelaksanaannya… Apakah kau bisa melakukannya?” Tanya Anelsa.


“Walaupun ini cukup sulit, tapi aku akan berusaha untuk merekrut anggotaku secepat mungkin… Lagipula setelah kupikir-pikir ternyata ada satu murid Land Venerate yang tidak menjalankan sebuah misi,” jawab Aphrodia sambil mengatakan bahwa di akademi sihir tersebut masih tersisa satu murid Land Venerate selain dirinya.


“Siapa dia?” Tanya Anelsa, merasa penasaran mengenai murid Land Venerate tersebut.


“Tentu saja dia adalah Megathirio dari clan Hairowl daerah Wiaminnota,” jawab Aphrodia.


“Kurasa dia bisa kau ajak kesana, jika dia ingin untuk ikut…” Respon Anelsa.


“Terima kasih untuk informasinya nyonya Anelsa… Kalau begitu aku pergi dulu.” Setelah berpamitan kepada tetua akademi sihir itu, Aphrodia pun langsung meninggalkan ruangan tersebut.


***


Berpindah pada Zchaira dan yang lain, dimana kedua kendaraan yang dinaiki mereka terbang ke langit akibat Kral dan Illios yang tidak mau saling menyerah satu sama lain.


Setelah menempuh perjalanan dengan cara yang cukup ekstrim tersebut, mereka pun sampai di kota Xemico. Kral serta Illios kemudian perlahan-lahan mendaratkan kendaraan yang dikemudikan mereka masing-masing dengan baik ke permukaan, lalu langsung memarkirkannya.


Semua penumpang yang menaiki kendaraan-kendaraan yang dikemudiakan oleh Kral maupun Illios sontak merasa legah karena tidak terjadi hal yang buruk setelah kompetisi dari kedua murid kelas Continent Venerate tersebut.


“Sudah kubilang kan bahwa ini sangat menyenangkan,” sambung Illios, yang juga nampak senang bersaing dengan kakaknya tersebut sebelumnya.


Mendengar ucapan dari Kral dan Illios tersebut membuat Astrapi pun langsung kesal karena hal yang dilakukan oleh kedua kakaknya tersebut akan sangat berbahaya jika mereka berdua melakukan sebuah kesalahan.


Tanpa pikir panjang Astrapi langsung menghampiri Kral dan Illios kemudian melingkari leher dua pria itu dengan kuat menggunakan kedua tangannya.


“Astrapi, apa yang kau lakukan? Aku tidak bisa bernafas,” ucap Kral.


“Adik… Lepaskan tanganmu, leherku bisa patah jika terus seperti ini,” sambung Illios.


Mendengar hal tersebut, Astrapi pun langsung melepaskan leher Kral dan Illios, namun dalam sekejap langsung menendang kaki keduanya hingga seketika jatuh tersungkur.


“Uhuk… Uhuk…” Disaat yang bersamaan, Kral dan Illlios secara bersamaan mengalami batuk-batuk karena leher mereka sebelumnya dicengkram kuat oleh Astrapi.


“Ayo kita pergi…”


Tanpa pikir panjang, Astrapi pun pergi bersama dengan yang lain meninggalkan dua pria itu.


***


Setelah berjalan dari tempat sebelumnya, beberapa saat kemudian Zchaira dan yang lain sampai di sebuah kedai, dimana Kral serta Illios yang sebelumnya sempat ditinggal kini telah menyusul mereka.


Karena bersama dengan tiga murid Contient Venerate, Zchaira dan yang lain pun memesan sebuah tempat khusus di ruangan yang cukup luas, yang di dalamnya sudah terdapat meja panjang yang dikelilingi oleh banyak tempat duduk di sekitarnya.


Ketika Zchaira dan yang lain duduk di tempat duduk mereka masing-masing, para pelayan di kedai tersebut satu per satu masuk membawa makanan serta minuman yang langsung memenuhi meja panjang tersebut.


Selain Kral, Illios dan Astrapi, semua murid akademi yang ada terkejut dengan melihat makanan dan minuman yang dibawah oleh para pelayan di atas meja tersebut karena tidak mungkin bisa dihabiskan oleh mereka semua.


“Kakak, apa memang harus seperti ini merayakannya?” Tanya Megathirio, merasa hal tersebut terlalu berlebihan karena akan tersisa banyak makanan yang bisa dihabiskan oleh mereka semua.


“Kau tidak tahu saat perayaan dimana aku, Kral dan Astrapi sama-sama berhasil mencapai tingkatan Land Venerate, perayaan kami bahkan sebenarnya lebih besar dibandingkan yang sekarang, bahkan presiden penyihir negeri Lightio sampai datang kemari untuk menghadiri acara perayaannya…” Jawab Illios.


“Presiden penyihir Lightio kan adalah ayah kalian sendiri, jadi sudah seharusnya dia datang karena mengetahui ketiga anaknya naik ke kelas Land Venerate,” ucap Megathirio.


“Aku jadi teringat saat perayaan itu, hal yang sangat kuinginkan adalah ibu datang pada saat itu,” sambung Astrapi, tiba-tiba merasa murung ketika mengingat saat tersebut, dimana ibunya Artemis tidak bersama dengan mereka.


Karena mendengar hal tersebut, Kral serta Illios langsung menjadi murung hingga semuanya pun lantas terdiam.


“Hei… Apa-apaan ini? Tidak terlalu sedih dengan hal itu, ayo semuanya makanlah.” Sadar karena situasi ditempat itu menjadi canggung, Astrapi pun langsung mencairkan suasana dengan meyuruh semuanya untuk makan.


Disamping semuanya mengambil makanan, terlihat Kral dan Illios lebih memilih untuk mengambil minuman keras dan menuangkannya ke dalam gelas yang dipegang oleh mereka, kemudian saling bersulang.


Melihat hal tersebut, Megathirio pun lantas menginginkannya juga. Pemuda itu mengambil gelas yang kosong kemudian mengambil minuman keras yang berada di dekat Illios lalu menuangkannya ke dalam gelas yang dipegangnya.


Ketika akan meminumnya, tiba-tiba Astrapi langsung merebut gelas Megathirio lalu meminum minuman keras yang berada di dalamnya.