The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 164 - Seruling Hawlail



Dengan sigap Zengu pun langsung menghindari serangan tersebut, namun tiba-tiba tanpa dikira olehnya, serangan proyeksi elemen petir tersebut sontak berbelok.


“Ukh…” Trollman bernama Zengu itu pun seketika menerima serangan proyeksi elemen petri tersebut, hingga membuatnya seketika terhempas menabrak dinding arena.


Zengu pun meningkatkan fokusnya untuk mengantisipasi serangan selanjutnya dari Beastman yang dilawannya, namun seketika tanpa dapat dikira olehnya lagi, Keyrate sontak muncul di depannya sambil hendak melancarkan serangan proyeksi elemen petir kembali.


Untung saja, Zengu kini lebih cepat mengantisipasi serangan tersebut dengan melompat ke atas. ketika berada di udara Trollman tersebut langsung melancarkan serangan proyeksi energi dari tombaknya, namun langsun dihindari oleh Keyrate dengan mengandalkan kecepatan pergerakannya.


Saat mendarat ke permukaan, Zengu pun berpikir keras untuk mencoba mengalahkan Beastman tersebut, yang ternyata mampu membuatnya sedikit tersudut seperti itu dengan kemampuan kecepatan yang tinggi.


Disamping berpikir keras, Zengu sempat memperhatikan pertarungan dari Zchaira yang kini sedang berhadapan dengan Vampireman perempuan bernama Maeve.


**


Berpindah pada pertarungan tersebut, dimana Zchaira tampak meningkatkan fokusnya berhadapan dengan Maeve yang berkali-kali menggunakan teknik perpindahan ruang miliknya, dimana ketika Maeve muncul saat sebelumnya menghilang, Zchaira pun dengan sigap melancarkan beberapa serangan elemen alam, namun selalu dihindari oleh Vampireman perempuan tersebut.


Berkali-kali gadis itu melancarkan sebuah serangan, namun selalu saja dapat dhindari dengan mudah oleh Maeve.


Karena sulit untuk menyentuh Vampireman perempuan itu, Zchaira kemudian mengakses kekuatannya memunculkan sebuah seruling senjata suci yang disimpan pada ruang spasial di dalam gelang yang dipakainya, dan merupakan senjata suci yang pernah diberikan oleh Artemis ibunya.


**


“Itu kan seruling Hawlail… Bukannya itu senjata suci milik ibu?” Ucap Astrapi, tampak terkejut melihat seruling yang dimunculkan oleh Zchaira tersebut sebelumnya merupakan senjata suci dari Artemis.


“Benar… Aku pernah melihat seruling itu sekali ketika ketika ibu pernah memainkannya,” sambung Illios, yang juga nampak terkejut melihat senjata suci tersebut kini dipegang oleh Zchaira.


**


Setelah memunculkan seruling tersebut, Zchaira kemudian langsung memainkan sebuah melodi yang indah, membuat para penonton sedikit terkejut dengan apa tujuan dari gadis tersebut memainkannya.


“Hei bodoh, ini bukan panggung seni… Singkirkan seruling itu dan fokuslah betarung…” Saat Zchaira menyentuh sebuah nada tinggi yang panjang, tiba-tiba Maeve muncul tepat di depan gadis itu.


“Ukh…” Seketika sebuah efek ledakan muncul, yang langsung membuat Maeve terhempas.


“Uakh…” Ketika Zchaira memainkan seruling tersebut pada nada tinggi kembali, seketika sebuah efek ledakan beruntun langsung diterima oleh Maeve.


Karena menerima serangan ledakan secara beruntun tersebut, Vampireman perempuan itu pun seketika terkapar tak berdaya, dan langsung mengalami kekalahan.


**


“Rupanya ada sesuatu yang harus kulakukan,” gumam Zengu sambil tersenyum karena memikirkan sebuah cara, yang kemungkinan merupakan cara untuk mengalahkan Beastman berwujud manusia setengah landak tersebut.


Zengu pun memperhatikan pergerakan Keyrate, sebelum pergi ke arah Zchaira, Trollman itu sempat sekali menghindari serangan proyeksi elemen petir yang akan dilancarkan oleh Keyrate.


Setelah berhasil menghindari serangan tersebut, Zengu dengann cepat berlari ke arah Zchaira sambil mengacungkan tombaknya ke depan.


“Ukh…” Dengan sigap, Zchaira pun langsung memainkan melodi, hingga sontak efek ledakan diterima oleh Trollman itu sampai membuatnya terhempas.


**


Saat melihat Zengu untuk yang kedua kalinya mendekati Zchaira, hendak menyerang gadis itu, dengan cepat Keyrate pun langsung bergerak pergi ke hadapan Zengu sambil melancarkan serangan proyeksi elemen petir.


Dalam sepersekian detik, Zengu yang hendak menyerang Zchaira, mampu melihat pergerakan Keyrate, beserta dimana Zchaira kini akan berancang-ancang untuk menyerang lebih dulu dibandingkan dengan dirinya dengan menggunakan sebuah serangan ledakan yang tercipta akibat sang lawan mendengarkan suara dari tiupan serulingnya.


Saat Zchaira memainkan serulingnya, Zengu pun dengan cepat menghindar, dan disaat bersamaan Keyrate bergerak tepat ke posisi dimana serangan ledakan tersebut muncul.


“Ukh…” Sontak Keyrate pun yang malah menerima serangan ledakan tersebut, hingga membuatnya langsung terhempas.


Hal itu pun lantas langsung membuat Zchaira terkejut, karena tidak menyangka bahwa Beastman tersebut akan datang menyerang Trollman yang hampir menyerangnya.


Dengan begitu, Zengu pun langsung mengambil kesempatan tersebut dengan seketika melancarkan sebuah serangan proyeksi energi dengan skala yang cukup besar, ketika dia mengacungkan tombaknya ke arah Keyrate.


“Uakh!” Keyrate pun seketika terhempas menerima serangan tersebut, membuatnya menabrak dinding arena dengan keras, kemudian jatuh terkapar tak sadarkan diri.


Setelah berhasil mengalahkan Keyrate, kini pandangan Zengu tertuju kepada Zchaira yang kini menjadi satu-satunya peserta yang harus dilawan olehnya untuk mencapai kemenangan.


Melihat bahwa dua peserta lain telah dikalahkan oleh masing-masing dari mereka, Zchaira pun bersiap untuk pertarungan akhir dalam pertandingan tersebut, dimana jika dia berhasil mengalahkan Trollman itu yang memiliki kemampuan observasi yang tinggi, maka gadis tersebut akan menjadi pemenang dalam pertandingan kali ini.


“Ukh…” Akan tetapi, saat Zchaira hendak kembali memainkan serulingnya, dengan cepat Zengu melempar tombaknya, hingga menerjang tangan Zchaira, dan seketika seruling yang dipegang oleh gadis itu pun terlempar ke atas.


Dengan kesempatan itu, Zengu pun berlari mendekati seruling yang terbang ke atas, melompat kemudian menangkapnya.


“Maaf… Aku tidak akan membiarkan kau menggunakan seruling aneh ini… Karena itu akan sedikit membuatku kerepotan,” ucap Zengu, sambil menunjukan bahwa seruling Zchaira kini berada di tangannya.


“Sial…” Umpat Zchaira, merasa kesal sambil memegang tangannya yang berdarah akibat mendapatkan serangan dari luncuran tombak milik Trollman tersebut.


Karena serulingnya kini telah direbut, Zchaira pun dengan terpaksa harus melawan Trollman itu dengan tanpa menggunakan senjata suci miliknya.


“Fiamma sillbare…”


Zchaira dengan sigap langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api, namun dnegan mudah langsung dihindari oleh Zengu sambil berlari mendekati gadis itu.


“Fulmine sillabare…”


Belum menyerah, gadis itu melancarkan serangan proyeksi elemen petir ke arah Zengu, namun serangan tersebut tetaplah percuma, karena Trollman itu dengan mudah juga dapat menghindar.


Ketika berada di depan Zchaira, Zengu pun bergerak ke samping sambil menandang kaki Zchaira, hingga langsung membuat gadis itu jatuh tersungkur ke tanah.


“Akh…” Zengu pun kemudian langsung menginjak Zchaira yang tersungkur di tanah dengan kuat, hingga membuat gadis itu pun merasa kesakitan.


Disamping itu, tiba-tiba kalung bunga es yang dipakai oleh gadis itu pun langsung memancarkan cahaya, hingga seketika langsung memunculkan duri-duri es disekitar Zchaira.


Untung saja Zengu dapat merasakan hal tersebut, dan dengan cepat langsung melompat untuk menghindari teknik elemen es dari gadis tersebut.


**


Ketika Zchaira berhasil kembali berdiri, gadis itu pun seketika terkejut karena menyadari bahwa tangannya yang sempat terluka kita telah kembali sembuh layaknya tidak mengalami luka sedikitpun.