
“Zchaira… Nama yang bagus serta indah, sama seperti orangnya,” ucap Shaevanjoe, memuji nama dari gadis yang diperhatikannya tersebut.
Mendengar pernyataan dari pemuda itu, Flogaz seketika langsung bereaksi, menatap tajam pemuda tersebut, walaupun tidak dilihat olehnya.
***
Di samping itu, para murid-murid nampak masih melanjutkan kegiatan mereka, dimana kini Lucia menjadi murid yang berada di posisi paling pertama.
Melihat Vampireman perempuan itu berada di posisi paling depan, Megathirio yang berlari tepat dibelakangnya dengan sengaja mendorongnya hingga tiba-tiba Lucia pun kehilangan keseimbangannya kemudian jatuh tersungkur ke tanah.
“Kakak… Kenapa kau kasar sekali?” Tanya Zchaira, sedikit membentak Megathirio karena melihat saudaranya melakukan hal tersebut kepada Lucia.
Akan tetapi, Megathirio tidak memperdulikan perkataan dari adiknya tersebut dan terus berlari melewati Lucia yang terkapar tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Zchaira tidak tinggal diam, gadis itu pun berhenti membantu Lucia kembali berdiri, tanpa harus memperdulikan lagi posisinya yang perlahan-lahan mulai tertinggal karena dilewati oleh para murid-murid baru.
***
“Sialan laki-laki itu… Beraninya dia mendorong seorang perempuan sampai terjatuh,” ucap Andras, mengumpati Megathirio melihat kelakuannya kepada Lucia.
“Memang benar bahwa aku tidak salah menyukai orang… Dia bahkan rela tertinggal demi menolong temannya yang sedang terjatuh.” Di sisi lain, Shaevanjoe, saudara dari Andras tampak terkesima melihat Zchaira membantu Lucia berdiri kembali.
Mendengar pernyataan dari Shaevanjoe, Flogaz pun tiba-tiba merasa kesal hingga langsung menarik kerah baju pemuda itu.
“Apa kau bilang? Kau menyukainya…” Ucap Flogaz dengan ekspresi serius.
“Hei, apa masalahmu? Mengapa jika aku memang menyukainya?” Balas Shaevanjoe, menjadi heran mengapa pemuda itu tiba-tiba menarik kerahnya serta memperlihatkan ekspresi yang kesal.
“Flogaz… Apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan dia.” Melihat kelakuan adiknya, Rayvor pun langsung melepaskan cengkraman tangan Flogaz pada Shavanjoe.
“Kakak aku hanya ingin memperingatinya agar tidak mendekati Zchaira… Lagipula mereka kan adalah orang-orang barat yang sangat bertentangan dengan kita,” ucap Flogaz, padahal yang sebenarnya pemuda itu merasa cemburu karena dia juga menyukai Zchaira, walaupun gadis tersebut merupakan saudara sepupunya sendiri.
“Apa kau bilang? Jadi kau mempermasalahkan hal itu karena aku adalah orang barat…” Mendengar hal tersebut, Shavanjoe lantas menjadi geram kemudian menatap tajam Flogaz.
“Kalau memangnya kenapa? Apa kau merasa kurang senang?”
Mendengar hal tersebut, tanpa pikir panjang Shaevanjoe langsung meluncurkan kepalan tangannya ke arah Flogaz hingga pemuda itu pun jatuh tersungkur. Tidak mau kalah, Flogaz dengan cepat berdiri kemudian membalas menyerang hingga Shaevanjoe pun kini yang jatuh tersungkur.
Masih belum puas, Flogaz lalu menendang-nendang Shaevanjoe yang masih terkapar itu. Dengan sigap, Rayvor pun langsung menarik Flogaz menjauhi Shaevanjoe. Dengan kuat Rayvor menahan adiknya tersebut yang terus bersikeras ingin menyerang Shaevanjoe.
“Andras… Bantu aku,” ucap Rayvor.
“Shaevanjoe pergi dari sini…” Ketika Rayvor meminta tolong, pemuda bernama Andras itu pun langsung menarik Shaevanjoe adiknya untuk pergi dari tempat itu menjauhi Flogaz.
“Flogaz Silkbar… Awas saja, kau pasti akan kubalas nanti,” ucap Shaevanjoe, memperingati Flogaz akan perbuatannya pada pemuda tersebut.
“Jangan bercanda… Kau yang berhati-hatilah nanti,” balas Flogaz, memperingati balik pemuda itu.
“Ayo pergi dari sini… Kau membuatku kesal saja.” Rayvor pun juga menarik adiknya tersebut untuk pergi dari tempat itu.
***
“Akhirnya aku bisa menjadi yang pertama,” ucap Megathirio, nampak senang dengan pencapaiannya.
Akan tetapi pemuda itu nampak heran ketika satu per satu murid-murid baru berhasil menyelesaikan putaran terakhir, namun Raumian masih belum saja mengumumkan posisinya.
“Hei tuan, ada apa denganmu? Cepat umumkan posisiku,” ucap Megathirio pada Raumian.
“Posisi apa maksudmu?” Tanya Raumian, tidak paham dengan maksud dari pemuda itu.
“Tentu saja posisi pertama kepadaku,” jawab Megathirio.
“Oh maksudmu yang itu… Sayang sekali kali ini tidak poin untuk itu… Tidak perduli bahwa kau berhasil menyelesaikan putaran terakhir dalam posisi pertama ataupun yang paling belakang, ini hanya sekedar pelatihan fisik saja,” ucap Raumian, menjelaskannya pada Megathirio kemudian pergi meninggalkan pemuda itu.
“Sial… Kalau begitu aku seharusnya tidak perlu berusaha menjadi terdepan,” ucap Megathirio dengan ekspresi kesal.
Saking kesalnya, ketika melihat sebuah sebuah batu di tanah, dengan cepat pemuda itu langsung meluncurkan kakinya utnuk menendang batu itu.
“Akh… Akh… Sial…” Ternyata batu yang ditendangnya tersebut telah menempel dengan kuat di tanah hingga hanya membuat kakinya pun merasa kesakitan hingga jatuh tersungkur dan hanya mempermalukan dirinya saja di depan para murid-murid.
–23 Agustus sampai 11 September 3024–
Selama dua puluh hari kedepan, para murid baru terus melakukan kegiatan pelatihan fisik mereka, baik itu berlari, mempelari menggunakan senjata tajam, serta hal-hal yang lain.
***
Pada keesokan harinya setelah pelajaran pelatihan fisik mereka telah selesai, para murid-murid baru akhirnya sampai ke pelajaran yang kedua, dimana mereka akan segera mempelajari konsep-konsep sihir yang dikuasai oleh sebagian besar para Venerate Lightio.
Para murid-murid pun berkumpul kembali di dalam sebuah kelas yang luas sebelumnya, dan sudah tidak sabar lagi untuk mengikuti pelajaran yang selanjutnya.
Tak berapa lama, seorang guru perempuan masuk dari arah belakang kemudian berjalan menuju bagian depan kelas.
“Perkenalkan namaku adalah Brynzel dari clan McBraywin daerah Maryware del Lando” ucap guru perempuan itu, memperkenalkan dirnya.
“Sebelum kita mulai tentang pelajaran kita tentang pelajaran konsep kekuatan sihir, aku ingin menceritakan asal usul dimana pertama kalinya Venerate Lightio mendapatkan kekuatan mereka…” Ucap guru tersebut.
“Pada dulu kala, saat negeri ini masih menjadi bagian dari wilayah negeri Machora Tira, para manusia yang merupakan nenek moyang kita selalu mendapatkan penindasan oleh para ras keturunan campuran dari negeri tersebut…”
**
“Suatu saat, salah satu ras dari negeri seberang utara, yang tidak lain merupakan para bangsa Elfman mengajarkan serta menurunkan kemampuan sihir mereka pada nenek moyang kita untuk bisa melawan penindasan dari para ras campuran Machora Tira…” Ucap Zchaira, mengatakan sama persis seperti apa yang dijelaskan oleh guru tersebut.
**
“Sebagai permulaan kalian semua harus mengetahui bahwa sebagai Venerate kita sangat bergantung pada energi alam, yang khususnya untuk para kaum penyihir yang tersebar di berbagai negeri dalam dunia ini sering menyebutnya dengan sebutan Mana,” lanjut guru itu menjelaskan.
“Kita masuk pada konsep sihir…” Setelah guru bernama Brynzel itu mengatakan hal tersebut, layar yang berada di belakang sontak menunjukan sebuah gambar proyeksi diagram berbentuk heksagram.
“Ada enam macam kekuatan sihir yang harus dikuasai oleh kalian semua, yaitu sihir pertahanan, sihir penyerangan, sihir ruang, sihir observasi, sihir pembentukan dan sihir persepsi…”