The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 53 - Megathirio menyerang Lucia



“Halo tuan dan nyonya… Kebetulan sekali kita bisa bertemu disini.”


“Kau…” Hefaistos bahkan Artemis pun sontak terkejut melihat seseorang yang datang ke ruangan mereka.


Orang tersebut tidak lain merupakan salah satu ras Elfman bernama Aguirre, yang sebelumnya hadir dalam acara penobatan Artemis serta sempat berbicara dengan Zchaira dan terlibat konflik dengan salah satu World Venerate negeri Cielas.


Pria Elfman itu mendekat sambil memperhatikan para murid baru akademi di kota Xemico tersebut.


“Wah... Aku tidak menyangka bahwa murid-murid baru yang masuk di dalam akademi ini ternyata sangat banyak… Bahkan akademi sihir di negeri asalku Blueland, seluruh muridnya lebih sedikit dibanding dengan mereka,” ucap memuji banyaknya murid baru yang diterima sambil membandingkan jumlah murid yang berada di akademi Lightio dan Blueland.


Hefaistos dan Artemis pun bingung melihat pria Elfman, salah satu Venerate negeri Fuegonia itu tiba-tiba berada di akademi tersebut.


***


“Selamat datang di akademi ini… Ini adalah hari pertama kalian berada disini, karena itu untuk permulaannya kita akan menyeleksikan kalian semua untuk mengetahui tingkatan Venerate serta kelas manakah akan akan berada nantinya,” ucap si tetua.


“Tapi, sebelum itu… Karena kita sekarang sedang kedatangan beberapa tamu dari negeri Fuegonia, maka dari itu kita akan melihat sebuah pertarungan kecil,” lanjut tetua itu berbicara.


***


“Pertarungan? Apa-apaan ini?” Ucap Artemis, terkejut mendengar penjelasan dari sang tetua akademi.


Wanita itu pun sontak menatap Aguirre dengan ekspresi serius.


“Tuan, nyonya… Jangan salah paham, aku disini hanya bertugas untuk mengantarkan para petarungnya,” ucap Aguirre, menjelaskan kedatangannya.


***


“Baiklah semua murid-murid baru yang ada, silahkan pergi ke bangunan-bangunan yang berada di sekitar tempat ini untuk sejenak mengamati pertarungannya,” ucap si tetua, mengarahkan semua murid-murid baru.


**


Saat para murid akan pergi ke bangunan-bangunan di sekitar mereka, nampak Lucia yang sedang bersama dengan Zchaira, langsung dihampiri oleh Megathirio.


“Eh, tunggu dulu… Apa yang kau lakukan?” Tanpa pikir panjang Megathirio langsung menarik Vempireman perempuan itu keluar darii tempat tersebut.


“Kakak, tunggu dulu… Kau mau membawanya kemana?” Panggil Zchaira, mengikuti Megathirio yang sedang menarik Lucia.


***


“Kenapa kau ada disini Vampireman?” Tanya Megathirio dengan wajah serius.


“Kakak tunggu dulu… Bagaimana jika orang-orang mendengarnya?” Sambung Zchaira, mencoba membuat saudaranya itu mengerti.


Megathirio lantas megamati keadaan sekitar, yang nampak tidak berada satu orang pun yang lalu-lalang.


“Tidak ada satupun orang selain kita di tempat ini… Katatan saja mengapa kau bisa berada disini, atau terpaksa aku harus menjemurmu dibawah matahari sampai kau terbakar hangus,” ucap Megathirio sambil mengancam Vampireman perempuan itu.


“Percuma saja kau melakukannya karena kelamahan itu hanya berlaku pada Vampire murni saja.” Lucia pun tidak takut dengan ancaman pemuda itu dan lantas membalasnya tanpa merasa takut.


Saking kesalnya mendengar ucapan Lucia, Megathirio pun langsung menampar serta menarik rambutnya.


“Ukh…” Megathirio menendang kaki Lucia, membuat perempuan itu jatuh tersungkur di tanah, lalu tanpa melihat bahwa Lucia adalah perempuan, Megathirio dengan kuat menindih perempuan itu menggunakan kakinya.


“Beraninya kau… Kalau begitu coba lawan aku sekarang. Kekutan fisik kalian walaupun perempuan jauh lebih kuat dibanding pria dewasa.”


“Kakak, apa yang kau lakukan?” Melihat hal tersebut Zchaira dengan cepat langsung mencoba menarik saudaranya tersebut.


Akan tetapi Zchaira tidak cukup kuat untuk bisa menarik saudaranya tersebut agar berhenti menginjak Lucia.


“Minggir Zchaira…” Megathirio mendorong Zchaira, membuat adiknya tersebut jatuh tersungkur.


Dengan kekuatan fisiknya, Lucia pun dengan kuat mendorong Megathirio, hingga membuat pemuda terhempas.


Walaupun terkejut, Megathirio pun kembali berdiri dan langsung menggunakan teknik sihirnya untuk meningkatkan kekuatan fisiknya agar bisa mengimbangi kekuatan fisik dari Lucia.


Dalam sekejap, Lucia menggunakan teknik berpindah ruangnya dan seketika muncul tepat dibelakang Megathirio.


“Akh!” Dengan refleksnya, Megathirio dapat merasakan keberadaan Lucia dan langsung berbalik lalu melayangkan pukulan yang kuat hingga perempuan itu kembali tersungkur di tanah.


Salah satu tangan Megathirio mencekik leher Lucia. Megathirio kemudian melapisi tangannya yang satunya menggunakan energi sihirnya.


“Megathirio hentikan… Jangan lakukan itu.” Zchaira pun datang, menahan tangan Megathirio yang mau diarahkannya pada Lucia.


“Zchaira, jangan ikut campur,” ucap Megathirio, melarang adiknya yang menahan tangannya.


“Kenapa? Apakah terlahir sebagai ras keturunan campuran itu memangnya sebuah kesalahan?” Tiba-tiba Lucia berbicara sambil meneteskan air matanya.


Melihat perempuan itu tiba-tiba menangis, Megathirio pun sontak terkejut.


Dalam sekejap energi yang melapisi tangannya pun lenyap. Pemuda itu lalu melepaskan Lucia dan berdiri kembali.


“Entah apa alasanmu berada disini, tapi aku tetap akan mengawasimu ras campuran,” ucap Megathirio dengan tegas kemudian pergii meninggalkan Lucia dan Zchaira di tempat itu.


“Nona, kau tidak apa-apa?” Kemudian Zchaira membantu Lucia berdiri dan bertanya tentang keadaan perempuan itu.


“Aku tidak apa-apa… Terima kasih sudah mau berusaha membantuku,” jawab Lucia sambil menyeka air matanya.


“Tidak masalah nona… Tapi, aku juga penasaran mengapa kau berada di tempat ini?”


Mendengar pertanyaan Zchaira, Lucia pun menjelaskan pada awalnya saat masih tertawan di daerah Workyen, tiba-tiba seorang Continent Venerate bernama Gahaelix Dirkcourt datang membawa para Vampireman ke daerah tempat tinggalnya.


Continent Venerate itu mengawasi para Vampireman, mellihat apakah mereka layak menjadi prajurit Lightio.


Setelah beberapa hari melihat sikap dari para Vampireman yang memang tidak berusaha untuk melawan ataupun memberontak padanya, Gahaelix pun langsung mempercayai mereka.


Gahaelix kemudian menyarankan Lucia serta kakaknya Joker untuk masuk ke dalam akademi sihir untuk memperlajari kekuatan sihir para Venerate Lightio, namun kakaknya Joker menolak, akhirnya hanya Lucia sendirilah yang datang ke tempat itu.


Zchaira pun paham dengan penjelasan dari Lucia dan tidak akan penasaran lagi mengapa Vampireman perempuan itu berada di akademi sihir tersebut.


“Kalau begitu, bagaimana kalau kita berkenalan dulu… Namaku Zchaira.” Ucap Zchaira sambil memberikan tangannya.


“Aku Lucia,” balas Lucia menjabat tangan Zchaira.


Mereka pun sama-sama memperlihatkan ekspresi tersenyum setelah memperkenalkan nama mereka satu sama lain.


“Ayo kita kembali…” Ucap Zchaira.


Kedua perempuan itu kemudian pergi dari tempat itu kembali ke tempat mereka sebelumnya.


***


Beberapa saat kemudian kini semua para murid baru telah berada pada bangunan-bangunan di sekitar tempat itu dan bersiap mengamati pertarungan.


“Kita sambut para murid terbaik dalam kelas Land Venerate,” ucap si tetua.


Seketika lima orang murid yang terdiri dari tiga orang laki-laki serta dua orang perempuan dari kelas Land Venerate pun keluar dari dalam salah satu bangunan yang berada di tempat itu.


“Kita sambut juga Venerate Fuegonia yang akan bertarung melawan mereka, yang juga merupakan murid Land Venerate yang berasal dar akademi sihir negeri Blueland.”


Selanjutnya, dari sisi lain bangunan keluar lima pria yang memiliki penampilan seperti Aguirre, yang tidak lain merupakan para ras Elfman.


“Kenapa harus ada dua orang perempuan dalam tim mereka?”


“Benar juga, kalau begini aku sepertinya harus menahan kekuatanku.”


Para Venerate ras Elfman itu nampak berdikusi tentang tim Land Venerate dari akademi sihir tersebut, yang dimana dua diantara mereka merupakan seorang perempuan.