The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 28 - Hefaistos vs Hanzfilge



“Hefaistos…!” Teriak Aretmis melihat pemuda itu mendapatkan serangan dari Orcman bernama Hanzfilge.


“Artemis, tunggu… Jangan kesana.” Artemis hendak pergi untuk membantu Hefaistos, namun langsung ditahan oleh ibunya.


“Orcman itu bukanlah tandinganmu…” Ucap Lethis.


“Aku tidak peduli… Yang pasti aku tidak mau hanya menonton saat rekanku terpuruk.”


Artemis pun berusaha melepaskan diri dan kemudian pergi berlari hendak menyerang. Perempuan itu melompat kea rah Orcman tersebut dan meluncurkan serangan proyeksinya.


Dengan mudah serangan tersebut langsung ditepis oleh Orcman hanya menggunakan tangan kosongnya.


Artemis tidak menyerah, perempuan itu langsung menganyunkan bilah tajam pada busur panahnya berniat untuk menyerang Orcman tersebut.


“Akh…” Akan tetapi, dengan cepat Orcman itu mencengkram leher Artemis hingga perempuan itu pun tidak bisa berkutik.


“Hei, bukannya kau sedang reuni dengan keluargamu?” Tanya Orcman itu.


Tanpa menjawab pertanyaan tersebut, Artemis berusaha menganyunkan busur panahnya untuk menyerang Orcman itu.


Namun hal tersebut percuma saja karena dengan mudah Orcman itu menahan senjata suci dari Artemis.


“Ukh…” Disaat Orcman tersebut lengah, Hefaistos maju dan menganyunkan palunya pada kepala ras campuran itu, hingga membuat cengkraman tangannya pada Artemis pun terlepas.


Dengan sigap Hefaistos langsung menangkap perempuan itu dan melompat ke belakang untuk memperluas jaraknya dengan Orcman tersebut.


“Artemis, tenang saja aku pasti bisa mengalahkannya…” Ucap Hefaistos.


“Tapi bagaimana caranya?”


“Dengan kekuatan pelepasan kedua…”


Mendengar hal tersebut, Artemis pun percaya dengan ucapan Hefaistos. Dia kemudian membiarkan Hefasitos untuk melawan Orcman yang berada di depan mereka sendirian.


Hefaistos maju ke depan sambil mengeratkan pegangannya pada senjata sucinya dan kemudian berkonsentrasi.


“I defteri ekdosi… Vulcan the great artisans…” Sontak kobaran api yang besar keluar dari palu yang dipegang oleh pemuda itu, melapisinya, dan kemudian tiba-tiba berubah menjadi zirah besi dengan memiliki garis-garis yang berpijar.


Hefaistos kini memakai sebuah mahkota api yang berkobar, serta memegang palu berpijar dengan gagang panjang, serta memiliki rantai yang panjang pula dibagian ujungnya.


***


Di sisi lain, perempuan yang datang bersama Orcman sebelumnya langsung dihampiri oleh lima Venerate Lightio, sedang melawan pasukan Machora Tira.


“Terus berhati-hati saat melawannya… Teknik perempuan itu akan sangat berbahaya jika diterima oleh kita,” ucap salah satu Venerate Lightio, memberi rekannya peringatan sebelum berhadapan dengan perempuan yang berada di hadapan mereka.


“Teknikku yah… Tenang saja, aku tidak perlu menggunakan teknik itu hanya berhadapan dengan kalian,” balas perempuan bernama Aelacia tersebut.


Kelima Venerate Lightio itu pun kemudian langsung memunculkan senjata suci mereka masing-masing dan bersiap melawan perempuan tersebut.


“Majulah kalian…”


***


“Oh, jadi kau mau menyetarahkan kekuatan kita… Boleh juga perubahanmu…” Ucap Orcman bernama Hanzfilge nampak terkesima melihat perubahan wujud pelepasan kedua Hefaistos.


Tanpa menunggu lagi, Hefaistos dengan cepat bergerak maju menghampiri Orcman tersebut.


Dengan sigap Orcman bernama Hanzfilge itu langsung memunculkan dua buah pedang berukuran besar bersiap menahan Hefaistos yang datang menghampirinya.


Hefaistos mengibaskan palunya dengan kuat. Merasa berbahaya seketika Hanzfilge pun menghindar.


Dari kibasan palu tersebut tercipta kobaran api yang sangat besar dengan daya hancur yang tinggi.


“Sial, hampir saja…” Hanzfilge merasa legah hampir saja menerima serangan besar tersebut.


Orcman itu pun dengan cepat datang menghampiri Hefaistos sambil menganyunkan kedua pedangnya dengan kuat ke arah pemuda itu.


Melihat hal tersebut, Hefaistos dengan refleks mengangkat rantai palunya, memainkannya hingga membuat Hanzfilge pun langsung terjerat.


“Apa?”


Ujung palu Hefaistos yang berpijar seketika berkobar. Dengan kuat pemuda tersebut menganyunkan palunya ke arah Hanzfilge.


“Uakh…” Hanzfilge menerima ayunan palu itu hingga membuatnya terhempas menabrak bangunan-bangunan yang berada di jalurnya.


Masih belum puas, Hefaistos naik melayang ke udara sambil mengangkat palunya yang masih berkobar.


Pemuda itu langsung meluncurkan serangan elemen api dalam skala yang besar hingga Hanzfilge yang masih belum siap pun seketika menerimanya.


“Akh…!” Serangan elemen api itu meledak dengan kuatnya sampai membuat Hanzfilge menjerit.


**


**


“Calevan… Kenapa kau tersenyum? Sebenarnya siapa yang kau dukung?” Tanya Lethis merasa bingung pada si Vampireman yang Calevan itu tersenyum ketika melihat Hefaistos beberapa kali melancarkan serangan yang membuat atasan mereka tersudut.


“Aku tidak mendukung siapapun, aku hanya terkesima saja melihat anak itu ternyata bisa membuat tuan Hanzfilge menjadi kesusahan,” jawab si Vampireman.


“Kalau kuperhatikan dengan lebih seksama… Senjata yang digunakannya mirip seperti milik raja pandai besi, Gustov Sebastia…” Lanjutnya berkata, menduga sesuatu yang diketahuinya tentang palu milik Hefaistos.


**


“Bagus sekali bocah… Kau bisa membuat semangat kembali membara!” Seru Hanzfilge, merasa bersemangat setelah menerima serangan yang dilancarkan oleh Hefaistos.


Hanzfilge seketika meluncur ke hadapan Hefaistos sambil dengan kuat menganyunkan dua pedangnya.


Hefaistos pun dengan sigap menahan serangan tersebut, hingga menciptakan pancaran kobaran api serta uap es di kedua sisi mereka. Hempasan angin yang kuat juga sontak tercipta akibat tabrakan tekanan kekutan mereka berdua tersebut.


“Ice strike… Cold slash…” Hanzfilge melancarkan serangan tebasan elemen esnya membuat Hefaistos langsung terhempas.


“Ukh…” Akan tetapi rantai dari palu pemuda itu langsung mengikat Hanzfilge, membuat tidak bisa bergerak lagi.


Hefistos dengan sigap menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh. Dia lalu dengan kuat menarik Hanzfilge menuju ke arahnya.


“Eh…” Disaat pemuda itu mengangkat palu hendak melancarkan sebuah serangan, tiba-tiba tubuhnya tidak bisa digerakan akibat perlahan-lahan mulai membeku.


“Sial…”


Ternyata serangan yang dilancarkan oleh Hanzfilge sebelumnya bukan hanya untuk mencoba menebas pemuda itu.


Hanzfilge meluncur dengan kencang ke arah Hefaistos, melepaskan rantai yang menjeratnya.


“Ice strike… Cold tornado slashes…”


Hanzfilge menciptakan tornado es, membuat Hefaistos langsung terbawah berputar masuk kedalamnya.


“Akh…!” Di dalam tornado tersebut, pemuda itu mendapatkan serangan tebasan secara beruntun hingga membuatnya menjerit.


Hefaistos jatuh terkapar di tanah dengan keadaan lemah. Kini keadaan pun berbalik, dimana pemuda itu menjadi terdesak akibat serangan yang dilancarkan oleh Orcman yang dilawannya.


Disaat pemuda itu berubah kembali ke wujud semulanya, terlihat Hanzfilge berjalan perlahan menuju padanya.


**


Melihat hal tersebut, Artemis pun langsung berlari menghampiri Hefaistos sambil mengarahkan busur panahnya untuk menghalangi Hanzfilge.


**


“Artemis…!” Teriak Lethis, menjadi khawatir melihat putrinya mencoba untuk menahan Hanzfilge.


**


“Hei, minggir kau…” Ucap Hanzfilge.


“Tidak akan…” Dengan yakin Artemis mencoba menghalangi Hanzfilge yang hendak menyerang Hefaistos.


“Heh, kau membuatku jengkel saja…”


Hanzfilge mengangkat salah satu pedangnya ke atas, membuatnya memancarkan cahaya biru yang terang.


Melihat hal tersebut Artemis tidak gentar, perempuan itu tetap tidak mau beranjak dari tempatnya.


“Jangan salahkan aku nantinya…”


Orcman itu langsung menganyunkan pedang ke arah Artemis dan Hefaistos yang berada di depan.


**


“Tidak…!” Lethis pun berteriak melihat Artemis akan menerima serangan dari Hanzfilge.


**


“Eh…” Setelah perempuan itu sadari di depannya kini muncul sebuah dinding batu.


“Apa-apaan ini?” Hanzfilge pun terkejut melihat diinding batu itu tiba-tiba muncul menghalangi serangannya.


“Cukup sampai situ, Orcman bodoh…”