The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 90 - Kota Thouson



Setelah terbang dengan kecepatan seribu kilometer per jam, dalam waktu sekitar sepuluh menit ataupun lebih, pesawat yang dinaiki oleh Zchaira dan yang lain akhirnya sampai di kota Thouson, sebuah pusat pemerintahan yang berada d daerah Xetas.


Pesawat mereka tersebut mendarat di sebuah lapangan terbuka dalam kota Thouson, dimana di tempat tersebut Roselix beserta beberapa Venerate daerah Xetas sudah menanti kedatangan mereka.


Satu per satu para murid turun dari pesawat yang dinaiki oleh mereka kemudian menghampiri Roselix beserta para Venerate yang bersamanya.


“Salam para murid-murid akademi sihir, perkenalkan namaku adalah Roselix dari clan Syndiotactic dan merupakan pemimpin dari daerah Xetas ini,” ucap Roselix.


Setelah Roselix memperkenalkan namanya kepada Zchaira dan yang lain, terlihat salah seorang perempuan mendekat.


“Salam para murid-murid akademi sihir, perkenalkan juga namaku adalah Caimiyah dari clan Syndiotactic, serta merupakkan pemimpin khusus untuk kota bernama Thouson ini,” ucap perempuan tersebut, yang ternyata merupakan pemimpin dari kota Thouson, serta merupakan anggota clan Syndiotactic, sama seperti Roselix dan Toner.


“Aku sudah mendengar sebelumnya bahwa kalian datang untuk menjalankan misi ke daerah ini karena sedang menerima sebuah hukuman khusus bagi para siswa yang sebenarnya mendapatkan sebuah masalah konflik kecil di dalam akademi sihir…” Ucap perempuan bernama Caimiyah tersebut.


“Daripada berlama-lama disini, lebih baik kita pergi untuk beristirahat sejenak, karena kalian baru saja sampai.” Perempuan bernama Caimiyah itu kemudian mengajak para murid untuk naik ke dalam kendaraan-kendaraan yang telah disiapkan mereka di tempat itu.


Satu per satu orang pun naik ke dalam kendaraan-kendaraan tersebut kemudian berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.


***


Tak berapa lama, kendaraan-kendaraan yang dinaiki oleh para murid-murid serta para Venerate daerah Xetas, memasuki kediaman yang luas, yang merupakan kediaman khusus dari clan Syndiotactic.


Setelah sampai di dalam, kendaraan-kendaraan tersebut berhenti, dan satu per satu orang yang berada di dalamnya mulai turun.


“Kalian bisa beristirahat sejenak, dan jika kalian mau berkeliling melihat-llihat tempat ini, maka kami persilahkan juga,” ucap Caimiyah.


Beberapa diantara para murid diantar oleh para Venerate daerah Xetas untuk masuk lebih dalam di kediaman itu, namun beberapa diantara mereka lebih memilih untuk mencoba berkeliling saja.


“Untuk kau setidaknya harus bersama kami terlebih dahulu.” Perempuan bernama Caimiyah itu lantas langsung menahan Toner disaat pemuda itu mau mengakuti para murid-murid yang lain.


“Haah, sial…” Umpat Toner.


Caimiyah kemudian menarik Toner dan berjalan bersama dengan Roselix masuk lebih dalam di kediaman itu.


***


Beberapa saat kemudian, terlihat Zchaira sedang berada sendirian, sedang memikirkan sesuatu di sebuah taman dalam kediaman tersebut.


**


Dari kejauhan, tampak Flogaz tiba-tiba melihat Zchaira dan seketika memikirkan sesuatu bahwa hal tersebut merupakan waktu yang tepat, dimana dia harus menyatakan perasaannya kepada gadis itu.


**


“Zchaira, kenapa kau sendirian lagi di tempat ini?”


**


Disaat Flogaz hendak datang untuk menghampiri Zchaira, tiba-tiba saudaranya, Rayvor langsung mendahuluinya menghampiri gadis itu.


Merasa bahwa kesempatannya tersebut telah menghilang, Flogaz pun merasa kesal dan mengurungkan niatnya untuk menemui Zchaira. Dia pun tidak mempunyai pilihan selain pergi dari tempat itu, membiarkan Zchaira bersama dengan Rayvor.


**


“Aku hanya memikirkan sesuatu, kakak…” Ucap Zchaira.


“Kau tahu kan sebelumnya, disaat salah satu Vampireman akan menyerangmu, dan secara tidak sengaja aku menghalanginya dan akhirnya mandapatkan serangan fatal…”


“Saat itu kukira bahwa aku sudah tidak bisa bertahan lagi, tapi tiba-tiba kekuatan makhluk suci yang berada di dalam diriku tiba-tiba aktif… Aku bahkan saat itu bisa mengalahkan Vampireman yang berada di tingkatan Continent Venerate itu,” ucap Zchaira.


“Iya aku tahu… Dan barusan ini juga kekuatanmu tiba-tiba aktif kembali kan… Kupikir kekuatan makhluk sucimu itu seketika aktif jika kau sedang berada dalam bahaya, tapi itu kan sebernarnya tidak berada dalam bahaya,” sambung Rayvor.


“Mungkin alasan lain mengapa kekuatan makhluk suciku aktif karena disaat diriku menyadari bahwa aku memanglah masih lemah, serta merasa bahwa aku tidak sanggup untuk melawan musuhku,” ucap Zchaira, menjelaskan alasan lain mengapa kekuatan makhluk sucinya bisa aktif.


“Zchaira, aku tahu bahwa kekuatanmu itu sangatlah kuat, bahkan bisa mengunguli kekuatan dari seorang Continent Venerate sekalipun… Aku juga tahu bahwa dampak setelah kekuatan itu aktif, kau dalam waktu yang lama tidak bisa bergerak seperti sebelumnya…”


Rayvor kemudian menjelaskan kepada Zchaira bahwa kekuatan makhluk suci yang berada di dalam diri gadis itu kemungkinan menyerap banyak energi Mana miliknya. Walaupun tidak berakibat fatal pada tubuhnya, namun hal itu bisa membahayakan gadis tersebut, dikarenakan jika saat dia tidak sempat mengalahkan musuh yang dilawannya ketika kekuatannya kembali menghilang, maka hal tersebut akan dimanfaatkan oleh musuh yang dilawan untuk berusaha menyerangnya saat tidak bisa bergerak dengan bebas.


“Kau benar kakak… Kurasa mencapai tingkatan Venerate yang lebih tinggi adalah satu-satunya kunci agar aku tidak bisa mendapatkan efek samping dari pengaktifan tiba-tiba kekuatan itu,” respon Zchaira pada penjelasan dari Rayvor.


“Tenang saja… Kau pasti akan menjadi lebih kuat dan berhasil mengandalikan penuh kekuatan itu,” ucap Rayvor.


Zchaira memasang senyuman manis diwajahnya setelah mendengar ucapan dari pemuda itu.


***


Berpindah di sebuah ruangan yang masih berada di dalam kediaman clan Syndiotactic, dimana ditempat itu tampak Toner sedang bersama dengan Roselix dan perempuan pemimpin kota Thouson bernama Caimiyah.


“Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa kau sampai bisa mendapatkan hukuman lagi Toner?” Tanya Roselix, ibu dari pemuda itu.


“Maaf ibu, aku sebenarnya tidak akan terlibat, namun salah satu murid dari kelas Regional Venerate mengatakan bahwa ada pertarungan para murid di dalam tempat mereka…”


“Mendengar itu, aku pun dengan sigap bergegas dengan tujuan ingin menghentikan pertarungan tersebut…”


“Dan ketika aku berhasil mengalahkan murid yang langsung melawanku, tiba-tiba saudaranya datang dan langsung menyerangku sampai terdesak dan akhirnya salah satu tetua akademi datang menghentikan hal tersebut,” ucap Toner, menceritakan mengapa dirinya bisa menjadi salah satu murid yang mendapatkan hukuman.


Roselix dan Caimiyah pun lantas meganggukan kepalanya, menegerti dengan cerita yang dikatakan oleh pemuda itu.


“Tunggu dulu, tapi siapa murid yang berhasil menyudutkanmu? Apa dia juga murid Land Venerate sepertimu?” Tanya Caimiyah, merasa penasaran.


“Heh, tidak dia bukan murid Land Venerate… Murid yang membuatku tersudut adalah gadis yang memiliki rambut panjang berwarna hitam, yang kecantikannya lebih nampak dari murid perempuan lain,” jawab Toner, sambil sedikit memuji Zchaira.


“Oh, gadis itu cantik itu… Apa mungkin kau kalah karena terpesona dengan kecantikannya?” Tanya Caimiyah lagi.


“Tentu saja tidak… Untuk apa aku harus kalah hanya terpesona dengan kecantikannya…” Ucap Toner, menjawab bahwa hal tersebut bukanlah alasan mengapa dirinya tersudut.