The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 116 - Penyamaran Anmaguel terungkap



“Hei sialan… Lihat kemari.”


Ketika mendengar suara Illios dari arah belakang, Anmaguel pun dengan refleks langsung menoleh, tanpa sempat memikirkan bahwa hal tersebut kemungkinan merupakan sebuah jebakan.


“Ukh…”


Sontak, Illios langsung melancarkan serangan tebasan elemen api ke arah Anmaguel secara langsung, hingga membuat tetua akademi sihir itu pun langsung terhempas.


Topeng yang dikenakan oleh Anmaguel untuk menyamarkan dirinya pun seketika terbakar, kemudian musnah dalam sekejap, hingga sontak langsung memperlihatkan wajahnya dengan jelas.


“Kau… Bagaimana mungkin?” Illios pun terkejut mengetahui akhirnya mengetahui identitas dari pria bertopeng tersebut.


*


“Ternyata aku salah… Kupikir sebelumnya orang bertopeng itu adalah Jaimeburg Aiver,” gumam Illios dalam hati, ternyata salah memperkirakan identitas Anmaguel.


**


“Anmaguel Manzareja… Bagaimana bisa kau berada di tempat ini, bahkan mendukung para pemberontak? Apakah kau tidak takut jika nama baikmu akan tercoreng karena bergaul dengan Venerate pembuat onar itu?” Tanya Illios pada Anmaguel, sambil menyinggung Aiver yang disebutnya sebagai Venerate pembuat onar.


**


“Heh, percuma saja kau mengatakan itu. Aku tidak peduli jika setelah ini akan dianggap seperti apa… Yang pasti, tujuanku kini adalah untuk mendukung Aiver menguasai wilayah barat ini…” Jawab Anmaguel, tidak memperdulikan hal yang diucapkan oleh pria itu, karena seperti memiliki sebuah tujuan lain dibalik pernyataannya tersebut.


Anmaguel pun seketika memunculkan sebuah tombak yang merupakan senjata sucinya. Tetua akademi sihir itu kemudian memutar-mutar tombaknya dengan cepat hingga menciptakan sebuah hempasan angin yang kuat di sekitarnya.


**


Melihat hal tersebut, Illios pun dengan sigap memasang kuda-kuda, berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya, hingga pedang senjata sucinya memancarkan kobaran api yang besar pada bagian bilahnya.


Dengan cepat Illios pun meluncur ke arah Amaguel sambil mengayunkan pedang senjata sucinya, melancarkan serangan tebasan proyeksi elemen api.


Tidak mau kalah, Anmaguel pun mengibaskan tombaknya hingga hempasan angin yang berada di sekitarnya meluncur menahan serangan dari Illios, hingga memecah ke segala arah dan menghantam bangunan yang berada di sekitarnya.


Setelah serangannya dengan mudah ditangani oleh Anmaguel, Illios pun terus meluncur hingga mendekati tetua akademi itu kemudian melancarkan serangan langsung dengan mengayunkan pedang miliknya.


Anmaguel pun langsung menangkis ayunan pedang Illios menggunakan tombaknya, hingga menciptakan pancaran elemen api serta hempasan elemen angin yang besar ketika kedua senjata suci mereka saling bertabrakan.


Illios terus berusaha menyerang Anmaguel, namun satupun serangannya tidak bisa mengenai tetua itu. Begitu juga dengan Anmaguel, dimana saat terus berusaha untuk menyerang Illios, satupun serangannya, tetap tidak bisa mengenai pria tersebut.


***


Di sisi lain, tampak Zchaira bersama Wenra serta Dorolia sedang berusaha untuk mencari keberadaan dari Lucia menggunakan kemampuan dari Dorolia yang bisa merasakan hawa keberadaan lebih kuat dibandingkan Zchaira dan Wenra sendirian.


Ketika merasakan sebuah hawa keberadaan dari seseorang di dekat tempat tersebut, Dorolia langsung pergi mengkutinya bersama dengan Zchaira dan Wenra yang mengikutinya dari belakang.


**


Mereka bertiga bertiga pun sampai di depan sebuah bangunan, kemudian tanpa pikir panjang langsung membukanya.


“Eh…”


“Halo gadis-gadis… Sedang apa kalian berada disini?” Tanya Vahal sambil memasang ekspresi senyuman menyeringai di wajahnya.


Zchaira bersama kedua rekannya tersebut perlahan-lahan mundur ke arah belakang ketika Venerate Pavonas itu mulai mendekati mereka.


“Incantesimo segreto… Coup de amoreux…” Karena Venerate Pavonas itu tidak kunjung berhenti untuk mencoba mendekati mereka, Zchaira pun langsung melancarkan serangan proyeksi tekanan kekuatan.


“Ekh…”


Akan tetapi, serangan tersebut tidaklah berdampak besar bagi Venerate yang berada pada tingkatan Continent Venerate itu. Vahal hanya sedikit terhentak ke belakang sambil memasag ekspresi berlebihan layaknya dirinya merasa kesakitan setelah menerima serangan dari Zchaira.


“Gadis mudah, sepertinya kemampuanmu hebat juga…” Ucap Vahal.


“Tapi, jika hanya seperti itu aku juga bisa melakukannya…”


Vahal pun mengangkat salah satu tangannya ke depan, yang membuat Zchaira dengan refleks langsung mendorong Wenra dan Dorolia ke samping.


“Akh…!” Akibat hal tersebut, hanya Zchaira saja yang menerima serangan tekanan kekuatan yang dilancarkan oleh Venerate Pavonas itu.


Zchaira pun terhempas ke jarak yang cukup jauh hingga langsung menabrak dinding bangunan dengan kerasnya.


“Kakak…” Ucap Wenra, mengkhawatirkan keadaan dari Zchaira.


Disaat Wenra dan Dorolia hendak menghampiri Zchaira untuk melihat keadaan dari gadis tersebut, kedua anak perempuan itu seketika langsung mengurungkan niat ketika Vahal menatap tajam mereka berdua.


Venerate Pavonas itu kemudian datang mendekati Zchaira, dan tanpa pikir panjang langsung mencekik gadis itu yang tengah dalam keadaan lemah tersandar pada dinding sebuah bangunan.


Disaat Vahal mencekik leher Zchaira, tiba-tiba kaluang bunga es yang dikenakan oleh gadis itu seketika memancarkan kilauan sejenak.


Dalam sekejap, kalung es itu mekangkses kekuatan dengan sendirinya, menciptakan sebuah duri-duri es yang seketika muncul dari permukaan, di sekitar Vahal dan Zchaira.


“Akh…” Hal itu langsung membuat beberapa bagian tubuh Vahal pun tertusuk oleh duri-duri es yang cukup tajam tersebut, hingga juga membuat mencengkraman tangannya pada leher Zchaira pun terlepas.


Kesempatan itu pun langsung dimanfaatkan oleh Wenra dan Dorolia untuk membawa Zchaira menjauh dari Venerate Pavonas itu.


“Mau pergi kemana kalian semua?” Akan tetapi kesempatan mereka pun habis dengan begitu cepat, dimana Vahal dengan mudah menepis duri-duri es yang menusuk tubuhnya dengan menggunakan proyeksi energi miliknya, yang membuat duri-duri es tersebut langsung hancur berkeping-keping.


Wenra, Dorolia, serta Zchaira pun lantas berhenti, karena percuma saja jika mereka masih berusaha melarikan diri, dimana Continent Venerate Pavonas itu akan dengan mudah mengejar mereka, serta akan langsung melancarkan sebuah serangan kepada mereka.


Ketiga gadis itu pun nampak pasrah sambil perlahan-lahan melangkahkan kaki mereka ke belakang untuk berusaha menjauh saat Vahal mulai mendekati mereka.


Ketika Zchaira, Wenra dan Dorolia hampir kehilangan harapan untuk bisa selamat dari tangan Venerate Pavonas itu, tiba-tiba Astrapi muncul tepat di depan mereka bertiga untuk menghalangi Vahal yang mau mendekati mereka.


“Kakak…” Ucap Zchaira, melihat saudaranya tersebut muncul untuk menghalangi Venerate Pavonas itu.


Seketika Astrapi langsung memunculkan sebuah pedang yang merupakan senjata sucinya, kemudian dengan sigap mengayunkannya, hingga langsung menciptakan sebuah serangan proyeksi elemen api biru berskala besar, yang langsung meluncur ke arah Vahal.


“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator light…” Dengan sigap, Vahal pun membalas serangan tersebut dengan melancarkan sebuah serangan proyeksi cahaya.


“Uakh…!” Akan tetapi, Vahal pun seketika terhempas ke jarak yang cukup jauh ketika serangan yang diluncurkan olehnya tidak bisa menandingi serangan elemen api yang diluncurkan oleh Astrapi.