
“Apa aku percaya dengan kemampuan kalian… Bukankah kalian hanya bisa menggunakan kekuatan dari senjata suci saja,” ucap Joker.
“Jika kau mau mengetahui seberapa kuat kami, maka aku dengan senang hati akan memperlihatkannya padamu,” balas seorang pria dari antara para Venerate yang bersama Vampireman tersebut.
Pria itu seketika mengaktifkan kekuatan yang berada pada sebuah sarung tangan besi yang dikenakan olehnya, hingga memancarkan pancaran proyeksi energi berwarna emas.
Joker pun langsung merespon hal tersebut dengan menunjukan senyuman menyeringai di wajahnya.
“God aura… Superior punch…” Dalam sekejap pria itu meluncur mendekati Joker sambil melancarkan serangan proyeksi energi berwarna emas dari sarung tangan besi miliknya.
Dengan santai, Joker pun menahan serangan pria itu dengan melancarkan serangan proyeksi elemen api baerwarna biru dalam skala yang besar.
Kedua serangan dari mereka saling bertabrakan dan seketika langsung menciptakan sebuah ledakan yang cukup besar.
Setelah kedua serangan tersebut lenyap secara bersamaan, pria itu lantas terkejut mengetahui bahwa Vampireman bernama Joker tersebut kini sudah tidak berada di depannya lagi.
Dengan sigap, pria itu langsung meningkatkan fokusnya, memperhatikan ke sekitaran untuk mencoba melihat keberadaan dari Vampireman tersebut.
Karena menggunakan teknik perpindahan ruangnya, Joker tiba-tiba muncul tepat di atas pria itu, dan langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api berwarna biru, yang masih dalam skala yang besar.
“God aura… Superior punch…” Saat merasakan sebuah hawa panas dari atasnya, pria itu lantas dengan refleks langsung melancarkan serangan proyeksi energi berwarna emas.
“Akh…” Akan tetapi, serangan elemen api biru dari Joker dapat menandingi serangan proyeksi energi emas dari pria tersebut, hingga membuatnya dengan keras terdorong dan menghantam tanah dengan kerasnya.
Joker pun langsung mengnjak tubuh pria itu ketika dirinya telah terkapar dengan keadaan lemah di tanah.
“Zeidonas, benar kan… Padahal kau merupakan putra dari pemimpin negeri Geracie, serta anggota clan terkuat di negeri tersebut, namun lihatlah, kau bahkan sangat mengecewakan bahkan untuk prajurit dengan tingkatan Land Venerate,” ucap Joker, membahas identitas dari pria tersebut yang sebenarnya berasal dari negeri yang sedang berseteruh dengan negeri Tsureya, yang berada di benua seberang.
Disaat Joker masih belum menyingkirkan kakinya dari tubuh pria bernama Zeidonas tersebut, tiba-tiba seorang pria lain dari salah satu Venerate tersebut dengan cepat bergerak ke arah Joker, hendak menyerang Vampireman tersebut.
“Akh…” Walaupun pergerakan pria itu tampak sangat cepat, namun dengan refleks yang tinggi, Joker dengan mudah mampu mencengkram lehernya.
Pria itu pun akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa lagi akibat mendapatkan cekikan yang kuat dari Vampireman itu.
Dua perempuan yang merupakan rekan-rekan dari kedua pria itu nampak hanya bisa berdiam melihat mereka ditahan oleh Joker. Dalam benak, mereka berpikir bahwa percuma saja jika harus membantu dua pria itu dikarenakan tingkatan kekuatan mereka yang masih berada dalam Regional Venerate tidak mampu menandingi kekuatan dari Vampireman tersebut yang berada pada tingkatan Continent Venerate.
Setelah merasa puas menguji kedua pria tersebut, Joker langsung melepaskan cekikan dari pria yang sebelumnya meluncur dengan cepat untuk menyerangnya, serta dia juga lantas menyikirkan kakinya dari pria bernama Zeidonas tersebut.
“Uhuk… Uhuk…”
Pria yang sebelumnya dicekik nampak mengalami batuk-batuk, sedangkan pria yang bernama Zeidonas perlahan-lahan bangun dan akhirnya duduk untuk memulihkan sejenak keadaannya.
Mereka pun lantas hanya bisa terdiam, serta terpaksa menerima ucapan dari Vampireman bernama Joker tersebut.
“Kalau begitu, ayo lanjutkan perjalanan kita… Tuan Kenrow sudah memberikan perintah kepada kita untuk kita andil dalam menyelesaikan masalah di daerah ini,” ucap Joker sambil membantu kedua pria itu berdiri kembali dengan memberikan tangannya.
Joker bersama keempat Venerate yang datang bersamanya ke daerah Xetas tersebut, kemudian melanjutkan perjalanan mereka untuk menyerang wilayah yang dikuasai oleh para Venerate pemberontak.
–13 Desember 3024–
Keesokan harinya, Zchaira dan para murid-murid akademi kembali melanjutkan penyerangan mereka ke salah satu wilayah daerah Xetas yang dikuasai oleh para Venerate pemberontak.
Dalam penyerangan kali ini, Zchaira dan para murid-murid akademi sihir mendapatkan sebuah kemudahan dikarenakan lima diantara para murid-murid akademi merupakan murid-murid yang berada di kelas Land Venerate, yang tidak lain merupakan Toner, Eliadryn, Pedrobal, Charlett serta Auphia. Ditambah juga bahwa dalam penyerangan mereka kali ini, kekuatan para Venerate pemberontak yang ada, lebih lemah dikarenakan beberapa anggota yang berada diantara mereka hanyalah para Venerate yang berada pada tingkatan Regional Venerate.
Mereka dengan mudah mengalahkan para Venerate pemberontak pada salah satu wilayah tersebut, sembari Zchaira, Wenra dan Dorolia, yang terbilang paling lemah diantara para murid-murid akademi sihir yang ada, hanya bertugas untuk mencari para warga kemudian menyelamatkan serta mengantarkan para warga tersebut ke tempat yang aman untuk sementara, seperti yang mereka lakukan pada penyerangan sebelumnya.
Setelah berhasil menyelamatkan para warga yang tertangkap, para murid-murid akademi kemudian menangkap para Venerate pemberontak untuk nantinya akan dibawah oleh para kelompok Venerate daerah Xetas yang bertugas membawa menawan mereka.
Setelah selesai pada salah satu wilayah tersebut, Zchaira dan para murid-murid akademi langsung melanjutkan perjalanan mereka menyerang ke wilayah yang dikuasai oleh para Venerate pemberontak lain.
***
Ketika sedang dalam perjalanan menuju wilayah yang selanjutnya, Zchaira dan yang lain tiba-tiba berhenti saat berpapasan dengan sebuah pesawat, yang merupakan pesawat para Venerate dari negeri Pavonas.
Pesawat tersebut perlahan-lahan berhenti dan mendarat di tengah-tengah padang stepa, tepat di depan para murid-murid akademi.
Tak berapa lama, Venerate Pavonas yang bernama Vahal keluar dari dalam pesawat tersebut untuk menemui para murid-murid akademi.
“Kebetulan sekali kita bertemu disini…” Ucap Venerate Pavonas bernama Vahal tersebut.
“Ayo masuk, kita pergi bersama-sama melawan para pemberontak,” lanjut pria itu berkata, megajak para murid-murid akademi untuk menyerang para Venerate pemberontak bersama-sama.
Walaupun merasa kurang senang berpapasan dengan para Venerate dari luar tersebut, namun Zchaira dan para murid-murid lain tidak memiliki pilihan lain selain melanjutkan perjalanan bersama dengan mereka.
***
“Viecion… Sineto… Kurasa kita sudah tahu siapa para Venerate negeri ini yang akan kita ambil.” Sembari dalam perjalanan menuju wilayah yang dikuasai oleh para Venerate pemberontak, pria bernama Vahal tersebut tampak membicarakan sesuatu kepada para bawahannya, ketika melihat murid-murid akademi sihir tersebut.
“Jangan bilang kau ingin para Venerate itu menjadi prajurit Pavonas?” Tanya Venerate bernama Viecion, tampak mengetahui maksud dari pria tersebut.
“Kau bisa menebaknya sendiri kan…” Ucap Venerate bernama Vahal itu.