The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 40 - Acara penobatan Artemis



Di sebuah lapangan udara, beberapa orang turun dari dalam pesawat yang berasal dari negeri Fuegonia.


Terlihat seorang pria paruh baya ditemani tiga orang pria brambut putih serta memiliki portur tubuh setinggi dua meter.


“Haah… Kenapa juga aku harus datang kemari?” Keluh salah satu pria berambut putih.


“Jangan banyak mengeluh, kau sekarang adalah salah satu orang terpenting Fuegonia, sebagai aliansi kita wajib menghadiri hal seperti ini.”


“Walaupun Fuegonia dan Lightio sebenarnya sedang bersitegang?”


“Hentikan itu Aguirre, jangan tunjukan ketidaksopananmu itu ditempat ini.” Pria paruh baya itu sontak memperingati pria berambut putih, bernama Aguirre tersebut.


Sedangkan dua pria berambut putih lainnya hanya bisa tersenyum mendengar perbincangan mereka.


Tak berapa lama, empat orang dari dalam pesawat negeri Cielas juga keluar.


“Aguirre tunjukan kesopanan dengan hanya diam kali ini.”


“Baik pak tua…”


Empat Venerate Fuegonia itu kemudian datang menghampiri para Venerate yang berasal dari negeri Cielas.


“Salam tuan Laresso, senang bisa bertemu denganmu disini,” ucap si pria paruh baya dari negeri Fuegonia.


“Salam juga tuan Barbiond, senang bisa bertemu denganmu,” pria Cielas yang disapa oleh si pria paruh baya bernama Barbiond itu lantas menyapa baliknya.


Akan tetapi, para Venerate yang berada di belakang dua orang itu masing-masing tampak tidak memperlihatkan ekspresi yang bersahabat. Venerate dari Fuegonia maupun dari Cielas itu seakan-akan menganggap satu sama lain sebagai musuh.


“Kakak, benarkan orang itu adalah Cloud Grandstone?” Tanya pria bernama Aguirre dengan berbisik kepada dua orang yang memiliki penampilan mirip dengannya, membahas tentang salah satu Venerate Cielas yang berada di hadapan mereka.


“Memang benar sesuai ciri-ciri dia seperti orang itu,” jawab salah satu pria berambut putih.


“Tuan Cloud sepertinya kau bertemu dengan lawan yang kuat… Aguirre Noroh, Venerate yang dianggap memiliki sebuah kekuatan yang bahkan belum diketahui kelemahannya,” ucap salah satu Venerate Cielas, berbicara kepada pria bernama Cloud Grandstone itu dengan berbisik.


“Hentikan omong kosong kalian… Kita kemari hanya untuk menghadiri undangan saja, bukan untuk bertarung atau saling melihat siapa yang kuat.” Pria bernama Cloud itu lantas memarahi Venerate Cielas yang bersamanya karena berbicara tidak seusai dengan keadaan yang ada.


***


Beberapa saat kemudian, berpindah ke sebuah rangan dimana Artemis akan dinobatkan kembali menjadi Venerate kedua paling berpengaruh di negeri Lightio.


Semua pemimpin daerah serta para Continent Venerate, termasuk Lucierence, Kenrow dan tiga saudara Zchaira hadir di tempat itu dan telah duduk di kursi mereka masing-masing.


Sementara Zchaira duduk bersama Megathirio dan Rayvor di bagian lantai atas bersama dengan para tamu tambahan.


Ketika para Venerate tamu dari negeri lain yaitu negeri Fuegonia dan Cielas datang, semua orang yang berada di ruangan itu sontak menjadi tegang akibat merasakan tekanan kekuatan yang besar memancar dari mereka.


**


“Mereka tinggi sekali…” Zchaira tampak terkejut melihat tiga pria berambut putih masuk ke dalam ruangan tersebut dan duduk di kursi mereka masing-masing.


“Salah satu dari mereka adalah World Venerate, yang bahkan disebut sebagai salah satu prajurit terkuat di benua ini.” Rayvor kemudian menjelaskan kepada Zchaira menunjuk pria Elfman bernama Aguirre.


“Dia dan pria yang duduk disebelah sana bersama para Venerate Cielas disebut sebagai prajurit terkuat di benua ini,” lanjut Rayvor lalu menunjuk pria bernama Cloud yang duduk bersama para Venerate Cielas.


“Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Venerate tingkat atas di acara ini,” respon Zchaira.


*


“Mereka mirip dengan orang itu…” Ucap Zchaira dalam hati.


Akan tetapi, ekspresi terkejut dari Zchaira sebenarnya bukan karena sempat merasakan tekanan kekuatan dari para Venerate tersebut. Gadis itu kaget karena melihat ciri-ciri dari para ras Elfman itu mirip seperti seorang pemuda berambut putih yang dulu pernah menolongnya.


Bukan hanya dari penampilannya saja, bahkan wajah mereka bertiga juga sangat mirip dengan pemuda itu. Walaupun sudah bertahun-tahun sejak hari itu, namun Zchaira masih tetap mengingat wajah pemuda tersebut karena menganggap sebagai orang yang penting baginya.


**


Setelah Zchaira memikirkan hal tersebut, tak lama kemudian Hefaistos masuk ke ruangan itu bersama dengan Venerate yang akan dinobatkan menjadi wakil presiden penyihir negeri Lightio, yang tidak lain merupakan Artemis sendiri.


Kedatangan membuat Zchaira pun menjadi antusias melihat ibunya itu akan segera kembali menjadi wakil presiden penyhir setelah enam belas tahun lamanya meninggalkan posisi tersebut.


Hefaistos menuntun Artemis ke atas sebuah podium yang berhadapan dengan para tamu yang berada bagian lantai bawah. Kemudian dua orang prajurit dengan satu per satu membawa sebuah jubah berwarna hitam yang dilipat di sebuah wadah serta sebuah tongkat sihir juga naik ke podium menghampiri Artemis dan Hefaistos.


Hefaistos pertama-tama mengambil jubah hitam yang dibawa pada salah satu prajurit. Artemis sedikit menunduk dan kemudian presiden penyihir itu memakaikan jubah hitam bertudung tersebut kepadanya.


Setelah selesai, Hefaistos selanjutnya mengambil tongkat sihir pada salah satu prajurit dan memberikannya kepada Artemis.


Dua benda yang diberikan kepada Artemis tersebut merupakan sebuah benda simbolisme bagi para pemimpin negeri Lightio. Terdapat dua pasang jubah hitam serta tongkat sihir yang selalu diberikan kepada presiden penyihir maupun wakil presiden penyihir pada saat penobatan mereka dan terus diwariskan secara turun-temurun kepada pemimpin baru negeri Lightio.


Setelah Artemis menerima tongkat tersebut, dia kemudian menghentakannya sebanyak dua kali hingga sebuah diagram sihir berbentuk lambang negeri Lightio muncul di belakang kepala wanita itu.



Diagram sihir dari lambang negeri Lightio itu berbentuk sebuah perisai yang memiliki empat puluh delapan bintang di dalamnya mengartikan bahwa clan-clan penyihir yang mendiami seluruh empat puluh delapan daerah di negeri Lightio bertugas sebagai pelindung dari negeri mereka tersebut.


Kemudian Artemis turun dari podium menuju ke sebuah balkon yang luas, yang mengarah langsung ke sebuah lapangan yang luas pula, dimana terdapat para warga serta para Venerate yang sedang menunggu pemimpin mereka tersebut untuk menyambut mereka.


Artemis mengangkat tonkat sihir yang dipegang olehnya diiringi dengan sorakan para warga yang memenuhi lapangan tersebut, menandakan bahwa para warga sangat menantikan wanita itu kembali ke posisinya sebagai wakil presiden penyihir Lightio.


Artemis tampak bahagia melihat sorakan dari para warga. Wanita itu tidak menyangka bahwa semua orang sangat menantikannya kembali ke dalam posisi itu setelah pernah melepasnya pada enam belas tahun silam.


***


Setelah penobatan Artemis selesai, para tamu yang berada di dalam ruangan sebelumnya mendapatkan jamuan makanan di sebuah ruangan yang luas.


Terlihat Elfman bernama Aguirre yang sedang berdiri sendirian tiba-tiba dihampiri oleh Zchaira.


“Permisi tuan… Maaf mengganggumu, ada yang ingin kutanyakan?