The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 26 - Pertemuan yang tidak terduga



Tak berapa lama, Kenrow, ayah dari Hefaistos dan Lucierence datang menghampiri mereka dengan pasukan negeri Lightio.


“Kalian baik-baik saja?” Tanya Kenrow.


“Iya, jangan khawatir,” jawab Hefaistos.


“Eh, nona Haiowl… Kau juga ikut kemari…” Kenrow terkejut melihat Artemis berada di tempat itu bersama dengan para anggota tim Hefaistos dan tiga Venerate dari Fuegonia.


“Benar tuan… Setelah ayahku meninggal, aku memutuskan pergi untuk mewujudkan apa yang ayahku inginkan terhadapku,” ucap Artemis.


“Jadi seperti itu yah… Aku juga turut berduka cita atas kematian tuan Apollion… Dia sebelumnya adalah orang yang kuat dan sangat diahargai oleh kami semua…”


“Aku yakin kau bisa menjadi kuat seperti ayahmu.”


“Terima kasih tuan…” Respon Artemis pada ucapan Kenrow.


***


Beberapa saat kemudian, semua Venerate tingkat atas Lightio maupun Fuegonia yang ada berkumpul di dalam sebuah ruangan pertemuan.


“Aku sangat bersyukur akhirnya kita bisa mengambil alih lagi kota ini kembali…” ucap salah satu Venerate Lightio, yang merupakan pemimpin dari pasukan mereka.


“Lebih baik kita bicarakan bagaimana pergerakan kita untuk selanjutnya…”


Pembicaraan mereka kemudian dilanjutkan dengan membahas rencana penyerangan mereka pada wilayah-wilayah Lightio yang diakuasai oleh pasukan Machora Tira.


Venerate yang berada di dalam ruangan pertemuan tersebut akan dibagi menjadi dua kelompok untuk memimpin pasukan Lightio dan Fuegonia menyerang dari dua arah yang berbeda, dimana pasukan yang pertama menuju ke arah pesisir utara serta pasukan kedua akan menuju ke pesisir selatan yang berada di wilayah selatan Lightio.


Setelah penyerangan mereka berhasil, pasukan aliansi tersebut akan maju sampai ke wilayah Machora Tira, untuk menyerang musuh mereka tersebut.


–12 sampai 18 September 2999–


Waktu pun berlalu, dalam tujuh hari pasukan yang terbagi menjadi dua kelompok tersebut berhasil mengambil alih kembali wilayah dudukan Machora Tira, serta memukul mundur pasukan musuh itu sampai ke wilayah mereka.


Pasukan Lightio dan Fuegonia kemudian melakukan rencana kedua mereka menuju ke wilayah Machora Tira untuk menyerang serta membuat perbatasan yang baru dengan negeri ras campuran itu.



–19 September 2999–


Di salah satu armada pesawat tempur Lightio yang sedang menuju ke wilayah Machora Tira, nampak Hefaistos sedang duduk bersama dengan Artemis.


“Sebenarnya bagaimana Machora Tira bisa menyerang kita?” Tanya Artemis tentang awal mula konflik tersebut.


“Kau mungkin tidak pernah mendengar bahwa belum lama ini juga presiden penyihir, pemimpin dari Lightio telah meninggal…”


“Machora Tira mendengar hal tersebut dan akhirnya menyerang kami…”


Hefaistos kemudian menceritakan bahwa tujuan utama Machora Tira menyerang Lightio yaitu untuk meminta kekuatan pada seekor makhluk suci yang mendiami wilayah perbatasan Hawkingson Regon, Lightio dan Camburstile, Fuegonia.


Karena berada di dalam wilayah dari negeri musuh, pasukan Machora Tira pun tidak masuk dengan mudah.


Saat presiden penyihir Lightio akhirnya meninggal, disaat itu juga negeri Lightio menjadi sedikit kacau akibat kehilangan pemimpin mereka. Machora Tira pun dengan cepat melakukan serangan invasi mereka disaat kekuatan Lightio menjadi berkurang.


Lightio awalnya sulit untuk melawan Machora Tira hingga akhrnya meminta bantuan para Venerate dari Fuegonia.


“Sebenarnya negeri Lightio tidak sepenuhnya telah kehilangan World Venerate mereka…” Ucap Hefaistos.


“Masih ada satu World Venerate di negeri ini, namun dia bukanlah penyihir seperti kita.”


“Bukan penyihir? Memangnya siapa orang itu?” Tanya Artemis, penasaran.


“Dia adalah seorang Giantman, salah satu bagian dari ras keturunan campuran yang berasal dari negeri Asimir.”


“Ras campuran?” Ucap Artemis terkejut mendengar pernyataan dari Hefaistos.


“Iya, saat presiden penyihir meninggal, Giantman itu mendapat dukungan para warga di wilayah barat untuk menjadi pemimpin Lightio… Namun, sebagian besar penduduk negeri ini tidak mau mengakuinya atau memberikan izin karena dia bukanlah seorang penyihir.”


Tak berapa lama Hefaistos pun berdiri dari tempat duduknya.


“Karena itu, aku akan berusaha keras naik ke tingkatan World Venerate dan menjadi presiden penyihir selanjutnya,” ucap pemuda itu dengan percaya diri.


Artemis tidak menggapai tangan pemuda itu dan hanya bediri sendiri dari empat duduknya.


“Aku memang hanyalah perempuan yang berasal dari daerah pedalaman… Tapi, apa salahnya jika aku juga ingin menjadi pemimpin negeri ini…” Ucap perempuan itu.


Hefaistos pun tersenyum mendengar ucapan Artemis. Dia tampak sangat senang seorang yang disukainya memiliki mimpi sama dengannya.


***


Beberapa saat kemudian, armada pesawat mereka pun sampai di atas sebuah kota yang berada di wilayah Machora Tira.


Semua Venerate yang berada di dalam pesawat nampak bersiap-siap untuk meluncur kebawah melakukan penyerangan mereka.


Para Venerate yang berada di bawah tingkatan Continent Venerate, yang tidak memiliki kemampuan melayang di udara tanpa sebuah bantuan seketika mengubah energi sihir mereka menjadi sebuah sayap proyeksi.


Mereka pun dengan serentak melompat dari pesawat-pesawat menuju ke kota yang berada di bawah.


Setelahnya para Continent Venerate, yang terdiri dari Lucierence, tiga pria dari Fuegonia serta lima Venerate dari Lightio melompat juga dari pesawat mereka.


**


“Apa kau siap?” Tanya Hefaistos pada Artemis.


Perempuan itu merespon pertanyaan Hefaistos dengan menganggukan kepalanya, kemudian mereka pun secara bersamaan melompat ke bawah.


Hefaistos dan Artemis mendarat dengan mulus ke permukaan dan langsung disambut oleh pasukan Machora Tira dengan sebuah serangan.


Kedua orang itu seketika memunculkan senjata suci mereka dan mulai satu per satu mengalahkan pasukan ras campuran itu.


**


Di tempat yang sedikit jauh di kota itu, tampak beberapa Continent Venerate Machora Tira yaitu Orcman, Harphyman, Lamiaman serta Silvan yang pernah dilawan oleh Hefaistos dan yang lain.


“Apapun yang terjadi kita harus menahan mereka sampai tuan Hanzafilge dan nyonya Aelecia datang,” ucap Silvan.


Keempat Venerate itu pun sontak bergerak untuk menyerang para Venerate Lightio yang datang.


Di tempat itu juga terlihat satu ras Vampireman, Orcman serta seorang perempuan mudah


“Wah… Sepertinya orang-orang Lightio ingin membalas kita,” ucap si Vampireman.


“Apa kau merindukan mereka Lethis?” Lanjutnya bertanya pada seorang perempuan yang bersamanya.


Tidak ada jawaban dari perempuan itu, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu saat melihat pasukan Lightio datang menyerang.


***


Disaat keempat Continent Venerate itu datang menghampiri pasukan Lightio, mereka seketika langsung dicegat oleh Venerate dari Fuegonia.


“Perkenalkan adalah Rox Drown…” Pria bernama Rox Drown memperkenalkan dirinya saat mencegat Silvan yang hendak melancarkan sebuah serangan.


**


Sedangkan tiga Venerate Machora Tira kini harus berhadapan dengan dua Venerate Fuegonia lainnya.


***


Di sisi lain, Hefaistos bersama dengan para anggota timnya tiba-tiba didatangi oleh Vampireman dan Orcman yang sebelumnya bersama dengan seorang perempuan.


“Tunggu dulu… Mau kemana kalian? Setidaknya bersenang-senanglah dulu dengan kami,” ucap si Vampireman dengan ekspresi menyeringai.


Tanpa pikir panjang, Hefaistos dan yang lain maju dan menyerang dua ras keturunan campuran itu.


Lucierence, Flophia, Gahaelix serta Nor menangani ras Orcman yang datang menghampiri mereka. Pada pertarungan tersebut, hanya Lucierence yang mampu melayangkan serangan yang efektif bagi ras campuran tersebut.


Sedangkan Hefaistos dan Artemis maju berhadapan dengan ras Vampireman.


Ketika Artemis hampir saja meluncurkan serangan kepada Vampireman yang dilawannya, tiba-tiba perempuan yang sebelumnya datang mengahalangi Artemis.


Artemis tiba-tiba terkejut melihat perempuan itu, begitu juga dengan perempuan tersebut yang juga terkejut ketika melihat senjata yang dipegang oleh Artemis