The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 13 - Pemimpin yang bijak dibanding Hefaistos



Lingkaran sihir yang dipijak oleh Silvan dan Joker sontak menciptakan sebuah ledakan, hingga membuat kedua Vampireman itu pun seketika terkapar tak berdaya setelah menerima efek ledakan tersebut.


Perlahan-lahan Hefaistos mendekat, hendak melancarkan sebuah serangan untuk mengakhiri mereka berdua.


Baru saja serangan tersebut akan diluncurkan, tiba-tiba saja seseorang muncul dan langsung menahan tangannya.


“Tunggu dulu Hefaistos...” Orang yang menahan tangan pria itu ternyata merupakan Artemis, yang sebelumnya menghilang setelah menerima teknik dari Silvan.


“Apa yang kau lakukan?” Tanya Hefaistos dengan raut wajah yang serius, bertanya-tanya dalam hati mengapa wanita itu menahannya untuk mengakhiri kedua Vampireman tersebut.


“Jangan bunuh mereka... Aku yakin bahwa mereka hanya disuruh oleh petinggi Machora Tira,” ucap Artemis.


“Heh, ternyata kau masih pemaaf seperti dulu... Maaf, tapi aku juga masih belum berubah seperti yang dulu...” Balas Hefaistos, yang tampak memiliki pendapat berbeda dengan Artemis.


*


“Kalau dia mengatakan hal itu, maka perasaannya pada kakak Artemis juga masih belum berubah seperti yang dulu…” Ucap Lucierence dalam hati, menduga sesuatu dari perkataan pemimpin negeri Lightio tersebut.


**


Karena saling berbeda pendapat, kedua World Venerate itu pun kemudian mengeluarkan tekanan kekuatan mereka secara bersamaan, hingga membuat tempat tersebut menjadi terguncang.


Orang-orang disekitar yang merasakan intimidasi dari tekanan kekuatan mereka sontak menjadi ketakutan sampai membuat beberapa dari mereka pun langsung melarikan diri tempat tersebut.


“Hei, tolong jangan begini. Apa kalian ingin menghancurkan wilayah ini? Setidaknya situasinya sudah aman dikarenakan kalian sudah ada sekarang.” Tidak ada yang berani untuk menengahi perselisihan mereka, sampai pada akhirnya Lucierence pun yang sontak harus maju untuk berbicara kepada mereka berdua.


“Aku penasaran, kenapa kau membiarkan ras campuran ini masuk ke Lightio? Kau kan tahu betul apa yang mereka incar?” Ucap Artemis.


“Aku bahkan baru mengetahuinya beberapa waktu yang lalu... Karena itu tanpa pikir panjang aku langsung datang ke tempat ini.” Hefaistos pun menjelaskan bahwa dia memang tidak tahu menahu tentang kedatangan Vampireman ke Lightio.


Baik Artemis maupun Lucierence sontak terkejut mendengar pernyataan dari pemimpin negeri Lightio tersebut.


“Hei, siapa orang Lightio yang kalian temui sebelumnya?” Tanya Lucierence pada Silvan.


“Dia adalah salah satu World Venerate kalian, Vertorn Nomos,” jawab Silvan.


“Apa katamu...? Vertorn Nomos.” Lucierence sontak menjadi lebih terkejut mendengar nama yang disebutkan oleh Vampireman itu.


Begitu juga dengan Artemis, Hefaistos maupun Hayliver yang tidak percaya dengan pertanyaan dari Vampireman tersebut.


“Sialan ras campuran itu, karena sudah mendapatkan simpati oleh para warga wilayah timur, dia sekarang berani bertindak sesukanya,” ucap Hefaistos tampak kesal.


Pria bernama Vertorn Nomos yang dibicarakan oleh mereka merupakan Giantman yang kini menjadi salah satu Venerate terkuat Lightio. Giantman tersebut sebelumnya mendapatkan dukungan dari para warga yang tinggal di bagian wilayah timur Lightio untuk menggantikan Hefaistos menjadi pemimpin negeri tersebut.


Walau berasal dari salah satu kelompok ras keturunan campuran dan bukanlah seorang penyihir, para warga di wilayah tersebut tetap mendukungnya serta yakin kepada pria itu bahwa dia dapat menjadi pemimpin yang bijak dibanding dengan Hefaistos yang telah membuat sebuah keputusan yang membuat Lightio menjadi terpecah.


“Tuan Hefaistos, sebelumnya aku sempat terkejut mengetahui bahwa yang akan membantu kami menyerang wilayah ini adalah para Vampireman…”


“Dan aku juga mendapatkan sebuah laporan bahwa hal tersebut atas perintah anda,” ucap Hayliver.


“Sepertinya dia mau membuat kau dilengserkan dari kursi presiden penyihir kakak…” Ucap Lucierence.


“Yah, sepertinya kau benar…” Respon Hefaistos.


Pemimpin negeri Lightio itu kemudian mendekat kembali pada Silvan.


“Hei, aku akan mengampuni nyawa kalian jika kalian mau berkerja sama dengan kami… Apa kau setuju?” Tanyanya.


“Apapun itu jika kau memang tidak berbohong, maka aku akan menyutujuinya,” jawab Silvan.


“Tetapi, ijinkan aku mencari putriku terlebih dahulu,” lanjut Vampireman itu, memohon kepada Hefaistos agar dia bisa mencari putrinya, Lucia yang tidak dilihatnya sejak kemarin hari.


Megathirio kemudian melempar gadis tersebut hingga tersungkur di depan Silvan dan Joker.


“Lucia…” Ucap Silvan.


Edana seketika juga datang menghampiri Lucia, nampak khawatir dengan putrinya tersebut yang tak sadarkan diri.


Dengan melihat keadaan disekitarnya, Megathirio tampak telah mengetahui bahwa kelompok yang meyerang wilayah pedalaman tersebut sepertinya sudah berhasil ditangani.


Pandangan pemuda itu lalu tertuju pada seseorang, yaitu Hefaistos yang seperti tidak asing baginya.


“Kau…” Ucap Megathirio.


“Sepertinya kau masih mengenalku yah?” Mendengar pemuda itu berbicara padanya, Hefaistos pun membalas lalu mendekatinya.


Pria menaruh salah satu tangannya ke pundak Megathirio dan tersenyum kepada pemuda tersebut.


Hefaistos tampak bangga melihat putranya tersebut telah tumbuh dewasa. Dia juga merasakan bahwa tingkatan Venerate dari pemuda tersebut kini berada di atas tingkatan District Venerate, tingkatan yang sebenarnya sulit untuk dicapai ketika seseorang hidup terisolasi di wilayah pedalaman tersebut.


Pria itu berpikir bahwa jika Megathirio selama ini hidup bersamanya, pemuda tersebut pasti akan menjadi lebih kuat dari tingkatan Venerate-nya kini.


“Lama tidak berjumpa, kau sudah besar sekarang… Aku bisa merasakannya bahwa kini kau telah menjadi penyihir yang hebat,” ucap Hefaistos.


Akan tetapi Megathirio tiba-tiba menepis tangan Hefaistos yang memegang pundaknya serta memperlihatkan wajah sinis kepada pria yang merupakan ayahnya tersebut.


“Ada apa kau kemari?” Tanya Megathirio dengan ekspresi serius.


“Aku kemari untuk menolong adikmu… Lagipula itu adalah kewajiban seorang ay…”


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, seketika Megathirio langsung membungkam mulut Hefaistos hingga pemimpin negeri Lightio itu pun jatuh tersungkur.


Hal itu membuat semua orang yang berada tempat tersebut sontak menjadi terkejut dengan perbuatan Megathirio.


“Diamlah…” Ucap Megathirio dengan berbisik, tidak mau membuat Zchaira mendengar fakta bahwa pria itu adalah ayah mereka.


“Megathirio... Apa yang kaulakukan?” Artemis yang melihat hal tersebut langsung mendekat dan menarik pemuda itu sambil dibantu oleh Lucierence.


Artemis kemudian mengulurkan tangannya kepada Hefaistos untuk membantunya berdiri.


Belum habis sampai disitu saja, seketika Zchaira yang bisa kembali bergerak lagi datang menghampiri mereka.


“Sepertinya ada sesuatu yang ingin anda katakan selain datang untuk menolongku kemari?” Gadis itu bertanya kepada Hefaistos karena merasa penasaran dengan perkataan dari pria itu yang sempat dihentikan oleh Megathirio sebelumnya.


“Zchaira, lebih baik kau istirahat sekarang…” Artemis pun seketika langsung menghentikan Zchaira dengan membahas tentang keadaannya yang sebelumnya memang sempat tidak bisa menggerakan tubuhnya akibat menggunakan kekuatan makhluk suci yang berada di dalam dirinya.


Gadis itu pun tidak bisa berkata apa-apa lagi dan langsung meninggalkan tempat tersebut bersama dengan Artemis walau masih merasa penasaran dengan kata Hefaistos yang sebelumnya.


Megathirio pun juga pergi meninggalkan tempat tersebut mengikuti Artemis dan Zchaira.


Setelah dirasa semua permasalahan yang ada telah redah, Timonar menyuruh para warga dibantu dengan anggota dari clan Bridgehunts untuk menawan terlebih dahulu para Vampireman untuk berjaga-jaga agar nantinya para ras campuran tersebut tidak akan kabur.


***


Berpindah ke wilayah timur negeri Lightio, terlihat seorang perempuan berjalan menaiki sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi.


Setelah sampai dipuncak, tampak seorang pria dengan tinggi badan lebih dari dua setengah meter sedang berdiri menatap laut yang berada di depannya.


“Ternyata kau disini, tuan Vertorn,” ucap perempuan itu, memanggil pria tersebut dengan nama Vertorn.