
Berpindah ke kota Angeloses, daerah Calfarinai, wilayah barat dari negeri Lightio, dimana terlihat dua orang World Venerate yang berasal dari negeri Pavonas bersama beberapa Venerate penting mereka kini sedang mengikuti jamuan makan di sebuah ruangan yang luas.
Ekspresi wajah dari para prajurit serta para pelayan yang berada di dalam ruangan tersebut tampak khawatir karena mengetahui betul bahwa hubungan negeri Lightio bersama negeri asal para Venerate tersebut bisa dikatakan merupakan sebagai musuh, dimana negeri Lightio sendiri kini sedang menjadi salah satu negeri anggota dari sebuah organisasi aliansi para negeri-negeri di benua seberang yang secara terang-terangan memang menentang negeri bernama Pavonas tersebut.
Walaupun merasa khawatir, namun disaat bersamaan mereka tetap tenang karena di dalam ruangan tersebut para Venerate Pavonas sedang ditemani oleh Venerate tingkat atas wilayah barat Lightio, yang tidak lain merupakan Vertorn dan Levianther sebagai World Venerate serta Leagerenza dan Kral sebagai Continent Venerate.
“Jadi selama beberapa hari kami berada disini, apakah kami sudah bisa menemui para pemimpin negeri Lightio?” Tanya World Venerate perempuan dari negeri Pavonas itu.
“Tentang permohonan kalian, kurasa tidak perlu sampai menemui mereka… Lagipula para pemimpin Lightio sudah mengonfirmasi bahwa pertukaran Venerate kita akan segera dilakukan,” jawab Vertorn.
Mendengar hal tersebut Levianther, Leagerenza serta Kral tiba-tiba terkejut, namun tidak memperlihatkan ekspresi tersebut kepada yang lain. Mereka bertiga tidak mengira bahwa Vertorn akan mengatakan hal tersebut secara spontan karena tidak memiliki jawaban yang lain akibat belum juga memberitahukan kedatangan para Venerate Pavonas tersebut kepada Hefaistos serta Artemis.
“Tuan Vertorn… Apakah hal tersebut memang benar? Aku seperti merasakan bahwa para pemimpin negeri Lightio memang belum mengetahui kedatangan kami,” ucap seorang World Venerate pria dari negeri Pavonas, nampak mencurigai tentang kebohongan dari Giantman tersebut.
“Hahaha… Bagaimana mungkin aku tidak memberitahukan hal itu kepada presiden penyihir kami? Tentu saja hal itu sudah kami lakukan sejak kalian pertama kali datang kemari.” Lantas Vertorn pun langsung tertawa mendengar kecurigaan dari pria tersebut sambil meyakinkan bahwa hal tersebut sudah diketahui oleh para pemimpin Lightio.
“Tetapi, sebelum itu kami ingin meminta bantuan kalian untuk membantu kami, karena kemampuan kalian akan sangat dibutuhkan pada masalah kali ini,” ucap Vertorn, tiba-tiba mengubah ekspresi wajah menjadi serius.
“Memangnya masalah seperti apa itu tuan Vertorn?” Tanya sang World Venerate pria.
Vertorn kemudian menjelaskan bahwa tepat di salah satu daerah Lightio yaitu daerah yang bernama Xetas yang berada di wilayah barat Lightio terdapat beberapa kelompok pemberontak yang sering melakukan pratik sihir menyimpang dari konsep sihir para Venerate Lightio untuk menyerang dan menguasai beberapa daerah tersebut.
“Para Venerate yang melakukan pemberontakan tersebut sebagian besar selalu menyerang dengan menggunakan kemampuan yang berhubungan dunia astral, sama seperti kemampuan yang biasa kalian gunakan,” ucap Vertorn.
“Jadi maksudmu ada beberapa kelompok penyihir Venerate yang juga mengetahui hal-hal mengenai dunia astral sama seperti kami para bangsa Slivan?” Tanya sang World Venerate pria.
“Benar tuan…” Respon Vertorn sambil menganggukan kepalanya.
“Kalau begitu, kami akan membantu kalian menyelesaikan masalah itu… Apakah kau bisa menanganinya tuan Vahal?” Ucap World Venerate pria itu sambil menanyakan kesiapan dari Venerate Pavonas yang duduk bersebelahan dengannya.
“Tentu saja aku bisa melakukannya… Jangan sebut kami sebagai bangsa Slivan jika kami tidak bisa menyelesaikan masalah mengenai roh-roh astral beserta dunia di dalamnya,” ucap pria bernama Vahal, tentu saja siap menangani hal tersebut.
Vertorn pun merasa senang mendengar kesiapan dari Venerate tersebut, dan begitu juga dengan para Venerate Lightio yang lain, termasuk Kral, nampak merasa senang walaupun di dalam benak mereka masing-masing bertanya-tanya apakah masalah tersebut memang benar harus mendapatkan bantuan dari para Venerate Pavonas itu.
***
Kembali ke kota Xemico di dalam akademi sihir, dimana setelah dari tempat para murid Division Venerate, kini Zchaira dan yang lain sampai di sebuah bangunan tempat para murid yang berada di kelas District Venerate berlatih.
“Megathirio, tolong lepaskan tanganmu sekarang,” ucap Astrapi, mulai merasa kurang nyaman karena adiknya tersebut selalu merangkul pundaknya sedari tadi.
Dengan sigap Megathirio pun bertindak memegang Astrapi hingga perempuan itu tidak jadi terjatuh dan sampai membuat kedua mata mereka bertemu.
Hal tersebut langsung membuat Zchaira, Rayvor serta Flogaz pun nampak sedikit terkejut hingga membuat keadaan di tempat itu menjadi canggung.
“Kau tidak apa-apa cantik?” Tanya Megathirio, sambil memasang ekspresi senyuman diwajahnya ke arah Astrapi.
“Iya…” Astrapi pun menjawab, sambil sedikit tersipu malu.
Ketika Megathirio membantu Astrapi berdiri, tampak terlihat wajah dari perempuan itu sedikit memerah akibat hal yang barusan terjadi.
*
“Dia berbeda seperti Kral dan Illios… Kupikir dia sebelumnya adalah laki-laki yang pendiam. Apa mungkin dia melakukan itu hanya untuk sekedar menggodaku saja atau ada maksud yang lain?” Gumam Astrapi dalam hati, bertanya-tanya dengan kelakuan dari adiknya tersebut.
**
Flogaz yang sebelumnya mendengar pernyataan Megathirio nampak tidak percaya bahwa pemuda itu dengan sengaja membuat kakaknya sendiri bisa tersipu malu.
“Baiklah, kita sekarang telah sampai di tempat latihan para murid District Venerate…” Melihat suasana di tempat itu nampak canggung, flogaz pun langsung berusaha mencairkan suasana dengan mengambil alih untuk menjelaskan tentang tempat yang mereka datangi.
“Berbeda dengan para murid sebelumnya, dimana masih dalam tahap pengaktifan kekuatan pelepasan pertama dari senjata suci mereka… Murid-murid yang berada di tempat ini bahkan sudah bisa melakukan hal itu dengan baik,” ucap Flogaz.
“Kalian lihat, beberapa murid yang berada di ruangan sedang berlatih menggunakan senjata mereka…” Pemuda itu kemudian menunjuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup luas membuat Zchaira dan yang lain memperhatikan murid-murid District Venerate yang sedang berlatih menggunakan senjata suci mereka.
**
“Uwaah…!” Tiba-tiba salah satu murid yang sedang berlatih, memproyeksikan sebuah serangan elemen petir, membuatnya langsung terkejut sendiri.
**
“Hei kawan… Hati-hati, kau melatih kemampuan itu sekitar beberapa tahun, akan merugikan jika hanya dalam sedetik saja nyawamu dalam sekejap menghilang,” ucap Flogaz, sedikit memperingati murid-murid itu agar lebih berhati-hati.
“Baiklah… Terima kasih untuk peringatannya.” Murid tersebut pun menanggapi peringatan dari Flogaz dengan melambaikan tangannya dari dalam ruangan.
Flogaz pun kembali menoleh ke arah Zchaira dan yang lain, dan sontak merasa heran bahwa suasana di tempat itu masih terasa canggung.
“Baik-baik, daripada kita tetap diam disini lebih baik kita lanjut ke tempat yang lain,” ucap Flogaz sambil mengarahkan Zchaira dan yang lain terus melanjutkan perjalanan mereka.