
Aiver seketika melancarkan serangan proyeksi energi berwarna hitam, yang dalam sekejap langsung menyerap semua serangan elemen serta proyeksi energi dari para Venerate daerah Xetas.
Para Venerate sejenak terkejut melihat hal tersebut, namun mereka tidak mau terlalu membuang waktu mereka untuk terkejut. Mereka kemudian kembali melancarkan serangan berbagai elemen alam serta proyeksi energi ke arah Aiver.
Serangan tersebut menjadi percuma karena Aiver pun kembali melancarkan serangan proyeksi energi berwarna hitamnya, membuat semua serangan dari para Venerate tersebut dalam sekejap lenyap diserap proyeksi energi hitam milik Aiver.
“Uakh…!” Seketika sebuah diagram sihir muncul tepat dibawah para Venerate hingga langsung membuat mereka tiba-tiba menerima efek serangan yang dilancarkan oleh mereka sendiri.
Para Venerate dalam sekejap tak sadarkan diri bersamaan dengan kuda-kuda yang ditunggangi oleh mereka.
**
“Apa-apaan teknik itu?” Roselix pun terkejut tidak menyangka bahwa pria itu mampu mengalahkan semua Venerate yang datang bersamanya hanya dalam satu serangan saja.
“Orang itu kan, salah satu Continent Venerate Lightio juga…” Roselix kemudian dibuat lebih terkejut ketika mengatahui bahwa pria yang mengalahkan para bawahannya, yang tidak lain merupakan Aiver merupakan seorang Continent Venerate.
Pemimpin dari daerah Xetas itu pun lantas menjadi ragu untuk menyerang karena harus berhadapan dengan dua orang Venerate yang memiliki tingkatan setarah dengannya serta satu orang Venerate yang berada diatasnya.
**
Melihat keraguan dari perempuan itu, Aiver pun langsung memasang ekspresi senyuman menyeringai dari wajahnya.
“Biar aku saja yang melawannya…” Ucap Aiver kemudian dengan cepat meluncur mendekati Roselix.
Aiver seketika melancarkan kembali serangan proyeksi energi hitamnya, namun dengan refleks Roselix langsung melompat dari kudanya untuk menghindari serangan dari Aiver, hingga hanya kudanya saja yang menerima serangan Aiver sampai terhempas.
“Kau… Apa kau yang melakukan pergerakan ini? Dan apa teknik macam apa itu?” Ucap Roselix, melontarkan beberapa pertanyaan kepada pria itu.
“Maaf nyonya Roselix, aku terpaksa harus melakukan ini demi menghukum kalian yang sudah menentang wilayah timur… Dimulai dari Venerate yang berada daerah Xetas ini kemudian para Venerate yang berada di daerah wilayah barat lainnya…”
“Dan untuk teknik yang kugunakan ini sebenarnya adalah teknik sihir yang pernah hilang sejak kerajaan Lightio runtuh,” jawab Aiver, menjelaskan hal tersebut kepada Roselix.
“Teknik sihir dari jaman kerajaan Lightio katamu…” Perempuan itu pun lantas terkejut karena mendengar tentang teknik sihir yang sudah menghilang beberapa abad yang lalu, yang diketahuinya sudah tidak dipergunakan oleh para Venerate Lightio sejak dulu.
Aiver kemudian dengan cepat meluncur ke arah Roselix sambil menyerang perempuan itu dengan kekuatan proyeksi energinya.
Dengan berusaha keras Roselix bergerak menghindari setiap serangan Aiver sambil melancarkan serangan balik walaupun tetap saja tidak berguna, karena degan mudah energi hitam milik pria itu langsung menyerap serangan proyeksi energi sihirnya tersebut.
“Sial…” Umpat Roselix dengan kesalnya, merasa kesulitan berhadapan dengan Venerate yang memiliki tingkatan lebih tinggi dibandingkan dengannya, serta memiliki teknik yang belum pernah dilihat sebelumnya.
“Fulmine sillabare… Unlimited accuracy…” Karena Roselix dengan lihai menghindari setiap serangannya, Aiver pun lantas melancarkan serangan elemen petir yang bagaimana pun arah gerak dari perempuan itu, serangan elemen petir tersebut mampu untuk mengejarnya.
“Akh…” Akibat kalah bersaing dengan pergerakan dari serangan elemen tersebut, Roselix pun langsung menerimanya hingga membuat tubuh menjadi kejang-kejang dan tekapar di tanah.
Roselix berusaha berdiri kembali sambil berusaha menahan efek serangan yang diterima olehnya. Perempuan itu kemudian memunculkan sebuah tongkat sihir yang disimpan ke dalam sebuah gelang yang dikenakan olehnya.
Karena tidak punya pilihan lain untuk mengimbangi kekuatan dari Aiver, Roselix lantas langsung berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya.
Roselix pun dalam sekejap berubah ke dalam wujud kekuatan pelepasan keduanya, dimana perempuan itu kini mengenakan sebuah gaun panjang berwarna putih, dengan wajahnya yang tertutupi oleh sebuah topeng besi, sambil melayang dan memegang sebuah tombak sihir yang memancarkan cahaya putih pada ujung atasnya.
Aiver pun kembali tersenyum menyeringai melihat wujud perubahan dari Roselix, serta merasa bersemangat untuk melawan perempuan tersebut.
Aiver melancarkan serangan proyeksi energi hitamnya, dengan sigap Roselix mengangkat tongkat sihir ke depan yang membuat serangan dari Aiver tiba-tiba berhenti meluncur layaknya sedang ditahan oleh sesuatu.
“Akh…” Ketika Roselix mengibaskan tongkat sihir, tiba-tiba serangan proyeksi energi hitam itu meluncur berbalik ke arah Aiver, hingga pria tersebut seketika terhempas menerima serangannya sendiri.
Dengan cepat Roselix meluncur mendekati Aiver, saat pria itu terhempas dan seketika terkapar di tanah.
“Fulmine sillabare… Unlimited accuracy…” Melihat perempuan itu mendekat, Aiver kembali berdiri dan langsung melancarkan serangan elemen petrinya kembali.
Roselix dengan cepat mengacungkan tongkat sihirnya ke arah serangan eleman petir yang hendak diluncurkan oleh Aiver.
“Akh…” Dalam sekejap, serangan elemen petir itu meledak, serta efeknya pun langsung mengarah pada Aiver, membuatnya langsung terhempas untuk kedua kalinya.
**
Melihat Aiver terkapar dan sedikit tersudut melawan Roselix yang telah mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya, Perlex dan Winscarlo pun hendak ingin bergerak membantunya, namun seketika mereka berhenti ketika melihat Aiver mengangkat tangan ke arah mereka, mengisyaratkan bahwa dia masih mampu menangani perempuan tersebut.
Perlex dan Winscarlo pun lantas mengurungkan niat mereka, membiarkan Aiver untuk tetap melawan perempuan itu sendirian.
“Haah… Padahal dia yang mengatakan sebelumnya bahwa kitalah yang harus menahan mereka,” ucap Perlex, nampak bosan harus berdiam diri.
**
Kembali ke pertarungan antara Aiver dan Roselix, dimana pemimpin daerah Xetas itu dengan cepat kembali meluncur mendekati Aiver.
Dengan sigap, Aiver kembali berdiri kemudian melancarkan serangan proyeksi energi berwarna hitamnya kembali.
Roselix pun langsung mengacungkan tongkat sihirnya, membuat serangan yang dilancarkan oleh Aiver kembali ke arahnya.
Akan tetapi, Aiver kini dengan sigap langsung menghindari serangannya sendiri. Pria itu kemudian beberapa kali melancarkan serangan proyeksi energinya, namun hal tersebut tetap sama, dimana Roselix mempu membalikan serangan Aiver kembali ke arahnya, yang membuat pria itu harus menghindari serangan miliknya beberapa kali.
“Coruppione sillabare…” Tiba-tiba Aiver mengakses kekuatan sihirnya, menciptakan sebuah penghalang proyeksi yang langsung mengurung Roselix di dalamnya.
Dalam sekejap sebuah kepungan asap hitam pekat muncul memenuhi ruang di dalam penghalang tersebut.
Hal itu lantas membuat Roselix tiba-tiba kembali ke wujud semulanya disaat kepungan asap hitam itu lenyap bersamaan dengan penghalang yang mengurungnya.
Ketika Roselix terkejut tiba-tiba kembali ke wujudnya semula, tanpa disadari olehnya sebuah diagram sihir tiba-tiba muncul tepat dibawahnya.
“Incantesimo segreto… Coup de explosion…”