
“Ibu, lihat… Itu adalah premier daerah ini, Rox Drown… Akan berbahaya jika dia sampai mengetahui kita berada ditempat ini,” ucap Astrapi pada Artemis, sambil menunjuk Rox yang berada di sebuah tribun khusus, menghadap ke arah mereka.
“Jangan kahawatir Astrapi… Orang itu tidak akan bisa mengetahui keberadaan kita disini… Lagipula jika hal itu terjadi, ibu dengan mudah bisa melumpuhkannya dengan melancarkan sebuah serangan dari jarak ini,” ucap Artemis, menyuruh putrinya untuk tidak mengkhawatirkan hal tersebut, karena dirinya memiliki solusi khusus untuk menanganinya.
“Ibu... Aku serius. Jika orang itu mengetahui kita berada di tempat ini secara diam-diam, maka akan menjadi permasalahan antara negeri Lightio dan negeri Fuegonia.” Astrapi pun terkejut mendengar pernyataan dari ibunya, karena nampak dengan santai menanggapi peringatannya.
“Sudah tenang saja, Ibu hanya bercanda… Tentu saja ibu tidak akan menyerang Venerate tanpa alasan yang jelas…” Ucap Artemis, menyatakan bahwa hal yang diucapkan olehnya barusan tidaklah serius.
***
Beberapa saat kemudian, sang pembawa acara turnamen datang memasuki arena, disertai oleh sorakan dari para penonton yang memenuhi tribun.
“Salam para hadirin sekalian… Hari ini merupakan hari kedua dalam turnamen Venerate… Sesuai dengan beberapa pertandingan kemarin malam, tim Vielas-lah yang pemimpin untuk saat ini… Akankah tim yang lain mampu melambung poin yang telah diperoleh oleh tim Vielass…”
“Kalau begitu, mari kita mulai pertandingan pertama pada turnamen hari kedua ini…”
***
“Ngomong-ngomong, berapa perolehan poin yang sudah didapatkan oleh tim Fuegonia?” Tanya Rox pada prajurit yang berada di dekatnya.
“tim Fuegonia masih belum mendapatkan poin dalam turnamen ini,” jawab prajurit tersebut.
“Eh… Kenapa?” Mendengar hal tersebut, Rox pun nampak terkejut.
“Tuan Rox… Tim Fuegonia masih belum mendapatkan perolehan poin karena satu pun anggota mereka masih belum mendapatkan giliran bertarung…” Karena Rox merasa terkejut, sang prajurit yang bersamanya tersebut, lantas menjelaskan kepada pria itu alasan mengapa tim Fuegonia masih belum memperoleh satu pun poin di malam kemarin.
Rox pun mengerti dengan penjelasan prajurit tersebut, setidaknya untuk hari ini diriya ingin melihat para anggota tim Fuegonia yang kemungkinan mendapatkan giliran bertanding, memenangkan pertandingan tersebut.
***
“Baiklah… Langsung saja kita mulai pertandingan pertama di hari yang kedua ini…”
Setelah sang pembawa acara mengumumkan pertandingan pertama, layar yang berada di arena turnamen tersebut langsung mengacak semua nama peserta yang ada. Dan tak berapa lama, tampak nama dari keempat peserta yang akan saling berhadapan pada pertandingan kali ini.
Fuegonia, Ailene Drown, 19 tahun, 164 cm, Human, District Venerate.
Machora Tira, Merour Freuse, 27 tahun, 173 cm, Bansheeman, District Venerate.
Neodela, Margo Shores, 23 tahun, 180 cm, Beastman, District Venerate.
Cielas, Lontra Andracouis, 21 tahun, 169 cm, Human, District Venerate.
***
“Bansheeman…” Ucap Astrapi, nampak merasa asing ketika melihat keterangan nama ras dari salah satu peserta yang terpampang di layar.
“Itu memang salah satu ras keturunan campuran dari negeri Machora Tira, selain Vampireman dan Orcman, yang memang sedikit terkenal dibandingkan para ras campuran di negeri itu…”
Artemis kemudian menjelaskan bahwa ras keturunan campuran dari negeri Machora Tira yang disebut sebagai Bansheeman tersebut, memiliki penampilan warna kulit yang pucat layaknya seperti ras Vampireman, namun membedakan mereka dengan Vampireman dalam segi kekuatan khusus yang mereka kuasai, dimana untuk seukuran ras Bansheeman yang berada pada tingkat Venerate atas memiliki sebuah kekuatan penghancur, yang kemungkinan bisa merepotkan Venerate setara dengannya.
“Kau penasaran… Kalau begitu, perhatikan saja bagaimana cara bertarung dari ras itu, jika suatu saat kau bertemu dengan mereka, kau pasti sudah akan berbuat apa untuk melawan mereka,” jawab Artemis, enggan memberitahukan kemampuan dari ras Bansheeman pada putrinya.
Walau sedikit kesal Artemis enggan memberitahukan kepadanya, namun Astrapi tidak memperdulikan hal tersebut, karena ingin mengetahui sendiri kemampuan dari ras keturunan campuran yang hendak melawan pertarungan tersebut.
***
“Ailene, ayo maju… Dan lihat kesana. Ayah ternyata hadir untuk melihat pertandinganmu hari ini,” ucap Neyndra, menyemangati perempuan anggota tim Fuegonia, yang juga merupakan sadaranya tersebut, serta sambil memperlihatkan bahwa Rox, ayah mereka datang untuk melihat turnamen pada hari tersebut.
“Iya, aku mengerti… Ngomong-ngomong, apa kekuatan dari para anggota tim lain yang akan berhadapan denganku?” Tanya Ailene.
“Hmph… Entahlah… Aku juga baru kali ini mendengar ras Bansheeman… Untuk ras Beastman, aku juga tidak tahu wujudya jika dia berubah nanti,” jawab Neyndra tidak mengetahui mengenai ras campuran yang akan berhadapan dengan saudaranya Ailene.
“Begitu yah…” Respon Ailene, merasa ragu karena tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai peserta yang akan dilawan olehnya.
**
Dia kemudian berjalan menuju ke tengah arena menghampiri ketiga peserta lain yang sudah bersiap di tempat tersebut.
Tak berapa lama, sang wasit datang ke tengah arena turnamen tersebut untuk segera memulai pertandingan dari keempat peserta itu.
“Baik… Bersiap, mulai…”
Ucap sang wasit, memulai pertandingan, membuat Ailene seketika melancarkan serangan elemen api ke arah peserta dari tim Cielas yang bernama Lontra, sedangkan peserta dari tim Neodela yang merupakan ras Beastman langsung menyerang Bansheeman bernama Merour dari tim Machora Tira menggunakan tombak yang dipegangnya.
**
Dari sisi pertarungan Ailena bersama dengan pria bernama Lontra, tampak peserta dari tim Cielas itu langsung membalas serangan proyeksi elemen api dari Ailene dengan langsung melancarkan sebuah serangan proyeksi energi, membuat kedua serangan mereka bertabrakan, dan sontak menciptakan efek ledakan yang cukup besar.
“Akh…” Saat Ailene hendak melancarkan serangan proyeksi elemen api, Lontra dengan cepat mendahului perempuan itu dengan kembali melancarkan serangan proyeksi energi, hingga Ailene dalam sekejap langsung terhempas.
Melihat Ailene terkapar, pria Cielas itu dengan cepat berlari, mengambil kesempatan tersebut untuk menyerang Ailene.
Akan tetapi, ketika Lontra melancarkan serangan proyeksi energi ke arah Ailene, perempuan itu dengan sigap langsung memutar tubuhnya, menghindar kemudian kembali berdiri.
“Flame projection… Multiple flame ball…”
Ailene seketika melancarkan serangan bola api, yang dengan sigap langsung ditahan oleh Lontra menggunakan serangan proyeksi energi darinya.
Namun, tiba-tiba serangan bola api tersebut memecah menjadi beberapa bagian saat diterjang oleh serangan yang dilancarkan oleh Lontra.
“Ukh…” Karena tidak menyangka serangan tersebut akan memecah menjadi banyak, pria Cielas itu pun menerima semua serangan bola api tersebut, membuatnya seketika terhempas menabrak dinding arena.
**
Sementara di sisi lain, Beastman bernama Margo mengacungkan serta mengayunkan tombak miliknya ke arah salah satu ras Bansheeman tersebut, namun dengan mudah dapat dihindari oleh sang ras keturunan campuran itu.
“Hei makhluk aneh… Coba serang aku, jangan hanya mencoba untuk menghindarinya,” ucap Margo.