The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 125 - Menghentikan pergerakan pemberontakan



Karena hal itu Hefaistos langsung merasa malu karena salah sangka bahwa putrinya tersebut akan menghampirinya.


“Heh, dasar pak tua… Kau pikir Zchaira akan menghampiri kau lebih dulu… Tentu saja dia akan lebih memilih menghampiri ibunya,” ucap Illios, nampak sedikit mengejek ayahnya tersebut karena telah salah paham bahwa Zchaira akan menghampirinya.


“Bagaimana kalian bisa sampai berada di tempat ini?” Tanya Artemis, penasaran.


“Maaf ibu… Sebelumnya kami terlibat sebuah masalah di dalam akademi sihir, dan akhirnya harus mendapatkan hukuman untuk menjalankan sebuah misi, walaupun beberapa diantara kami terlibat hanya karena melihat masalah tersebut,” jawab Zchaira.


“Jadi seperti itu yah… Padahal ibu selama berada di akademi sihir tidak pernah terlibat dalam sebuah masalah,” respon Artemis.


**


“Jadi memang benar kalau kakak Zchaira adalah anak dari tuan presiden penyihir dan nyonya wakil presiden penyihir,” ucap Wenra, nampak sedikit terkejut melihat Zchaira datang menghampiri Artemis.


“Kalau mereka sampai datang kemari, itu berarti masalah pemberontakan di daerah ini pasti akan diselesaikan,” sambung Dorolia.


Hefaistos dan Artemis kemudian datang bersama dengan Illios dan Zchaira menghampiri Megathirio dan yang lain.


“Salam tuan Hefaistos… Nyonya Artemis…” Ucap Joker, menyapa dua pemimpin negeri Lightio itu.


Hefaistos dan Artemis pun langsung merespon sapaan Vampireman tersebut dengan menganggukkan kepala mereka sekali kemudian menunjukan ekspresi tersenyum.


“Ternyata kau Continent Venerate yang dikatakan oleh tuan Kenrow datang ke daerah ini…” Ucap Hefaistos.


“Tapi, sepertinya kau sudah berjuang keras sampai-sampai harus dibantu berdiri,” lanjut Hefaistos berkata, melihat Joker tampak dibantu berdiri dengan merangkulkan tangannya pada pundak Astrapi.


“Eh… Bukan begitu… Aku sebenarnya baik-baik saja,” ucap Joker, nampak merasa canggung ketika Hefaistos melihat keadaannya.


Joker kemudian mencoba melepaskan tangan Astrapi yang masih terus merangkul tubuhnya untuk berdiri


“Nona, maaf… Apakah kau bisa melepaskan tanganku. Aku sudah bisa berdiri sendiri,” ucap Joker, meminta Astrapi agar melepaskan tangannya, karena dalam keadaan tersebut Joker masih tidak memungkinkan untuk menggunakan kekuatan lebih melepaskan tangan Astrapi sendiri.


Akan tetapi, Astrapi tidak mau melepaskan tangannya, dan terus merangkul tubuh Joker sambil memasang ekspresi senyuman.


*


“Apa-apaan perempuan ini? Apa dia sudah gila tersenyum seperti itu kepadaku?” Gumam Joker dalam hati, merasa heran melihat ekspresi dari perempuan itu.


**


Joker pun nampak lebih merasa canggung ketika melihat Hefaistos dan Artemis melihat dirinya masih terus dirangkul oleh Astrapi. Vampireman itu juga merasa tidak nyaman karena mengetahui bahwa Astrapi sebenarnya merupakan putri dari kedua pemimpin negeri Lightio tersebut.


“Kurasa keadaan Joker masih belum pulih secara total… Astrapi tolong pulihkan keadaannya, karena Joker masih belum bisa menguasai teknik sihir peyembuhan,” ucap Hefaistos, sambil sedikit berbohong bahwa Joker tidak bisa menguasai teknik penyembuhan untuk tidak membuat mereka curiga bahwa pria itu bukanlah Venerate yang berasal dari negeri Lightio.


“Apa…?” Mendengar hal tersebut Joker pun lantas terkejut.


“Tuan Hefaistos itu tidak perlu… Keadaanku sudah pulih…” Ucap Joker, menolak hal yang diperintahkan oleh Hefaistos kepada Astrapi.


“Baik tuan presiden… Akan kulaksanakan.” Dengan senang hati Astrapi langsung membawa Joker untuk duduk kemudian mulai mengakses kekuatan sihir untuk kembali memulihkan keadaan dari Vampireman tersebut.


Joker pun tidak bisa melakukan apa-apa selain membiarkan Astrapi melakukan hal tersebut, lagipula keadaannya kini sebenarnya memang masih belum pulih total setelah menerima serangan proyeksi energi hitam dari Aiver dua kali.


“Hei nona… Apa keadaanmu juga tidak apa-apa?” Tanya Joker.


“Ngomong-ngomong, aku Astrapi dari clan Silkbar daerah Workyen… Kuharap lain kali jangan memanggilku dengan sebutan nona lagi, cukup panggil namaku saja…”


“Bagaimana denganmu?” Tanya Astrapi.


“Bagaimana denganku apanya?” Joker pun lantas bertanya balik, karena tidak mengerti dengan pertanyaan perempuan itu.


“Tentu saja namamu…”


“Ternyata kau menanyakan namaku… Aku Joker.”


“Hanya Joker… Tidak ada yang lain… Maksudku nama clanmu?” Tanya Astrapi lagi.


“Eh… Itu…” Joker pun seketika harus menjawab apa, karena jika Astrapi mengetahui nama clannya, maka kemungkinan perempuan itu akan tahu bahwa dirinya merupakan salah satu ras Vampireman.


*


“Apakah mungkin aku harus mengatakan nama clan Dirkcourt?” Gumam Joker dalam hati, kebingungan harus menjawab apa selain hal yang dipikirkannya tersebut.


**


“Maksudku Joker dari clan Dirkcourt daerah New Sylievania…” Karena tidak memiliki jawaban lain, Vampireman itu terpaksa berbohong kepada Astrapi bahwa dirinya berasal dari clan Dirkcourt.


Astrapi pun langsung meresponnya dengan menunjukan ekspresi tersenyum, yang membuat Vampireman itu dengan refleks langsung membalas respon Astrapi dengan tersenyum juga.


**


“Megathirio, Rayvor dan Flogaz… Ternyata kalian juga datang kemari… Aku penasaran masalah apa yang terjadi kepada kalian di dalam akademi sihir,” ucap Hefaistos.


Pemimpin negeri Lightio itu kemudian terkejut ketika melihat Lucia, yang diketahuinya juga merupakan murid akademi sihir berada di tempat itu.


“Ternyata kau juga mengalami hal yang sama dengan mereka…” Ucap Hefaistos pada Vampireman perempuan itu.


“Maaf tuan, tapi alasan mengapa kami harus menjalani misi ini karena semuanya berawal dari Megathirio,” ucap Lucia, membeberkan awal masalah mereka menjalankan misi berawal dari Megathirio yang tidak sengaja mencari gara-gara kepada Lucia.


“Benar paman… Masalah itu bertambah menjadi besar ketika kakak Megathirio memukul kakak Astrapi dengan tidak adil… Aku dan flogaz pun langsung mencoba menghentikannya, namun kakak terus melakukan hal tersebut sembari kami menahannya,” sambung Rayvor, memberitahukan kepada Hefaistos awal masalah tersebut menjadi lebih besar.


“Rayvor… Apa yang kau katakan?” Megathirio pun langsung membentak Rayvor karena ikut menjelaskan hal tersebut.


“Oh… Jadi sang jagoan ini yang melakukannya… Apa aku pernah mengajarimu untuk memukul seorang perempuan.” Mendengar hal tersebut, Artemis pun langsung menarik telinga putranya tersebut.


“Aduh ibu… Kenapa kau melakukan ini?” Megathirio pun langsung merasa kesakitan serta malu dilihat oleh yang lain ketika ibunya tersebut menarik telinganya.


“Ngomong-ngomong… Apa kalian semua baik-baik saja?” Tanya Hefaistos, mengenai keadaan dari para murid-murid akademi serta tiga Venerate yang datang bersama Joker.


Mereka semua pun lantas langsung menganggukkan kepala mereka secara bersamaan, merespon pertanyaan dari Hefaistos bahwa keadaan mereka masih baik-baik saja.


Melihat respon mereka, Hefaistos pun langsung merasa legah, sambil menunjukan ekspresi tersenyum.


–14 sampai 18 Desember 3024–


Setelah kekalahan para Venerate pemberontak di kota tempat persembunyian utama mereka sendiri, para Venerate daerah Xetas yang dipimpin oleh Roselix bersama dengan Hefaistos dan Artemis kemudian bergegas mulai menelisir satu per satu beberapa wilayah di daerah Xetas yang masih terdapat beberapa pasukan para pemberontak yang masih masih tersisa untuk mereka tangkap.