The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 170 - Mencari keberadaan Drakon



“Bagus-bagus…” Respon Shydhie pada perkenalan diri Illios serta Astrapi.


“Ngomong-ngomong nak… Mengapa kau ingin datang menemuiku, padahal ini sudah sangat larut malam bagi kalian para manusia?” Tanya Shydhie.


“Sebenarnya aku hanya merasa penasaran, karena aku belum pernah sekalipun bertemu denganmu secara langsung… Tapi, setelah bertemu dan melihatmu secara langsung, ternyata tidak ada perbedaan yang signifikan saat kau berada dalam wujud di dalam alam bawah sadarku,” jawab Zchaira.


“Heh, apa kau mengatakan itu hanya untuk mengejekku nak?” Respon Shydhie dengan bertanya, karena merasa bahwa gadis itu tidak terlalu terkesan ketika melihatnya.


“Lagipula karena sudah berada disini, apakah kau ingin melatihku menguasai kekuatan kesuburan abadi agar lebih baik lagi?” Tanya Zchaira sambil bermohon kepada naga merak tersebut.


“Hmph… Aku bisa menyetujuinya, tapi tidak untuk malam ini,” ucap Shydhie, menyetujui namun menolaknya disaat yang bersamaan.


“Eh… Memangnya kenapa?” Tanya Zchaira, nampak kebingungan dengan ucapan naga itu.


“Tentu saja aku menolaknya karena ini sudah larut malam gadis bodoh… Setidaknya jika kau sangat bersemangat kita lakukan pada esok hari…” Jawab Shydhie, menjelaskan kepada Zchaira.


“Kalau begitu, Illios… Astrapi… Antar adik kalian Zchaira kembali sekarang juga,” ucap Shydhie, menyuruh Illios dan Astrapi.


“Baik tuan… Akan segera kami laksanakan,” respon Illios, langsung menyetujui perintah dari makhluk suci itu.


“Zchaira, ayo kita kembali sekarang… Setidaknya kita akan kembali besok hari.” Illios pun langsung menarik Zchaira untuk beranjak dari tempat itu bersama dengan Astrapi yang mengikuti mereka dari belakang.


“Shydhie… Aku akan kembali besok hari, tapi kau harus berjanji untuk melatihku,” ucap Zchaira.


“Iya… Datanglah kembali besok hari kemari, aku pasti akan melatihmu,” balas Shydhie.


Setelah mendengarkan ucapan Shydhie yang setuju untuk melatihnya, Zchaira pun lantas merasa senang dan memperlihatkan ekspresi tersenyum. Gadis itu bersama dengan kedua saudaranya kemudian terbang meninggalkan pegunungan itu untuk kembali ke penginapan mereka di kota Novacurve.


***


Sementara itu, terlihat Achilles dan para Elfman yang sebelumnya pergi ke suatu tempat, kini telah berada di atas sebuah gedung tertinggi yang berada di kota Novacurve dengan tujuan untuk menggunakan sebuah teknik yang akan bisa melacak keberadaan dari Drakon.


“Baiklah… Berikan padaku pedang Drakon,” ucap Achilles.


Salah satu Elfman kemudian mendekati Achilles sambil memberikan sebuah pedang yang merupakan milik dari Drakon.


Achilles mengambil pedang tersebut, kemudian meletakannya ke lantai, di atas gedung tertinggi itu. Pria Elfman itu kemudian langsung mengakses kekuatannya, menciptakan sebuah diagram sihir mengelilingi pedang tersebut.


“Ice cursed… Cold tracking…” Dalam sekejap diagram sihir tersebut memancarkan cahaya yang lebih terang, dan seketika berubah menjadi serbuk-serbuk es, terbang ke langit menuju ke arah perbatasan antara negeri Fuegonia dan negeri Lightio.


“Ayo kita pergi…” Ucap Achilles, menyuruh semua Venerate Elfman untuk mengikuti serbuk-serbuk es yang memancarkan cahaya terang itu.


Para Elfman kemudian mengakses kekuatan mereka, menciptakan sepasang sayap dari proyeksi energi sihir mereka, tepat di bagian belakang punggung mereka masing-masing, dan langsung mengikuti Achilles yang sudah lebih dulu terbang ke langit.


**


“Bagaimana mungkin Drakon bisa sampai kemari?” Achilles seketika terkejut ketika serbuk-serbuk es itu hingga sampai ke wilayah negeri Lightio, tepatnya di wilayah pedalaman utara.


Namun, karena ingin menemukan Drakon, pria Elfman itu bersama para ras Elfman lainnya sontak tetap mengikuti serbuk-serbuk es tersebut sampai kemanapun arahnya pergi.


***


Tak berapa lama kemudian, dua anggota ras Vampireman dari tim Machora Tira yang bernama Ascelin serta Maeve, masuk ke dalam ruangan tersebut menemui mereka berdua.


“Nyonya Lethis… Tuan Zenef… Apa yang terjadi? Bukankah kalian saat ini sedang mencari makhluk suci yang tinggal di pegunungan itu?” Tanya Vampireman bernama Ascelin.


“Sebelumnya memang iya… Tapi, kami tiba-tiba bertemu dengan para Venerate Lightio,” jawab Zenef.


“Para Venerate Lightio? Untuk mereka berada disana?” Tanya Ascelin lagi, nampak heran mendengar penjelasan dari Zenef.


“Bukan hanya itu… Dua diantara Venerate Lightio itu adalah Venerate tingkat atas… Sedangkan yang satunya adalah pemegang dari kekuatan kesuburan abadi dari naga yang tinggal di pegunungan itu,” jawab Zenef.


Mendengar jawaban Zenef, Vampireman bernama Ascelin serta Maeve lantas langsung terkejut, karena tidak menyangka bahwa selain mereka, tim Lightio juga ternyata datang bersama dengan para Venerate tingkat atas.


Namun, yang lebih membuat lebih terkejut lagi adalah pada saat yang bersamaan, Letihs serta Zenef bertemu dengan pemegang kekuatan makhluk suci yang selama ini memang diincar oleh negeri Machora Tira.


“Tapi, kenapa kalian tidak berusaha menangkap Venerate yang pemegang kekuatan itu? Apa mungkin dia memiliki kemampuan yang hebat?” Tanya Ascelin.


“Tidak… Venerate pemegang kekuatan itu bahkan hampir saja mati ditanganku, tapi disaat yang bersamaan, naga merak itu tiba-tiba datang, dan langsung mengancam kami, jadi karena tidak punya pilihan aku sontak membawa ibuku lari dari tempat itu,” jawab Zenef.


“Ngomong-ngomong ibu… Semenjak bertemu dengan tiga orang itu, kau terlihat menjadi murung…” Ucap Zenef kepada Lethis.


“Tentu saja ibu merasa murung karena tidak menyangka bisa bertemu dengan anak-anak dari Artemis di tempat ini,” balas Lethis.


“Aku juga tidak menyangka bisa bertemu dengan mereka…” Respon Zenef.


***


Kembali pada Achilles dan para Elfman yang kini sudah berada di wilayah pedalaman utara negeri Lightio. Ketika tepat di tengah hutan melihat sebuah bangunan tua, Achilles serta para Elfman pun dengan sigap langsung menuju ke arah bangunan tersebut karena yakin bahwa Drakon berada di tempat itu.


**


Kral yang masih berada di dalam bangunan tua tersebut, lantas terkejut karena tiba-tiba merasakan hawa keberadaan dari para Venerate, yang salah satunya merupakan Continent Venerate.


Dengan cepat Kral langsung mengakses teknik sihir pembentukan, membentuk sebuah topeng serta juga untuk menyamarkan penampilannya dari para Venerate yang hendak datang ke bangunan tua tersebut.


Dia juga tidak lupa untuk memunculkan sebuah pedang yang merupakan senjata suci miliknya untuk berjaga-jaga karena dia tidak akan menggunakan kekuatan sihirnya agar tidak bisa diketahui bahwa dirinya merupakan Venerate Lightio.


Dengan sigap Kral pun langsung meluncur keluar dari bangunan itu kemudian mengibaskan pedangnya, hingga meluncurkann serangan proyeksi energi dalam skala yang besar ke arah para Elfman.


“Abwehrzauber… Holy eldritch shield…” Dengan sigap, Achilles langsung menciptakan sebuah perisao proyeksi, menahan serangan proyeksi energi yang dilancarkan oleh Kral.


Sementara, para Elfman terbang ke arah Kral, kemudian melancarkan serangan proyeksi dalam berbagai elemen alam.


Dengan mudah Kral menepis semua serangan para Elfman tersebut, kemudian dengan cepat langsung melancarkan serangan proyeksi energi hingga mereka pun langsung terhempas.