The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 115 - Illios vs Anmaguel



Sementara itu, Zchaira, Wenra serta Dorolia, yang tidak melakukan apa-apa, seketika pergi secara diam-diam ke arah yang lain tanpa diketahui oleh siapapun.


Walaupun tidak disadari oleh para Venerate pemberontak yang tengah bertarung, namun salah satu orang yang tidak lain merupakan Vahal yang belum berhadapan dengan siapapun tampak memperhatikan ketiga gadis tersebut memasuki kota tempat persembunyian dari para pemberontak.


Vahal pun memasang ekspresi senyuman menyeringai di wajahnya sambil bergerak hendak mengikuti Zchaira, Wenra dan Dorolia.


***


Tak jauh dari tempat tersebut, tampak Illios yang sebelumnya tidak mengira serangan dari Anmaguel sebelumnya tampak telah selesai memulihkan dirinya.


“Sial… aku terlalu meremehkan orang misterius itu…” Ucap Illios.


Pria itu pun kembali berdiri kemudian berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya, yang seketika membuat dirinya dilapisi oleh proyeksi elemen api yang terang serta bertemperatur tinggi.


Tanpa berlama-lama lagi, Illios pun meluncur ke langit menuju ke arah Anmaguel untuk membalas serangan yang diterima olehnya sebelumnya.


***


Di sisi lain, tampak di kota Thouson terlihat Arlias, sang tetua kepala akademi sihir sampai ke kota tersebut dan langsung menemui Roselix.


“Tuan Arlias…” Ucap Roselix, terkejut melihat kedatangan dari tetua kepala akademi sihir tersebut.


“Sebelumnya aku sudah mengetahui bahwa daerah ini terjadi masalah pemberontakan, dan sudah mengetahui bahwa kaki tangan dari pergerakan ini adalah Aiver Portner… Bahkan para murid akademi, termasuk Toner dikirim kemari untuk membantu kalian...”


“Tapi, saat mendengar bahwa ada seorang Continent Venerate misterius di pihak pemberontak, aku sempat merasa penasaran bahwa orang itu sepertinya merupakan orang yang kukenal,” ucap Arlias, menjelaskannya pada Roselix.


“Apa kau mengetahui tentang sesuatu tuan Arlias?” Tanya Roselix.


“Aku menduga bahwa Continent Venerate tersebut sebenarnya adalah Anmaguel Manzareja, karena orang itu sudah beberapa hari ini tidak berada di akademi sihir,” jawab Arlias.


“Anmaguel…” Mendengar hal tersebut, Roselix pun terkejut serta sedikit kebingungan, bertanya-tanya jika benar orang misterius itu merupakan Anmaguel, lantas apa tujuan dari Anmaguel membantu Aiver.


Disamping Roselix merasa bingung, Anmaguel pun menjelaskan suatu alasan mengapa dia sangat yakin bahwa orang misterius itu merupakan Anmaguel, sebelumnya tetua kepala itu sempat dihubungi oleh Illios, dan mendapatkan informasi dari pria tersebut bahwa mereka mencurigai orang misterius itu sebagai Jaimeburg Portner.


Arlias sejenak percaya dengan informasi yang diberikan oleh Illios yang mengatakan bahwa kemungkinan hal tersebut memang benar. Akan tetapi, Arlias tiba-tiba menyadari bahwa sebelumnya dia dan para tetua akademi sihir yang lain datang ke sebuah pertemuan dengan Hefaistos serta Artemis di kota Hawkingson, dan disana pula hadir semua Continent Venerate dari wilayah timur, termasuk Jaimeburg.


Sedangkan di dalam pertemuan tersebut, Continent Venerate yang tidak hadir hanyalah Aiver dan Anmaguel, yang membuat tetua kepala itu mencurigai bahwa Anmaguel-lah yang merupakan orang misterius yang membantu para pemberontak daerah Xetas bersama dengan Aiver.


“Jadi kemungkinan orang misterius itu adalah Anmaguel…” Respon Roselix.


“Nyonya Roselix, aku ingin kau memerintahkan para Venerate daerah Xetas untuk pergi ke wilayah paling utara di daerah ini karena aku mendapatkan informasi dari Illios Silkbar sebelumnya bahwa tempat persembunyian dari para pemberontak ada di tempat itu,” ucap Arlias.


“Baik tuan… Akan segera aku laksanakan… Terima kasih karena telah memberikan informasi tersebut. Entah bagaimana jika informasi tersebut tidak sampai pada kami nantinya?” Roselix pun langsung menyetujui usulan dari tetua akademi sihir tersebut dan segera hendak memerintahkan pasukannya untuk segera menyerang ke tempat persembunyian dari pemberontak.


***


Kembali ke kota tempat persembunyian dari Venerate pemberontak, dimana Illios pun datang meluncur melewati pasukan pemberontak serta Venerate Pavonas yang sedang bertarung dengan para murid-murid akademi sihir.


Sambil terbang melewati para pasukan musuh tersebut, Illios seketika melancarkan serangan pancaran elemen api ke segala sisi, membuat beberapa dari pasukan musuh tersebut, seketika terhempas.


Untung saja serangan yang besar itu tidak diterima oleh para murid-murid akademi karena sebelumnya sempat menjaga jarak untuk sejenak memulihkan tenaga mereka.


**


Illios terus meluncur hingga mendekati Anmaguel yang sedang bertarung melawan Joker dan Astrapi.


“Ukh…” seketika pria itu langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api berskala besar, hingga langsung menghempaskan Anmaguel yang tidak mengira serangan tersebut.


“Tuan Joker… Astrapi… Tinggalkan orang itu padaku saja. Kurasa kalian lebih baik mengejar Aiver, dan jangan lupa untuk mencari Lucia juga,” ucap Illios pada Joker serta Astrapi.


“Apa kau yakin kakak?” Tanya Astrapi, nampak khawatir jika harus meninggalkan saudaranya itu menangani orang misterius yang merupakan Anmaguel tersebut sendirian, karena sebelumnya perempuan itu berserta Joker juga mengalami kesulitan, walaupun menyerang secara bersamaan.


“Tenang saja… Bukan hanya tidak bisa mengatasi, aku bahkan bisa menguak siapa orang dibalik topeng itu,” jawab Illios, meyakinkan adiknya tersebut untuk tidak khawatir.


“Baiklah, aku akan pergi mengejar Aiver dulu.” Astrapi pun percaya dengan ucapan Illios, dan lantas pergi bersama Joker meninggalkan saudaranya itu untuk melawan Anmaguel sendirian.


Setelah Astrapi dan Joker pergi, Anmaguel yang sebelumnya terhempas kembali meluncur ke arah Illios untuk hendak menyerangnya.


“Baiklah wahai manusia bertopeng… Hari ini aku pasti akan segera mengetahui siapa kau sebenarnya.” Melihat orang misterius itu meluncur Illios pun langsung memasang kuda-kuda sambil mengacungkan pedang senjata sucinya yang memancarkan kobaran api ke arah belakang.


“Incantesimo segreto… Coup de foudre poignarder…” Anmaguel sontak melancarkan serangan proyeksi elemen petir berskala besar serta memiliki tegangan yang tinggi ke arah Illios.


Disaat yang bersamaan, Illios pun mengibaskan pedang senjata suci miliknya, hingga menciptakan sebuah proyeksi tebasan elemen api berskala besar.


Serangan masing-masing dari dua Continent Venerate tersebut sontak saling bertabrakan hingga langsung menciptakan sebuah ledakan yang besar, membuat bangunan yang berada di sekitar tempat pertarungan mereka pun seketika hancur berkeping-keping.


Hal tersebut langsung memancing perhatian dari para Venerate lain hingga membuat mereka sejenak menghentikan pertarungan mereka sendirian untuk melihat ledakan yang mencuri perhatian tersebut.


Tak berapa lama ketika ledakan tersebut berakhir, tampak Anmaguel kini telah menciptakan sebuah penghalang proyeksi untuk melindungi dirinya dari efek serangan yang sebelumnya.


Anmaguel kemudian menonaktifkan penghalang proyeksinya tersebut ketika melihat Illios ternyata telah terkapar tak sadarkan diri tepat di depannya.


Tiba-tiba pria yang sedang terkapar tak berdaya tersebut perlahan-lahan berubah menjadi kobaran api dan seketika lenyap, membuat Anmaguel pun langsung terkejut, mengetahui bahwa Illios yang dilihatnya ternyata hanyalah tipuan.