The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 167 - Menemui naga merak



“Zchaira… Apa kau yakin akan menemui naga itu?” Tanya Astrapi.


“Tentu saja kakak… Selama ini aku belum pernah melihatnya langsung… Karena itu, ini kesempatan yang bagus untuk menemui naga Shydhie,” jawab Zchaira, sangat antusias untuk menemui naga merak yang berada di pegunungan yang berada di wilayah Camburstile, dekat kota tersebut.


Mendengar jawaban dari Zchaira, Astrapi sontak menatap Illios sambil memberikan kode apakah dia harus menyetujui apa yang diinginkan oleh adik bungsu mereka tersebut.


Illios pun lantas menganggukan kepalanya, menyetujui agar mereka harus menemani Zchaira pergi ke pegunungan di dekat kota Novacurve tersebut.


“Kakak Aphrodia dan yang lain, lebih baik kalian duluan saja ke penginapan… Kumohon katakan pada kakak Kral jika kami berdua tidak akan kembali selain Zchaira,” ucap Illios sambil sedikit bergurau mengenai hal tersebut.


“Tidak akan kembali… Apa maksudmu Illios?” Tanya Aphrodia, nampak merasa khawatir mendengar pejelasan yang disampaikan oleh Illios, walaupun sebenarnya hanyalah sebuah gurauan.


“Jangan menganggap serius perkataannya kakak… Dia hanya sedikit begurau,” jawab Astrapi, menjelaskann kebingungan Aphrodia mengenai pernyataan gurauan dari Illios.


“Ternyata seperti itu… Baiklah, walaupun begitu kalian tetap harus berhati-hati, termasuk kau Zchaira,” ucap Aphrodia, mengingatkan mereka untuk tetap berhati-hati.


“Terima kasih kakak, karena sudah mengkhawatirkan kami… Kami pasti akan tetap berhati-hati,” respon Zchaira.


“Kalau begitu, aku duluan pergi ke penginapan,” ucap Aphrodia, kemudian beranjak bersama dengan Rayvor, Illios serta Haniwa.


Sedangkan Zchaira, Illios serta Astrapi pun beranjak menuju ke arah lain untuk pergi ke pegunungan di dekat kota tersebut.


***


Di dalam kediaman clan Drown, terlihat Achilles bersama dengan beberapa Venerate Fuegonia, yang merupakan para ras Elfman sedang mengobservasi jejak keberadaan Drakon sebelum menghilang dari kediaman tersebut.


Tampak Achilles berada di tempat, dimana merupakan tempat terakhir kali Drakon berada sebelum dikalahkan oleh Astrapi kemudian membawa pria itu pergi menggunakan sihir perpindahan ruang.


Achilles mengetahui bahwa terakhir kali Drakon berada di tempat tersebut dengan mengakses kekuatan sihir observasi miliknya, namun karena jejak keberadaan Drakon hanya sampai di tempat itu, maka pria Elfman itu pun tidak bisa mengetahui sebenarnya Drakon kini sedang berada dimana.


Ketika berada di tempat itu beberapa Venerate Elfman datang menemui Achilles, yang sepertinya ingin mengatakan sebuah informasi.


“Pangeran… Percuma saja jika kita mencari jejak Drakon di tempat ini, karena kemungkinan dia telah dibawa kabur oleh penyusup yang sebelumnya masuk ke tempat ini,” ucap salah satu Elfman.


“Kurasa kau benar… Aku harus menggunakan menggunakan teknik es terkutuk untuk menemukan keberadaannya… Apakah ada barang Drakon yang ditinggalkan olehnya?” Ucap Achilles sambil bertanya, merasa bahwa hal tersebut memanglah percuma untuk mencari keberadaan Drakon.


“Kami akan segera mencarinya… Kurasa ada sesuatu yang ditinggalkan oleh Drakon,” ucap salah satu Elfman, kemudian bersama dengan para Venerate Elfman yang lain, pergi meninggalkan tempat tersebut untuk memenuhi perintah dari pria Elfman yang disebut mereka sebagai pangeran tersebut.


***


Berpindah pada Zchaira, Illios serta Astrapi, dimana ketiga saudara tersebut kini tengah terbang menuju ke atas pegunungan untuk mencari keberadaan dari naga merak yang bernama Shydhie tersebut.


Setelah mendarat di atas pegunungan tersebut, Zchaira serta kedua saudaranya sontak memperhatikan keadaan sekitar, mencoba mencari keberadaan dari naga merak yang mereka cari.


“Shydhie…! Aku datang! Ini aku Zchaira!” Teriak Zchaira, memanggil naga tersebut, berharap agar makhluk suci tersebut muncul dan menemuinya.


“Zchaira… Aku rasa dia tidak ada di tempat ini… Kemungkinan dia sedang berada di daerah Hawkingson Regon negeri kita, karena di tempat itu juga adalah salah satu wilayah yang dia diami berada di daerah tersebut,” ucap Illios.


“Kalau begitu, bagaimana jika kita pergi kesana saja… Bukankah Hawkingson Regon bagian dari wilayah pedalaman utara,” ucap Zchaira mengajak kedua saudaranya untuk pergi ke tempat lain, dimana sang naga merak tinggal.


“Tentu saja kita tidak bisa pergi sekarang… Selain ini sudah larut malam, jarak ke sebuah padang rumput dimana naga merak itu menetap puluhan kilometer dari tempat ini,” ucap Illios.


“Tak perlu kecewa Zchaira… Kami janji akan menemanimu kembali esok hari kemari,” sambung Astrapi, meyakinkan adiknya tersebut untuk kembali lagi ke tempat itu di lain hari.


“Baiklah… Aku mengerti,” ucap Zchaira, walaupun sebenarnya sedikit merasa kecewa karena tidak bisa bertemu dengan makhluk suci yang telah memberikan kekuatan kepadanya.


“Kalau begitu, ayo kita kembali lagi ke penginapan sekarang,” lanjut Astrapi, mengajak Zchaira untuk beranjak dari tempat itu.


“Tunggu…” Ketika hendak beranjak dari pegunungan tersebut, tiba-tiba Illios merasakan sebuah tekanan kekuatan besar, yang langsung membuatnya menahan Zchaira dan Astrapi.


“Ada apa kakak?” Tanya Zchaira, nampak penasaran melihat Illios tiba-tiba memasang ekspresi wajah yang serius.


“Astrapi… Kau juga merasakannya kan…”


“Iya… Ada tekanan kekuatan yang besar mendekat ke arah sini.”


“Kakak… Kemungkinan itu adalah naga Shydhie…” Mendengar pernyataan Illios dan Astrapi, Zchaira pun langsung memprediksi bahwa tekanan kekuatan yang dirasakan oleh kedua saudaranya adalah naga merak yang gadis itu cari.


“Tidak… Kurasa bukan naga itu… Tekanan kekuatan yang dirasakan setarah dengan tingkatan Continent Venerate,” ucap Illios, langsung menjelaskan kepada Zchaira bahwa gadis itu telah salah memperkirakan hal tersebut.


Seketika salah satu ras Vampireman yang sebelumnya datang bersama dengan anggota tim Machora Tira, yang sebelumnya juga memanggil Lethis dengan sebutan ibu, muncul dengan teknik perpindahan ruang, dan seketika melancarkan serangan proyeksi elemen api berwarna merah ke arah Zchaira dan kedua saudaranya.


“Difesa sillabare… Holy eldritch shield…” Dengan sigap, Illios pun langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menahan serangan proyeksi elemen api merah yang dilancarkan oleh Vampireman tersebut.


“Fiamma sillabare…” Disaat yang bersamaan, Astrapi dengan cepat melompat ke atas, kemudian melancarkan serangan proyeksi elemen api.


Akan tetapi, Vampireman tersebut langsung kembali melancarkan serangan elemen api merah, hingga saling bertabrakan dengan serangan elemen api yang dilancarkan oleh Astrapi.


Ketika tabrakan kedua serangan elemenn api tersebut menciptakan sebuah efek ledakan yang besar, Illios dengan sigap langsung memegang Zchaira, lalu menjauh dari ledakan tersebut.


Setelah menjauhkan Zchaira dari radius tabrakan serangan tersebut, pria itu kemudian meluncur untuk melancarkan sebuah serangan kepada Vampireman tersebut.


Bersamaan dengan Astrapi, mereka berdua dengan cepat hendak melancarkan serangan proyeksi dari arah yang berbeda kepada Vampireman tersebut.


Namun, dengan cepat Vampireman yang dilawan oleh mereka pun langsung melancarkan serangan proyeksi energi berwarna merah.


“Libera sillabare…” Merasakan sesuatu berbahaya, Astrapi pun langsung mengakses teknik sihir perpindahan ruang miliknya.