The World Of The Venerate: Everwhite

The World Of The Venerate: Everwhite
Chapter 106 - Lucia tertangkap



Setelah menghempaskan Illios, Anmaguel yang dalam sebuah penyamaran seketika meluncur mendekati Astrapi yang sedang menyudutkan Winscarlo serta dua Venerate Pavonas.


Melihat orang misterius tersebut, Astrapi dengan sigap langsung melancarkan serangan proyeksi energi, namun dengan sigap orang misterius yang merupakan Anmaguel itu menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menangkis serangan dari Astrapi.


Anmaguel seketika menghempaskan perisai proyeksinya tersebut ke arah Astrapi, tetapi dengan cepat perempuan itu langsung menepisnya menggunakan sebuah serangan tebasan proyeksi energi.


Anmaguel pun mengambil alih pertarungan melawan Astrapi, dengan berkali-laki melancarkan serangan yang kuat ke arah perempuan itu.


Awalnya Astrapi mampu menangani setiap serangan dari pria itu, namun perlahan-lahan perempuan tersebut semakin terdesak menangani hingga membuatnya menerima secara langsung beberapa serangan yang dilancarkan oleh pria misterius yang tidak diketahuinya merupakan salah satu dari tetua akademi sihir.


“Akh…” Seketika Anmaguel melancarkan sebuah serangan yang lebih besar, membuat Astrapi menerimanya hingga terhempas ke jarak yang cukup jauh.


“Winscarlo, ayo kita pergi dari sini,” ucap Anmaguel pada salah satu Venerate pemberontak itu.


Mendengar hal tersebut, Winscarlo dengan cepat mengangkat Perlex yang sebelumnya telah dikalahkan oleh Astrapi.


“Tuan, para Venerate itu sepertinya sudah telah berada di pihak kita… Apa mungkin kita harus membiarkan mereka pergi bersama kita juga?” Tanya Winscarlo, meminta saran untuk mengenai Venerate Pavonas tersebut.


Belum sempat menjawab pertanyaan dari Winscarlo, tiba-tiba para Venerate Pavonas, termasuk Vahal mendekati mereka.


“Apa mungkin kalian perlu tumpangan untuk melarikan diri?” Tanya Vahal.


Vahal kemudian menunjuk sebuah pesawat yang berada di udara yang merupakan milik dari pasukan Pavonas, dimana akan digunakan oleh mereka semua untuk melarikan diri.


“Aku memang belum terlalu mempercayai kalian semua, tapi mengingat bahwa kalian merupakan kelemahan dari pemimpin kami, maka aku akan menerima tawaran itu,” ucap Anmaguel.


Walaupun sedikit ragu, namun Anmaguel pun sedikit menyetujuinya karena berpikir dengan bergabungnya mereka, maka itu akan menambah kekuatan dari para kelompok Venerate pemberontak.


“Apa kau memiliki teknik untuk bisa memindahkan kami lebih cepat ke dalam pesawat itu?” Tanya Vahal.


“Tentu saja…” Jawab Anmaguel.


Pria itu kemudian berkonsentrasi mengakses kemampuan sihir ruang untuk berusaha memindahkan mereka semua ke dalam pesawat dari pasukan Pavonas tersebut.


Disaat yang bersamaan, Illios pun kembali mendekati Anmaguel yang sedang berkonsentrasi mengakses sihir ruang miliknya.


“Fiamma sillabare… Fire horse…” Pria itu seketika melancarkan serangan proyeksi elemen api berbentuk seekor kuda ke arah para Venerate pemberontak serta para Venerate Pavonas.


Namun, serangan elemen api yang dilancarkan oleh Illios pun terlambat, dikarenakan Anmaguel akhirnya berhasil menghilang terlebih dahulu bersama para Venerate pemberontak serta Venerate Pavonas.


***


Setelah menghilang, mereka semua pun muncul tepat di dalam pesawat milik pasukan Pavonas tersebut.


***


Di bawah, Lucia yang sedang memperhatikan pesawat dari pasukan negeri Pavonas tersebut, nampak memikirkan sebuah rencana.


“Aku rasa pesawat itu akan menuju ke tempat persembunyian mereka,” ucap Lucia.


Lucia kemudian melepaskan salah satu gelang yang dikenakannya, yang merupakan pemberian dari Gahaelix, dimana sebenarnya merupakan satu pasang gelang yang mampu melacak keberadaan satu sama lain, yang salah satunya masih dipakai oleh Vampireman perempuan itu.


“Megathirio, ambil ini dan simpan baik-baik.” Karena Megathirio berada di dekatnya, Lucia lantas memberikan gelang tersebut pada pemuda itu.


“Memangnya kenapa aku harus menyimpan gelang ini?” Tanya Megathirio, penasaran.


“Lakukan saja… Aku akan berpindah ke dalam pesawat itu, dan mengikutinya sampai ke tempat persembunyian dari para pemberontak… Sembari itu, kalian bisa melacak keberadaanku karena, pasangannya masih berada di tanganku,” jawab Lucia, menjelaskannya pada pemuda tersebut.


“Tunggu dulu, bagaimana jika kau tertangkap nantinya?”


“Tunggu…” Megathirio pun terlambat menghentikan menghentikan Lucia, karena Vampireman perempuan itu sudah terlanjur menghilang untuk berpindah ke dalam pesawat dari pasukan negeri Pavonas tersebut.


***


Lucia pun akhirnya muncul pada salah satu ruangan dari pesawat tersebut, tanpa ada satu orang pun berada di dalamnya.


Perlahan-lahan, Vampireman perempuan itu mengendap-ngendap mencari tahu keadaan di dalam pesawat tersebut.


***


Dibawah, Megathirio hanya bisa terdiam melihat pesawat dari pasukan Pavonas itu seketika melaju dengan kecepatan penuh meninggalkan kota tersebut.


“Kakak…” Tak berapa lama Zchaira pun datang menghampiri saudaranya tersebut.


“Kakak Lucia pergi kemana?” Tanya gaids itu karena sempat melihat Lucia menghilang.


“Dia pergi memasuki pesawat Pavonas agar kita bisa melacak keberadaannya melalui gelang ini,” jawab Megathirio sambil memperlihatkan gelang yang diberikan oleh Lucia kepada adiknya tersebut.


“Apa?” Mendengar jawaban dari Megathirio, Zchaira pun lantas terkejut, tidak menyangka bahwa Lucia akan melakukan hal tersebut.


***


Di sisi lain, Astrapi yang sebelumnya terhempas menerima serangan dari Anmaguel, terlihat menemui Illios.


“Mereka berhasil kabur…” Ucap Illios.


“Jadi kita terlambat yah… Padahal Perlex dan Winscarlo, serta orang misterius tadi pasti mengetahui persembunyian dari Aiver,” sambung Astrapi.


***


Kembali ke dalam pesawat dari pasukan Pavonas, terlihat Anmaguel serta Winscarlo nampak masih belum sepenuhnya percaya kepada para Venerate dari luar negeri Lightio tersebut.


“Jadi, tujuan kemari sebenarnya untuk apa?” Tanya Anmaguel.


“Benar juga… Sebelum itu, perkenalkan aku namaku adalah Vahal Izumir, salah satu Continent Venerate yang mengabdi pada negeri Pavonas…”


“Kami datang ke negeri ini sebenarnya untuk menjalin kerja sama dengan negeri Lightio, serta melakukan pertukaran Venerate dengan negeri ini…”


“Akan tetapi, sepertinya para Venerate di negeri ini masih belum mau menerima keinginan kami tersebut, dan lebih memilih untuk mengulur-ngulur waktu, memberikan kami tugas untuk membantu mereka menangani kalian,” ucap Vahal, menjelaskannya pada Anmaguel dan Winscarlo.


“Kalian jangan khawatir… Tujuan kami memihak kalian karena tertarik dengan kemampuan dari pemimpin kalian… Aku akan menyarankan jika nantinya kalian tidak berhasil melakukan pergerakan pemberontakan, akan aku sarankan untuk lebih baik untuk bergabung ke menjadi Venerate dari negeri kami,” lanjut pria Pavonas itu menjelaskan, menawarkan mereka untuk bergabung ke negeri Pavonas nantinya.


“Hal itu mungkin akan kupikir-pikir lagi… Lagipula, kemungkinan kami kalah itu masih sangat tipis,” balas Anmaguel, masih belum mau menerima tawaran dari pria Pavonas tersebut.


“Kalau begitu, kami akan tetap setia menunggu kalian,” ucap Vahal.


**


Tepat di luar salah satu ruangan yang berada di dlam pesawat tersebut, terlihat Lucia sedang menguping pembicaraan mereka.


**


Anmaguel yang merasakan sesuatu berada di luar seketika langsung melancarkan sebuah serangan proyeksi energi.


“Akh…” Sontak serangan yang dilancarkan oleh Anmaguel langsung menjebol dinding ruangan di dalam pesawat tersebut hingga langsung diterima oleh Lucia yang berada di baliknya.


Lucia pun hanya bisa terkapar dengan keadaan yang lemah sembari Anmaguel dan yang lain perlahan datang menghampirinya.